CEO PLAYBOY JATUH CINTA

CEO PLAYBOY JATUH CINTA
BAB 94


__ADS_3

“ Kamu sudah siap?” Joe kini berdiri didepan cermin bersama Tania, menatap diri mereka berdua disana.


“ Ya, sudah siap, tapi pinggang ku….” Tania tak melanjutkan lagi kalimatnya.


“ Pinggangmu kenapa?”


Dirabanya pinggang Tania sekarang yang sudah tertutupi pakaian tebal sekarang.


“ Pinggangku terasa nyeri karenamu!” Ketus Tania merasa kesal.


“ Karena ku?” Joe memicingkan matanya, lalu kemudian ia tersenyum. “ Bukankah kau sendiri yang minta.” Ucapnya enteng.


“ Apa! Mana ada! Bukankah itu kau yang memaksaku.” Kesal nya.


“ Kau berjalan dengan tubuh polos tanpa memakai apapun didepan ku, bukankah kau dengan sengaja menggodaku agar aku melakukan itu kepadamu.” Ujar nya enteng.


“ Kau yang memelukku tiba-tiba Joe, lalu menggerayangi ku. Mana ada aku merayumu!” Seru Tania.


“ Hmm, baiklah. Aku yang merayumu dan juga menggerayangimu, tapi bukankah kau juga sangat menikmati hal itu? Bahkan kau berulang kali mencapai titik puncakmu.” Sindir Joe.


Apa! Bisa-bisanya dia mengatakan kalimat itu tanpa rasa malu, dasar Joe! Pandai nya berkilah, sampai kapan pun aku tidak akan pernah menang melawan nya.


Desis Tania.


Kring! Kring!

__ADS_1


Di tengah percakapan panas diantara mereka kini ponsel Joe terdengar bordering. Joe pun kemudian mengambil ponselnya yang ia letakkan di saku pakaian tebal yang di kenakan nya. Disentuh layar itu, lalu secara otomatis panggilan nya tersambung.


“ Hmm, ada apa?” Tanya nya.


“ Joe, kau dimana? Jadikah kau keluar mala mini membawa Tania menimati cahay kota?” Tanya Bayu dibalik ponsel.


“ Hmm, tunggu sebentar lagi.” Ucap Joe singkat.


“ Ehm, apa jangan-jangan kalian sedang melakukan itu ya? jika memang benar, maka aku tidak akan mengganggunya. Seperti kemarin malam aku akan kembali berjalan dengan Wulan.” Kata Bayu menjelaskan.


“ Apa kau bilang! Banyak sekali kau bicara sekarang ya,” Kata Joe meremehkan. “ Tunggu aku di lobi hotel, aku dan Tania akan kesana sekarang.” Kata Joe kemudian sembari menutup panggilan nya.


“ Sayang, kamu sudah siap? Jika sudah, maka sekarang juga kita pergi keluar dan berjalan-jalan mengelilingi kota ini bersama.” Tukas Joe yang kini menatap Tania melalui cermin yang berada didepan mereka.


Tania tak menjawab, ia hanya mengerutkan kening nya karena masih merasa kesal dengan Joe sebelumnya.


Joe! Dasar kau pria mesum!


Umpat Tania.


***


Memang benar seperti yang di bicarakan jika kota paris akan terlihat sangat indah dimalam hari. Hal itu memang tak terbantahkan, serta julukan kota seribu cahaya itu juga pantas ia dapatkan. Karena di malam hari kota ini terlihat begitu menarik dengan banyak nya cahaya lampu yang menyala.


Malam ini mereka memilih berjalan kaki mengelilingi kota. Itu semua karena Tania lah yang memintanya, karena saat ini ia ingin menikmati pemandangan kota yang berkilau indah itu sembari menikmati beragam jajanan pinggir jalan yang dijual disana.

__ADS_1


Hampir semua makanan pinggir jalan mereka beli, dan Tania tanpa sungkan selalu menghabiskan nya. Sungguh ia tak menyia-nyiakan kesempatan ini. Kapan lagi kan, bukannya selama ini ia hanya dikurung didalam hotel tanpa di izinkan keluar oleh Joe.


Maka dari itu, malam ini adalah malam pembalasan dendam


Tania.


“ Joe, kau belum capek kan?” Tanya Tania.


“ Kemana lagi kau ingin pergi? Tidakkah kau merasa jika kita sudah terlalu lama berkeliling disekitar sini? Bahkan kau pun sudah memakan begitu banyak makanan kan?” Ujar Joe mengingatkan.


“ tapi aku masih belum puas Joe, masih ingin berkeliling kesana.” Tunjuk nya kearah selatan.


“ besok kita sambung lagi, malam ini aku sudah terlalu lelah.” Kata Joe.


“ Apa kau tahu Joe, berolah raga dengan cara berjalan kaki itu akan meningkatkan kualitas dalam berhubungan. Katanya itu akan membuatmu bertahan lama di ranjang.” Kata Bayu.


“ Hmm, benarkah?”


“ Jika kau tak percaya, sepulang nya dari sini kau praktekkan saja langsung.” Anjur Bayu.


“ Hmm, sepertinya ide mu bagus. Sayang, malam ini kau harus kembali bersiap menemaniku samapai pagi ya.” Bisiknya di telinga Tania.


Dasar Bayu sialan! Bisa-bisanya ia mengatakan hal itu kepada Joe, tidakkah ia tahu jika tanpa berjalan lama seperti ini pun aku hampir tak sanggup menghadapinya.


Gumam Tania.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2