
“Sudah selesai sayang?” Joe datang menghampiri Tania yang saat ini tengah menyisir rambutnya.
“Sedikit lagi.” Jawab Tania seraya menata rapi rambutnya.
Melihat Tania yang sedang menata rambutnya, membuat Joe tak ingin mengganggu. Kini ia memilih duduk di sebuah kursi yang tak jauh dari tempat meja rias Tania.
Berpakaian dengan rapi, memakai riasan make up yang natural. Serta menata rambutnya, Tania kini telah tampil cantik layak nya Dewi.
“Sudah siap, yuk!” selesai, Tania kini membalikkan badannya menghadap kearah Joe dan mengajak nya untuk segera pergi dari sana.
Dengan penampilan yang menawan, serta senyum yang rupawan. Tania siap menggandeng Joe untuk pergi bersamanya.
Namun, Joe, malah di buat pangling olehnya.
Melihat kecantikan Tania yang semakin hari semakin memancarkan auranya. Membuat Joe terpatung, terpukau dengan penampilannya.
“Joe, ayo!” suara Tania terdengar manja, bahkan kini ia lantas menarik tangan Joe untuk ikut dengannya.
“Tu-tunggu!” seru Joe, menahan langkah Tania dengan menarik tangannya.
Tania menghentikan langkahnya, dan berbalik kearah Joe.
“Ada apa lagi?”
“Kau cantik sekali hari ini.” Ucap Joe tulus.
Melipat kedua tangannya dan menyelipkan nya diantara kedua dada nya. Tania, kini lantas menatap Joe dengan memasang wajah cemberut.
“Jadi kemarin-kemarin aku tidak cantik gitu?” memicingkan matanya, seolah-olah benar-benar tak senang dengan kalimat yang baru saja diucapkan Joe.
“Eh, bu-bukan. Bukan seperti itu!” gugup, Joe jadi salah tingkah di buatnya.
Maksud hati ingin memuji sang istri, namun kini sepertinya Joe membuat Tania marah. Hal itu terpancar jelas dari raut wajahnya. Tania menatapnya dengan raut wajah kesal kearahnya.
“Terus seperti apa?” menengadahkan kepalanya, dengan gaya menantang. Seolah-olah gadis itu amat-sangat marah sekarang.
Melihat ekspresi itu membuat Joe tersenyum.
Mau coba menantangku ya? Lihat saja, bagaimana kau akan ku buat bertekuk lutut di hadapanku dengan gombalanku.
“Istriku sudah cantik dari lahir. Setiap hari selalu tampil cantik, bahkan sedang tidur pun tetap terlihat cantik.” Dengan suara lembut, Joe mengusap pucuk kepala Tania, membuat gadis itu tersipu di hadapannya.
“Benarkah?” menatap mata Joe, berusaha mencari kebohongan disana. Namun, Tania tdak dapat menemukannya.
Mungkinkah dia jujur?
__ADS_1
“Ya.” jawab Joe cepat. “Namun, hari ini aku melihat ada sedikit yang berbeda.” Joe menatap Tania dari ujung kepala hingga ujung kaki.
“Ya, hari ini aku sengaja tampil beda, itu karena aku tak ingin kalah dari Angeline.” Lirih Tania menundukkan pandangannya.
Ups, keceplosan! Bisa besar kepala suami mesum ku ini!
Tania menutup mulutnya, mendelikkan matanya saat menyadari hal yang baru saja di ucapkannya.
Joe tersenyum senang, ternyata Tania seperti ini hanya karena tak ingin kalah saing dari Angeline. Membuatnya bangga, akan kerja keras Tania sekarang.
“Sayang.” Joe meraih dagu Tania, mengangkat wajahnya, menatap kearahnya.
Dan Tania mendongak mengikuti arahan tangan Joe yang menginginkannya.
Cup!
Lagi, sebuah kecupan lembut berhasil mendarat di bibir Tania. Dan Joe, menikmatinya. Begitupula dengan Tania, gadis itu kini memejamkan matanya, merasakan sentuhan hangat yang menjalar hingga keseluruh tubuhnya.
Tiga menit kemudian.
“Sebenarnya, kau tak perlu berdandan seperti ini. Karena bagiku, kau adalah wanita tercantik yang ada bumi.” Bisik Joe di telinga Tania.
Deg!
Memerah, tentu saja wajah Tania memerah seketika. Gombalan Joe mampu membuat jantung nya berdebar kencang. Tania memegang dadanya, rasanya hatinya akan tanggal dari tempatnya. Direngkuhnya kuat dadanya, merasakan debaran jantung yang tengah menari disana.
Aaa… Joe! gombalan mu berhasil membuatku gila sekarang.
Gumam Tania.
***
Di bawah.
Lama sekali mereka, membersihkan diri haruskah memerlukan waktu selama itu.
Desah Angeline.
Rasa kesal kini berkecamuk didalam diri, tatkala Angeline membayangkan apa yang sedang terjadi di kamar Joenathan. Perasaan ingin tau lebih jelas, dan juga ingin segera menyusul begitu menggebu-gebu di hatinya.
“Tante, kenapa Joe dan Tania lama sekali ya?” tanya Angeline.
“Entahlah, mungkin mereka sedang bersiap-siap.” kata Kalisna santai.
“Siap-siap? Tapi ini sudah satu jam lebih Tante, seharusnya mereka bisa lebih cepat kan.” Sungguh, Anggeline sangat tidak sabar menunggu. “Atau, bagaimana, jika Angel naik keatas panggil mereka.” Berusaha mengajukan
__ADS_1
diri agar bisa masuk ke kamar Joe.
“Eh, jangan! Mereka kan suami istri, mana bisa kita menganggunya. Lagi pula, salah kita juga yang bertamu pagi-pagi begini.” Kata Kalisna melarang.
Angeline mengurungkan niat nya, untuk pergi menghampiri Joe di kamarnya. Meskipun didalam hati dia ingin sekali, namun ada Kalisna disana, jadi Angeline berusaha menjaga sikapnya.
Beberapa saat kemudian.
“Nah, tuh mereka datang.” Dengan senyum hangat Kalisna menyambut menantu dan juga Anaknya.
Joe, sudah berpakaian rapi, begitupula dengan Tania yang sudah berdandan cantik.
“Wah… kalian sudah rapi begini, mau segera pergi ke kantor?” tanya Kalisna. “Tania, kamu cantik sekali Nak!” puji Kalisna .
“Ya, Ma, setelah sarapan Joe akan segera ke kantor. Tapi Mama tenang aja, Joe dan Tania masih bisa nemanin Mama ngobrol disini selama tiga puluh menit kok.” Kata Joe seraya melihat jam tangannya.
“Loh, kok cuma tiga puluh menit sih? Memangnya Tania ikut kamu juga?” menoleh kearah Tania sekarang.
“Iya, Tania akan ikut denganku ke kantor.” Ucap Joe, “Karena aku sama sekali tak ingin jauh darinya.” Merengkuh pinggang Tania dan memeluknya dengan erat sekarang.
“Iya, Ma. Joe manja, setiap detik inginnya dekat Tania terus.”
Terpaksa, Tania menyunggingkan senyumnya. Mengusir rasa canggung, karena ulah Joe yang sama sekali tak peduli dengan orang sekitar. Sembarangan memeluk pinggang nya disana.
“Wah-wah… kalian berdua mesra sekali ya.” puji Kalisna menggoda.
“Punya istri secantik Tania, mana mungkin Joe sia-siakan. Sedetikpun, Joe nggak mau melewatkan waktu untuk bisa terus dekat dengan Tania.” Joe meneoleh kearah Tania, menyunggingkan senyum hangat nya. “Benar kan sayang.” Ucapnya kemudian.
“Ya, benar.” Lagi, Tania terpaksa menyunggingkan senyumnya.
Joe, mulutmu terlalu manis melebihi gula.
Sementara itu Angeline, yang sedari tadi sama sekali tak di pandang oleh Joe kini menggerutu kesal.
Sial! Sebenarnya, apa bagusnya sih si Tania itu. Kalau di lihat dari segi kecantikan, jelas aku yang lebih cantik darinya. Di lihat dari keseksian, aku juga lebih seksi darinya. Aaa… Joe! kenapa kau tidak memandang kearahku walaupun hanya sebentar saja!
“Ma, yuk kita sarapan. Pelayan sudah menyiapkan segalanya di ruang makan.” Ucap Joe yang menawari Kalisna untuk sarapan bersama.
Kalisna mengangguk setuju, dan kini ikut pergi bersama mereka.
Aaa… Joe! Kau bahkan tidak menawariku untuk sarapan bersamamu.
Angeline kesal.
Namun, meskipun seperti itu. Angeline berusaha membuang semua kekesalannya dengan tetap mengikuti Joe, Tania, dan Kalisna ke ruang makan.
__ADS_1
TBC.