
" kelihatan nya kamu baik baik saja, terus kamu pergi kemana kemarin sampai tak pulang ke asrama ." tanya wulan menginterogasi tania,
" tania...!!!" seseorang memanggil nama tania dari kejauhan, tania melihat ke arah suara panggilan tersebut, dan melihat roy berjalan dengan cepat nya menuju tempat tania duduk sekarang
" kk roy..!! kenapa kk roy terlihat sangat khawatir?" tanya tania saat melihat roy dengan wajah cemas
" aku khawatir karena memikirkan mu.. kamu baik baik saja kan tania.." ucap roy menatap tajam penuh kekhawatiran ke tania
" aku baik kk roy, kk gak usah khawatir.. " ujar tania meyakinkan
" tania.. kamu belum jawab pertanyaan ku tadi loh.. " ucap wulan mengingatkan pertanyaan tadi
" pertanyaan apa wulan.." tania berpura pura lupa..
"' kk roy... ada pesanan untuk meja 17, " siti datang menghampiri mereka
" tania.. kakak balik dapur dulu ya.. kalau ada apa2 kamu jangan segan segan hubungi kakak ya.." ucap roy menatap tania dengan penuh kasih,
" baik kk... kk roy gak usah khawatir tania baik baik aja kok.." ucap tania lembut
" yasudah... jaga dirimu baik baik ya.." kk roy mengelus lembut pipi tania kemudian ia pun berlalu pergi menunu dapur
" eh tania... kamu belum menjawab pertanyaan ku tadi loh.." wulan kembali mengingatkan
" yang mana ya.." tania masih pura pura tidak tahu
__ADS_1
" kemarin kamu pergi kemana sampai gak pulang semalaman.." wulan memperjelas pertanyaan nya, ia masih sangat penasaran dengan jawaban tania
" tapi kamu janji ya.. jangan terkejut.." ucap tania
" apa ada berita besar sampai aku harus terkejut.. atau jangan jangan kamu tadi malam tidur sama om om ya.." wulan mulai berprasangka yang tidak tidak
" huss... ngaco kamu, emang nya tampang ku seperti cabe cabean ya.. " ucap tania menunjuk wajah nya dengan raut wajah kesal
" sedikit sih.. hehehe , " goda wulan,
" kamu ya.. aku tuh semalam nginap di rumah nya joe.." ucap tania menjelaskan
" joe.. jonathan alexandre maksud mu.." teriak wulan saking terkejut nya..
" sssssttt... pelankan suaramu, " tania mengatupkan bibir nya dengan jari telunjuk nya ke arah wulan dengan melirik kesana kemari
" kamu gila ya.. mana ada aku seperti itu " ucap tania kesal
" terus terus... ceritain donk.. kok kamu bisa nginap dirumah nya" wulan semakin penasaran
" enam hari lagi kita bakalan nikah lan.." ucap tania seraya menundukkan kepala nya karena sedikit malu menjelaskan tentang pernikahan nya yang tiba tiba ini
" apa..!!!!!!!" wulan semakin terkejut mendengar perkataan tania
" sssst... jangan besar besar suaramu bisa gak sih.." tania sedikit berbisik
__ADS_1
" maaf tania.. aku cuma kaget, tapi kamu gak bercanda kan.." tatap wulan serius
" serius wulan.. mana berani aku bercanda sama hal hal yang seperti ini.." ujar tania
" kenapa mendadak sekali? jangan bilang kalau kamu sudah hamil, terus kalian buru buru nikah.." ujar wulan yang mulai berfikir yang tidak tidak
" gila kamu kamu ya... mana mungkin aku seperti itu, " tania semakin kesal mendengar perkataan sahabat nya yang kini menuduh nya ya tidak tidak
" siapa tahu.. karena saking cinta nya kamu terus kamu rela mgorbanin apa ajah.." wulan semakin ngawur dengan perkataan nya
" wulan... kamu ini sahabat ku bukan sih.. walaupun aku baru jatuh cinta, dan ini cinta pertamaku, aku juga gak akan sebodoh itu kali ngorbanin semua nya hanya demi cinta, apalagi keperawanan.." ujar tania panjang lebar yang masih menatap kesal ke arah sahabat nya
" bagus deh.. aku jadi lega dengar nya, maafin aku ya tania.. tadi aku udah sempat berprasangka buruk terhadapmu, itu karena aku kaget mendengar kabar pernikahan mu.. tapi ngomong ngomong kok bisa secepat itu sih..." ujar wulan dengan raut wajah menyesal karena telah menuduh sahabat nya yang tidak2, namun itu tidak mengurangi ke antusiasan nya untuk mengetahui tentang penikahan tania yang mendadak ini..
" itu semua karena ibu joe yang ngatur pernikahan kami secara diam diam," ucap tania
" loh kok bisa..?" wulan semakin penasaran
" kamu ingat malam dimana saat aku pulang telat terus tiba tiba aku nangis, sebenarnya malam itu aku dan joe pergi kerumah mama nya, dia mengajak ku untuk berpura pura jadi pacar nya untuk menemui mama nya supaya dia gak dijodoh kan terus oleh mama nya, ." cerita tania panjang lebar tentang kronologi kejadian waktu tempo hari
" dan sekarang kami nikah beneran.." ujara nya
'" dan joe mengajak mu menemui mama nya karena dia memang mencintaimu.. aku benar kan tania.. hehehehe" wulan mulai menggoda tania
" iya sih kata nya..." tania mulai sedikit malu
__ADS_1
" bukan kata nya, tapi memang iya.. kalau tidak maka dia pun tidak akan mungkin bersedia menikah dengan mu.." ujar wulan meyakinkan sahabat nya