
Kota Paris adalah ibukota Perancis, yang terletak di sungai Seine di utara Perancis. Di jantung Region ila-de-France atau yang biasa di kenal sebagai Region Paris. Paris merupakan Ibukota Negara Perancis yang terkenal dengan Menara Eiffelnya. Paris juga memiliki berbagai banyak organisasi internasional, salah satunya yang terkenal yaitu UNESCO. Kota Paris juga menjadi salah satu pusat bisnis dan juga menjadi kota tujuan para turis yang paling populer di Dunia. Kini pesawat yang ditumpangi oleh Joe dan Tania telah mendarat di Bandar Udara Paris-Charles de Gaulle.
Disana mereka telah dijemput oleh beberapa orang yang berpakaian serba hitam. Kini Joe dan Tania naik didalam mobil tersebut. Sedangkan Bayu dan rekan wanitanya naik kedalam mobil lainnya. Mereka kemudian dibawa kesalah satu hotel bintang lima yang ada di kota paris tersebut. Tak butuh waktu lama akhirnya Tania dan Joe tiba dihotel. Para supir pribadi kemudian pergi setelah menurunkan Tania dan Joe disana. Mereka kemudian berjalan memasuki hotel tersebut, namun saat tiba di pintu masuk Tania melihat sosok yang amat sangat di kenalnya. Yaitu Wulan sahabatnya, suatu keberuntungan baginya bisa berjumpa dengan sahabat nya disana.
Wulan telah bekerja di perusahaan Alexandre sekitar satu minggu yang lalu. Suatu keberuntungan baginya bisa ikut bersama mereka melakukan menjalankan tugas kantor. Kinerja kerja Wulan dalam satu Minggu terlihat sangat baik sehingga ia pun direkomendasikan untuk ikut perjalanan bisnis ke Paris. Wulan bekerja menjabat sebagai Asisten khusus Bayu di kantor.
" Hai Wulan!" Seru Tania seraya berlari memeluk sahabatnya itu.
" Hai Tania." Balas Wulan sembari tersenyum dan membalas pelukan sahabat nya.
" Kamu kenapa tidak bilang jika akan ikut dengan ku?" Tanya Taniaseraya mengerutkan dahinya.
" Aku juga nggak tau jika akan pergi kesini. Tadi Pak Bayu menelpon untuk segera berkemas-kemas dan ikut kesini. Kamu tau berapa lama waktu yang di berikan nya untukku? Dia memberiku waktu hanya tiga puluh menit untuk bersiap dan tiba di bandara. Bayangkan saja betapa rempong nya aku." Ujat Wulan seraya melirik kesal kearah Bayu. Meskipun mereka mulai akrab sewaktu di dalam pesawat. Namun jika ia mengingat tentang bagaimana Bayu mempersulitnya siang itu, maka rasa kesal yang ada di hatinya kembali datang.
" Sudah cukup nostalgianya. Ayo masuk!." Joe menarik tangan Tania hingga jatuh kedalam pelukan nya. Sehingga membuat Wulan membelalakkan mata saat melihat nya. Kini Tania ikut pergi dengan Joe masuk kedalam hotel tersebut.
" Kenapa kau menatap mereka hingga seperti itu? Apa kau juga ingin seperti mereka?" Tanya Bayu yang saat ini telah berdiri disamping Wulan.
" Eh, ti-tidak.." Sahut Wulan.
" Bilang saja jika kau ingin seperti mereka. Tak perlu sungkan, karena aku akan siap melayaninya." Bisik Bayu.
Deg
Jantung Wulan berdebar kencang saat mendapat bisikan Bayu yang ada disamping nya. Wajah nya juga seketika merah sehingga kini ia memilih menatap kearah lain karena tak ingin Bayu menyadarinya.
" Saya datang kesini untuk bekerja Pak, bukan untuk mendengar rayuan gombal dari seorang pria." Ketusnya.
Sehingga membuat Bayu tersenyum di samping nya.
Setelah Miska dia wanita kedua yang berani berbicara seperti ini kepadaku. Hmm, sangat menarik!
Bayu lalu berjalan masuk kedalam tanpa menghiraukan ucapan Wulan.
Ia lalu mengambil kucinya karena sebelumnya Bayu telah memesan khusus hotel tersebut secara Online. Wulan mengikutinya dari belakang, dengan agak tergesa-gesa ia berjalan mengikuti Bayu agar tak tertinggal. Bisa gawat jika ia sampai tertinggal di belakang, mana tau dia harus kemana dan mau apa jika ia tersesat. Karena ini adalah pengalaman pertama baginya berada di luar Negeri.
__ADS_1
***
Sementara itu Joe dan Tania telah tiba di depan pintu kamar hotel mereka. Kini pelayan hotel yang ikut mengantarkan mereka mulai menggesekkan kartunya dan setelah itu ia kembali menyerahkan kartu tersebut kepada Joe. Setelah pintu terbuka, pelayan Hotel membawa masuk barang-barang bawaan Tania dan Joe. Setelah meletakkan nya didalam ia pun permisi dan pamit undur diri. Sebagai orang kaya tentu saja Joe tak lupa memberikan nya tip karena telah membantunya hingga ke kamar hotel, meskipun itu memang tugasnya.
Kini setelah pelayan tersebut pergi meninggalkan mereka berdua. Maka Joe dan Tania pun segera masuk kedalam kamar tersebut.
Tap tap tap.
Suara langkah kaki mereka terdengar secara bersamaan. Meskipun terlihat lelah karena menempuh waktu perjalanan yang cukup panjang hingga belasan jam lamanya. Namun Joe seolah tidak sabar untuk langsung menerkam Tania. Kini ia mulai menggendong tubuh gadis nya itu dan membawanya kearah ranjang.
" Joe, lepaskan!" Tania berusaha turun dari sana namun karena tubuh mungilnya telah habis dalam dekapan Joe, maka tak mudah baginya untuk lepas begitu saja.
" Aku tidak akan melepaskanmu." Ucap Joe. " Apa kau tau aku sudah terlalu lama menahannya, maka saat ini aku tak ingin menunggu lagi untuk mengambil hadiah ku." Ujarnya.
Joe lalu menjatuhkan tubuh Tania diatas ranjang, dan tanpa menunggu lama kini ia mulai menindih tubuh mungil Tania hingga tenggelam didalam pelukan nya. Tania tak dapat berkutik, dengan kekekaran tubuh Joe, kini tubuhnya seolah terkuci tak berdaya. Sehingga mau tak mau ia harus bisa menerima setiap serangan yang akan diluncurkan Joe nantinya.
Tania tak bisa melawan karena kini kedua tangannya telah dikunci dengan cara menaruhnya diatas kepala Tania dan menggenggam nya erat. Sehingga kini ia hanya bisa menerima semuanya. Joe dengan rakusnya ******* setiap inci sudut bibir Tania, bahkan disetiap rongga mulutnya ia tak ingin melewatinya sedikitpun sehingga membuat Tania kesulitan dalam bernafas. Sedangkan sebelah tangan nya, sangat aktif bergelia ria disetiap sudut area sensitif Tania. Joe sungguh bergairah.
Setelah puas melakukan permainan di area bibir. Kini kecupan Joe mulai turun kebawah. Kesempatan ini diambil Tania untuk kembali memohon agar Joe mau melepaskan nya. Sungguh saat ini ia sangat lelah dan ingin sekali beristirahat.
" Joe, ku mohon lepaskan aku." Tania menghiba. Namun Joe sama sekali tak peduli. Bahkan ia kini mulai meninggalkan jejak disetiap leher Tania.
" Joe, apa kau tak perduli kepadaku?" Lagi-lagi Tania mencoba mengalihkan perhatian. Namun sayang nya Joe sama sekali tak mengindahkan nya. Bahkan sebelah tangan mulai menyusup kedalam pakaian yang dikenakan Tania.
" Joe, aku lelah.." Sekali lagi Tania berusaha mengiba. Bahkan bulir-bulir air mata mulai tampak disudut matanya. Namun sayangnya Joe sama sekali tak mengindahkan nya. Fikiran nya mulai tertupi oleh nafsunya. Gairah yang selama ini terpendam tak lagi dapat membendungi fikiran nya. Bayangkan saja, semenjak hari pertama pernikahan ia hanya bisa melihat tanpa bisa merasakan.
Sehingga kini ia memilih akan menuntaskan nya disana. Hanya dengan satu kali tarikan kancing-kancing yang melekat di pakaian Tania terlepas dari sana.
" Maafkan aku sayang, sungguh saat ini aku sudah tidak bisa lagi menahan nya. Jadi menurutlah." Bisik Joe lembut saat melihat bulir-bulir air mata Tania mulai jatuh membasahi kain seprei yang berwarna putih disana.
__ADS_1
" Tapi Joe, tangan ku sakit." Tania melenguh.
" Maaf jika aku menyakitimu, akan ku lepaskan jika kau berjanji untuk menurut kepadaku." Ujar nya.
Tania mengangguk pelan. Ia terpaksa menyetujui dan memilih menurut agar Joe bisa bersikap lembut terhadapnya. Joe pun melepaskan tangan Tania.
" Sekarang kau diam saja dan nikmatilah, aku berjanji akan melakukan nya dengan lembut." Bisiknya.
Kini ia kembali melancarkan aksinya menanggalkan semua yang dikenakan istrinya dan melemparnya ke sembarang tempat. Lalu setelah itu ia pun mulai menanggalkan apa yang dikenakan nya dan kembali menghimpit tubuh istrinya.
Gelora asmara yang selama ini terpendam didalam dirinya. Perlahan ia salurkan sehingga membuat Tania mengerang kesakitan.
" Joe, sakit!" Lirihnya di ikuti air mata yang kembali menetes dari sudut matanya.
Joe kemudian berhenti, lalu menyapu air mata Tania dengan tangan nya.
" Jangan menangis." Ucap Joe.
Tania mengangguk pelan, lalu tanpa menunggu lama Joe kembali melakukan aksinya. Kali ini lembut, bahkan lembut sekali. Sehingga kini meskipun masih terasa sakit namun Tania mulai bisa merasakan bagaimana indahnya surga Dunia.
Joe lalu mengecup kening Tania dengan lembut.
Karena malam ini ia telah berhasil menyatukan cinta mereka. Menuntaskan segala rasa gairah yang ada, ia lalu mengulas senyum menatap kearah Tania. Mendekatkan wajahnya lalu kembali mengecup bibirnya dengan lembut.
" Terima kasih sayang, malam ini aku merasa sangat puas dengan hadiah mu." Bisik nya lembut. Lalu ia menbenamkan tubh Tania didalam pelukan nya.
BERSAMBUNG
HI guys . .
Tania dan Joe balik lagi nih, jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya dengan cara Vote, Like dan komentar sepantasmya. Terima kasih . .
Salam manis untuk kalian semua..
__ADS_1