CEO PLAYBOY JATUH CINTA

CEO PLAYBOY JATUH CINTA
BAB 120


__ADS_3

Joe meradang. Gairah nya yang saat ini tengah membara, harus bisa ia padamkan sendiri. Mungkin ini adalah cobaan baginya dalam mengontrol diri kedepan nya. Agar tak mudah terpancing dengan para wanita yang berusaha mendekati nya.


“Tania, sungguh kau wanita pertama yang berani membuatku seperti ini.” Lirih Joe.


Di langkahkan nya kaki nya perlahan menuju kearah kamar mandi, lalu dengan segera masuk kedalam.


Setibanya didalam kamar mandi. Joe lantas menghidupkan shower nya, hingga akhirnya pancuran air pun membasahi tubuhnya. Joe akhirnya menenangkan adik kecil nya dengan mandi air dingin di tengah malam.


“Haaaah…” di hembuskan nya nafas nya dengan sangat lega, sambil memgangi rambut nya dan menyisir nya kearah belakang dengan jari nya.


Hampir setengah jam Joe disana, hingga akhirnya setelah merasa cukup tenang, Joe pun keluar. Joe kemudian melangkah menuju kearah ranjang dengan menggunakan jubah mandi. Joe, kemudian mengacak-acak rambut nya dengan handuk kecil yang di pegang nya. Sehingga membuat beberapa titik air terlihat jatuh di lantai.


Setelah merasa cukup, Joe pun kemudian menghempaskan tubuh nya ke atas ranjang.


“Haaah…” lagi-lagi Joe terdengar menghela nafas panjang. “Baru kali ini aku melihat Tania berpenampilan se-seksi itu di depan ku, dan juga sikap nya tadi sungguh sangat menggoda. Namun, sayang nya malam ini aku tak bisa bersamanya.” Lirih Joe seraya menatap langit-langit kamar.


Bahkan sekarang, ia kembali membayangkan. Bagaimana menggoda nya penampilan Tania malam tadi sewaktu menggoda nya.


“Aaah! Sudahlah, jika aku terus memikirkannya. Bisa-bisa malam ini aku harus mandi air dingin lagi.” Desah nya kemudian.


Joe kemudian mengambil sebuah bantal guling yang ada di samping nya. Lalu kini, ia pun memeluk nya.


“Andai saja kau ini Tania. pasti malam ini akan terlewat dengan sangat indah.” Ucap Joe seraya memandang kearah guling nya.


“Dasar bodoh! Bisa-bisa nya aku berbicara dengan guling ini sekarang.” Menepuk sebelah pipinya menggunakan tangan kanan nya. “Ah! Tania, kau sungguh bisa membuat ku gila.” Lirih nya.


Tak ingin terus larut dengan ke galauan nya akan jatah yang tak bisa ia dapatkan sekarang. Joe pun kemudian memejamkan matanya, berharap malam itu berlalu dengan cepat. Sehingga saat esok menjelang, Joe bisa membujuk istrinya untuk tak lagi marah dengannya.


Keesokan harinya.


Pagi ini Tania terlihat sudah rapi dengan setelan casual, namun tetap seksi. Aroma parfum yang ia beli di Paris begitu harum hingga memikat hati. Tania, kini terlihat melangkah keluar dari kamar nya. Lalu menoleh kearah ujung sana, dimana Joe menghabiskan malam nya, dengan segala keinginan yang terpendam.


Bagaimana dengan Joe ya? Tadi malam, bisakah dia meredam semuanya?


Sebuah pertanyaan mengalir di benak nya.


Ah, sudahlah. Biarkan itu menjadi pelajaran agar kedepan nya dia lebih bisa mengontrol dirinya.


Gumam Tania.


Ia pun kini melangkahkan kakinya pergi dari kamar nya.


Setibanya di meja makan.


Terlihat makanan sudah terjejer rapi disana. Namun, yang membuat Tania mengerutkan dahinya adalah, ia sama sekali tak melihat Joe disana.


Kemana joe? Apakah dia sama sekali belum bangun?


Gumam nya.

__ADS_1


Disana, Tania melihat beberapa pelayan sedang berdiri menunggu perintah dari tuan nya. Tania pun kini melangkah mendekati mereka.


“Apa tadi kalian melihat Joe turun?” tanya Tania dengan suara lembut.


“Tidak Nona, Tuan sama sekali belum turun dari lantai atas.” Jawab mereka serentak.


Belum turun?


Tania kembali mengerutkan dahinya.


“Terimakasih.” Ucap Tania seraya membalikkan badan, lalu perg dari sana.


Para pelayan itu pun saling bertatap muka, merasa bingung dengan pertanyaan Tania. Mereka bingung karena Tania menanyakan Joe kepada mereka, sedangkan saat ini Tania sendiri adalah istrinya. Jadi, kenapa Tania tak tahu akan keberadaan suaminya pagi ini? Entahlah, yang pasti saat ini para pelayan itu mulai berkutat dengan pikirannya sendiri. Menerka-nerka akan apa yang sedang terjadi.


Setibanya di lantai atas.


Seharusnya, tadi itu aku mampir kesini dulu memastikan dia sudah bangun apa belum.


Gumam Tania.


Lalu kini, ia pun mengayunkan tangannya mengetuk pintu kamar Joe.


Tok! Tok! Tok!


Tania berdiri tegak disana, menanti sang penghuni kamar untuk segera membuka pintunya.


Beberapa saat kemudian.


Pintu pun terbuka, dan Tania melihat kantung mata Joe yang terlihat menghitam.


Mungkinkah dia kurang tidur tadi malam?


Berkutat dengan pikiran nya sendiri.


“Hai Joe!” sapa nya kini. “Kamu masih tidur?” tanya Tania kemudian.


Joe menjawab dengan anggukan mata sayu milik nya.


“Apa kau kurang tidur semalaman?” tanya Tania dengan menelisik ke wajah Joe.


Ya, pasti. Tadi malam dia kurang tidur.


Sudah mendapat jawaban sendiri dengan hasil terawangannya.


Joe, kembali mengangguk. Lalu kini ia kembali masuk kedalam. Tania pun mengikutinya.


“Aku mandi dulu ya, kau duduklah disana.” Kata Joe dengan suara sedikit serak. Lalu kini ia pun melangkah menuju kearah kamar mandi dan masuk kesana.


Kasihan Joe, pasti tadi malam adalah malam yang begitu berat baginya.

__ADS_1


Gumam Tania.


Beberapa saat kemudian.


 Joe kembali masuk kedalam kamar setelah membasuh tubuhnya. Sekarang wajah Joe sudah terlihat sedikit bersemangat, namun sekitar matanya masih terlihat sedikit menghitam. Ya, berhubung tadi malam Joe kurang tidur. Maka tidak mungkin kan, mata panda nya hilang begitu saja.


Sebelum Joe memakai pakaian nya. Mata Joe kini terlihat melirik kearah Tania yang saat ini sudah terlihat sangat rapi disana. Pakaian yang di kenakan nya juga terkesan seksi. Joe baru menyadarinya, karena mata Joe mulai terbuka lebar saat ia telah selesai membasuh tubuhnya.


“Sayang, kau mau kemana?” tanya Joe yng kini telah berhenti dan memperhatikan kearah Tania.


“Aku? Aku akan ke kantor mu.” Jemari Tania terlihat menunjuk kearah dirinya sendiri.


“Ke kantor ku?” Joe tampak mengerutkan dahi nya.


“Ya, karena mulai hari ini. Aku menemani mu, kemana pun kau pergi!” seru Tania dengan lantang.


“Apa!”


“Kenapa? Apa kau tidak setuju?” tanya mengerlingkan pandangan nya. Tatapan nya juga terlihat begitu sinis sekarang. Seolah sedang mengejek Joe sekarang.


Membuat Joe, salah tingkah karena nya.


“Eh, mana ada! Mana mungkin aku tidak setuju denganmu. Di ikuti olehmu terus sepanjang hari, akan menjadi hari yang istimewa untukku!” seru Joe kemudian.


Ia juga tersenyum, namun jelas sekali jika senyum nya itu sangat di paksakan.


Hah! mau main api di belakang ku ya. Lihat saja jika kau bisa.


Gumam Tania.


Tak ingin berselisih terus dengan Tania. Kini Joe pun mengalihkan pandangan nya dan berjalan menuju kearah lemari. Namun, baru beberapa langkah Joe beranjak dari tempat nya. Tiba-tiba saja langkah nya kembali terhenti saat Tania memanggil nya.


“Joe, kau mau kemana?” tanya Tania, menaikkan sebelah alis nya. “Pakaianmu ada disini loh!” serunya kemudian.


Entah sejak kapan Tania mengambilnya. Yang pasti saat ini, satu set pakaian kantor Joe sudah terletak disana, atau lebih tepat nya di atas ranjang. Joe pun kini kembali membalikkan tubuhnya, dan berjalan menuju kesana.


Ehm, sepertinya ada bau-bau mata-mata nih! Kira-kira bagaimana ya kisah selanjutnya. Apakah Joe akan merasa risih dengan kehadiran Tania? Atau Joe, malah sangat senang. Karena dengan seperti itu, dia bisa terus berduaan dengan Tania disana. Hmm, penasaran kan! Yuk mari kita tunggu episode selanjut nya^^


Nb. Jangan lupa untuk selalu tinggalkan Like dan juga Komentar nya ya.


Mampir juga ke karya Ra yang lainnya.


1.       Ternyata ini Cinta


2.       Pengantin yang tak Dirindukan


3.       Pengantin yang tak Dirindukan (2)


Happy reading! Terimakasih^^

__ADS_1


TBC


__ADS_2