CEO PLAYBOY JATUH CINTA

CEO PLAYBOY JATUH CINTA
BAB 135


__ADS_3

Joenathan kini berusaha mendekati Tania, yang saat ini terlihat amat-sangat kesal dengannya.


“Sayang, apakah kau sebegitu sukanya dengan Bayi?” tanya Joe pelan.


“Tentu.” Jawab Tania cepat. “Semua pasangan yang sudah menikah pasti menginginkan Bayi.” Tambah nya lagi.


“Untuk apa? Bukankah itu akan sangat menyebalkan jika kita mendengar tangisan nya.” kata Joe.


“Menyebalkan? Tidak, itu sama sekali tidak benar.” Tania menampik dengan keras. “Mempunyai Bayi, itu akan sangat menyenangkan. Pernikahan kita akan terasa sempurna setelah kehadirannya.” Jelas Tania.


“Sempurna?” tanya Joe. “Ada dan tidak adanya Bayi, kebahagiaan ku telah sempurna dengan adanya kau di samping ku sekarang.” Memegangi bahu Tania, berusaha meyakinkan-nya dengan jalan pemikiran nya.


“Joe, kita butuh Bayi. Seorang anak itu harus hadir di setiap pernikahan. Karena hal itulah yang akan membuat keluarga kita akan menjadi lebih hangat.” Jelas Tania lagi, menatap lekat mata Joe.


“Apa aku masih kurang menghangatkanmu? Sehingga kau membutuhkan seorang Bayi untuk menggantikan posisiku sekarang?” tanya Joe, menatap dingin.


Joe, dia terlihat aneh sekarang. Mungkinkah dia takut jika posisinya terganggu karena aku mempunyai Bayi nanti.


Gumam Tania, menelisik melalui sorot mata Joe sekarang.


“Joe, apa yang kau pikirkan sekarang?” tanya Tania berusaha berbicara dari hati ke hati dengannya.


Posisi duduk nya pun kini telah ia ubah se-santai mungkin.


“Aku, yang kupikirkan sekarang adalah, aku takut hanya karena seorang Bayi, posisiku di hatimu tergantikan olehnya.  Perhatianmu, kasih sayang mu, belaian tanganmu hanya akan kau berikan untuknya. Sedangkan aku, akan menjadi orang yang terabaikan, yang hanya bisa menyaksikan itu semua.” Ucap Joe, menjelaskan isi hatinya.

__ADS_1


Mendengar penryataan itu, membuat Tania tersenyum sekarang.


“Sayang, kenapa kau berpikir seperti itu? Walau bagaimana pun, apapun yang akan terjadi, posisimu di hatiku tak akan pernah tergantikan. Aku mencintaimu, menyayangimu, dan akan selalu seperti itu. Bahkan jika kita memiliki banyak anak nantinya.” Jelas Tania, memegang lembut pipi Joenathan. “Nanti, jika kita sudah mempunyai Bayi. Bukan hanya aku yang akan memberikan perhatian, dan kasih sayang untuknya. Kamu juga, kamu juga harus melakukan hal yang sama sepertiku. Sehingga dia akan mendapatkan kasih sayang yang utuh dari kita berdua.” Tania kembali menambah penjelasan nya.


Joe diam tak menjawab. Mata nya menatap sayu kearah Tania, memandangi wajah itu lekat-lekat. Semakin lama, wajahnya juga semakin dekat dengan wajah Tania hingga akhirnya.


“E-eh.” Tania menahan bibir Joe yang ingin mendarat di permukaan bibir nya dengan menggunakan jari telunjuknya. “Kau sedang apa? Sekarang ini, kita itu belum selesai membahas tentang permasalahan Bayi loh.” Kata Tania mengingatkan.


Ya, Tania begitu ingin meluruskan permasalahan ini. Tak ingin, Joe yang hanya ingin menikmatinya saja namun sama sekali tak ingin hasilnya. Hal ini amat-sangat perlu di luruskan sekarang.


“Bukankah kau sangat ingin memiliki Bayi?” tanya Joe yang kini memindahkan jari Tania dari bibirnya.


“Ya.” dengan cepat Tania menjawab.


Nafas nya terasa begitu berat berhembus di telinga Tania. Membuat Tania seketika merinding, merasakan hembusan yang menghampiri telinga nya.


“Joe,” panggil Tania.


“Ya,” Joe mulai menggerayangi leher Tania.


“Ehm, apa kau serius dengan ucapanmu?” tanya Tania disertai desahan yang keluar dari mulutnya.


Gerakan Joe yang mulai  menggerayangi leher Tania, membuat gadis itu menggeliat sekarang.


“Tentu saja, kau telah berjanji kepadaku. Dan sekarang, tugasku memenuhi keinginanmu, kita akan melakukannya agar kau bisa mendapatkan apa yang kau inginkan. Mmuuaach!” mengecap keras leher Tania, meninggalkan jejak disana.

__ADS_1


Kini kecupan nya juga mulai turun dari leher, mendekati area-area sensitif milik Tania.


“Hmm, Joe, katakan, bukan cuma aku. Tapi kau juga.” Semakin tak bisa menolak sekarang.


“Ya, aku juga. Bahkan aku amat-sangat menginginkannya sekarang.” tegas Joe, memperjelas keinginan nya, yang sedari tadi tertahankan.


Tania tersenyum, mendengar kejelasan yang di ucapkan Joe sekarang. Dan kini, akhirnya mereka pun memadu kasih disana. Di pembaringan empuk, yang hampir setiap malam menjadi saksi bisu akan peraduan cinta mereka


berdua.


Ehm, mereka yang memadu cinta kenapa Ra yang jadi deg-degan ya? heheheh.


Btw jangan lupa mampir ke karya terbaru Ra ya, yang berjudul.


1.       Pengantin yang tak Dirindukan (2)


2.       Married Because Forced (Masih anget, ceritanya juga seru bingitz)


Happy reading! Terimakasih.


TBC.



Di ramaikan ya guys🤗

__ADS_1


__ADS_2