CEO PLAYBOY JATUH CINTA

CEO PLAYBOY JATUH CINTA
BAB 92


__ADS_3

“ Kau! Berani-beraninya keluar tanpa seizinku!”


Bruuk!


Dilemparnya tubuh Tania hingga membuatnya terhempas diatas ranjang.


“ Joe!” Pekik Tania.


“ Apa?” Tanya nya dengan mimik wajah yang tak bisa digambarkan.


“ Aku hanya keluar di area sekitar sini, perlukah kau sebegitunya marah denganku?” Tania terlihat beringsut disana.


“ Bagaimana aku tidak bisa marah melihatmu berpelukan dengan pria lain di pinggir jalan!” seru Joe.


“ Aku, itu bukanlah hal yang di sengaja.” Jelas Tania. “ Tadi itu aku tidak sengaja menabraknya lalu pria itu menarikku dan memegang pinggangku menahanku agar tidak jatuh.” Kata nya lagi sembari melirik kearah lain tak berani menatap mata Joe yang saat ini sedang membuas.


“ Heh!” Joe mendengus kesal.


“ Kau tadi juga dengar sendiri kan, dia menanyakan namaku. Bukankah itu berarti kau bisa menyimpulkan sendiri jika kami memang tidak sling kenal. Ketidaksengajaan lah yang membuat kita seperti itu tadi.” Kata Tania kembali berusaha menjelaskan.


Joe terdiam, sesaat ia tampak termenung sembari memikirkan sesuatu. Terlihat kini ia menarik nafas panjang lalu membuangnya perlahan. Lalu kini sesaat kemudian ia tampak melirik lagi kearah Tania yang saat ini sedang terduduk diatas ranjang.


 Perlahan kini ia mulai melangkah kearah sana, lalu setibanya disana ia duduk tepat disamping Tania. Ditatap nya wajah Tania lalu di elus nya tangan nya lembut, setelah itu ia mengatakan.


“ Sana pergi mandi, pakai sabun yang banyak. Gosok seluruh badanmu hingga bersih, terutama bagian ini, karena aku tidak ingin mencium ada bau pria lain di tubuh wanita ku!” Ucap Joe dengan tegas sembari menunjuk bagian tangan yang dicium oleh Louis tadi.


Apa saat ini Joe sedang cemburu? Mengingat tadi Louis mencium tanganku yang ini disana.


Gumam Tania.

__ADS_1


“ Kenapa kau masih duduk disini! Apa kau ingin aku sendiri yang memandikanmu, membersihkan seluruh aroma pria lain di tubuhmu!” Seru Joe dengan tatapan yang masih di penuhi amarah.


Sontak saja Tania terkejut di buat nya. Seketika ia mengulurkan kakinya untuk segera turun dari ranjang, lalu setelah itu ia bangkit dari sana.


“ Tidak perlu, sesuai permintaan mu aku akan membersihkan diriku se-bersih mungkin dan tak akan meninggalkan aroma siapapun disini.” Kata Tania.


Lalu kini dengan cepat ia berhambur pergi dari sana, menuju kearah kamar mandi dan masuk kesana.


Sementara itu.


“ Hufft! Bisa-bisanya Tania bertemu dengan Louis hari ini, bahkan pria itu berani menyentuh tangan wanitaku dan menciumnya di depan ku. Sungguh membuatku sangat kesal karena nya.” Lirih Joe.


Di rebahkan nya tubuh nya disana sembari memegangi kepalanya dengan tangan kirinya. Lalu kini ia juga kembali teringat akan kejadian masa lalu diantara nya, Jasmine dan juga Louis.


Sementara itu didalam kamar mandi.


Sudah hampir satu jam Tania didalam. Ia benar-benar mandi membersihkan tubuhnya dengan menyabuninya hingga lima kali lebih agar aroma lelaki lain yang di katakan Joe tadi benar-benar menghilang dari tubuhnya.


Gumam nya.


Setelah merasa jika saat ini tubuhnya benar-benar terbebas dari aroma orang lain. Kini Tania pun menyudahi mandinya. Semerbak harum nya tubuhnya sangatlah terasa saat ini. Mungkin itu semua karena sabun yang di


pakai nya, entah apa merek sabun itu yang pasti saat ini tubuhnya begitu harum bagaikan bunga bahkan dari jarak tiga meter pun harum nya sudah terasa.


Tania melangkah menuju kearah tempat pelatakan handuk yang ada disana. Namun setibanya disana, ia sama sekali tak melihat ada apapun disana. Handuk, jubah handuk bahkan seuntai kain penutup diri pun tak dijumpai olehnya disana.


Hah, kemana handuk dan juga jubah mandi yang ada disini? Kenapa tidak ada? Apa jangan-jangan setelah mandi tadi aku lupa meletakkan nya kembali disini?


Tanya nya didalam hati.

__ADS_1


Tania terdiam sejenak memikirkan cara bagaimana ia masuk sekarang.


Apa aku panggil Joe saja ya, meminta tolong untuk mengambilkan jubah mandiku disana.


Pikir Tania.


Lalu kini tanpa menunggu lama lagi, di panggilnya lah suaminya itu dari sana.


“ Joe! Joe!” Seru Tania dari dalam kamar mandi.


Taka dari sahutan dari dalam.


“ Joe! Joe!” Serunya lagi berharap Joe mendengar nya. Namun lagi-lagi tidak ada respon apapun saat ini.


Tapi Tania tak putus asa, ia lalu kembali berusaha memanggil nama Joe.


“ Joe! Joe!”


Kemana Joe ya? kenapa dia tak merespon panggilanku? Mungkinkah dia sedang keluar?


Pikir nya dalam hati.


Melihat tak ada respon apapun dari dalam, membuat Tania mau tak mau kini memutuskan untuk masuk kedalam kamar dengan bertelanjang bulat. Perlahan ia lalu membuka pintu kamar mandi dan melangkah masuk kedalam.


Di lihatnya diatas ranjang Joe tampak memejamkan matanya, layaknya orang yang sedang tertidur pulas.


Pantas saja dia tidak mendengar panggilanku, ternyata saat ini ia sedang tertidur disini.


Gumam nya.

__ADS_1


Dengan perlahan Tania berjinjit melangkah menyusuri kamar. Ia lalu berjalan melewati ranjang menuju kearah lemari yang terletak diujung sana. Berniat mengambil handuk terlebih dahulu untuk mengeringkan badan dan juga rambutnya. Namun belum lagi ia tiba disana tiba-tiba saja tubuhnya di sergap dari belakang.


BERSAMBUNG


__ADS_2