
Di dapur.
Terlihat Bayu sangat lihai dalam membolak-balikkan masakan nya. Sementara Wulan tampak terpana menyaksikan kelihaian-nya.
Ternyata pria mesum ini pintar juga dalam memasak.
Batin Wulan.
Masakan hampir matang. Wadah tempat letak nya belum tersedia disana. Bayu kini melirik kearah Wulan, menatap nya seolah memberikan isyarat. Namun sayang nya Wulan sama sekali tak mengerti dengan maksudnya.
Ada apa dengan nya? Kenapa sedari tadi ia terus menatap ku seperti itu, apakah ada yang salah dengan ku?
Tanya nya dalam hati.
Tak mengerti juga dengan maksud dari tatapan nya. Kini Bayu mulai membuka suaranya.
“ Hei, gadis! Apa kau bodoh? Tidakkkah kau mengerti dengan isyarat yang ku berikan sedari tadi untukmu?” Bayu sudah mematikan api nya, dan sekarang ia menatap Wulan dingin.
Apa? Isyarat apa yang di berikan nya tadi?
Melongo, karena masih bingung mengerti tentang apa yang di maksud Bayu.
“ Masih saja berdiri disana, cepat ambilkan aku piring untuk menyajikan masakan ku!” suara Bayu terdengar agak keras sekarang. Hingga membuat Wulan terperanjat dalam diam nya, dan langsung berhambur pergi dari sana, mencari sebuah piring untuk menyajikan masakan Bayu.
Hah, dasar gadis bodoh. Isyarat kecil seperti itu saja tidak mengerti, bagaimana ia bisa bertahan jadi sekretaris pribadiku jika sikap bodoh masih seperti itu terus.
Bayu menggeleng kepalanya pelan, tak habis pikir dengan Wulan yang tingkat kelolaan nya berada di level tujuh.
Wulan berjalan tak beraturan, matanya melirik kesana-kemari mencari dimana letak rak piring didapur tersebut. Hampir lima menit ia mondar-mandir disana, sehingga membuat Bayu tepuk jidat melihat nya.
Yaa ampun, gadis ini. Disuruh ambil piring saja jalan nya entah kemana. Padahal itu lemari piring ada di sebelah nya.
Tak sabar melihat Wulan yang tak kunjung mengambilkan nya sebuah piring. Kini Bayu melangkah dari tempat nya dan berjalana menuju kearaha lemari piring yang ada disana.
__ADS_1
“ Hei, kau! Ngapain mondar-mandir terus?” Tanya Bayu yang kini sudah menghadap didepan Wulan.
“ Cari piring kan?!” wajah nya begitu polos saat menjawab.
“ Hanya untuk sebuah piring kenapa kau harus mondar-mandir gitu nyari nya? Tidakkah kau melihat lemari piring yang ada disamping mu itu?” Tanya Bayu seraya menunjuk kearah lemari piring di samping Wulan.
Wulan menoleh kearah lemari piring yang di tunjuk Bayu. Lalu setelah itu ia pun bergegas untuk mengambil nya.
“ Mau kemana lagi?” Tanya Bayu sehingga menghentikan langkah Wulan.
“ Ambil piring kan?”
“ Apa kau tidak melihat apa yang ku pegang saat ini? Aku sudah mengambil sendiri piring nya.” Tunjuk Bayu yang mengangkat sedikit tangan nya, menunjukkan benda yang ada di tangan nya.
“ Eh, sudah nya?” Tanya Wulan dengan polos nya.
“ Hmm, dasar gadis lola. Aku heran, bagaimana bisa pihak HRD meloloskan mu begitu saja untuk menjdari Asisten pribadiku.” Menggelengkan kepalanya seraya membalikkan badan, dan melangkah pergi menuju kearah kompor dimana ia memasak-masakan nya.
Lola? Apa itu nama orang?
***
Di kamar Joe dan Tania.
“ Joe, kenapa tadi kau berbicara seperti itu di hadapan Sam?” Tanya Tania yang kembali mengungkit tentang kejadian tadi.
Sementara Joe, kini terlihat berjalan santai dan duduk diatas sofa.
“ Joe, Sam itu sudah aku anggap sebagai Kakak ku sendiri. Jadi ku harap kau dapat memaklumi itu.” Jelas Tania lagi.
Joe masih tak menjawab. Kini pria itu malah terlihat membuka baju nya dan melempar nya sembarangan. Lalu setelah itu, Joe pun bangkit dari duduk nya dan berjalan menghampiri Tania yang berdiri tak jauh dari nya.
“ Sayang, sepertinya belakangan ini aku terlalu bersikap lembut kepadamu.” Bisik nya seraya menyisipkan rambut kebelakang telinga Tania.
__ADS_1
“ Joe, aku…”
Cup!
Joe kini mendaratkan bibir nya disana. Diatas permukaan lembut bibir Tania, sehingga kini membuat gadis tersebut tak bisa melanjutkan kalimat nya. Dengan begitu buas dan ganas nya, Joe kini melahap habis bibir Tania sehingga membuat gadis itu hampir kesulitan bernafas.
“ Ehm, hmm,” Tania mengeryitkan dahinya, berusaha berontak dari Joe.
Namun, Joe malah mulai mengunci kedua tangan Tania kebelakang. Sehingga membuat gadis itu tak mampu melawan.
“ Uhm, umm.” Wajah Tania kini mulai memerah menahan sesak nya, namun Joe tak melepaskan nya begitu saja.
Hingga beberapa saat kemudian.
“ Uhuk! Uhuuk-uhuuk!”
Saat Joe telah menyudahi ciuman nya, kini Tania bisa sedikit bernafas dengan lega.
“ Joe, kau sungguh….”
Belum lagi Tania menyelesaikan kalimat nya. Mulut nya kini malah di tutup dengan sebelah tangan Joe, bahkan kini tubuhnya diangkat oleh Joe keatas pundak nya dan membawanya menuju kearah kamar mandi.
Di dalam kamar mandi.
Joe meletakkan tubuh Tania kedalam Bathup. Lalu disiram nya Tania dengan air yang mengalir dari shower. Sehingga kini Tania basah kuyup disana dengan pakaian yang masih lengkap. Mendapat perlakuan yang seperti itu, tentu saja membuat Tania marah. Wajah nya memerah, tangan nya terkepal seakan ingin menonjok kearah Joe.
“ Joe! kau sungguh keterlaluan!” pekik nya.
“ Kau istriku, Nyonya dari Joenathan Alexandre. Dan aku Joenathan Alexandre, tak suka jika wanita ku di sentuh oleh pria lain. Apalagi pria yang kau sebut sebagai Kakak-kakak’an mu itu.” Seringai Joe.
Joe mulai menggila, api cemburu yang tengah membara saat ini sungguh sulit untuk di padamkan. Di tambah lagi, melihat kondisi Tania yang saat ini mulai basah kuyup dengan pakaian nya. Membuat Joe, semakin gila karena gairah nya.
Tania meringkuk, melihat Joe yang seperti serigala lapar. Membuat nya takut, seolah ingin segera kabur dari sana. Namun apalah daya, bagaikan mangsa yang kehilangan arah. Kini ia hanya bisa pasrah menerima setiap serangan yang di lancarkan kepadanya.
__ADS_1
BERSAMBUNG