CEO PLAYBOY JATUH CINTA

CEO PLAYBOY JATUH CINTA
BAB 140


__ADS_3

Tania hanya diam terpatung menikmat sentuhan tangan Joe. Ia hanya memilih fokus membaca majalah fashion yang ada di tangannya sekarang. Tak ingin peduli dengan apa yang sedang di lakukan Joe padanya.


Tok! Tok! Tok!


Di tengah keusilan Joe yang tengah asyik mengerjai Tania, tiba-tiba saja terdengar suara ketukan pintu dari luar.


“Joe, ada yang datang tuh!” seru Tania.


Joe menghentikan kegiatannya, berdiri tegak seraya menatap kearah pintu.


“Maaf ya sayang, aku nggak bisa ngelanjutin lagi pegang-pegang nya.” ucap Joe seraya tersenyum. “Tapi aku janji, ntar malam akan melayanimu dengan baik. Bahkan jika kau ingin, tanganku juga sanggup merabamu sampai pagi.” Goda Joe, disusul kekehan kecil dari mulutnya.


Apa! Bukankah tadi dia yang menginginkan tubuhku untuk diraba. Tapi kenapa sekarang, seolah-olah aku yang memintanya. Dasar Joe, suami cabul!


Rungut Tania.


Wajahnya memerah, merasa kesal sekaligus malu dengan apa yang di katakan Joe tadi. Jujur, Tania ingin sekali membalas. Namun mengingat diluar sana sedang ada orang. Tania pun mengurungkan niatnya.


Joe melangkah pergi kembali ke meja kerjanya seraya terkekeh kecil melihat wajah Tania yang mulai tampak merah, akibat perbuatannya. Merasa puas karena sudah berhasil mengerjai istrinya itu.


Ceklek!


Pintu terbuka, dan Bayu pun melangkah masuk kedalam di ikuti oleh Wulan di belakang nya.


“Bagaimana? Apa semuanya sudah siap?” raut wajah Joe kini terlihat serius.


“Ini, kau lihatlah.” Bayu meletakkan berkas-berkas yang di ambilnya dari tangan Wulan.


Joe memngulurkan tangannya, lalu kini mengambil dan memeriksa semua yang ada disana.


Sementara itu diluar sana.


Sebuah mobil berhenti tepat di depan pintu masuk perusahaan Alexandre. Seorang pria tampan, bertubuh tegap dengan sorot mata yang tajam kini turun dari sana. Setelah menurunkan Tuan nya, sang sopir kemudian membawa mobil mereka, ke lobi parkiran.


Samuel Vydrick, atau yang kerap disapa Sam kini berjalan menuju pintu masuk perusahaan. Pintu pun di buka oleh penjaga yang menyambut Sam dengan hangat. Begitupula Sekretaris pribadi Sam yang tak luput mendapatkan sambutan ramah dari penjaga.


Stella Anastasya.


Sosok cantik, tinggi langsing dengan bentuk badan yang sangat proposional. Dia adalah gadis yang smart, humble, disiplin, penuh percaya diri dan juga bertanggung jawab.


Mengenali sosok tersebut dari sebuah majalah yang di bacanya. Dan juga janji yang di sampaikan Wulan tadi pagi, yang juga berpesan untuk menyambut Sam beserta rekannya dengan baik. Penjaga itu kemudian mengarahkan Sam dan sekretaris pribadinya itu kearah resepsionis.


“Selamat datang Tuan Sam.” Sambut resepsionis dengan senyum ramah. “Presdir kita sudah menunggu anda dari tadi.” Sambung resepsionis itu lagi.


Sam membalasnya dengan senyum, dan juga sedikit anggukan.


“Nona, bisakah anda mengantarkan kami untuk bertemu Presdir?” tanya Stella.


“Tentu saja bisa Nona. Mari ikut dengan saya.” Resepsionis mempersilahkan Sam dan juga Stella untuk masuk kedalam dan mengikutinya dari belakang.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian.


Tok! Tok! Tok!


Terdengar suara ketukan pintu dari luar. Bayu menolehkan pandangannya kearah pintu, lalu kemudian ia menyuruh Wulan untuk membukanya.


“Wulan, pergi temui orang yang ada disana.”Titah Bayu.


Wulan mengangguk setuju, lalu kini ia pun melangkahkan kakinya kearah pintu ruangan.


Ceklek!


Pintu terbuka, dan Wulan melihat ada seorang resepsionis disana beserta dua orang lainnya. Satu wanita dan satunya lagi pria. Namun, mata Wulan yang mencuri perhatian Wulan saat ini adalah sosok pria berkulit sawo matang yang ada didepannya. Seperti pernah melihat, tapi dimana.


Wulan menatap Sam dengan mengerutkan dahinya.


“Nona, ini saya mengantarkan Tuan Samuel Vydrick, dan Sekretaris pribadinya kemari.” Kata resepsionis itu.


“Oh, iya, terimakasih.” Balas Wulan lembut.


“Sama-sama Nona, kalau begitu saya permisi.”


“Hmm, ya.”


Resepsionis itu membungkukkan badannya, lalu melangkah pergi dari sana.


Sam tersenyum, melihat Wulan yang terlihat begitu formal. Bahkan sikapnya yang juga begitu sungkan.


Mungkinkah gadis ini tak ingat kepadaku?


Lagi, Sam tersenyum kecil kearah Wulan. membuat sekretaris pribadinya Stella mengerutkan dahinya.


Hah, Tuan Sam tersenyum?


Stella berusaha mencari jawaban dari cara pandang Sam.


Hmm, sepertinya Tua kenal dengan gadis ini.


Pikir Stella lagi.


Saat ingin berpikir jauh lebih dalam lagi. Sam kini melangkah masuk kedalam. Stella yang saat ini tengah berpikir keras tentang hubungan gadis yang ada di depannya, kini tampak nya harus disimpan nya terlebih dahulu. Kembali menelisik nanti, saat semuanya sudah selesai.


“Silahkan Nona.” Wulan kembali mempersilahkan Stella masuk dengan sopan.


“Hmm, ya.” Stella pun menyunggingkan senyum ramah nya dan masuk kedalam.


Didalam.


Deg!

__ADS_1


Jantung Tania berdetak kencang saat melihat Sam yang sedang berjalan kearahnya.


Kak Sam! Sedang apa dia disini? Mungkinkah dia adalah klien yang tengah di bicarakan?


Gumam Tania.


Sementara Sam, yang sedari masuk tadi sudah melihat Tania ada disana. Tanpa sungkan melemparkan senyum nya.


“Selamat datang Tuan Sam.” Sambut Bayu hangat, mengulurkan tangannya untuk berjabat dengan Sam. Dan Sam menyambut uluran tangan Bayu itu dengan hangat.


“Joe, perkenalkan ini Tuan Sam, dari perusahaan Vydrick.” Bayu memperkenalkan Joe dan Sam.


Sam mengulurkan tangannya, disambut uluran tangan Joe dengan cepat. Keduanya kini saling berjabat tangan.


Sebenarnya Joe merasa jika ia dan Sam seperti pernah bertemu. Namun Joe ragu, dan sedikit melupakan akan kejadian apa yang membuatnya pernah melihat Sam.


“Silahkan duduk Tuan.” Bayu mempersilahkan Sam duduk dengan hormat.


Ya, Sam adalah salah satu klien penting perusahaan mereka. Jika saja perusahaan Alexandre bisa bekerjasama dengan perusahaan Sam. Maka hal itu akan sangat menguntungkan bagi mereka.


“Terimakasih.” Kata Sam sambil menapakkan bokong nya di sofa yang berdampingan dengan Joe.


“Hai Kak Sam.” Sapa Tania manis. Jujur, sebenarnya Tania sungkan karena ada Joe disana. Namun, mengingat perkenalannya dengan Sam dan juga kedekatan yang terjalin di antara mereka. Membuat Tania tak mungkin jika


harus mengabaikannya, apalagi berpura-pura tidak kenal. Jahat sekali dia, begitu pikirnya.


“Hai Tania.” balas Sam tak kalah manis.


Membuat Joe seketika tersadar, akan momen apa yang membuat mereka bertemu.


Ya, pria itu yang memeluk Tania di perancis, tak salah lagi. Lelaki ini Kakak-Kakak-an nya istriku.


“Ehm, Tuan Sam, sepertinya kau dan istriku terlihat akrab.” Joe berpura-pura berbasa-basi sekarang.


“Ya, Tania sudah ku anggap seperti Adikku.” Kata Sam.


Oh Joe, apa yang akan kau lakukan? Please jangan mencari masalah dengan Sam.


Gumam Tania.


Wanita itu khawatir, jika Joe suaminya bertingkah konyol disana.


NB. JANGAN LUPA TINGGALKAN LIKE NYA, TERIMAKASIH.


TBC.


Jangan lupa mampir ke karya yang ada di bawah ini ya.


__ADS_1


__ADS_2