CEO PLAYBOY JATUH CINTA

CEO PLAYBOY JATUH CINTA
BAB 122


__ADS_3

“Joe!” pekik Angeline.


 


Mendapatkan perlakuan kasar seperti itu, tentu saja membuat Angeline tak terima. Sehingga kini, tatapan nya terhadap Joe, penuh dengan amarah.


 


“Kau pantas mendapatkan itu.” Ucap Joe dingin. Ia kini malah memalingkan wajah, tak ingin melihat wajah Angeline yang hampir saja mempengaruhi hasrat nya.


 


Sementara itu dari ujung sana, terlihat Tania kian memantapkan langkah nya mendekat kearah mereka. Lalu, dengan santai nya ia menyapa.


 


“Hai Angel, hai Joe.” menyunggingkan senyum ramah, seolah baru bertemu sahabat lama.


 


Angeline segera bangkit dari lantai, dan kini ia telihat menyapu rok bagian belakang nya dan juga menepuk-nepuk kedua telapak tangan nya.


 


“Kamu, kenapa duduk di lantai?” tanya Tania dengan mengangkat sebelah alisnya. Padahal tadi, dia sudah melihat


sendiri bagaimana Joe mendorong nya dengan keras.


 


Pufft! Rasain kamu Angel, makanya jangan suka menggoda lelaki orang. Sekarang kau baru tahu kan, bagaimana


dahsyat nya pengaruh seorang istri. Joe saja yang sudah di cap sebagai raja Palyboy bisa bertekuk lutut di hadapan ku Istrinya.


Tersenyum kecil seraya melirik kearah Angeline.


 


Angeline menyadari akan hal itu, pertanyaan palsu yang di lontarkan Tania seolah sedang tidak tau apa-apa.


 


Cih! Pura-pura nggak tau, padahal dalam hati sekarang kau tertawa puas kan melihat ku di perlakukan oleh Joe seperti ini.


Umpat Angeline kesal.


 


“Sayang, kenapa kau cuma berdiri disana? Kasihan kan Angeline, jatuh tersungkur seperti itu ke belakang.” Sindir


Tania pedas.


 


Matanya kini juga menatap tajam kearah Joe yang berdiri tak jauh darinya. Membuat Joe, si Playboy yang sedang


belajar insaf itupun tak berani menatap nya.


 

__ADS_1


Sebenarnya, apa maksud dari perkataan nya. Apakah dia bermaksud menyindirku, mungkinkah dia sudah melihat


dan juga mendengar semuanya? Jika itu memang sungguh telah terjadi, maka habislah aku. Bisa-bisa jatah malam ku di tunda nya hingga bulan depan, hiks.


Gumam Joe.


 


“Sayang, kenapa tidak menjawab? Apakah jatuh nya Angel saat ini ada hubungannya dengan mu?” tanya Tania, berusaha memancing Joe untuk menunjukkan reaksi yang bisa menguntungkan nya.


 


“Hah, tidak-tidak. Mana mungkin aku membuat nya tersungkur ke belakang, ada-ada saja kau ini.” Kilah Joe.


 


Di balikkan nya tubuh nya menghadap kearah Tania, lalu kini Joe mulai meraih bahunya dan menyentuh nya dengan sangat lembut.


 


“Sayang, bagaimana perutmu? Sudah baikan kah?” Joe berusaha mengalihkan perhatian Tania dengan cara menanyakan tentang nya. Tatapan matanya di buat selembut mungkin, berharap Tania luluh dengan nya.


“Hmm, sudah tidak sakit lagi.” Jawab Tania ketus. Di pindahkan nya tangan Joe yang menempel lembut di bahu nya. “Kenapa kau tidak membantu teman lama mu saat jatuh seperti itu?” kembali bertanya, dan sepertinya alihan Joe tak berpengaruh apapun baginya.


 


Glek!


 


Joe menelan ludah nya, sementara Angeline menatap kesal kearah Tania.


 


 


Pertanyaan aneh begitu saja tercetus di benak Angeline. Membuat nya gusar. Jika saja hal itu benar, maka bagaimana pun caranya Angeline ingin mendapatkan-nya.


 


“Tadi itu aku nerima telepon dari klien, dan mengalihkan perhatianku darinya. Jadi aku mana tau jika dia tersungkur seperti itu.” Berbohong demi menyelamatkan diri sendiri pastinya.


“Apakah itu benar Angeline?” tanya Tania, yang ingin melihat bagaimana reaksi dari Angeline yang baru saja secara


terang-terangan di perlakukan kasar oleh pujaan hatinya.


“Ya, Joe benar. Tadi tanpa sengaja, kaki ku terseok hingga membuat ku jatuh jadinya. Kau taulah, higheels yang ku


kenakan ini lumayan tinggi. Jadi, sedikit terseok saja otomatis tubuhku jatuh tersungkur ke lantai.” Jelas Angeline, membenarkan apa yang di katakan Joe tadi.


 


Demi menjaga air muka Joe, maka aku harus mengikuti alurnya berbohong kepada Tania. Jika tidak, maka ke depan nya akan sulit untukku bertemu dengan Joe lagi.


Gumam Angeline.


 


Cih! Dasar pasangan yang serasi, begitu pandai berbohong. kenapa kalian tidak menikah saja sekalian. Memang pantas di beri piala Oscar untuk keduanya.

__ADS_1


Gumam Tania.


 


Sementara Joe terlihat bernafas dengan lega begitu mendengar Angeline yang membenarkan setiap perkataannya.


 


Tania mengernyitkan dahi, melirik kearah keduanya. Dari tangkapan tatapan matanya, Tania jelas menangkap tentang ke bohongan yang baru saja di lontarkan keduanya. Namun, Tania tak ingin mempermasalahkan akan hal itu. Malah kini ia menanggapinya dengan santai.


 


“Hmm, ya sudahlah. Joe, seharusnya kau meminta maaf kepada Angel karena tak segera menolong nya tadi. Dan kau Angeline, mari kita duduk di sofa sembari sedikit berbincang-bincang disana.” Ajak Tania, tangan nya kini juga terlihat mempersilahkan Angeline duduk dengannya.


 


Namun, Angeline dengan segera menepisnya.


 


“Maaf Tania, sepertinya aku tidak bisa berbincang denganmu hari ini. Karena baru saja, aku mendapatkan pesan yang mengharuskan ku segera pergi dari sini. Jadi maaf ya.” berujar sebaik mungkin,karena tak ingin Joe memandang sinis kearah nya.


“Oh, begitu.” Tania menganggukkan kepalanya pelan. “Ya sudah kalau begitu. Next Time jika kita bertemu lagi, maka kau harus mau aku ajak minum kopi denganku, di salah satu Caffe kesukaan ku ya.” menyunggingkan senyum palsu, padahal di dalam hati.


 


Ingin rasanya ku jambak rambut perempuan yang sudah berani menggoda suamiku.


 


“Hmm, pasti.” Angeline ikut menyunggingkan senyum palsu. “Joe, aku pamit.” Beralih tulus saat mengalihkan


pandangan kearah Joe.


“Hmm,” namun, Joe menanggapinya dengan dingin.


 


Setelah berpamitan pergi, Angeline kini lantas membalikkan posisi tubuhnya. Di langkahkan-nya kakinya, menelusuri ruangan itu. Hingga akhirnya, tubuhnya menghilang di balik pintu yang kembali di tutup rapat.


 


 


Saat nya kembali kepada Joe. kira-kira apa yang akan di lakukan Tania untuk Joe ya, karena hampir saja


menanggalkan kesetiaan yang pernah ia janjikan. Penasaran nggak? Pasti penasaran kan, heheheh^^ maka dari itu, simak terus kisah selengkap nya ya.


Nb. Jangan lupa untuk selalu tinggalkan Like dan juga Komentar nya. Ra nggak minta banyak, Cuma itu saja. Ringankan jempol kalian ya guys, untuk me-Like setiap bab yang sudah terbaca.


Jangan lupa, mampir juga ke karya Ra yang lainnya.


1.       Ternyata ini Cinta.


2.       Pengantin yang tak Dirindukan


3.       Pengantin yang tak Dirindukan (2).


Happy reading! Terimakasih^^

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2