CEO PLAYBOY JATUH CINTA

CEO PLAYBOY JATUH CINTA
BAB 141


__ADS_3

“Adik ya?” Joe menyipitkan matanya, lalu kini menoleh kearah Tania. “Sayang, kenapa kau tak pernah bilang jika mempunyai Kakak yang hebat seperti dia.” Sindir Joe keras.


Joe, please jangan mulai.


Batin Tania.


“Aku lupa, hehehe.” Tania terkekeh kecil, berusaha menguris


rasa canggung nya.


Bayu menyadari jika saat ini sorot mata Joe berbeda. Membuatnya harus bertindak cepat, untuk menghentikan percakapan ini dan melanjutkan pembicaraan bisnis mereka. Ya, walau bagaimana pun sekarang urusan bisnis harus di utamakan.


“Ehm! Berhubung Tuan Sam sudah tiba disini, ada baiknya sekarang kita bicarakan tentang bisnis. Bukankah begitu Tuan Presdir?” Bayu meneoleh kearah Joe.


“Ehm, ya.” sahut Joe dengan sorot mata tajam.


Ini demi keuntunganmu Joe. Jika sampai kau menggagalkan kerjasama kita dengan perusahaan Vydrick hanya karena kecemburuanmu. Maka kita akan melewatkan kesempatan yang besar kali ini.


Batin Bayu yang kini membalas tatapan Joe padanya.


Beberapa saat kemudian.


“Terimakasih Tuan Sam. Akhirnya perusahaan Alexandre dan perusahaan Vydrick bisa bekerjasama dalam proyek ini.” Bayu menjabat tangan Sam.


“Ya, sama-sama. Saya harap kerjasama kedua perusahaan kita bisa berjalan dengan lancar.” Balas Sam.


“Pasti, perusahaan Alexandre tidak buruk. Maka kami yakin jika kami bisa menyelesaikan proyek ini dengan baik.” Sambut Joe.


“Ya, tentu saja. Saya sangat percaya dengan Tuan Joe.” Balas Sam.

__ADS_1


Hari itu pembahasan tentang kerjasama berjalan dengan lancar. Hingga akhirnya Sam pamit pulang dari sana.


“Hufft! Akhirnya selesai juga.” Tania menarik nafasnya dengan lega setelah sudah tak ada lagi orang disana.


Sementara itu Joe, yang baru saja mengantarkan Sam dan lainnya keluar. Setelah mengunci rapat pintunya, ia lantas segera menghampiri Tania yang tengah bersandar di sofa.


“Apa kau senang?”


“Senang?” Tania mengernyitkan dahinya, tak mengerti dengan pertanyaan Joe kapadanya.


“Ya, senang.” Joe menapaki bokongnya, duduk tepat di samping Tania. “Bukankah kau senang karena bisa bertemu dengan Kakak-kakakanmu itu?” tersenyum sinis.


Melihat Sam yang tadi melemparkan senyum kearah Tania, membuat Joe kesal. Di tambah lagi Tania yang menanggapinya dengan hangat, sungguh api cemburu Joe menyala dengan dahsyat dibuatnya.


“Joe, apa kau cemburu?” Tanya Tania yang semakin mengernyitkan dahinya.


“Joe, aku murni menganggapnya sebagai Kakakku, tidak lebih.” Jelas Tania.


“Aku tidak butuh penjelasanmu.” Tatapan mata Joe semakin tajam, dan mendekat kearah wajahnya. “Kau tau Tania, kau milikku. Melihatmu tersenyum dengan sangat hangat kepada lelaki lain membuat api cemburu yang ada didalam diriku menyala, dan kau harus memadamkannya sekarang.” semakin mendekat sehingga kini jarak diantara mereka hanya tersisa beberapa centi saja.


“Joe, aku—“


“Ssst!” Joe menempelkan jarinya menutup bibir Tania, membuat Tania tak dapat melanjutkan lagi kalimatnya. “Senyummu ini milikku, jadi jangan pernah membaginya untuk orang lain.”


“Tapi Joe, aku—“


Cup!


Joe mendaratkan sebuah kecupan lembut di bibir Tania, membuat wanita itu tak dapat melanjutkan lagi kalimatnya. Lalu beberapa saat kemudian ia mengankat tubuh wanitanya itu.

__ADS_1


“Sekarang, aku tak ingin mendengar apapun darimu.” Joe melangkah pergi menuju keruang pribadinya yaitu kamar tidur yang ada diujung sana.


“Joe, kau mau mebawaku kemana?”


“Menurutmu?” Joe mengernyitkan dahinya, tersenyum licik sekarang.


“Joe, jangan bilang kau akan—“


“Hahaha, ya. Karena kau yang memulai, maka kau juga yang harus mengakhirinya.” Tertawa dengan puas.


“Joe! dasar kau pria mesum!” pekik Tania.


“Ini hukuman untukmu, agar kedepannya kau lebih bisa menjaga sikapmu saat berhadapan dengan pria lain.” Joe melempar tubuh Tania diatas pembaringan pribadinya.


“Joe, kau gila!”


“Ya, aku gila karena dirimu. Dan kau betanggung jawab untuk membuatku kembali waras sekarang.” Joe mulai melancarkan aksinya, membuat Tania tak dapat lagi berkutik. Tak ada pilihan lain, mau tidak mau Tania harus mengikuti keinginan Joe sekarang.


Sore harinya.


Wajah Tania terlihat begitu pucat. Matanya terasa panas, sementara tubuhnya terasa begitu lemah. Joe meminta Tania untuk membuatkan kopi untuknya, tanpa tau jika wanita kesayangannya itu sedang tidak sehat sekarang.


Tania mengangguk setuju, mematuhi perintah Joe kepadanya. Wanita itu kini perlahan bangkit dari duduknya dan berjalan keluar dari ruangan itu. Kepala Tania semakin pusing, tapi dia tetap berusaha menyeimbangkan langkahnya menuju kearah dapur. Namun, sayang nya tenaganya sudah tak mampu lagi menopang tubuhnya yang semakin melemah, hingga kemudian Tana ambruk disana.


Bruuk!


Tania pingsan dan tak sadarkan diri sekarang.


TBC.

__ADS_1


__ADS_2