CEO PLAYBOY JATUH CINTA

CEO PLAYBOY JATUH CINTA
BAB 82


__ADS_3

Saat ini terlihat dua insan yang saling mencintai tergeletak diatas ranjang denga tubuh yang saling berangkulan. Tangan Joe dan juga kaki Tania terlihat saling bersenggolan satu sama lain. Akibat drama percintaan yang di produseri langsung oleh Joe siang tadi membuat kedua nya terlihat begitu lelah.


Terutama Tania. Ia yang menjadi aktris utamanya harus merasa kelelahan karena sang produser mesum yang turun langsung menghadapinya. Pinggang nya serasa mau patah akibat adegan drama yang di bintangi nya mengharuskan nya menaiki sebuah kuda. Sungguh itu membuatnya begitu sangat kelelahan. Sehingga terkapar secara berdampingan disana.


Tanpa terasa matahri mulai terbenam. Diluar sana hari mulai gelap yang disambut dengan indahnya gemerlap cahaya lampu yang meneraangi kota. Bayu kini telah usai bersiap-siap untuk segera keluar dari kamar hotelnya.


Begitu juga dengan Wulan.


Gadis itu kini terlihat cantik dengan balutan jaket tebalnya yang diberikan khusus oleh Bayu untuknya. Ia kini terlihat berjalan keluar dari dalam kamar nya dan kini sudah tampak menunggu diluar pintu kamarnya. Dilihatnya Bayu juga sudah keluar dari dalam kamarnya dan berjalan kearahnya.


“ Hai Wulan!” Sapa Bayu sembari mendekati gadis itu.


Penampilan nya lumayan juga.


Gumam nya sembari melirik kearah Wulan.


“ Hai Pak Bayu.” Balas nya sopan.


“ Jangan panggil aku Pak jika sedang diluar jam kerja. Panggil saja aku Bayu.” Ucap Bayu sembari menyunggingkan senyum nya.


Wulan tampak membalas senyum nya. Lalu mengangguk sopan.


“ Coba sekarang panggil.” Lontar Bayu membuat Wulan terkejut.

__ADS_1


“ Hah!” Terlihat wajah polosnya tiba-tiba saja melongo saat mendengar ucapan Bayu.


“ Coba sekarang kau panggil aku dengan sebutan namaku.” Kata Bayu lagi.


Wulan mengangguk malu.


“ Ba-bayu.” Lirihnya.


“ Bagus.” Bayu menampilkan jempolnya didepan Wulan. “ Oya, ngomong-ngomong Tania sama Joe belum keluar ya?” Tanya nya kemudian membuat Wulan seketika tersadar.


“ Oh iya.” Kata Wulan kemudian.” Mereka kemana ya? kok jam segini belum keluar.” Ucapnya lagi.


“ Entahlah.” Balas Bayu.


Lalu kini ia terlihat mengeluarkan ponselnya dari jaket yang dikenakan nya. Mencari nomor ponsel sang direktur kemudian menghubunginya.


Panggilan tersambung, namun tak dijawab sama sekali oleh sang pemilik nomor.


“ Tidak dijawab.” Ucap Bayu kepada Wulan.


“ Hah, benarkah?” Terlontar sebuah pertanyaan dari mulut Wulan.


Namun Bayu sama sekali tidak menjawabnya. Karena kini ia terlihat kembali sibuk dengan ponselnya

__ADS_1


“ Apa Bapak, eh salah. Maksudku apakah kamu mencoba menelponnya kembali?” Tanya Wulan dengan cara bicara yang terdengar sedikit belepotan karena belu terbiasa memanggil nama serta berbahasa aku kamu dengan Bayu.


Bayu lalu menjawab pertanyaan Wulan dengan sedikit anggukan, dan Wulan terlihat paham dengan itu.


Kini sudah beberapa kali Bayu menelpon namun taka da jawaban sama sekali dari sana. Sehingga kini membuat Bayu dirundung rasa kecemasan.


“ Tidak ada yang mengangkat nya. Bagaimana ini?” Tanya nya sembari menoleh kearah Wulan.


“ Coba aku telpon Tania ya. Kali aja diangkat olehnya.” Kata Wulan.


Dicarinya nomor ponsel sahabatnya itu lalu ia mencoba untuk menghubunginya. Namun sayang nya yang terdengar hanyalah jika saat ini nomor ponsel yang ada tuju sedang berada diluar jangkauan.


“ Diluar jangkauan Pak! Eh salah, Bayu maksudku.” Ucap Wulan yang masih terdengar belepotan.


Bayu tersenyum kearah Wulan. Lalu ia meraih tangan nya dan mengajak Wulan untuk ikut bersamanya.


“ Loh Pak! Tania dan Tua Joe bagaimana?” Tanya Wulan dengan raut wajah kebingungan.


“ Biarkan saja mereka.” Ucap Bayu santai.


“ Loh, kok biarin sih Pak! Jika mereka hilang gimana?” Wajah Wulan terlihat khawatir.


“ Nggak bakalan hilang jika bersama Joe, percayalah.” Bayu berusaha meyakinkan Wulan.

__ADS_1


Dan Wulan pun menganggukkan kepalanya mengikuti Bayu yang kini masih terus menggandeng tangan nya.


BERSAMBUNG


__ADS_2