Cerita Cinta Anak Muda

Cerita Cinta Anak Muda
Gladis Putri Pradifta


__ADS_3

Gladis.. Itulah nama gadis cantik dan menarik usianya masih 15 tahun tapi aura cantiknya sudah terpancar. Hidungnya yang macung, dagunya yang runcing, bibir merah alami, dan matanya yang indah dipercantik dengan bulu mata yang lentik menambah kecantikan alaminya walaupun tanpa polesan make up. Gladis adalah siswi baru di SMA sekolah negeri favorit di kota Bandung.


🍀Pagi hari yang sibuk


"Gladis.. Gladis.. bangun Gladis.." Mama Nadia berteriak dari luar kamar.


"Ya ampun ini anak ko enggak ada suaranya dari tadi dibangunin. "


Akhirnya mama nadia masuk kedalam kamar Gladis untuk membangunkannya.


" Gladis bangun nak ini hari pertama kamu MOS (Masa Orientasi Siswa) masa mau telat sih, lagian kamu kenapa sih ko bisa telat bukannya tidur cepet malah begadang kamu."


Mama Nadia masih mengomel karna Gladis masih saja terliat menguap dan berat membuka mata.


"Aduh mah Gladis ngantuk mah, semalem Gladis nyiapin perlengkapan buat hari ini mah. Gladis tidur sebentar lagi ya mah please " sahut Gladis.


Gladis menyatukan dua tangannya seperti memohon sama mama Nadia. Tapi mama Nadia malah menarik kedua tangan Gladis.


"Ya ampun Gladis liat deh udah jam 05.30 tau, kamu kan jam 6 harus udah disekolah. Kalau kamu telat dihari pertama kamu masuk gimana?" kata mama Nadia.


Gladis langsung terkejut ketika mama Nadia bilang sudah jam 05.30.


"Mama kenapa mama gak banguninan Gladis dari tadi sih mah Gladis kan jadi kesianganan."


Gladis langsung lari ke kamar mandi untuk mandi dan setelah itu dia memakai baju lalu turun ke bawah untuk sarapan.Tapi saat Gladis melihat jam yang sudah jam 05.45 dia langsung pamitan kepada mama Nadia dan papa Rendi yang saat itu mama Nadia sedang masih menyiapkan sarapan dan papa Rendi sedang melihat acara TV.


" Mah, pah kayana Gladis sarapan dijalan aja yaa udah telat nih," ucapnya.


Lalu Gladis mengambil setumpuk roti yang sudah dioles dengan selai cokelat dan dengan buru-buru meminum susu yang sudah disediakan mama Nadia.


" Ya ampun Gladis minumnya sambil duduk dong, liat tuh pah anak gadisnya pah" omel mama Nadia.


Papa Rendi yang lagi menonton TV pun langsung beranjak berdiri dan berjalan menuju meja makan.


" Aduh anak gadis papa yang cantik kalo minum sambil duduk dong sayang. " kata papa Rendi sambil mengusap kepala anaknya lalu mencium kepala anaknya.


Iya beliau adalah papa Rendi yang sangat memanjakan anak semata wayangnya anak satu-satunya yang sangat dimanjakannya.

__ADS_1


" Gladis udah kesiangan pah. "


Dan akhirnya dia langsung berpamitan kepada mama dan papanya.


" Mah, pah Gladis pamit ya biar Gladis naik ojek aja biar cepet tadi Gladis udah pesen lewat aplikasi online kayana ojeknya udah di depan."


Gladis langsung mencium tangan kedua orangtuanya tidak lupa mencium kedua pipi orangtuanya juga.


" Daadaaah mama papa Gladis pergi dulu yaa byeee."


Mama Nadia dan papa Rendi hanya menggeleng dan tersenyum melihat tingkah anaknya.


🍀Sampai disekolah


Sesampainya disekolah Gladis langsung lari ke arah gerbang yang hampir saja akan ditutup oleh penjaga sekolah.


" Stooop paaaaaaaaaaak!!!! "


Teriak Gladis pada satpam yang akan menutup gerbang sekolahnya. Gladis lari sekuat tenaga agar bisa tepat waktu sampai gerbang. Tapi sepertinya nasib sial sedang berpihak padanya pintu gerbang sudah tertutup rapat. Dan Gladis berhenti didepan gerbang dengan napas yang masih tidak beraturan.


Dia memberikan senyuman termanisnya kepada Gladis. Tapi karena Gladis sedang takut karena terlambat maka Gladis tidak membalas senyuman anak laki-laki itu.


" Paak.. Mohon pak buka pagarnya. " rengek Gladis.


Gladis memohon kepada satpam yang menjaga pagar sekolahnya.


"Tolong pak masa cuma telat 1 menit juga enggak bisa masuk sih pak. Tolong ya pak sekali ini aja ko Gladis telat besok-besok enggak akan telat lagi pak."


Gladis memohon kepada satpam. Tapi tetap saja satpam itu tidak menghiraukannya.


Lalu laki-laki disebelahnya tadi mendekati satpam dan membisikan sesuatu ketelinga satpam dan seketika satpam itu menggangguk dan tersenyum dan bilang okee deeh sambil mengajak tos kepada anak laki-laki itu. Entah apa yang dibisakan oleh laki-laki itu. Lalu segera membuka gerbangnya untuk mereka berdua.


Gladis langsung lari menuju kedalam kelasnya, dan diikuti oleh laki-laki tadi. Tapi Gladis bingung kelasnya yang mana yaa.


Gladis celingukan kekanan dan kiri mencari kelas barunya. Tapi dari arah belakang laki-laki tadi dengan santainya berjalan menuju suatu ruangan lalu Gladis sengaja mengikutinya dari belakang dan ternyata ruangan yang laki-laki itu tuju sama dengan tujuan Gladis.


Iya benar ruangan itulah yang akan jadi kelas barunya Gladis dan ternyata laki-laki itu juga sepertinya akan jadi teman sekelasnya.

__ADS_1


Sesampainya di pintu mau masuk ke kelas laki-laki yang tadi bersamanya sampai terlebih dulu dan Gladis menyusul dibelakangnya.


Dari dalam kelas terdengar suara teriakan dari salah satu panitia Osis yang sedang berada di depan kelas memberi pengarahan.


" Heeei kamu!!" teriak anak OSIS laki-laki yang wajahnya sangat tampan walau sedang terlihat marah karna ada siswa baru yang terlambat.


Gladis dan anak laki-laki tadi saling berpandangan.


" Iyaa kamu berdua!!!" teriak anak OSIS itu lagi.


" Kenapa kamu terlambat? Kamu berdua tau ini sudah jam berapa? Bagaimana mau jadi siswa siswi berprestasi kalau dihari pertama kamu sekolah saja sudah terlambat."


Gladis yang terlihat ketakutan hanya bisa menundukan kepalanya. Berbeda dengan laki-laki disebelahnya yang tampak biasa saja.


" Maafkan saya ka, saya janji tidak terlambat lagi " jawab Gladis.


Berbeda dengan laki-laki sebelahnya yang hanya cuek saja.


"Baiklah karna kalian terlambat maka saya akan menghukum kalian untuk lari dilapangan 10 kali puratan.. Ingat ya 10 kali puratan. Ayo segera pergi sekarang!!! " kata kakak OSIS itu setengah berteriak.


Lalu Gladis dan laki-laki itu setengah berlari menuju lapangan basket yang ada di depan kelasnya. Mereka memulai lari mengelilingi lapangan basket itu dengan saling diam. Tidak ada percakapan apapun diantara mereka yang Gladis inginkan sekarang adalah menyelesaikan hukumannya lalu pergi ke kelas. Sekitar 30 menit mereka menyelesaikan hukumannya akhirnya mereka selesai dan kembali ke dalam kelas.


Didalam kelas kakak OSIS yang tadi menghukum mereka masih sibuk memberikan pengarahan kepada siswa siswi lainnya. Lalu Gladis dan anak laki-laki itu meminta izin masuk dan mencari tempat duduk. Dan hanya ada 2 tempat duduk tersisa di belakang mereka tidak punya pilihan selain duduk ditempat yang tersisa.


Lalu Gladis langsung duduk kelelahan, badannya penuh dengan keringat tapi tidak mengurangi kecantikannya.


__________________________________________________


Halo temen-temen pembaca semoga suka yaa sama Novel pertama aku. Mohon masukannya yaa untuk aku karna ini benar-benar novel pertama aku semoga terhibur 🤗🤗


Jangan lupa Like...


Jangan lupa Vote..


Jangan lupa Comment...


Jangan lupa jadiin Favorit...

__ADS_1


__ADS_2