Cerita Cinta Anak Muda

Cerita Cinta Anak Muda
Hari Terakhir MOS


__ADS_3

🍀 Sekolah


" Halo Rey, selamat pagi " sapa Gladis dengan wajahnya yang selalu ceria. Mereka bertemu di gerbang sekolah.


" Pagi Gladis " jawab Rey sambil tersenyum.


Tiba - tiba ada seseorang yang memanggil Rey.


" Rey, tunggu " teriak Bianca saat melihat Rey dan Gladis. Seketika Rey dan Gladis menoleh ke arah sumber suara.


" Mau apa lagi sih Bianca " Batin Rey.


" Rey boleh aku bicara sebentar? " Bianca melirik kearah Gladis yang berada disamping Rey.


Merasa dirinya mengganggu akhirnya Gladis memutuskan untuk pergi ke kelas duluan.


" Rey aku duluan yaa " ucap Gladis sambil setengah berlari meninggalkan mereka berdua.


" Ada apa? " ucap Rey dingin.


" Rey apa kabar tante Joice dan om Agung ? " tanya Bianca


Rey mengernyitkan dahinya sampai kedua alisnya bersatu.


" Kenapa Bianca tau orangtuaku " batinnya.


" Baik " jawab Rey singkat.


" Sudah lama aku tidak bertemu dengan mereka, sampaikan salam dari ku untuk mereka ya Rey. Aku merindukan tante Joice " ucap Bianca.


Rey hanya menganggukan kepalanya.


" Kalo tidak ada yang dibicarakan lagi, aku mau masuk kelas " ucap Rey dingin.


" Rey kapan - kapan aku bolehkan mampir ke rumahmu? " tanya Bianca. Tapi Rey tidak menjawabnya dan langsung pergi ke meninggalkan Bianca.


🍀 Gladis


Saat pergi meninggalkan Rey dan Bianca. Gladis setengah berlari, lalu tanpa disengaja Gladis menabrak seseorang.


Bruuuuuuuug.....


Gladis terjatuh saat menabrak seseorang.


" Maaf, maaf aku tidak sengaja" ucapnya sambil mencoba berdiri.


" Aaawww... Aaaawww sakit " Gladis meringis kesakitan saat melihat lututnya lecet.


" Kamu enggak apa - apa? " ucap Romi.


Seketika Gladis mengangkat kepalanya melihat siapa yang tadi ditabraknya.


" Ehmmm.. Ehmmm.. Gladis enggak apa - apa ka " jawab Gladis gugup.


Ini pertama kalinya Gladis bisa sedekat ini dengan Romi.


" Rom ayo kita pergi " ajak wanita disampingnya sambil menarik tangan Romi.


" Sebentar Ran, aku bantu dia dulu " jawab Romi.


" Biarin aja Rom, itu kan salah dia ngapain dia enggak hati - hati. Makanya kalau jalan itu liat - liat dong. Punya matakan? " teriak Rani dengan wajah sinisnya.


" Enggak usah bantu aku ka, aku bisa sendiri ko " ucap Gladis.


" Bagus deh, tuh lo tau " ucap Rani sambil melipatkan kedua tangannya di dada.


Romi tidak menghiraukan apa yang dikatakan Rani. Tiba - Tiba Romi mengulurkan tangannya kepada Gladis dan membantu Gladis duduk di bangku taman.

__ADS_1


" Kamu tunggu disini ya, aku ambilkan obat " ucap Romi.


Gladis yang masih kaget atas perlakuan Romi sontak tersipu malu.


" Aaaarh aku ko jadi gugup begini, tenang Gladis dia cuma mau obatin luka kamu " gumamnya dalam hati.


Rani yang sedang memperhatikan Gladis sangat kesal atas perlakuan Romi kepada Gladis.


" Awas kau beraninya menggoda Romi " batinnya.


Romi datang lagi dengan kotak P3K ditangannya. Perlahan dia bersihkan luka dikaki Gladis. Lalu diberikan obat dan menutup lukanya dengan plester.


" Sudah selesai " ucap Romi.


Gladis masih memandangi wajah tampan Romi sambil tersenyum - senyum dan tidak sadar kalau lukanya sudah selesai diobati.


" Baiklah aku pergi " ucap Romi lagi.


Gladis baru tersadar saat Romi berjalan meninggalkan Gladis yang masih duduk sambil senyum - senyum sendiri.


" Terima kasih ka Romi " teriak Gladis saat menyadari kalau Romi sudah menjauh darinya.


Dari tadi ada sepasang mata yang memperhatikan keduanya. Dialah Rey yang hatinya merasa sesak melihat Gladis dekat dengan Romi. Entah kenapa tiba - tiba hatinya merasakan sesuatu yang aneh.


Rey menghampiri Gladis yang masih duduk dibangku


taman.


" Kamu kenapa Gladis? Apa kamu terluka ? tanya Rey .


" Aku enggak apa - apa tadi cuma jatuh dan kakiku sedikit lecet. Tapi tadi sudah diobatin sama ka Romi" jawab Gladis sambil terus tersenyum.


" Makanya kalau jalan itu hati - hati " sahut Rey sambil mengacak - ngacak rambut Gladis.


" Reey hentikan rambutku kusut " teriak Gladis pada Rey.


Gladis adalah perempuan yang bisa membuat Rey tersenyum bahkan tertawa.


" Ayo kita masuk kelas " ajak Rey.


" Kamu bisa jalan kan? Mau aku bantu?"


" Tidak perlu aku bisa jalan sendiri " jawab Gladis ketus.


Gladis berjalan mendahului Rey.


Rey hanya tersenyum melihat kelakuan Gladis yang menurutnya sangat menggemaskan.


Hari terakhir MOS di isi dengan kegiatan saling mengenal lebih dekat dengan kaka panitia MOS. Siswa - siswi baru diharuskan untuk mengenal seluruh panitia MOS dari mengetahui nama lengkap, tanggal lahir sampai dengan hobi mereka.


Seluruh siswa siswi disibukan dengan mewawancarai kaka panitia MOS. Begitu juga dengan Rey dan Gladis.


Gladis memeriksa semua nama apakah ada yang terlewat. Dia yakin satu - satunya yang belum Gladis wawancarai adalah ka Romi c ketua panitia MOS sekaligus ketua OSIS di sekolahnya.


Tiba - tiba rasa gugup menghampirinya.


" Ayo Gladis kamu bisa " gumamnya dalam hati.


Perlahan Gladis menghampiri Romi yang kebetulan sedang sendiri.


" Selamat siang ka Romi, apa aku bisa meminta biodata dan tanda tanganmu? " tanyanya gugup.


Romi menoleh ke arah Gladis sambil tersenyum.


" Ya ampun ka Romi, tolong jangan tersenyum Gladis enggak kuat liat senyumannya " gumamnya dalam hati.


" Kamu yang tadi terlukakan? apa lukamu sudah tidak sakit ? " tanya Romi.

__ADS_1


" Lukaku sudah sembuh ka, sudah tidak sakit lagi " jawab Gladis sambil tersipu malu.


Gladis yang merasa sangat senang karena perhatian Romi itu tertunduk malu.


" Lain kali kamu harus lebih berhati - hati. Siapa namamu? " Tanya Romi.


" Namaku Gladis ka dari kelas 10A" jawab Gladis.


Romi memperhatikan Gladis sambil tersenyum.


" Gladis nama yang cantik, secantik orangnya " ucap Romi santai.


Gladis yang mendengar kata - kata Romi tersipu malu. Detak jantungnya berdebar kencang serasa ingin loncat.


" Ya Tuhan tolong berhenti, kenapa jantungku berdebar kencang sekali " gumam Gladis dalam hati.


" Ada syarat sebelum kamu mendapatkan biodata dan tanda tanganku " ucap Romi santai.


" Apa itu ka? " jawab Gladis.


" Apa aku bisa mendapatkan nomor teleponmu? " tanya Romi.


" Apa aku gak salah dengar ka Romi minta nomor teleponku? Ya Tuhan apa ini mimpi? Apa dia menyukaiku? aaaarhhhh tidak - tidak Gladis jangan berpikir sejauh itu.. Sadar Gladis.. Sadaaaar.." gumamnya dalam hati.


Gladis senyum - senyum sendiri lalu menggeleng - gelengkan kepalanya.


" Bagaimana Gladis ? kenapa kamu diam saja? Apa kamu tidak mau memberikan nomor telepon mu? tanya Romi.


" Mau ko ka mau" jawab Gladis cepat.


Dengan cepat Gladis memberikan nomor telepon miliknya diselembar kertas.


" Baiklah aku akan menyimpannya. Sekarang catat biodata lengkapku dan nanti aku akan memberikan tanda tangannya juga " ucap Romi sambil tersenyum.


Gladis sedang sibuk mencatat apa yang disampaikan Romi. Dari kejauhan ada sepasang mata yang selalu memperhatikan Gladis dan Romi yang masih asik mengobrol sambil sesekali tertawa bersama.


" Terima kasih ka Romi, aku akan kembali ke kelas " ucap Gladis.


" Sama - sama Gladis, nanti aku akan menelponmu " jawab Romi.


Gladis meninggalkan Romi dalam keadaan sangat senang. Senyumnya terus mengembang dibibirnya.


" Mimpi apa aku semalam, dia bilang mau menelponku " gumamnya dalam hati.


Gladis melihat Rey yang akan masuk kedalam kelas.


" Reeeey tunggu " panggil Gladis sambil setengah berlari.


Rey menengok kearah suara. Gladis menghampirinya dan langsung bercerita.


" Ya ampun Rey apa kamu tahu, hari ini aku sangat senang Rey. Ka Romi dia minta nomor telepon ku Rey. Apa dia menyukaiku Rey? tanya Gladis polos.


" Mungkin " jawab Rey datar.


" Apa yang mungkin Rey " tanya Gladis bingung.


" Mungkin suka mungkin juga tidak " jawab Rey sambil meninggalkan Gladis yang masih bingung.


" Rey kau tega sekali aku masih bicara denganmu, kau malah pergi begitu saja " ucap Gladis sambil mengikuti langkah Rey masuk kedalam kelas.


Bel tanda pulang sekolahpun berbunyi. Semua siswa siswi segera meninggalkan area sekolah begitu juga dengan Rey dan Gladis.


___________________________________________


Terima kasih yang sudah baca..


Biar author tambah semangat jangan lupa like, comment dan vote yaa 😍🤗

__ADS_1


__ADS_2