
Pagi hari Gladis bangun dengan badan yang lebih segar, semalam Gladis kelelahan setelah membereskan barang - barang yang akan di bawanya besok ke Jakarta. Gladis bangun lalu langsung mandi dan bersiap - siap berangkat ke sekolah. Hari ini adalah hari terakhirnya di sekolah SMA KARYA BANGSA.
" Selamat pagi mama, selamat pagi papa " Gladis menyapa mama papa nya yang sudah ada di meja makan.
" Selamat malam sayang " jawab mama dan papanya.
" Sayang, ini hari terakhirmu disekolah. Jangan lupa berpamitan dengan teman - temanmu ya. Oia Rey kemana saja, ko dia enggak pernah main lagi kesini. Padahal papa kangen sama dia " ucap Rendi.
" Uhuuuk.. uhuuuk.. " Gladis yang sedang minum susu tersedak saat mendengar nama Rey.
" Hati - hati dong sayang " Rendi mengingatkan.
" Hehehehe... Maaaf tadi Gladis buru - buru minumnya pah " jawab Gladis sambil tertawa.
" Siap booos hari ini Gladis pamit sama temen - temen Gladis " ucapnya.
" Lalu Rey, apa kamu sudah memberi tahu Rey kalau kamu mau pindah? " tanya Rendi lagi.
Sejenak Gladis terdiam.
" Gladis belum memberitahu Rey pah, Gladis rasa tidak perlu. Biar saja Gladis ke Jakarta tanpa memberitahu Rey " Gladis menjawab dengan raut wajah sedih.
" Loh kenapa sayang ? Apa kamu ada masalah dengan Rey? " Tanya Rendi lagi.
Mama Nadia yang mengerti tentang permasalahan Gladis dan Rey, memberikan kode kepada papa Rendi. Mama Nadia mengedip - ngedipkan matanya seolah memberi kode kepada papanya agar tidak lagi bertanya tentang Rey.
" Sudah.. Sudaaah.. ayo lanjutkan sarapannya. Nanti kamu kesiangan loh " ucap Nadia untuk mencairkan suasana.
PRendi melirik kearah Nadia yang terus memberikan kode.
" Ada apa sebenarnya dengan Gladis dan Rey " batin Rendi.
Setelah selesai sarapan, Gladis berpamitan kepada mama dan papanya. Tidak lupa dia mencium tangan dan pipi keduanya.
" Gladis berangkat ya mah, paah. "
" Hati - hati sayang " jawab mama dan papanya.
Gladis sedang menunggu angkot di depan rumahnya. Tiba - tiba mobil Romi berhenti di depan Gladis.
Tapi Gladis melihat ada mobil angkot yang datang kearahnya, cepat - cepat Gladis menghentikan mobil itu. Tapi Gladis kalah cepat saat dia mau naik, tangannya di tarik Romi.
" Gladis tunggu!! "
" Maaf kang, temen saya tidak jadi naik " ucap Romi pada supir angkot.
" Ka Romi apa - apaan sih? Aku mau naik angkot !! Jawab Gladis kesal.
" Nenk jadi ga naik angkotnya ? " tanya supir angkot.
" Please Gladis, aku mau ngomong " pinta Romi.
Gladis akhirnya menyerah. " Maaf mang saya gak jadi naik angkotnya " ucap Gladis sopan.
" Yaah si neng, yasudah enggak apa-apa neng " ucap supir angkot sambil melajukan lagi mobilnya.
__ADS_1
" Ka Romi mau ngomong apa sih ? " tanya Gladis kesal.
" Hmmmmm.. Kita ngomong di mobil aja ya, nanti kita terlambat kalau ngobrol disini" ucap Romi.
Gladis masuk kedalam mobil dan Romi langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
Romi membuka pembicaraan yang tadi sempat tertunda.
" Gladis, aku tau aku laki - laki playboy. Tapi itu dulu, saat aku belum benar - benar mengenal kamu. Sekarang aku mau berubah, aku suka sama kamu Gladis. Kamu tidak perlu menjawab apa - apa, kalau kamu belum siap. Aku mau kok nunggu kamu, sampe kamu siap kasih keputusan hati kamu " ucap Romi.
Gladis terkejut dengan apa yang dia dengar " Apa ka Romi lagi meminta dirinya jadi pacaranya? " batin Gladis.
Mungkin kalau kata - kata itu keluar dulu sebelum dia mencintai Rey. Gladis akan segera mengatakan iya. Tapi sekarang, sekarang sudah terlambat. Karena hatinya hanya untuk Rey. Gladis masih terdiam dalam lamunannya.
" Gladis " suara Romi membuyarkan lamunannya.
" Eeeeeh "
" Maaf ka " hanya kata itu yang mampu keluar saat ini. Sejenak Gladis terdiam dan meneruskan kalimatnya.
" Maaf ka, Gladis tidak bisa " jawabnya lagi.
" Kamu tidak harus menjawab sekarang, aku akan menunggumu " ucap Romi serius.
" Ka Romi tidak harus menunggu Gladis, karena besok Gladis juga akan pergi."
" Pergi ?? kamu mau pergi kemana? " tanya Romi heran.
" Aku akan pindah ke Jakarta."
" Tapi, apa aku masih bisa menghubungimu Gladis? "
Gladis hanya membalasnya dengan anggukan.
" Terima kasih Gladis " Romi tersenyum.
Sesaat setelah percakapan mereka selesai, akhirnya mereka sampai di sekolah.
Gladis segera pergi ke kelasnya.
Disana sudah ada Rey yang sedang duduk di bangkunya sambil membaca buku.
Rey memperhatikan Gladis yang baru masuk ke dalam kelas, sesaat pandangan mereka beradu. Tapi buru - buru Gladis mengakhiri tatapannya.
Gladis langsung duduk di bangkunya dan mengeluarkan handphonenya miliknya.
" Gladis " sapa Rey.
Gladis yang mendengar suara Rey langsung mengangkat kepalanya.
Lalu Rey duduk di bangku depan Gladis.
" Ada apa Rey? "
" Semalam aku mengirimkanmu pesan, kenapa kamu tidak membalasnya ? Tanya Rey.
__ADS_1
" hmmmm.. Maaf Rey semalam aku sedang sibuk, jadi aku lupa membalas pesanmu."
Semalam memang Gladis sibuk, tapi memang dia tidak berniat membalas pesan dari Rey. Bukannya dia pengecut tapi Gladis hanya tidak mau perasaannya kepada Rey akan semakin bertambah jika dia selalu berhubungan dengan Rey.
" Apa kamu menghindariku?" Kini muka Rey terlihat sedih. Gladis terdiam sesaat melihat wajah Rey.
" Aku hanya ingin menjaga jarak darimu Rey. Ini demi kebaikan hubunganmu dengan Bianca " jawab Gladis.
" Dan aku juga ingin menjaga hatiku Rey, demi kebaikan kita bersama. Aku tidak mau menjadi perusak hubungan orang lain " batin Gladis.
" Tapi sebelum aku bertunangan dengan Bianca, kita itu sahabat Gladis. Aku tidak ingin itu berubah " ucap Rey lagi.
" Percayalah Rey, tidak ada yang benar - benar murni persahabatan antara perempuan dan laki - laki ".
Deeeeeeeeg....
Keheningan tercipta..
" Aku mencintaimu Gladis, aku benar-benar mencintaimu. Maafkan aku terlalu pengecut untuk menyatakan perasaan ini " batin Rey.
Guru masuk kedalam kelas, Rey segera berpindah ke bangku miliknya.
Percakapan Rey dan Gladis hari ini mungkin percakapan terakhir bagi mereka.
Karena hari ini Bianca selalu ada disamping Rey saat dikantin maupun saat pulang sekolah. Bianca tidak memberikan sedikitpun kesempatan kepada Rey untuk dekat dengan Gladis.
🍀 Dirumah Gladis
Ada beberapa orang yang sibuk membantu mama Nadia membereskan barang - barangnya untuk dibawa pindah ke jakarta.
" Siang mama cantik " sapa Gladis sambil mencium tangan mamanya
" Eeeeh anak mama udah datang " sambil mencium pipi Gladis.
" Mah apa ada yang bisa Gladis bantu ? "
" Tidak usah sayang, mendingan kamu sekarang siap-siap karena kita akan berangkat sore ini " jawab Nadia.
" Loh bukannya besok mah? " tanya Gladis heran.
" Iya sayang, tadi papa nelepon. Ternyata kita harus berangkat sore ini, karena besok pagi papa harus sudah ada di kantor papa yang baru " jawab Nadia.
" Ooooooh, yasudah mah Gladis keatas ya mah, ada beberapa yang belum Gladis bereskan "
" Iya sayang " jawab Nadia singkat.
Gladis naik keatas dan menuju kamarnya. Dia langsung duduk di ujung tempat tidurnya. Melihat sekeliling kamarnya, sedih rasanya harus meninggalkan kamar yang selama ini ditempatinya. Tak terasa cairan bening keluar dari sudut matanya.
" Kamu enggak boleh sedih Gladis, ini demi papa, juga demi hatimu. Semoga ini akan menjadi lembaran baru untukmu." Gladis mengusap air matanya yang dari tadi membasahi wajah cantiknya.
" Semangat Gladis "
_________________________
Jangan lupa like, comment dan vote nya ya Readers 😍❤❤
__ADS_1