Cerita Cinta Anak Muda

Cerita Cinta Anak Muda
Yang Dirindukan Rey


__ADS_3

🍀 Malam Hari Di Rumah Gladis


" Malem pah " sapa Gladis saat turun dari tangga.


" Malem sayang "


Gladis melangkahkan kakinya ke dapur disana Mama Nadia sedang membuat makanan untuk makan malam.


" Mama masak apa? Apa ada yang bisa Gladis bantu? " tanya Gladis.


" Nah gitu dong. Anak gadis itu harus bantuin mamanya masak, biar nanti pinter masak. " jawab mama Nadia.


" Siaaap deh mah nanti Gladis sering - sering bantuin mama masak deh, biar disayang suamikan mah? kaya mama sama papah. " ledeknya.


" Iya dong, papa kan paling suka masakan mama, iya kan pah? " tanya Nadia setengah berteriak.


" Pasti dong mah, makanya papa gak bisa berpaling dari mama" jawab papa Rendi yang sedang duduk dimeja makan.


" Cieeeee so sweet banget sih mama sama papa " sahut Gladis. Dan merekapun tertawa bersama.


Setelah selesai memasak mereka makan malam bersama. Suasana dirumah Gladis selalu sangat menyenangkan dan penuh kasih sayang. Mereka hidup berkecukupan walaupun tidak berlebihan tapi mereka sangat bersyukur dikaruniakan keluarga yang harmonis dan penuh cinta.


Malam semakin larut, mereka masih asik mengobrol diruang tv. Itulah rutinitas mereka setiap hari.


" Mah, pah Gladis tidur duluan ya, besok hari terakhir MOS jadi Gladis gak mau kesiangan lagi " ucap Gladis.


" iya sayang kamu duluan saja. Selamat malam sayang " ucap mama Nadia dan Papa Rendi.

__ADS_1


Gladis beranjak dari tempat duduknya, mencium kedua orangtuanya. Lalu Gladis berjalan menuju kamarnya. Sampai dikamar Gladis langsung merebahkan badannya diatas kasur.


🍀 Rumah Rey


Seperti biasa Rey merasa kesepian dirumahnya sendiri. Malam ini Rey sengaja makan malam dikamarnya. Bi Inah membawa makanan untuk Rey kekamarnya.


" Rey, ini makanan kamu " ucap bi Inah.


" Iya bi simpan saja dimeja, nanti Rey makan bi " jawab Rey.


" Yasudah kamu jangan lupa makan ya, bibi keluar dulu" jawab bi Inah.


" Terima kasih bi " ucap Rey.


Setelah bi Inah keluar kamar rey melihat makanan yang dibawakan bi Inah. Rasanya Rey tidak berselera untuk makan. Sejenak Rey mengingat masa kecilnya yang indah yang dipenuhi kasih sayang, mama dan papanya selalu ada disampingnya. Tidak seperti sekarang semenjak perusahaan papanya berkembang pesat kedua orangtuanya selalu sibuk. Rey merindukan kehangatan sebuah keluarga. Keluarga yang selalu ada untuknya. Akhirnya Rey memutuskan untuk menelepon mama Joice.


Tuuuuut... Tuuuuut...


Rey mencoba menelepon kembali.


Tuuuuut... Tuuuuut... Tuuuut...


" Halo Rey , ada apa nak? Apa kamu butuh sesuatu? " Tanya Joice saat menerima panggilan dari Rey.


" Halo mah, apa mama sibuk ? Dari kemarin mama tidak menghubungi Rey " jawab Rey.


" Maafkan mama sayang, mama sama papa sibuk sekali jadi tidak sempat mengabari kamu. Tapi kamu baik-baik saja kan?? Apa kamu butuh sesuatu? " tanya Joice

__ADS_1


" Rey baik - baik saja mah, Rey juga tidak butuh apa - apa. Kapan mama dan papa pulang?"


" Kalo semua berjalan lancar lusa mama dan papa pulang Rey. Rey maaf ya mama harus pergi menemani papa dulu. "


" Baiklah mah, jaga kesehatan mama dan papa " jawab Rey.


" Terima kasih Rey, kalau ada apa - apa kamu minta bi Inah ya biar dia yang urus " ucap Joice.


" Terima kasih mah " jawab Rey dan langsung mematikan saluran teleponnya.


Rey meletakan teleponnya, masih terlihat raut wajah sedihnya.


" Mah, pah Rey rindu mama dan papa yang dulu. Rindu mama dan papa yang selalu ada untuk Rey " gumamnya dalam hati.


Rey merebahkan dirinya diatas tempat tidur dan akhirnya tertidur.


_____________________________________


Yang sudah mampir di novel ku terima kasih banyak.


Semoga kalian suka dengan karyaku.


Dan jangan lupa tinggalin jejak kalian ya.


Like, comment and vote ya


Terima kasih 😍

__ADS_1


__ADS_2