Cerita Cinta Anak Muda

Cerita Cinta Anak Muda
Menikaah??


__ADS_3

Sinar matahari sudah menampakan sinarnya, hirup pikuk kehidupan mulai ramai, apalagi kehidupan di ibu kota seakan tidak pernah sepi.


Seperti pagi ini, terlihat Rey dan Gladis berada dimobil, mereka terjebak kemacetan. Seperti inilah keadaannya, mereka sudah sangat terbiasa dengan kemacetan.


" Rey, maaf ya kita jadi terjebak kemacetan. Aku kan sudah bilang tidak perlu menjemputku. Aku bisa berangkat sendiri, aku tidak mau merepotkanmu. "


Rey melihat ke arah Gladis, meraih tangannya. " Aku tidak merasa direpotkan sayang, aku senang melakukannya." ucap Rey sambil mencium punggung tangan Gladis.


Gladis yang mendengarnya tersipu malu, " terima kasih ya Rey. "


Akhirnya mereka sampai di kantor, sekitar 45 menit mereka berkendara, entah kenapa memang hari ini jalanan lebih padat dari biasanya. Suasana di kantor sudah ramai, terlihat karyawan yang sibuk memulai pekerjaan untuk hari ini.


" Rey, kamu masuk duluan saja. Nanti aku menyusul, aku tidak enak dilihat yang lain. "


Dahi Rey mengernyit "Memangnya apa salahnya kalau ada yang melihat? Kamu itu pacar sekaligus sekertaris aku, jadi apa ada masalah kalau kita bersama? "


" Tapi Rey? "


" Tidak ada tapi-tapi sayang."


Rey keluar dari mobil terlebih dahulu lalu membukakan pintu mobil untuk Gladis. " Silahkan tuan putri " ucap Rey sambil tersenyum manis.


Gladis yang diperlakukan sangat manis oleh Rey tersipu malu, " Terima kasih " ucap Gladis.


Rey segera menggengam tangan Gladis lalu mereka masuk ke dalam kantor. Banyak pasang mata yang melihat mereka. Gladis hanya menundukan kepalanya, karena banyak diantara mereka yang menatapnya tidak suka.


" Rey, lepaskan tanganku. Kamu tidak lihat mereka memperhatikan kita."


" Biarkan saja, mereka harus tahu kalau kamu akan menjadi Ny. Rey Aditia Pratama. " ucapnya santai.


Rey dan Gladis sudah tiba diruangannya, tadi mereka menaiki lift khusus petinggi perusahaan. Awalnya Gladis menolak, karena merasa tidak enak. Akan tetapi Rey memaksanya dan akhirnya Gladis menurut saja kepada Rey.


" Aku masuk dulu ya sayang. " ucap Rey saat sampai di depan ruangannya.


Gladis menganggukan kepalanya sambil tersenyum.


" Rey " sapa Ardi. Rey yang akan masuk keruangannya tampak menghentikan langkahnya.


" Rey, ada hal penting yang harus kita bicarakan."


"Masuklah keruanganku " ucap Rey.


Mereka berdua akhirnya masuk ke dalam ruangan Rey. Kini Rey sudah duduk di kursinya saling berhadapan dengan Ardi.


" Apa apa? " tanya Rey.


" Rey, PT. Pesona Bintang komplain. Mereka membuat pengaduan kalau perusahaan kita lalai dalam pekerjaan dan juga mereka mengancam kita akan memutus kontrak kerja yang sedang berjalan."


" Kenapa bisa begitu? Apa yang sebenarnya terjadi? "


Rey mendengarkan penjelasan Ardi dengan serius.

__ADS_1


" Baiklah, kita selidiki dulu hal ini. Sepertinya ada unsur kesengajaan disini. Aku ingin kau mengumpulkan bukti-bukti kejanggalan kasus ini. " ucap Rey.


" Aku rasa juga begitu. "


" Pergilah dan mulai melakukan penyelidikan. "


Setelah Ardi keluar dari ruangannya, Rey berpikir "Aku rasa ada yang aneh, sepertinya aku juga harus menyelidikinya sendiri." Rey mengambil ponselnya, lalu dia menelepon seseorang. Setelah menelepon Rey melanjutkan perkerjaanya, banyak dokumen yang harus dia periksa. Tak terasa waktu sudah menunjukan jam istirahat.


Rey melihat jam yang melingkar ditangannya. "Waktunya istirahat" gumamnya.


Tooook.... Tooook... Tooook....


Suara ketukan terdengar, " Masuk " jawab Rey.


Terlihat Gladis membawa tumpukan dokumen, Rey yang melihatnya langsung bangun dan berjalan kearah Gladis.


" Biar aku yang bawa sayang, ini pasti berat " ucap Rey sambil mengambil tumpukan dokumen dari tangan Gladis.


" Eeh tidak usah Rey, ini kan pekerjaanku ini tidak berat ko. "


" Aku tidak mau kamu kesusahan membawa semua semua ini sayang. "


Kini semua dokumen yang dibawa Gladis tadi sudah berpindah ke tangan Rey dan segera Rey letakan di atas meja kerjanya.


" Sayang, apa aku tidak boleh istirahat? baru saja aku menyelesaikan semua pekerjaan itu dan sekarang kamu sudah menambahkannya lagi" ucap Rey yang sekarang sedang duduk diatas mejanya berhadapan dengan Gladis yang berdiri di depan meja Rey.


" Heheehe... Semangat Rey " ucap Gladis sambil tersenyum.


"Aku akan semangat jika kamu temani aku disini ya" Wajah Rey terlihat memohon kepada Gladis lalu Rey menarik pergelangan tangan Gladis sehingga posisi mereka sekarang berhadapan dan saling berdekatan.


" Hmmmmmm.... " Galdis gugup dengan posisinya sekarang. "Baiklah Rey, aku akan menemanimu " ucap Gladis sambil tersipu malu karena posisi mereka terlalu dekat.


" Tapi sebelumnya, karena ini sudah jam istirahat kita sebaiknya makan siang dulu. " ucap Rey. Lalu dia berdiri dan merangkul pinggang Gladis dan mengajaknya keluar dari ruangan.


" Rey lepaskan tanganmu dari pinggangku " Gladis merasa tidak nyaman apabila ada yang melihatnya.


" Baiklah tuan putri tapi biarkan aku menggenggam tanganmu,oke" ucap Rey.


Gladis hanya tersenyum malu akan perlakuan Rey kepadanya.


Saat mereka sampai di lobby, terlihat Shita sedang berdiri sambil memegang ponsel.


" Taaa " sapa Gladis.


Shita menoleh saat namanya dipanggil.


" Lagi ngapain?" tanya Gladis.


"Eeeits pasangan penomenal mau kemana? makin lengket aja, gue jadi dilupain nih" ucap Shita sambil terkekeh.


Rey yang mendengar celotehan Shita hanya tersenyum.

__ADS_1


" Kita mau makan Taa, lo mau ikut yuuuk " ajak Gladis.


" Eh gak usah, gue gak mau ganggu yang pacaran. Ini gue lagi nunggu Ka Romi. Gue mau janjian sama pihak gedung." jawab Shita.


" Oia Taaa, udah sampe mana persiapannya? Pokonya kalau perlu bantuan apa-apa loe bilang ya sama gue." ucap Gladis.


Mobil Romi berhenti didepan mereka, Romi turun dan menyapa mereka.


" Apa kabar Rey? " sapa Romi sambil menjabat tangan Rey.


" Baik " jawan Rey.


" Eh Diss.. apa kabar? " tanya Romi.


" Aku baik ka " jawab Gladis.


" Yaank , yuuk pergi mereka udah nungguin. " ajak Romi.


" Oke deh yuuk, Diss, Pak Rey kita pergi dulu ya. Bye.." Shita dan Romi meninggalkan mereka berdua. Setelah Shita dan Romi pergi akhirnya mereka juga pergi makan siang.


Kali ini mereka memilih makan siang di restauran Jepang. Terlihat Gladis sedang menikmati shusi yant dipesannya.


" Shita dan Romi kapan mereka menikah? " tanya Rey.


" Sekitar 2 bulan lagi, kenapa?" jawab Gladis.


" Hmmmm.. apa kamu tidak mau menyusulnya?? "


" Maksudnya?? " Gladis dibuat terkejut dengan pertanyaan Rey.


" Menikah?? " jawab Rey sambil tersenyum.


" Me-menikah? " tanyanya ragu.


" Iya sayang menikah " jawab Rey lagi.


" Aa - akuu?? " jawab Gladis ragu.


" Tidak usah dijawab sayang jika ragu " Rey meraih tangan Gladis lalu menciumnya. "Aku akan menunggumu siap."


Gladis hanya menganggukan kepalanya "Maaf Rey aku hanya terkejut ini terlalu cepat." batinnya.


**Bersambung.....


_______________________________________


Jangan lupa Vote....


Jangan lupa Like...


Jangan lupa comment yaa**...

__ADS_1


__ADS_2