Cerita Cinta Anak Muda

Cerita Cinta Anak Muda
Apa kamu senang?


__ADS_3

🍀 1 bulan kemudian 🍀


Hubungan Rey dan Gladis semakin mesra dan semakin baik, setiap hari mereka selalu menghabiskan waktu bersama. Bahkan Shita sedikit protes karena waktunya bersama Gladis berkurang karena Rey selalu ingin bersama Gladis. Begitu juga dengan kinerja perusahaan yang semakin meningkat setelah permasalahan dengan PT. Pesona Bintang selesai dan akhirnya mereka tidak memutuskan kontrak kerjasamanya dengan Pratama Group. Proyek yang sedang berjalan tetap berjalan dengan baik, Rey juga sudah melaporkan keadaan perusahaan kepada papanya. Papanya pun terkejut dengan kejadian ini, tidak menyangka kalau Ardi tega melakukan ini kepada perusahaannya. Akhirnya semua keputusan tetap diserahkan kepada Rey sepenuhnya, karena Agung percaya bahwa Rey bisa menyelesaikan masalahnya dengan baik.


Malam itu, setelah Rey mengantarkan Gladis sampai kerumah Rey langsung pulang ke apartemennya. Saat akan masuk ke dalam apartemen, ada panggilan masuk di ponselnya.


"Mama" gumamnya. Rey segera mengangkat panggilan dari mamanya.


"Halo maah" sapa Rey.


"Halo anak ganteng mama, kamu dimana sayang?" ucap Joice.


"Rey ada di apartemen mah" jawabnya.


"Mama dan papa ada di Jakarta, kita bisa bertemukan? Mama dan papa ada di restauran X, kamu datang ya sayang" pintanya.


"Sejak kapan mama dan papa di Jakarta? Kenapa baru memberitahu Rey" ucap Rey terdengar kesal.


"Maaf sayang, baru tadi sore mama dan papa sampai Jakarta, sudah cepat kemari. Mama dan papa tunggu okee!!" ucap Joice lalu langsung mematikan sambungan teleponnya.


Setelah itu Rey langsung melajukan mobilnya menuju ke restauran X, butuh sekitar 15 menit menuju kesana. Akhirnya Rey tiba di restauran tersebut, kini dia masuk kedalam ruangan VIP dimana mama dan papanya berada.


"Halo mah, pah" ucap Rey sambil mencium keduanya.


"Halo sayang, mama sangat merindukanmu" ucap Joice lalu memeluk anak semata wayangnya.


"Rey juga merindukan mama, apa kabar mama dan papa?" tanya Rey.


"Seperti yang kamu lihat, kami baik-baik saja"jawab Joice.

__ADS_1


Percakapan mereka sejenak terhenti saat para pelayan mengantarkan makanan.


"Ayo kita makan dulu" Joice mengambilkan makanan untuk Rey dan juga Agung. Kini mereka bertiga makan bersama selayaknya keluarga pada umumnya, Rey memang sangat merindukan suasana seperti ini. Berkumpul bersama kedua orang tuanya.


"Rey, bagaimana kabar perusahaan? Papa senang beberapa bulan kamu memimpin perusahaan banyak perkembangan yang pesat. Para pemegang saham puas dengan hasil kinerja kamu. Papa tahu kamu mampu mengembangkan perusahaan, papa bangga Rey" ucap Agung.


"Terima kasih pah, Rey akan berusaha tidak mengecewakan papa dan mama" jawabnya.


"Bagaimana Ardi? Apa kamu tahu kabar tentangnya??"


"Sebenarnya Rey selalu mengawasi Ardi pah, karena ada beberapa kejanggalan tapi Rey belum yakin dan masih menyelidikinya" ucapnya.


"Hmmmm.. Baiklah, kamu harus lebih hati-hati. Dan Rey, papa rasa ini masih ada kaitannya dengan perusahaan Indara Group. Setahu papa PT. Pesona Bintang juga bekerjasama dengannya" ucap Agung.


"Iya pah, Rey juga rasa begitu. Meskipun semuanya sudah selesai dan proyeknya kembali berjalan. Akan tetapi Rey masih mengawasinya pah, ada beberapa orang kepercayaan Rey yang mengawasinya, apabila nanti ada bukti yang mengarah ke Indara Group Rey tidak akan melepaskannya. Rey akan memberi pelajaran kepada mereka, karena ini bukan pertama kalinya mereka bermain curang kepada perusahaan kita" ucap Rey.


"Sudah pah, yang sudah terjadi biarlah berlalu. Rey tidak menyalahkan papa" ucap Rey.


"Aah iya sayang, bagaimana kabar Gladis? Bagaimana hubunganmu dengannya?" tanya Joice.


"Gladis? apa mama tahu hubunganku dengannya?" tanya Rey terkejut.


"Tentu saja mama tahu, bahkan menjadikannya sekertaris itu ide mama" ucap Joice sambil tersenyum.


"Apaa???" Rey terkejut mendengarnya.


Joice dan Agung tertawa melihat ekspresi Rey.


"Kami hanya ingin menebus kesalahan kami sayang" ucap Joice. "Dulu kami memaksakan kemauan kami tanpa bertanya kamu bahagia atau tidak, dan sekarang kami ingin menebusnya. Jadi, kapan kamu akan mengajaknya menemui mama dan papa?" tanya Joice.

__ADS_1


Rey masih mencerna apa yang dikatakan oleh mamanya. "Tunggu, tunggu.... Jadi, selama ini mama tahu tentang Gladis? dan mama dan papa sengaja menjadikan Gladis sekertaris Rey? Apa Gladis tahu semua ini?" tanya Rey.


Joice tersenyum "Sebenarnya dari dulu kami tahu kalau kamu bersahabat dengan Gladis, mama dan papa selalu memantau kamu dengan siapa kamu bergaul dan bagaimana hubunganmu dengan teman-temanmu. Mama dan papa juga tahu, kalau kamu menyukai Gladis dari saat kamu masih SMA kan, bahkan saat Gladis pindah ke Jakarta kamu sedih bukan karena Gladis pergi tanpa pamit kepadamu. Tapi saat itu, kami masih menutup mata dan masih memaksakan kehendak kami untuk kamu tetap bertunangan dengan Bianca. Sampai akhirnya kita semua tahu kalau Bianca bukan gadis yang baik, akhirnya mama dan papa berusaha mencari keberadaan Gladis. Karena kami yakin kamu masih mencintainya, mungkin itu salah satu cara yang bisa mama dan papa tebus untuk semua kesalahan yang mama dan papa lakukan kepadamu Rey. Sekarang mama dan papa ingin kamu bahagia dengan pilihanmu. Dan untuk Gladis bisa jadi sekertarismu, semuanya mama yang atur. Tapi Gladis tidak tahu tentang semua ini, mama dan papa yang mengaturnya untukmu. Apa kamu senang??" tanya Joice.


Rey yang mendengar penjelasan dari mamanya terlihat berkaca-kaca langsung Rey menghambur memeluk mamanya. "Terima kasih mah, terima kasih banyak"


"Aaah ternyata anak mama tidak berubah, masih manja" ucapnya Joice terkekeh.


Rey langsung melepaskan pelukannya, Agung menepuk pundak Rey. "Jangan terlalu lama, segera bawa Gladis kepada kami dan segeralah menikah, berikan papa dan mama cucu" ucap Agung.


Rey yang mendengarnya tidak percaya dengan apa yang didengarnya, tidak banyak yang ingin Rey ucapkan "Apa besok mama dan papa masih di Jakarta, besok Rey akan membawa Gladis bertemu dengan mama dan papa" ucap Rey bersemangat.


"Tentu sayang, bawa Gladis besok menemui mama dan papa" ucap Joice.


"Terima kasih mah, pah" ucap Rey lagi.


Mereka mengakhiri makan malam ini dengan penuh kebahagiaan. Rey merasakan kehangatan kembali dikeluarganya. Suasana seperti inilah yang selalu dia rindukan.


Bersambuuuuung.....


________________________________________________


Jangan lupa Like


Jangan lupa Comment


Jangan lupa Vote


Terima kasih 🥰

__ADS_1


__ADS_2