Cerita Cinta Anak Muda

Cerita Cinta Anak Muda
Istirahatlah


__ADS_3

Gladis baru sampai didepan rumahnya.


" Terima kasih ka Romi, selamat malam. "


Gladis langsung membuka pintu mobilnya, tapi tangannya ditarik oleh Romi.


" Tunggu, aku ingin bicara sebentar "


Gladis melihat kearah Romi.


" Maaf ka, ini sudah malam " jawab Gladis.


Gladis menarik tangannya dan segera turun dari mobil.


" Siaaaaal " Romi memukul stir mobilnya.


Gladis masuk kerumah, diruang keluarga ada mama Nadia dan papa Rendi sedang menonton TV.


" Sayang kamu baru pulang, mana Rey? Tanya Rendi.


" Iya pah, maaf mah pah Gladis capek. Gladis istirahat dulu ya " Gladis langsung naik ke atas menuju kamarnya.


Nadia dan Rendi saling berpandangan.


" Mah, anakmu kenapa? Sana pergi menemuinya. Sepertinya Gladis sedang ada masalah " ucap Rendi.


" Iya pah, sepertinya begitu. Mama keatas dulu ya " jawab Nadia yang langsung beranjak dari sofa dan pergi ke kamar Gladis.


Tooktook.. Tooktoook...


" Gladis mama masuk ya nak ? " tanya Nadia sambil mengetuk pintu kamar anaknya.


Klaaak terdengar suara pintu kamar terbuka dan Nadia langsung masuk ke dalam kamar. Nadia melihat Gladis yang sedang merebahkan badannya langsung duduk saat melihatnya.


" Ada apa mah? " Tanya Gladis.


" Seharusnya mama yang tanya, kamu kenapa sayang ? " tanya Nadia sambil duduk disamping Gladis dan mengusap lembut kepalanya.


Nadia sudah tau perasaan anaknya kepada Rey, dan sudah tau tentang perjodohan Rey dengan Bianca.


" Mah, Gladis gak bisa terus-terusan lihat Bianca sama Rey mah. Tapi Gladis juga enggak bisa ungkapin perasaan Gladis. Apalagi Rey memang sudah dijodohkan orangtuanya dengan Bianca. Kalau Gladis terus dekat sama Rey, Gladis takut enggak bisa menahan perasaan Gladis mah " tiba - tiba Gladis terisak.


Nadia memeluk dan mengelus kepala Gladis dengan penuh kasih sayang.


" Sayang, mencintai itu tidak harus memiliki. Kamu harus tahu itu. Memang sulit rasanya mengendalikan perasaan tapi kamu harus belajar mengendalikannya."


" Mah apa Gladis harus menjaga jarak dengan Rey? " Gladis bertanya sambil melepas pelukan mamanya dan melihat kedua mata mamanya.


" Tanya hatimu sayang, mama akan mendukung semua keputusanmu jiga itu yang terbaik " jawab Nadia.


Nadia mencium kepala Gladis dan beranjak pergi dari kamar. " istirahatlah sayang, kamu pasti capekkan. Selamat malam. "

__ADS_1


" Terima kasih mah, selamat malam " jawab Gladis.


******


Rey sampai dirumah mewah Bianca, dan mobilnya sudah terparkir di halaman depan.


Rey turun dan membukakan pintu untuk Bianca dan membantunya untuk turun.


" Rey kakiku masih sakit, bisakan kamu menggendongku lagi Rey? " Ucap Bianca manja.


Rey tidak mempunyai pilihan.


" Baiklah " jawab Rey.


Setelah Rey menggendong Bianca, Rey langsung masuk kedalam rumah Bianca yang kebetulan pintunya terbuka.


" Bianca, kamu kenapa sayang? " tiba - tiba Selly yang sedang duduk di sofa diruang depan berdiri melihat Bianca yang masuk kedalam rumah di gendong Rey.


" Bianca, gpp mah tadi cuma kepeleset."


" Tidak apa - apa gimana? Kamu sampai gak bisa jalan " jawab Selly kuatir.


Rey mendudukan Bianca dikursi ruang depan.


" Rey sebenarnya ada apa dengan Bianca?" tanya Indra.


" Maaf om tadi Bianca sedang mengejar saya om. Lalu dia jatuh. " jawab Rey.


" Eeehmm.. Tadi Rey mengejar Gladis lalu Bianca menyusul dan kepeleset. "


" Maksud kamu apa Rey? Siapa Gladis? Apa kamu lebih baik mengejarnya dan meninggalkan Bianca yang jelas-jelas sudah di jodohkan denganmu, begitu? Apa mungkin karena gadis itu kamu menolak dekat dengan Bianca sekarang? "


" Maaf om, Rey tidak bermaksud seperti itu. Tapi memang Rey sebenarnya tidak mau untuk dijodohkan " jawab Rey serius.


" Apa kamu bilang !!! berani sekali kamu bilang begitu Rey. Saya tidak akan pernah membiarkan Bianca disakiti oleh siapapun. "


" Paaah, Bianca tidak apa - apa pah, jangan menyalahkan Rey. Tadi Bianca yang salah ko karena tidak berhati - hati. Ini bukan salah Rey pah." Ucap Bianca yang terdengar sangat manja.


Rey sekilas melihat kearah Bianca.


" Baiklah, tapi tetap papa tidak rela ada yang menyakitimu. " ucap Indra lagi sambil melirik ke arah Rey.


Masalah ini nanti akan om bahas dengan papamu Rey.


Rey berpamitan pulang kepada om Indra, tante Joice dan Bianca.


" Rey, terima kasih sudah mengantarkan Bianca pulang" ucap Selly.


Rey hanya mengganguk dan tersenyum lalu pergi meninggalkan rumah mewah milik Bianca.


"Pah, Bianca sayang Rey pah " ucap Bianca.

__ADS_1


" Tenang nak, biar papa yang mengurus masalah ini, papa akan selalu membuatmu bahagia " jawab Indra.


" Terima kasih papa" Bianca langsung memeluk papanya.


" Hati - hati sayang kakimu masih sakit " ucap Selly.


" Kakiku baik - baik saja mama " jawab Bianca tersenyum penuh kemenangan.


Mama Selly dan papa Indra hanya tersenyum melihat kelakuan anaknya.


" Kamu memang anak papa " ucap Indra sambil memeluk dan mencium kepala anaknya.


*******


Rey sampai dirumahnya.


" Dari mana saja kamu Rey, tadi om Indra menelpon papa. Kenapa Bianca bisa jatuh? " tanya Agung yang terlihat marah.


" Apa om Indra tidak memberitahu papa alasannya? Rey rasa papa sudah tau jawabannya " jawab Rey.


" Kamu tahu kalau om Indra itu rekan bisnis yang sangat berpengaruh untuk perusahaan papa. Om indra banyak membantu papa Rey. Sekarang saatnya papa membalasnya. Papa sudah putuskan, besok kamu akan bertunangan dengan Bianca. Setuju atau tidak setuju kamu harus bertunangan dengan Bianca."


Rey yang terkejut mendengar ucapan papanya langsung pergi meninggalkan papa dan mamanya.


Joice yang melihat anaknya pergi begitu saja merasa kalau dirinya harus menemui Rey. Joice pergi ke kamar Rey.


" Rey, buka pintunya nak.. Mama mau bicara " bujuknya.


Klaaaak, suara pintu terbuka.


" Masuk mah. "


Akhirnya mama Joice masuk ke dalam kamar Rey.


" Sayang, mama tau kamu tidak setuju dengan keputusan papa. Tapi mama mohon kamu menerima pertunangan besok ya nak."


" Kapan Rey menolak keputusan papa. Selama ini Rey selalu berusaha dengan baik agak tidak pernah mengecewakan mama papa. Tapi sekarang kenapa untuk urusan seperti ini Rey juga harus mengikuti keputusannya". jawab Rey emosi.


" Mengertilah nak, papa mau yang terbaik untuk mu " jawab mama Joice. Istirahatlah, besok kita akan mengadakan acara pertunanganmu dengan Bianca."


" Bukan yang terbaik untuk Rey mah, tapi terbaik untuk papa " gumamnya dalam hati.


_____________________________________


Haaaai... Haaaai.. Haaaai..


Temen yang sudah baca jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaa..


Jangan pelit - pelit kasih like, comment dan vote nya.


Biar author tambah semangaat lagi nerusin novelnya ❤❤

__ADS_1


__ADS_2