Cerita Cinta Anak Muda

Cerita Cinta Anak Muda
Kamu cantik


__ADS_3

Sinar mentari masuk melalui celah jendela, mata Rey mengerjap karena kilau sinar mentari sehingga membuatnya terbangun dari tidur.


Rey mengawali paginya dengan tersenyum. Suasana hatinya pagi ini sangat baik bahkan senyumannya selalu terlihat. Tadi malam dia menghabiskan malam di rumah Gladis. Cepat-cepat dia mengambil handphone lalu mengirimkan pesan kepada Gladis.


" Selamat pagi sayang, jangan lupa sarapan ❤. " segera Rey mengirimkan pesannya.


Setelah mengirim pesan Rey segera turun dari tempat tidurnya, dia segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah membersihkan diri Rey menuju ke dapur membuat kopi dan roti untuknya sarapan.


Terlihat Rey sedang menikmati secangkir kopi dan roti buatannya. Saat sedang menikmati sarapannya, ada pesan yang masuk dan segera Rey membukanya. Senyumannya mengembang saat tahu siapa yang mengirimkannya pesan.


" Selamat pagi juga Rey, apa kamu sudah sarapan? "


Buru-buru Rey membalas pesannya.


" Aku sedang sarapan sayang.


Aku sangat merindukanmu ❤. " Rey mengirimkan pesannya.


🍀 Dirumah Gladis


Gladis sedang membantu Nadia menyiapkan sarapan. Tiba-tiba ada pesan masuk, lalu dia membukanya. Setelah tahu siapa pengirim pesannya Gladis langsung membuka pesannya, senyuman mengembang setelah membaca pesan yang ternyata dari Rey.


" Pagi - pagi udah senyum sendiri" ledek Nadia.


Gladis masih tersenyum memandangi layar ponselnya. " hehehhee... apaan sih maa enggak ko" Gladis terkekeh.


" Pesan dari siapa sampai buat anak mama senyum- senyum sendiri. Pasti dari Rey kan? "


" Hmmmm.. emangnya dari siapa lagi mah? " Gladis malu - malu menjawab.


" Yang lagi jatuh cinta dapet pesan selamat pagi aja udah berbunga-bungakan? " ucapnya lagi meledek.


" Ko mamah tau? " tanya Gladis.


" Taulah, papa kamu jugakan begitu saat pacaran sama mama." jawab Nadia sambil mengingat zaman dulu.


" Cieeee, apa papa romantis mah? " tanya Gladis.


" Hmmmmmmm, papa enggak romantis tapi papa selalu menunjukan kasih sayangnya lewat cara lain yang membuat mama merasakan sangat dicintai. Dengar sayang, terimalah bagaimanapun pasangan kamu. Dengar kata hatimu, karena kata hati tidak pernah salah. Mama hanya berdoa semoga kamu selalu bahagia, apapun yang kamu pilih mama dan papa akan selalu mendukung kamu " jawab Nadia.


Gladis langsung memeluk Nadia, " Terima kasih mama, Gladis sayang mama."

__ADS_1


" Mama juga sayang kamu nak, kamu anak mama satu-satunya. Ingat jaga selalu kepercayaan mama" Nadia melepaskan pelukan Gladis. " Ayo cepat masaknya, papa kamu nanti kelaparan. "


" Hehhehe... Siap mama sayang. " jawab Gladis lalu mereka melanjutkan membuat sarapan.


Setelah selesai sarapan, Gladis kembali ke kamarnya. Karena ini hari minggu, dia tidak memiliki kegiatan lagi. Gladis teringat kalau dia belum membalas pesan Rey. Akhirnya Gladis mengambil ponselnya dan mulai menulis pesan untuk Rey. Gladis merebahkan dirinya, lalu membuka media sosial miliknya. Tak perlu waktu lama ada pesan masuk dari Rey, Gladis dengan cepat membuka pesannya. Senyumnya mengembang saat tau jika Rey merindukannya, " aku juga merindukanmu Rey " gumamnya.


Belum sempat mengirimkan pesan tiba-tiba panggilan telepon masuk dan ternyata itu adalah Rey. Gladis dengan cepat menerima panggilan telepon dari Rey. Rey mengajak Gladis untuk pergi. Setelah Rey menutup teleponnya, Gladis langsung bersiap-siap. Terlihat Gladis sedang memilih baju yang akan dikenakannya, pilihannya jatuh pada baju motif bunga berwarna soft pink selutut yang dipadukan dengan flat shoes dengan warna senada. Gladis juga sedikit memoleskan makeup tipis diwajah cantiknya.


Hampir 30 menit Gladis bersiap-siap. Setelah merasa cukup dengan penampilannya, Gladis keluar dari kamarnya menuju keruang keluarga dimana disana ada Nadia dan juga Rendi.


" Mau kemana anak papa udah cantik begini? " tanya Rendi.


" Gladis mau pergi pah sama Rey, boleh kan? "


" Boleh sayang, tapi jangan pulang terlalu malam ya " jawab Rendi.


" Oke papa " Gladis mencium papa dan mamanya.


Suara mobil Rey pun terdengar sudah sampai.


" Kayanya itu Rey mah,pah " Gladis pergi kedepan rumahnya untuk menemui Rey. Terlihat Rey turun dari mobilnya, Gladis membukakan pintu untuk Rey.


" Cantik " ucap Rey yang membuat Gladis tersipu malu.


" Huuh gombal " jawab Gladis masih dengan wajah yang memerah.


Rey mencubit hidung Gladis tanpa menyakitinya.


" Kamu memang cantik sayang" ucapnya lagi sambil tersenyum. " Om dan tante adakan? aku mau minta izin dulu. "


" Mama dan papa ada didalam, yuuuk masuk " ajak Gladis. Akhirnya Rey dan Gladis masuk kedalam rumah, Rey meminta izin kepada Nadia dan Rendi untuk mengajak Gladis pergi. Mereka berpamitan dan langsung meninggalkan rumah Gladis.


Kini mereka sudah berada disalah satu mall di Jakarta. Rey mengajak Gladis kesebuah butik yang terkenal disana.


" Rey, mau apa kita kesini? Bukannya ini baju-baju wanita? " Tanya Gladis heran.


" Iya sayang, kita mau cari baju untuk kamu. " jawab Rey.


" Aku?? tidak perlu Rey, aku tidak memerlukan baju baru. "


" Besok aku ada undangan makan malam dengan rekan bisnisku sayang, aku harap kamu bisa ikut. "

__ADS_1


" Tapi Rey, aku tidak terbiasa dengan jamuan makan malam seperti itu. "


" Nanti kamu akan terbiasa sayang, jadi maukan kamu ikut besok? " tanya Rey lagi.


" Baiklah " Gladis tersenyum.


" Terima kasih sayang " Rey mencium tangan Gladis.


Saat mereka masuk, ada karyawan yang menghampiri mereka dan membantu Gladis memilih gaun yang akan dikenakannya besok. Gladis terlihat sudah memilih beberapa gaun yang akan dicobanya.


" Rey, aku akan mencobanya. Nanti kamu pilih ya mana yang paling bagus untuk aku pakai besok " Gladis menghampiri Rey yang sedang duduk sofa yang disediakan disana.


" Iya sayang, cobalah dulu." jawab Rey.


Gladis masuk ke dalam fitting room, Gladis mencoba gaun pertamanya dan memperlihatkannya pada Rey.


Gaun pertamanya menurut Rey terlalu terbuka, dia tidak suka nanti Gladis akan menjadi pusat perhatian. Lalu Gladis memakai gaun yang kedua, Rey juga kurang suka karena meskipun terlihat lebih sopan tapi belahan dada Gladis yang terlihat membuat Rey tidak rela. Kali ini Gladis mencoba gaunnya yang ketiga, saat Gladis keluar Rey sedang asik memainkan ponselnya.


" Rey, bagaimana menurutmu? " tanya Gladis.


Rey mengalihkan pandangannya dari layar ponselnya lalu melihat kearah Gladis. Rey melihat Gladis sangat cantik dengan gaun yang cukup tertutup yang memperlihatkan bahunya akan tetapi tidak terlalu terbuka, gaun itu sangat cocok dengan Gladis membuat Rey terkagum-kagum melihatnya, dia tidak berhenti memandang Gladis yang begitu cantik.


" Rey, bagaimana? kenapa kamu diam saja " tanya Gladis lagi.


Rey tersadar, " Aku suka sayang, kamu cantik " jawab Rey sambil tersenyum.


" Yasudah, aku ambil yang ini saja ya Rey " ucap Gladis sambil tersenyum malu karena Rey masih memandanginya tanpa berkedip.


Setelah mereka selesai dari butik, Rey juga mencari jas yang akan dipakainya besok. Rey sudah menemukan apa yang dicarinya, besok saat menghadiri makan malam mereka akan menjadi pasangan yang sangat serasi.


Bersambuuuuung......


_____________________________________________


Jangan lupa Like


Jangan lupa Comment


Jangan lupa Vote


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2