Cerita Cinta Anak Muda

Cerita Cinta Anak Muda
will you marry me?


__ADS_3

Gladis terlihat sangat cantik dengan dress berwarna pink dengan motif bunga-bunga yang membalut tubuhnya. Kini dia sedang berada di mobil bersama Rey untuk menemui kedua orangtua Rey. Memang ini bukan pertama kalinya Gladis bertemu dengan orangtua Rey, ini kedua kalinya mereka akan bertemu tapi tentu saja berbeda. Pertemuan pertamanya Gladis belum menjadi kekasih Rey, akan tetapi saat ini dia sudah menjadi kekasih Rey bahkan Rey memberi tahu kalau orangtuanya sangat ingin bertemu dengannya.


"Kenapa kamu diam aja sayang" tanya Rey sambil fokus menyetir.


"Aku gugup Rey,apa orang tuamu akan menyukaiku?"ucap Gladis.


"Tentu sayang,orangtuaku akan sangat menyukaimu. Bukankah ini kedua kalinya kamu bertemu dengan mereka. Tidak usah gugup sayang, ada aku" Rey menggenggam tangan Gladis dan menciumnya.


Gladis tersenyum "iya Rey, tapi aku sangat gugup"


"Tidak usah kuatir sayang" jawab Rey sambil mengusap punggung tangan Gladis.


Mereka tiba di restauran mewah tempat mereka akan bertemu, ternyata orang tua Rey sudah sampai terlebih dahulu. Terlihat Rey menggandeng tangan Gladis, keduanya tampak sangat serasi. Saat tiba di ruang VIP yang mereka pesan ternyata orangtua Rey sudah sampai terlebih dahulu.


"Malam maah,pah" sapa Rey saat masuk keruangan tersebut terlihat Rey mencium kedua orangtuanya.


Gladis yang masih ada digenggaman Rey masih merasa canggung.


"Malam tante, om" sapa Gladis sambil mencium tangan keduanya.


Joice bahkan terlihat sangat ramah dan memeluk Gladis.


"Selamat malam juga sayang" ucap Joice kepada Gladis. "Ayo duduk"


Gladis masih terlihat canggung dan menundukan kepala.


"Gladis terima kasih sudah mau bertemu dengan kami" ucap Joice.


Gladis mengangkat kepalanya lalu tersenyum manis kearah Joice, "Gladis yang berterima kasih karena tante dan om mau bertemu dengan Gladis" jawabnya.


"Tentu sayang kami senang bertemu denganmu"


Berbagai menu makanan sudah tersaji di meja mereka, acara makan malam berjalan dengan baik. Joice dan Agung sangat baik kepada Gladis. Gladis terlihat mulai nyaman dengan kedua orangtua Rey, saat makan malam Agung sesekali menanyakan tentang orang tua Gladis.


"Jadi, kapan kalian akan menikah?" tanya Joice. "Jangan terlalu lama ya sayang, mama dan papa sudah mau menggendong cucu" ucapnya sambil tersenyum kearah Gladis.


"Secepatnya mah,pah" jawab Rey yang membuat Gladis terkejut dengan jawaban Rey. Gladis hanya tersenyum canggung mendengar ucapan Rey.


"Baiklah, kamu tidak usah kuatir saat kalian siap. Mama dan papa akan menyiapkan semuanya, oke"


Acara makan malampun selesai, Joice dan Agung pulang terlebih dahulu,karena besok pagi mereka harus kembali ke Bandung.


"Sayang mama dan papa pulang duluan ya. Kamu hati-hati, antarkan Gladis sampai rumahnya. Jaga menantu mama okee!! " ucapnya sambil kearah Gladis.


"Pasti mah, Gladis aman sama Rey" kekehnya.


"Yasudah, Gladis kamu hati-hati ya"


"Tante dan om juga hati-hati" Gladis mencium tangan Joice dan juga Agung.


Setelah kepergian Joice dan Agung. Rey mengajak Gladis kesuatu tempat.


"Kita mau memana Rey, ini bukan arah pulang"tanya Gladis.


"Aku mau mengajakmu kesuatu tempat" Jawab Rey sambil tetap fokus mengemudi.

__ADS_1


"Ooh baiklah" jawab Gladis.


Sekitar 20 menit mereka berkendara, tibalah disebuah hotel ternama di Jakarta.


"Hotel??" gumam Gladis. "Ki-kitaa mau ngapain ke hotel Rey?" tanya Gladis bingung.


"Ikutlah dulu, aku tidak akan macam-macam sayang" ucap Rey sambil membantu Gladis melepaskan seat belt.


"Ayoo kita turun" ajak Rey.


Gladis masih terlihat ragu untuk turun dari mobil.


"Tapi Rey" ucapnya lagi.


"Sayang, percayalah padaku. Aku tidak ada melakukan hal yang macam-macam" ucapnya Rey lagi.


"Baiklah" ucap Gladis sambil membuka pintu mobil dan masuk ke hotel bersama Rey.


Sesampainya di lobby hotel, Rey disambut oleh beberapa karyawan hotel. Terlihat perbincangan Rey dengan karyawan hotel.


"Silahkan pak" karyawan hotel memberikan kartu akses untuk menuju kelantai atas. Rey mengambil kartunya lalu berjalan menuju lift.


"Sayang, ada yang ketinggalan di mobil. Apa kamu bisa keatas duluan, nanti aku menyusulmu" ucap Rey.


"Tapi Rey" jawab Gladis.


"Tolong, kamu duluan ya temanku sudah menunggu diatas. Kamu pergi kelantai 21 ya disana ada aula. Kamu masuk saja dulu, oke"


"hmmmm.. baiklah Rey, tapi jangan lama ya" pinta Gladis.


Pintu lift terbuka, Gladis akhirnya dengan berat hati mengikuti perintah Rey yang menyuruhnya terlebih dahulu. Saat lift sampai di lantai 21, Gladis langsung mencari aula yang dimaksud Rey.


"Kenapa aulanya gelap?" gumam Gladis. "Tadi Rey bilang temannya menunggu disini"


Gladis berniat untuk tidak masuk kedalam aula, tiba-tiba ada karyawan hotel yang menyuruhnya masuk kedalam aula.


"Maaf nona, anda ditunggu di aula" ucap seorang karyawan itu.


"Tapi disana gelap, aku tidak mau masuk sepertinya tidak ada orang. Aku akan menunggu disini saja, temanku ada dibawah" jawabnya.


"Saya akan menyalakan lampunya untuk anda nona, mari masuk kedalam aula"


Gladis masih ragu, "Tapi aku akan menunggu temanku saja" ucapnya lagi.


"Disini aman nona, saya jamin itu"


"Rey kemana sih lama banget, aku kan jadi takut" gumam Gladis dengan raut wajah yang sudah ketakutan.


"Nonaa... Ayoo saya antar" ucapnya lagi.


"Hmmm.. baiklah.. Tapi kamu tenani saya okee" jawab Gladis.


"Baik nona, silahkan nona jalan duluan" ucap Karyawan hotel itu.


Gladis membuka pintu aula itu, masih gelap dan tidak terlihat cahaya. Saat Gladis masuk kedalam aula, tiba-tiba karyawan itu menutup pintunya dan mengunci pintu aulanya.

__ADS_1


"Ya Tuhan, tolong buka pintunyaaa" teriak Gladis dari dalam aula. " Tolong... Reeey... Tolong" Gladis berteriak sambil memukul pintu.


Cetreeek...


Cetreeek...


Cetreeek....


Suara lampu saklar di pencet, lampu-lampu menyala daaan saat Gladis membalikan badannya dekorasi yang indah sudah menghiasi aula hotel tersebut. Gladis terkejut dengan pemandangan disekelilingnya.


"Apa ini?" gumamnya.


Dari arah pintu yang lain, masuklah Rey dengan wajah tersenyum dan membawa seikat bunga mawar yang indah.


"Rey, ada apa ini?" ucap Gladis masih tak percaya dengan apa yang dilihatnya.


Kini Rey sudah berada didepan Gladis, Rey memberikan seikat bunga mawar untuk Gladis, lalu Gladis menerimanya dengan penuh senyuman. Rey meraih jemari tangan Gladis dan Rey menuntun Gladis ke tengah aula. Gladis hanya menurut, mengikuti setiap langkah Rey.


Setelah mereka ada di tengah aula, kini mereka saling berhadapan saling menatap dengan penuh cinta.


"Gladis, kamu tahu. Dari awal aku bertemu denganmu saat hari pertama MOS sebenarnya aku sudah jatuh hati padamu. Semakin hari perasaanku semakin dalam, sampai akhirnya aku harus kehilanganmu. Tapi sekarang aku tidak akan menyerah, aku tidak mau kehilanganmu lagi untuk kedua kalinya" Rey menatap Gladis yang tersipu malu dengan perkataan Rey.


"Gladis"


Tiba-tiba lampu sorot menyala pada satu sisi ruangan. Gladis yang terkejut akhirnya mengikuti gerak lampu sorot itu..


Terlihat ada seseorang yang dia kenal memegang kertas bertuliskan


"Will"


lalu lampu sorot itu bergerak kearah lainnya lagi, dia melihat sosok yang dia kenal juga


"you"


Lalu Rey berlutut didepan Gladis sambil masih memegang tangan Gladis dan dia mengucapkan.


"Marry me"


Gladis yang terkejut merasa terharu, tidak terasa air matanya jatuh begitu saja lolos dari mata cantiknya.


Dia tidak mampu berkata-kata.


Gladis mengangguk, "Aku mau Rey" ucapnya. Lalu Rey mengeluarkan kotak cincin berlian yang sudah dia siapkan. Lalu memakaikannya di jari manis Gladis.


Rey berdiri lalu langsung memeluk Gladis karena sangat merasa bahagia. "Terima kasih sayang, terima kasih" ucapnya.


Tepuk tangan terdengar cukup ramai di telinga Gladis. Tapi mereka masih belum melepaskan pelukannya, sampai mereka sadar banyak pasang mata yang menyaksikan mereka berpelukan. Gladis segera melepas pelukannya, dan langsung terkejut saat melihat orangtuanya ada disana dan juga orangtua Rey yang tersenyum kearah mereka.


"Reey" ucap Gladis sambil melirik kearah Rey.


Rey hanya tersenyum, "Aku mencintaimu" ucapnya.


Gladis tersipu malu mendengarnya "Aku juga mencintaimu" ucap Gladis.


Bersambung......

__ADS_1


Ayoooo jangan pelit untuk memberikan like, comment dan juga vote yaaa... terima kasih 🙏


__ADS_2