
Setelah kepergian Gladis, Rey terlihat gelisah. Dia terlihat tidak konsentrasi dengan berkas - berkas didepannya.
" Rey, waktunya memperkenalkan diri kepada seluruh karyawan " ucap Ardi membuyarkan lamunan Rey.
" Oooh iyaaa, baiklah " Rey beranjak dari tempat duduknya dan berjalan ke ruangan rapat tempat dirinya akan memperkenalkan diri.
Saat Rey masuk kedalam ruangan. Dia segera memperkenalkan diri.
" Selamat pagi, salam sejahtera untuk kita semua. Perkenalkan nama saya Rey Aditia Pramata. Saat ini saya akan menggantikan posisi ayah saya Agung Pratama. Tidak banyak yang akan saya sampaikan, saya harap kalian bisa bekerja sama dengan saya untuk bisa lebih mengembangkan dan meningkatkan kinerja perusahaan. Mungkin hanya itu yang bisa saya sampaikan, silahkan kembali beraktifitas dan bekerja kembali ".
Tepuk tangan meriah diberikan untuk sambutan Rey, disisi lain Shita tidak percaya kalau dihadapannya adalah Rey. Shita mencari sosok Gladis yang dari tadi tidak terlihat batang hidungnya.
" Kemana anak itu, apa dia sudah tau kalau Rey ternyata bos barunya " gumam Shita.
" Ya ampun.. ganteng banget bos baru kita " ucap Desi yang ada disebelah Shita. " Taa, loe liat gak, ko loe malah bengong sih ? " tanya Desi lagi.
" Iya.. iyaa.. gue lagi cari Gladis. Ko dia enggak ada sih tadi. Harusnya kan dia sama bos baru kita? " tanya Shita heran.
" Eeh iya bener, kemana tuh anak. Jangan - jangan dia gak masuk kali Taaa "
" Enggak mungkin, kalau dia enggak masuk pasti ngabarin gue. Apalagi hari ini dia tau ada bos baru datengkan? Masa dia gak masuk?" Ucap Shita.
"Iya juga sih, yaudah deeh yuuk lanjut kerja" ajak Desi.
Merekapun pergi meningalkan ruang rapat dan kembali tempat masing - masing.
Saat Shita sampai ditempat duduknya, dia segera mengambil handphonenya dan menghubungi Gladis.
Tuuuuut... Tuuuuut.. Tuuuuuut...
" Halo Taaaa "
" Eh Diss, loe kemana aja. Loe masuk kerja kan? Loe tau gak kalau..... "
Tiba - tiba Gladis memotong pembicaraan Shita.
" Gw tau Taaaa, bos baru gue Rey. Taaaaa, gue harus gimana Taaa... Belum juga gue move on eh malah ketemu dia Taaa.. Masa gue masih cinta sama tunangan orang Taaa... " suara Gladis terdengar prustasi.
" Loe udah tau, terus sekarang loe dimana? Kenapa tadi loe enggak ada? "
" Gue tadi pingsan pas lihat dia, gue belum siap buat ketemu dia Taaa, tadi dia ngizinin gue buat pulang " Gladis mendesah prutasi.
" Eeh seriusan loe pingsan? Tapi elo enggak apa-apakan Diss?"
" Gue enggak apa-apa ko. Tadi Rey juga yang nolongin gue " jawab Gladis.
" Terus mau sampe kapan Diis.. loe malah terus lari dari dia. Bahkan sekarang takdir malah mempertemukan loe setelah 6 tahun loe ngejauhin dia. Dari banyaknya perusahaan kenapa loe malah masuk keperusahan dia. Loe emang gak tau dia punya perusahaan ? "
" Gue enggak tau harus kaya gimana, gue dulu pergi gitu aja dan gak pamit sama sekali. Gue takut dia nanya alesannya apa? Tentang perusahaannya, gue gak pernah tau kalau dia punya perusahaan. Dulu pas gue sahabatan sama dia, dia enggak pernah sekalipun pamer kalau dia itu anak orang kaya " jawab Gladis.
__ADS_1
" Yaudah, kalau menurut gue semuanya harus dihadapin. Masa elo harus lari lagi ? "
"Gue enggak sanggup lihat dia ama Bianca"
" Makanya move on doong, tuh Pak Ardi kayana dia suka sama loe " ucap Shita terkekeh.
" Aaarggh udahlah Taaa, sana lo kerja "
Gladis menutup teleponnya.
" Buseeeet daah ini anak, main tutup telepon aja " gumam Shita kesal.
*********
Gladis sampai dirumah.
" Sayang, kenapa kamu sudah pulang lagi " tanya Nadia saat melihat Gladis.
" Gladis tadi pingsan mah " jawab Gladis santai.
" Ya ampun Gladis, kamu kenapa? Kamu sakit? Kita ke dokter yaah " jawab Nadia panik.
" Gladis enggak apa-apa mah, Gladis cuma Syok mah "
" Loh, memangnya kenapa? "
" Tau enggak mah, ternyata bos baru Gladis itu Rey " jawab Gladis sedih.
" Mama ko malah gitu sih, kan mama tau Gladis belum bisa move on mah " jawab Gladis sedih.
" Sepertinya Tuhan sedang mempermainkan takdir kalian, sejauh apapun kamu menghindar. Sekarang kalian dipertemukan lagi " ucap Nadia santai.
" Tapi mah, Gladis enggak siap ketemu Rey lagi "
" Kamu sudah dewasa, bukan anak 16 tahun lagi seperti dulu kamu pergi begitu saja dari Rey. Hadapi sayang, mungkin dengan begitu kamu bisa move on " jawab Nadia lagi.
" Tapi mah, kalau Rey tanya kenapa dulu Gladis menghindar bagaimana mah? Gladis harus jawab apa? "
" Hmmmmmm.. jawab jujur aja " ucap Nadia.
" issh mama, masa Gladis harus bilang kalau Gladis suka sama dia mah " jawab Gladis cemberut.
" Sayang, siapa tau dengan kamu jujur hati kamu akan lebih lega. Dan siapa tau setelah itu kamu bisa move on kan? Ayolah sayang kamu bukan anak remaja lagi. Hadapilah " ucap mama sambil mengusap kepala Gladis.
" Baiklah mah " jawab Gladis meskipun ragu dengan jawabannya.
" Apa aku sanggup menahan perasaan ini saat melihatnya setiap hari " batinnya.
******
__ADS_1
Diperusahaan, Rey tampak sibuk dengan berkas-berkas yang sedang dia pelajari. Pertemuannya dengan Gladis tadi pagi memang menyita perhatiannya, tapi Rey juga harus bersikap profesional dengan pekerjaannya.
" Dii, tolong bawakan saya laporan keuangan perusahaan dan bawakan daftar perusahaan yang sudah bekerja sama dengan kita selama ini " pinta Rey.
" Baiklah, tunggu sebentar" jawabnya.
Ardi segera mengambil berkas yang diminta Rey, dan menyerahkannya. Rey terlihat sangat serius dan sesekali bertanya tentang perusahaan kepada Ardi. Selama 2 tahun ini memang Ardi yang dipercaya oleh Agung untuk mengelola perusahaanya. Usianya terpaut 3 tahun dari Rey, akan tetapi Ardi sudah sangat baik mengelola perusahaan.
" Sepertinya, aku harus lebih banyak belajar dari kamu lagi Dii " ucap Rey saat membaca tumpukan berkas.
" Aku yakin kamu akan belajar dengan cepat " ucap Ardi.
" Iya, aku tidak ingin membuat papa kecewa. "
Seharian ini Rey menghabiskan waktunya diruangan. Tidak terasa waktu sudah menunjukan pukul 7 malam.
Rey bersiap untuk pulang.
Took.. Toook... suara pintu ruangan Rey.
" Masuk " jawabnya.
" Sudah mau pulang? " tanya Ardi.
" Iya biar besok aku lanjutkan lagi, tapi ada beberapa berkas yang mau aku bawa pulang " jawab Rey.
" Tadi Pak Agus sudah pulang, apa mau aku antar? " tanya Ardi.
" Tidak usah, memang aku yang minta Pak Agus pulang. Aku ingin mengendarai mobil sendiri " jawab Rey.
" Baiklah, kalau butuh apa-apa. Kau bisa menghubungiku " ucap Ardi.
Rey hanya mengganggukan kepalanya. Ardi segera meninggalkan ruangannya.
Setelah beres-beres Rey segera keluar dari ruangannya. Dia melihat meja sekertaris didepan ruangannya.
" Gladis " gumamnya lirih.
" Mulai sekarang aku bisa melihatmu lagi setiap hari. Tapi, apa aku sanggup menahan rasa yang selama ini aku pendam. Bahkan sekarang mungkin kamu milik orang lain " batinnya.
Rey berlalu meninggalkan perusahannya dan pergi kembali ke aparementnya.
________________________________
Jangan Lupa Like..
Jangan Lupa Comment...
Jangan Lupa Vote...
__ADS_1
Terima kasih ❤