
Flashback
"Siaaaal.... Dasar wanita s*alan. Kenapa bisa ada yang menolongnya. Aaaaaaarghhhhhhh...." Bianca memukul stir mobilnya. "Aku harus menyusun rencana lainnya lagi, kali ini harus berhasil. Aku tidak akan membiarkan siapapun mengambil yang seharusnya milikku"
Terdengar suara ponsel Bianca berbunyi, Bianca segera melihat siapa orang yang meneleponnya.
"Ardi?? Mau apa orang tidak berguna ini" gumamnya.
"Ada perlu apa loe menelepon gue?" tanya Bianca ketus.
"Wanita tidak tahu diri, loe tidak ada bedanya dengan ibl*s. Loe sudah berjanji tidak akan menyakiti Gladis kalau gue bantu loe. Kenapa loe melanggarnya??" ucap Ardi penuh emosi.
"Hahaahhahaaaaaaaa, loe ternyata pintar juga. Jadi loe tahu tadi yang akan menabrak Gladis itu gue. Aaaaaah, pahlawan yang malang. Betapa besarnya pengorbananmu untuk wanita s*ialan itu yang bahkan tidak mencintai loe hahahahahahahaaaa. Dengar, gue sudah bilang ayo kita pisahkan mereka. loe bisa memiliki Gladis, dan gue bisa memiliki Rey" ucap Bianca.
"Gue bukan orang kaya loe yang memaksakan cinta. Sadar Rey itu enggak pernah cinta sama loe dari dulu cintanya cuma buat Gladis. Dan satu hal lagi gue setuju dengan semua rencana loe karena loe janji enggak akan melukai Gladis. Tapi loe melanggar janji, jadi gue akan membongkar semuanya" ucap Ardi emosi.
"Ahahhahaaaaaa, silahkan loe bongkar. Apa setelah penghianatan yang loe lakuin, Rey masih mau percaya dan memaafkan loe? hahhahahahahaaaa " lagi-lagi tawa Bianca menggelegar.
"Bre*ng***k" jawab Ardi emosi lalu menutup teleponnya.
Ardi kini berada di apartemennya.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang? kalau aku tidak mengikuti rencana Bianca, aku takut semua tambah tidak terkendali. Maafkan aku Rey, aku melakukan ini untuk melindungi kalian. Aku tidak mungkin menghianati kalian, karena keluargamulah aku bisa seperti ini. Dan aku juga tidak mau melihat orang yang kita cintai terluka. Arrrrrrrghhhh " Ardi mendesah frustasi dan mengacak-ngacak rambutnya. Setelah itu Ardi mengambil kunci mobilnya dan pergi dari apartemennya.
🍀 Keesokan harinya 🍀
Rey sedang berada diperusahaannya, setelah kepergian Ardi. Beni yang menjadi asisten pribadinya. Beni juga sudah cukup lama bekerja di perusahaannya.
"Ben, ada apa dengan kerjasama kita dengan PT.Barakuda? Kenapa bisa terjadi kerugian??" tanya Rey.
"Aah, iya Pak. Menurut laporan dilapangan, proyek kita disana tiba-tiba dihentikan karena bermasalah dengan izin disana" jawab Beni takut.
"Izin??? Kenapa bisa bermasalah dengan izin? Kau kira perusahaan kita sebodoh itu. Ini sungguh tidak mungkin seharusnya sebelum kita mulai bekerjasama, dipastikan surat izin itu sudah keluar. Dan apa ini sekarang, proyeknya dihentikan??" Rey melempar berkas yang ada ditangannya, tangannya memijit pelipisnya.
"I- iyaa pak, saya akan segera menyelidikinya lagi pak" ucap Beni.
__ADS_1
"Pergilah, dan laporkan setiap perkembangan yang ada" ucap Rey.
"Saya permisi pak" pamit Beni.
"Hmmmm" jawab Rey.
Setelah kepergian Beni, Rey menelepon seseorang.
"Kita bertemu di cafe x" Setelah menutup teleponnya, Rey segera pergi ke cafe x.
Sesampainya disana, orang yang ditelepon Rey sudah datang terlebih dahulu. Rey langsung duduk didepan laki-laki yang memakai baju serba hitam itu.
"Kau sudah menemukan apa yang aku minta?" tanya Rey.
"Sudah bos" laki-laki itu menyerahkan amplop coklat kepada Rey.
Rey membukanya, "Sudah kuduga, ini semua permainan liciknya Indara Group dan Bianca. Ciiiih wanita itu sungguh tidak tahu malu" ucap Rey.
"Kita ikutin saja dulu permainannya, aku ingin tahu sejauh mana orang-orang yang benar-benar setia kepada Pratama Group. Kerja bagus, terus awasi mereka" ucap Rey.
"Bos, satu lagi" ucap laki-laki itu yang ternyata bernama Rio
"Kecelakaan kemarin yang menimpa nona Gladis itu disengaja bos. Dan setelah dilakukan penyelidikan, pelakunya Bianca" ucap Rio.
"Apa?" Jawab Rey terkejut.
"Rio, aku minta dua orang anak buahmu untuk berjaga disekitar Gladis. Usahakan Gladis tidak menyadari kehadiran kalian, aku tidak mau Gladis merasa takut" ucap Rey.
"Baik boss, kalau begitu saya permisi bos" Rio segera berdiri dan meninggalkan Rey.
Setelah kepergian Rio, Rey membuka lagi amplop tadi. "Maafkan aku Ardi, aku sudah salah sangka denganmu" Rey mengusap kasar wajahnya.
Rey mengambil ponselnya dan mengetik pesan untuk seseorang. Setelah itu dia beranjak pergi meninggalkan cafe tersebut.
🍀 Sore Hari 🍀
__ADS_1
Rey menelepon Gladis, "Sayang, maaf hari ini aku sibuk. Apa kamu sudah merasa lebih baik?"
"Aku sehat Rey, maaf aku tidak bisa membantumu saat kamu sibuk"
"Kamu tidak perlu khawatir sayang, aku masih bisa menanganinya. Oia, aku minta maaf malam ini aku tidak bisa menemuimu. Ada sesuatu hal yang harus aku urus" ucap Rey.
"Tidak apa-apa Rey, jangan lupa makan ya sayang. Aku tidak mau kamu sakit karena terlalu sibuk dan melupakan makan malammu" ucap Gladis.
"Baik tuan putriku, aku tidak akan lupa makan. Kamu istirahat ya, besok pagi aku jemput. Oke!! I Love You " ucap Rey.
"I love you too" jawab Gladis malu-malu.
Setelah menutup telepon, Rey bergegas menemui seseorang. Rey melajukan mobilnya, setelah sampai di cafe Y Rey bergegas masuk. Dia sudah memesan ruangan VIP agak membuatnya leluasa menemui seseorang.
Rey sudah duduk di salah satu ruangan VIP di cafe Y.
"Rey" sapa seseorang saat masuk kedalam ruangan tersebut.
"Ada apa dengan penampilanmu sekarang, apa kau bersembunyi dari seserorang??" ucap Rey sambil tersenyum sinis ke arah Ardi yang memakai topi dan masker.
"Ada apa kau menyuruhku kesini? Tidak perlu basa - basi" ucap Ardi.
"Hmmmm... Jadi selama ini kau benar-benar menghianati kami?? aku, papa dan Pratama Group. Apa tujuanmu sebenarnya?? Huuh??" ucap Rey emosi.
"Aku membenci kalian, aku ingin kalian hancur" ucap Ardi tenang.
Rey mendekat ke ardi dan mencengkram kerah baju Ardi, Ardi tidak melalukan perlawanan. "Kau memang benar-benar penghianat" ucap Rey mendorong tubuh Ardi.
Ardi mengernyitkan dahinya, saat Rey mencengkram lehernya dia lalu menyelipkan flashdisk ditangannya.
"Pergilah, aku tidak mau melihat penghianat sepertimu" ucap Rey.
Ardi yang masih heran dengan sikap Rey pergi begitu saja.
"Aku tau saat kau masuk kesini ada yang mengikutimu, terima kasih karena sudah berkorban. Aku akan segera menyelesaikan semuanya" gumam Rey. "Bianca dan Indra sudah sangat keterlaluan, kali ini kalian tidak akan lolos dariku" Rey mengepalkan tangannya dengan penuh emosi.
__ADS_1
Bersambuuuuuung......
Jangan lupa like, comment dan vote yaa 🤗🤗