
Kedatangan Bianca mengejutkan Rey begitu juga dengan Gladis.
Setelah pernyataan cinta Rey tadi di dalam lift, Gladis langsung meninggalkan Rey begitu saja.
" Gladis tunggu " panggil Rey. Akan tetapi, Gladis tidak menghiraukan panggilannya dan pergi begitu saja.
Rey yang akan mengejar Gladis seketika dihentikan oleh Bianca.
" Rey, aku merindukanmu " ucap Bianca yang tiba - tiba memeluk Rey.
"Lepaskan aku Bianca, kita sudah tidak punya hubungan apa-apa." Rey berusaha melepaskan pelukan Bianca.
" Tolong Rey maafkan aku " Bianca terisak.
Rey melepaskan pelukan Bianca dan berlari mengejar Gladis.
Terlihat Gladis sudah duduk di meja kerjanya, terlihat wajahnya sendu melihat kejadian barusan. Kejadian dimana Bianca memeluk Rey.
Rey menghampiri Gladis dimeja kerjanya.
" Percayalah sungguh aku sudah tidak punya hubungan apa-apa dengan Bianca " ucap Rey.
Gladis berusaha tidak menghiraukan apa yang diucapkan Rey.
" Rey, tapi aku masih sangat mencintaimu " sahut Bianca yang datang menghampiri mereka lalu memeluk Rey dari belakang.
" Bianca tolong lepaskan aku " Rey melepaskan pelukan Bianca.
Gladis yang melihat kejadian tersebut beranjak dari tempat duduknya.
" Selesaikan dulu urusan kalian " ucap Gladis lalu meninggalkan keduanya.
Rey mengerang prustasi, mengusap kasar wajahnya. Sementara Bianca terlihat senang membuat Gladis kesal.
Gladis berlari menuju toilet. Cairan bening dari matanya sudah tidak dapat ditahan lagi, kini jatuh membasahi wajah cantiknya.
Setelah merasa sedikit lega Gladis keluar dari toilet, tidak sengaja dia menabrak Ardi yang datang dari arah berlawanan.
Bruug..
__ADS_1
" Maaf Pak saya tidak sengaja " ucap Gladis sambil menundukan wajahnya menyembunyikan mata sembabnya.
" Kamu tidak apa-apa Gladis? Apa kamu menangis? " tanya Ardi khawatir.
" Saya tidak apa-apa pak, permisi " Gladis segera meninggalkan Ardi.
Ardi tadi sudah mendengar kalau Rey memberikan pernyataan jika Gladis akan menjadi Nyonya Rey Aditia Pratama. Tapi dia juga tahu kalau ada mantan tunangan Rey yang datang pagi ini. Ardi berpikir "Apa mungkin karena mantan tunangannya Rey, Gladis jadi menangis " batin Ardi.
Meskipun Ardi menyukai Gladis, akan tetapi dia bukan laki-laki egois yang memaksakan keinginannya. Setelah mendengar kejadian tadi pagi dilobby, Ardi akan menerima apapun keputusan yang diambil Gladis. Jika Gladis memang memilih Rey, dia akan melepaskan Gladis walaupun terasa berat. Karena memang dia sungguh - sungguh menyukai Gladis.
🍀 Di dalam Ruangan Rey
Setelah tadi Gladis meninggalkan mereka berdua. Rey akhirnya membiarkan Bianca masuk kedalam ruangannya. Sekarang Bianca terlihat sedang duduk di depan Rey.
" Rey, aku sangat merindukanmu. Setelah aku tahu kamu pulang ke Indonesia. Aku juga segera pulang Rey. Aku mohon, maafkan aku Rey. Aku tidak akan mengulangi kesalahanku lagi, aku ingin memperbaiki hubungan kita " pinta Bianca.
" Maaf Bianca tidak ada yang perlu diperbaiki lagi, aku sudah memaafkan mu tapi bukan berarti kita bisa kembali " ucap Rey dingin.
Bianca mendekat, berusaha meraih tangan Rey. Dengan cepat Rey mengibaskan tangan Bianca.
" Kamu tentu tahu pintu keluar ada dimana?" Rey melirik kearah pintu " Aku tidak mau menggunakan kekerasan untuk mengusirmu dari sini " ucap Rey dingin.
" Tapi Rey."
Tatapan mata Rey terlihat sangat emosi.
" Baiklah aku pergi, tapi aku tidak akan membiarkan siapapun merebutmu dariku." Ancam Bianca.
Bianca pergi dengan perasaan marah. Saat keluar dari ruangan Rey, Bianca melihat Gladis yang sedang duduk dimeja kerjanya.
" Hei, gadis m*rahan jangan berani-beraninya kau merebut Rey dariku." saat Bianca menggangkat tangannya untuk menampar Gladis ada seseorang menahan tangan Bianca.
" Jangan pernah berani menyentuhnya." ucap Rey geram melihat kelakuan Bianca.
Rey mencekram keras tangan Bianca lalu menghempaskannya.
Bianca yang merasakan sakit dipergelangan tangannya, lalu pergi begitu saja meninggalkan Rey dan Gladis dengan perasaan marah.
" Kamu tidak apa-apa? " tanya Rey pada Gladis.
__ADS_1
Gladis mengangguk, Gladis terkejut dengan perbuatan Bianca yang menurutnya sudah sangat kelewatan.
Ardi melihat kejadian ini dari kejauhan. Setelah itu Ardi langsung menghampiri Rey dan Bianca.
" Ada apa Rey " tanya Ardi.
Rey terlihat memijat keningnya.
" Tolong pastikan Bianca tidak bisa masuk kedalam gedung ini lagi, apalagi mendekati Gladis " perintah Rey pada Ardi.
Ardi sekilas melihat kearah Gladis yang masih menundukan kepalanya.
" Baiklah biar aku bereskan " ucap Ardi yang langsung meninggalkan mereka.
Ardi kembali ke bawah untuk memastikan Bianca benar-benar pergi. Betapa terkejutnya, saat dia melihat Bianca sedang berteriak - teriak menyebut nama Gladis.
" Kalian dengar, perempuan bernama Gladis itu perempuan m*rahan, dia telah merebut Rey dari ku. Aku adalah tunangannya, aku yang akan menjadi Nyonya Rey Aditia Pratama" teriak Bianca.
Beberapa orang yang mendengar teriakan Bianca terkejut dengan apa yang mereka dengar.
" Nona, tolong jangan membuat keributan di sini, pergi dari sini atau saya akan memaksa anda untuk pergi dari sini " ucap Ardi.
Bianca yang mendengarnya terlihat kesal, "Siapa kau berani-beraninya mengusirku, setelah aku menjadi Nyonya Rey Aditia Pramata kau akan menyesal telah mengusirku!! " jawabnya marah.
Ardi yang mendengarnya tidak takut sama sekali dengan ancamannya. Dia menarik paksa tangan Bianca dan membawanya keluar dari gedung Pratama Group.
" Lepas, lepaskan aku " Bianca berusaha menarik tangannya dari genggaman Ardi. Tapi tenaganya tidak sebanding dengan tenaga Ardi.
Sampai didepan gedung Ardi menghempaskan tangan Bianca " Tolong nona pergi dari sini atau saya bisa melakukan sesuatu yang lebih kasar dari ini " ancam Ardi.
Bianca yang ketakutan dengan tatapan Ardi, memilih pergi dan mengalah untuk saat ini. " Awas saja kau, aku akan memberimu perhitungan " batin Bianca.
______________________________________________
Yang sudah baca tolong tinggalin jejak kalian yaa...
Jangan lupa Like...
Jangan lupa Comment...
__ADS_1
Jangan lupa Vote....
Terima Kasih ❤