
"Tunggu tuan, aku ucapkan terima kasih banyak karena telah menolong calon istriku" ucapnya lagi. Tapi laki-laki itu masih tidak mau melihat ke arah Rey.
"Tuaan"
Karena merasa tidak ada jawaban akhirnya Rey berjalan kedepan laki-laki tersebut dan alangkah terkejutnya.
"Kaaau???"
"Kenapa kau bisa ada disini? Kebetulan yang sangat aneh bukan?" ucap Rey emosi.
"Kau salah jiga menganggapku musuh, berhati-hatilah" ucap Ardi lalu meninggalkan Rey dan Gladis.
"Tunggu" teriak Rey. "Apa maksudmu?"
Ardi menatap berbalik dan menatap Rey, "Bianca tidak akan tinggal diam, kalian harus hati-hati" ucap Ardi lalu langsung pergi.
Perkataan yang diucapkan Ardi masih menjadi pikiran Rey. Tapi kali ini Rey lebih khawatir dengan kondisi Gladis yang terluka. Setelah kepergian Ardi, Rey memutuskan membawa Gladis ke rumah sakit. Meskipun Gladis merasa tidak apa-apa akan tetapi Rey ingin memastikan kalau Gladis tidak mengalami luka yang serius.
Sekarang mereka sudah berada di rumah sakit terdekat dengan kecelakaan tadi, Rey meminta dokter untuk mengecek keseluruhan kondisi Gladis. Terlihat beberapa goresan di dahi dan juga tangannya.
"Maafkan aku sayang, aku tidak bisa menjagamu" ucap Rey.
"Aku tidak apa-apa Rey, ini hanya lecet biasa" jawab Gladis sambil tetap tersenyum agar Rey tidak perlu merasa bersalah dan terlalu kuatir.
"Tapi tetap ini salahku, aku tidak bisa melindungimu" ucap Rey sedih.
Gladis menangkup pipi Rey, "Dengar sayang, ini bukan salahmu. Ini hanya kecelakaan, oke. Jadi tidak perlu kuatir berlebihan"
Rey tersenyum lalu membawa Gladis kedalam pelukannya, "Aku mencintaimu sayang, maafkan aku" Rey mencium puncak kepala Gladis. Pelukan itu berakhir ketika dokter datang untuk melakukan beberapa pengecekan terhadap kondisi Gladis.
Setelah beberapa saat melakukan pengecekan dokter mengatakan bahwa Gladis baik-baik saja, tidak ada luka yang serius jadi Gladis diperbolehkan pulang.
Setelah melakukan pembayaran di bagian administrasi, Rey dan Gladis meninggalkan rumah sakit.
"Sayang, aku antar kamu pulang ya" ucap Rey.
"Aku tidak apa-apa Rey, kerjaanku banyak ayo kita kembali ke kantor" ucap Gladis.
__ADS_1
"Tidak!! Kamu harus istirahat, bagaimana bisa kamu masih memikirkan untuk bekerja dengan kondisi kamu seperti ini sayang" ucap Rey tegas.
Gladis memajukan bibirnya cemberut, "baiklah, baiklah kita pulang saja"
"Anak pintar" ucap Rey sambil mengelus rambut Gladis.
Sesampainya dirumah Rey dan Gladis di sambut oleh Nadia, Nadia kebingungan melihat Gladis terluka.
"Looh, kamu kenapa sayang? Kenapa banyak luka?" tanya Nadia.
"Enggak apa-apa ko mah, Gladis cuma keserempet mobil"
"Gimana enggak apa-apa, ini kamu luka-luka loh. Untung enggak ada yang parah. Bagaimana kalau kamu sampai terluka parah?" Nadia terlihat sangat kuatir.
"Maaf tante, tadi saya tidak menjaga Gladis dengan baik" ucap Rey.
"Sudah tidak apa-apa lain kali kalian harus lebih hati-hati, apalagi kalian mau menikah" ucap Nadia.
"Tante, Rey permisi balik ke kantor ya" ucap Rey.
Rey melihat jam dipergelangan tangannya, "Rey harus kembali ke kantor dulu, nanti sore Rey kesini lagi" ucap Rey.
"Yasudah, hati-hati dijalan" ucap Nadia.
"Sayang, kamu istirahat ya. Maaf aku harus kembali ke kantor dulu"
"Tidak apa-apa, aku baik-baik saja"
Setelah berpamitan kepada Nadia dan Gladis, Rey langsung masuk kedalam mobil dan mengendarai mobilnya kembali ke perusahaan Pratama Group. Pikirannya sedang tidak tenang, apalagi mengingat yang tadi Ardi katakan.
Sesampainya di perusahaan, Rey segera mengambil ponselnya lalu menelepon seseorang.
"Apa?? Apa kau yakin dengan apa yang kau katakan??" tanya Rey pada seseorang dibalik telepon itu. "Baiklah, terima kasih. Terus awasi dan laporkan sedetail mungkin yang kau dapatkan.
Rey menutup teleponnya, wajahnya terlihat terkejut dengan apa yang dia dengar. "Sebelum semua bukti terkumpul, aku tidak boleh cepat mengambil kesimpulan"
🍀Rumah Gladis🍀
__ADS_1
Rey, Shita dan Romi berada di rumah Gladis, mereka ingin memastikan keadaan Gladis saat ini, tadi saat Rey keluar dari perusahaannya dia berpapasan dengan Shita dan Romi. Rey menjelaskan kronologi kecelakaan tadi siang dan akhirnya mereka memutuskan untuk menjenguk Gladis. Dan disinilah mereka sedang menikmati makan malam bersama yang disiapkan oleh Nadia. Setelah makan malam, mereka menghabiskan waktu diruang tamu.
"Dis, lain kali hati-hati. Loe kan harus datang dipernikahan gue sama Ka Romi, tinggal 1 minggu lagi loh. Lagian lo juga kan harus siap-siap buat pernikahan loe kan?" ucap Shita.
"Iyaa.. iyaa.. gue besok lebih hati-hati. Gue pasti datenglaah dipernikahan sabahat gue. Hmmmm... Kalau pernikahan gue sebenernya mamanya Rey udah ngurusin semuanya, tadi setelah gue pilih gedung sisanya mamanya Rey yang urus. Gue tinggal fitting baju pengantin aja nanti" ucapnya.
"Widiiiih enak banget tuan putri" ucap Shita.
"Iya, mamanya Rey memang ingin mengurus semuanya, sebenarnya aku merasa tidak enak merepotkan mamanya Rey. Tapi beliau sangat ingin mengurus semua persiapan pernikahannya, iya kan Rey?" ucap Gladis.
"Aaah iya, biarkan saja mama yang mengurus semuanya, mama sangat bersemangat untuk pernikahan ini. Kita tinggal terima beres, aku juga tidak ingin kamu terlalu stres memikirkan semua persiapannya. Aku yakin semuanya akan beres jika mama yang urus" ucap Rey.
Malam semakin larut, akhirnya Rey, Romi dan Shita berpamitan pulang.
Romi dan Shita berpamitan.
"Cepet sehat lagi ya Diss, banyak istirahat" Shita memeluk Gladis.
"Makasih ya Taaa"
"Diss aku pulang yaa cepet sehat" ucap Romi.
"Rey, kita duluan yaa" ucap Romi.
Shita dan Romi pulang terlebih dahulu, tinggal Rey yang masih ada di sana.
"Sayang, sebaiknya kamu istirahat dan besok kamu jangan masuk kerja dulu oke. Tunggu luka-lukamu sembuh baru kamu boleh masuk kerja" ucap Rey penuh ketegasan sambil mengusap lembut punggung tangan Gladis.
"Hmmmm... Baiklah, terima kasih ya Rey" ucap Gladis.
"Aku pulang ya, besok aku kesini lagi" Rey mencium punggung tangan Gladis. "Aku mencintaimu" ucapnya lembut.
"Aku juga mencintaimu Rey" balas Gladis tersipu malu dengan sikap manis yang selalu Rey tunjukan.
Dadanya berdebar sangat cepat, entah kenapa Gladis masih merasakan itu walaupun ini bukan pertama kalinya Rey memperlakukan Gladis seperti itu.
Bersambuung...
__ADS_1