
Shita pamit pulang, Shita berjanji akan membantu Gladis menyelidiki semuanya. Shita akan menjadi mata-mata untuk Gladis di kantor Rey.
"Gw pulang dulu ya, lo harus kuat.. Oke...!! Gw yakin Rey punya alasan yang tepat. Gw pikir lo gak usah cerita dulu sama orangtua lo kalau lo sama Rey putus. Kita harus mengetahui semuanya dulu dengan jelas" ucap Shita.
"Iya Taaa, thanks ya Taaa.. Lo emang sahabat gw paling baik" ucap Gladis sambil memeluk Shita.
Romi masih menunggu Shita, saat melihat Shita keluar dari rumah Gladis. Romi terkejut melihat penampilan Gladis dengan mata yang sembab. "Are you oke Diss??" tanyanya..
"I'm Okey Kaa..." jawab Gladis.
Romi tersenyum, "Syukurlah!!" Romi juga tidak mau bertanya terlalu jauh jika Gladis memang tidak mau menceritakannya. Tapi Romi yakin, ada yang tidak beres dengan Gladis dan Rey. Romi melihat Shita, "Kita pulang sekarang sayang??" tanyanya.
"Yuuuk..." Shita melambaikan tangannya kearah Gladis saat sudah berada di dalam mobil. "Gw pulang dulu ya Diss" teriak Shita.
Setelah kepergian Shita, Gladis masuk kembali kedalam kamarnya, dia melihat ponselnya tapi tidak ada pesan masuk dari Rey. Gladis menghela napasnya, "Ada apa denganmu Rey??"
Dilain tempat Rey sedang berada di apartemennya, dia sedang memikirkan rencananya untuk menjebak Bianca dan juga Indra, sekarang dia sudah tahu jika kebocoran rahasia perusahaannya adalah ulah Beni. Satu persatu permasalahnya sudah mulai terbuka, tinggal menunggu waktu yang tepat membongkar semuanya.
Rey mengambil ponselnya, dia melihat foto Gladis yang ada disana. Disentuhnya foto itu "Maafkan aku sayang, aku telah menyakitimu. Bersabarlah aku akan segera menyelesaikan semua ini!!"
Keesokan paginya, Rey pergi ke kantor seperti biasa. Saat sampai kantor dia melihat meja kerja Gladis, Rey menghela napas "Aku sangat merindukanmu sayang" gumam Rey.
__ADS_1
Rey membuka emailnya, dia melihat ada email yang masuk ternyata itu adalah semua bukti-bukti keterlibatan Indara Group dengan PT.Barakuda yang memang sengaja ingin menjatuhkannya.
"Ingat nanti siang kalian akan ada rapat dengan PT. Barakuda, data kecurangan dan masalah izin yang bermasalah sudah aku kirim ke emailmu.
Pelajari dan kita akan mengeksekusinya nanti, aku yakin setelah ini terkuak kita akan segera mendapatkan dalangnya dari semua ini adalah Indra dan Bianca. Setelah ini semua terkuak kita harus membawanya keranah hukum." Pesan dari Ardi yang masuk ke email Rey.
Rey tersenyum melihat pesan masuk di emailnya, Rey segera membaca semua data-data yang dikirimkan oleh Ardi.
Beni mengetuk pintu ruangan Rey, "Siang Pak" sapa Beni saat masuk kedalam ruangan Rey.
"Yaa... " jawab Rey tanpa melihat kearah Beni.
"Direktur dari PT. Barakuda sudah menunggu anda diruang rapat" ucap Beni.
Rey mengambil jasnya dan memakainya, Rey mengambil beberapa dokumen yang diperlukannya untuk membuktinya kecurangan yang dilakukan PT. Barakuda.
Saat masuk ke ruang rapat, Rey sudah melihat Pak Hari beserta beberapa anak buahnya. Rey menatap tajam ke arah Hari, Rey tersenyum sinis melihat mereka. Tak ingin berlama-lama dengan mereka, dengan gamblang Rey membeberkan semua bukti kecurangan yang didapatkannya. Sehingga membuat mereka tidak berkutik di buatnya. "Saya akan membawa masalah ini keranah hukum, pergi dari sini segera atau saya akan menyeret kalian keluar dari sini" ancam Rey dengan geram.
Mereka segera keluar dari ruang rapat dengan terburu-buru, Rey tersenyum sinis. Beni menelan salivanya, dia takut identitasnya akan terungkap karena selama inilah dia penghianat yang sebenarnya. Tapi Beni berusaha setenang mungkin agar Rey tidak curiga. Rey menatap Beni yang terlihat gugup, "Beni, berikan semua bukti ini kepihak yang berwajib. Saya sudah melaporkan mereka." ucap Rey lalu meninggalkan Beni di ruang rapat.
"Baik Pak" jawab Beni. Untuk saat ini beni bisa bernapas lega, setidaknya Beni masih yakin kalau Rey tidak mencurigai keterlibatannya. Buktinya Rey masih mempercayai Beni untuk menyerahkan semua bukti-bukti yang di miliki Rey.
__ADS_1
Rey sudah kembali keruangannya, senyumannya mengembang, "Satu persatu musuh sudah terlihat dan untung saja bisa langsung dilumpuhkan, aku beruntung punya orang-orang yang masih setia dengan perusahaan. Aku ingin segera menemukan bukti yang kuat agar bisa menangkap Indra dan Bianca. Aku harus lebih bersabar dan lebih tenang menghadapi mereka, karena mereka sangat licik. Aku sudah tidak sabar ingin melihat mereka membusuk di penjara!!!" geram Rey.
Cekleek... Pintu ruangan Rey tiba-tiba terbuka, dan ternyata Bianca yang datang.
"Saayaaang, kenapa kamu tidak menjawab panggilan teleponku??" ucap Bianca yang tiba-tiba masuk kedalam ruangannya.
Rey tampak tidak senang melihat Bianca datang, tapi dia harus tetap tenang menghadapi Bianca jika tidak semua permainannya akan gagal.
"Maafkan aku Bianca, hari ini aku sangat sibuk" jawab Rey.
"Aku kira kamu menghindariku Rey" ucap Bianca manja.
"Aku tidak akan menghidarimu, aku akan selalu dekat denganmu" jawab Rey. "Setidaknya sampai aku mengumpulkan semua bukti kejahatanmu!!" batin Rey geram.
"Aku tahu sayang, kamu hanya mencintaiku" jawab Bianca dengan penuh percaya diri. Bianca berusaha menggoda Rey, Bianca akan duduk dipangkuan Rey. Tapi Rey langsung menghindar, "Bianca bisakah kamu duduk di sofa saja, aku akan memeriksa pekerjaanku." ucap Rey.
Bianca kesal, tapi dia juga tidak bisa berbuat apa-apa Rey selalu menolak saat Bianca menggodanya, tidak seperti pria-pria pada umumnya yang selalu menjadi pemuas napsunya. Mereka akan dengan senang hati jiga Bianca menggodanya. "Tenang saja Rey, aku akan segera mendapatkanmu!!" batin Bianca.
Dengan terpaksa Bianca duduk di sofa, Bianca mengirimkan pesan kepada seseorang. Dia menyeringai saat membayangkan jika rencananya berhasil.
"Sayang, setelah ini aku ingin mengajakmu ke club YY, temanku ada yang berulang tahun. Maukah kamu menemaniku??" tanya Bianca.
__ADS_1
"Hmmmm... Baiklah" jawab Rey singkat. Mendengar jawaban Rey, Bianca tersenyum senang. "Malam ini kamu akan jadi milikku Rey, aku tidak akan melepaskanmu" batin Bianca.