Cerita Cinta Anak Muda

Cerita Cinta Anak Muda
Perjodohan


__ADS_3

Selepas pulang sekolah Rey dan Gladis langsung menuju rumah Gladis. Disana ada mama Nadia yang sedang membuat kue.


" Selamat siang mama sayaang " sapa Gladis saat masuk kedalam rumahnya. Rey mengikuti Gladis masuk kedalam Rumah.


" Selamat siang anak mama " jawab Nadia sambil melihat kearah Gladis. " Eh ada Rey, apa kabar Rey?" Tanya Nadia


" Baik tante, tante apa kabar? " sapa Rey kepada Nadia sambil mencium tangannya.


" Tante baik sayang " jawabnya. " Kalian sudah makan? "


" Sudah mah tadi kita udah makan di sekolah. Hari ini Rey mau ngajarin Gladis buat belajar matematika " jawab Gladis.


" Yasudah sana belajar, sebentar lagi kue buatan mama mateng kalian bisa makan kuenya nanti " jawabnya.


" Rey, anggap saja rumah sendiri " ucap Nadia.


" Siap tante, Rey belajar dulu ya tan " jawab Rey sambil menuju ke teras belakang rumah Gladis.


Teras belakang rumah Gladis menjadi tempat favorit mereka. Rey dan Gladis sering menghabiskan waktu bersama disana.


" Rey, aku tinggal ke atas yaa. Aku mau ganti baju dulu " ucap Gladis.


" Hmmmm " jawab Rey sambil mengangkat sedikit kepalanya.


Gladis naik kelantai atas dan menuju kamarnya. Setelah beberapa saat Gladis turun dengan menggunakan kaos longgar dan celana pendek dengan rambut di ikat keatas. Sesaat Rey terpukau melihat Gladis. Gladis memang bukan tife anak yang feminim tapi juga tidak tomboy tapi menurut Rey apapun yang dia pakai selalu terlihat cantik, seperti halnya saat ini. Saat Gladis melihat kearahnya, Rey langsung memalingkan mukanya.


" Rey, kamu mau minum apa? " tanya Gladis.


" Terserah saja, apa saja aku minum " kekeh Rey.


" Dasar kau ini " balas Gladis.


Gladis kembali ke dapur, membawakan Rey minum dan juga kue buatan mama Nadia yang baru matang.


"Sayang, ini kuenya bawa ke belakang. Suruh Rey cicipin kue buatan mamah" ucap Nadia.


" Siap mah, terima kasih yaa mah.. Hmmmmm.. baunya enak banget " balas Gladis sambil berjalan membawa nampan berisi minum dan kue.


Sesampainya diteras belakang.


" Rey minum dan makan kue dulu tadi mama minta kamu cicipin katanya enak enggak? " kekeh Gladis.


Rey langsung mengambil kue yang dibawakan Gladis.


" Hmmmmmm.. Enak banget ko kuenya. Tante jago juga ya bikin kue. "


" Iya Rey mama tuh kalau urusan masak memasak emang jagonya " jawab Gladis.


Rey sejenak mengingat masa kecilnya, dimana mamanya sering membuatkan kue untuknya. Selalu membuatkan masakan kesukaanya.


" Rey " Panggil Gladis membuyarkan lamunannya.


" Eeeh iyaa, yuuk kita mulai belajar " ajak Rey.


Tidak terasa sudah 2 jam mereka membahas tentang materi persamaan dan pertidaksamaan linear. Sesekali mereka beristirahat sambil tertawa - tawa dan juga makan kue buatan Nadia. Sampai akhirnya Gladis paham dengan materi ini atas bantuan Rey.

__ADS_1


" Terima kasih ya Rey, untung ada kamu " ucap Gladis.


" Apapun untukmu " jawab Rey.


Gladis yang mendengar jawaban Rey mengernyitkan dahinya. Rey menyadari kalau dirinya salah menjawab.


" Maksudku, tidak masalah aku senang membantumu" jawab Rey gugup. " Baiklah aku pulang ya, ini sudah sore. "


" Kenapa kamu tidak makan malam disini Rey, sebentar lagi papa pulang. Pasti dia senang bertemu denganmu " jawab Gladis.


" Mungkin lain kali saja " ucap Rey.


Akhirnya Rey berpamitan kepada Gladis dan Mama Nadia.


" Tante, Rey pamit dulu ya sudah sore " ucapnya.


" Loh kamu enggak skalian makan malam disini, sebentar lagi om Rendi pulang loh. Kita bisa makan malam bersama " jawab Nadia.


" Terima kasih tante, lain kali saja. Salam untuk om Rendi " pamit Rey sambil mencium tangan Nadia.


" Yasudah terima kasih ya Rey sudah ngajarin Gladis, kamu hati - hati dijalan " ucap Nadia.


" Mah, Gladis anter Rey sampe depan dulu ya "


Gladis mengantar Rey sampai depan rumahnya.


" Sampai ketemu besok Rey, hati - hati dijalan " ucap Gladis sambil tersenyum.


Rey hanya membalasnya dengan anggukan.


Rey sampai dirumahnya, Rey melihat ada mobil yang tidak dia kenal. " Sepertinya sedang ada tamu " gumam Rey.


" Mas Rey baru pulang " sapa pak Sabar satpam dirumah mereka.


" Iya pak, dirumah ada siapa pak? Apa ada tamu? " tanya Rey.


" Iya tadi ada tamu bapak " jawab pak Sabar.


Rey hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban lalu Rey masuk kedalam rumah lewat pintu depan. Tamu papanya itu ada diruang tamu.


" Rey, kamu baru pulang sayang? " tanya Joice.


" Iya, mah" jawab Rey singkat.


Rey melihat seseorang yang dia kenal, Rey menatap tidak suka. Ternyata itu Bianca, tamu papa adalah orangtuanya Bianca.


" Mah, Pah Rey keatas dulu" ucapnya.


" Tunggu Rey, kenalkan dulu teman papah. Ini om Indra dan tante Selly dan ini anaknya Bianca. "


Seharusnya kalian sudah saling kenal bukan? Tadi Bianca bilang kalian satu sekolah " ucap Agung.


Dengan terpaksa Rey mengikuti keinginan papanya. Rey menyapa teman dari orangtuanya.


" Malam om, tante " silahkan dilanjutkan lagi.

__ADS_1


Rey langsung meninggalkan ruang tamu menuju ke kamarnya.


" Maafkan anakku Indra. Rey memang anaknya sedikit pendiam tapi dia anak penurut " ucap Agung.


" Tidak apa - apa, begitulah anak - anak. Tapi anakmu sangat tampan mirip denganmu " ucap Indra.


" Benar memang dia tampan sepertiku " balas Agung


Dan mereka pun tertawa bersama.


Bianca terus melirik kearah atas berharap Rey turun dan menemani dirinya.


" Sebentar lagi makan malamnya siap, nanti kita makan malam bersama ya " ucap Joice.


Setelah makan malam siap mama Joice memanggil Rey untuk ikut makan malam bersama. Bianca duduk disebelah Rey. Mereka menikmati makan malam dalam keheningan. Hanya terdengar suara alat makan yang bersentuhan.


Selesai makan malam dan masih di meja makan. Agung membuka pembicaraan.


"Anak - anak kita sudah beranjak dewasa. Bianca sangat cantik dan anakku juga tampan. Bagaimana kalau kita menjodohkan anak kita? biarkan mereka saling mengenal satu sama lain. Apa kamu setuju Indra? "


Seketika Rey melihat papanya dengan sorotan yang tidak bisa diartikan. " Apa maksud papa? " Tanya Rey dengan nada marah.


" Kalian bisa saling mengenal Rey, papa juga tidak memintamu menikah sekarang. Hanya saling mengenal " Jawab Agung santai.


" Aku setuju denganmu Agung, kita jodohkan mereka dan biarkan mereka saling mengenal " seru Indra.


Bianca dan tante Selly sangat senang mendengar tentang perjodohan ini. Senyumnya mengembang sempurna. Bianca langsung melihat ke arah Rey. Tapi Rey langsung membuang mukanya.


Rey tidak bisa membantah didepan tamu orang tuanya. Rey punya sopan santun yang harus dia jaga. Tapi Rey juga sangat marah, kenapa papanya memberikan keputusan sepihak. Selama ini memang Rey anak yang penurut. Tapi tidak untuk urusan hati. Kenapa papanya selalu memaksakan keingginannya.


" Rey mulai besok kamu harus bawa mobil, biar kamu bisa mengantar atau menjemput Bianca " ucap Papa Agung.


" Tapi pah, Rey lebih suka naik kendaraan umum " bantahnya.


" Tidak ada tapi - tapi Rey. Ini sudah keputusan papa".


Rey hanya bisa menghela napas dan membuangnya kasar. Benar dia tidak bisa membantah apa yang dikatakan orangtuanya.


" Kalau tidak ada yang disampaikan lagi. Rey pamit duluan mah, pah, om, tante, Bianca. Selamat malam." Rey langsung meninggalkan ruang makan dan segera masuk ke kamarnya.


" Maafkan anakku, mungkin dia masih kaget mendengar perjodohan ini. Nanti dia pasti akan menerimanya" ucap Agung.


Mama Joice sebenarnya tidak setuju dengan keputusan suaminya. Dia melihat kalau Rey sangat tertekan dengan perjodohan ini, dia tahu anaknya tidak mungkin menolak kemauan papanya.


" Maafkan mama Rey. "


Makan malam pun selesai, rencana perjodohan Rey dan Bianca pun berjalan lancar akhirnya tamu mereka berpamitan pulang.


____________________________________


Jangan Lupa Like...


Jangan Lupa Comment...


Jangan Lupa Vote...

__ADS_1


Terima kasih ❤


__ADS_2