
Haaaii readers jangan lupa like, comment dan vote nya ya...
Semoga kalian suka dengan ceritanya... ❤❤❤
____________________________________________
Romi selalu berusaha mendekati Gladis, seperti saat ini. Gladis lebih memilih pergi ke kantin bersama Romi. Romi dan Gladis sedang menikmati makan siangnya. Tiba - tiba ada Rani dan Sirna menghampiri mereka.
" Wah.. Waah.. Waaah.. Ternyata ini mainan baru kamu Rom " ucap Sirna sambil menatap sinis ke arah Gladis.
" Hahahahaa... Paling cuma bertahan beberapa hari " sindir Rani.
" Eh lo jangan banyak bicara yaa, Gladis ini enggak kaya lo berdua. Gladis ini berbedaa.." ucap Romi emosi.
" Hahhha ya ya ya, kita lihat saja nanti " jawab Sirna lagi sambil tertawa sinis.
Gladis tidak menjawab apa - apa dia segera pergi meninggalkan mereka bertiga.
" Tunggu Gladis " teriak Romi. Romi langsung meninggalkan Sirna dan Rani, dan mengejar Gladis.
Romi menarik tangan Gladis, sampai langkah kaki Gladis berhenti.
" Gladis tolong jangan dengerin mereka, aku beneran suka sama kamu. Aku bener - bener suka sama kamu " ucap Romi.
" Maaf ka Romi, Gladis mau ke kelas " Gladis melepaskan pegangan tangan Romi dan pergi meninggalkan Romi.
" Aaaaaarggggggh " Romi mengusap kasar wajahnya. Dulu Romi memang hanya ingin main - main dengan Gladis seperti kepada wanita - wanita sebelumnya. Tapi entah kenapa hatinya merasa berbeda saat mengenal Gladis lebih jauh. Apa dia benar - benar jatuh cinta? Romi hanya menatap punggung Gladis yang pergi meninggalkannya.
******
Hubungan Gladis dan Rey saat ini memang menjadi canggung. Gladis selalu berusaha menghindar dari Rey. Setelah pergi meninggalkan Romi, Gladis langsung masuk kedalam kelas, suasana di dalam kelas masih sepi karena masih jam istirahat. Rey masuk kedalam kelas dan duduk di depan Gladis.
" Apa kamu baik - baik saja? " tanya Rey yang melihat Gladis sedang melamun.
" Hmmmmm.. Aku baik - baik saja Rey " jawab Gladis sambil tersenyum.
" Aku masih sahabatmu Gladis, kalau ada apa - apa aku akan selalu membantumu " ucap Rey.
Gladis hanya mengangguk sebagai jawaban.
" Reeey, kenapa kamu pergi begitu saja tadi dari kantin? " tiba - tiba Bianca masuk kedalam kelas Rey dan menghampirinya. Rey dan Gladis langsung menengok ke arah Bianca.
" Maaf tadi aku ada urusan " jawab Rey.
" Urusan apa yang tiba - tiba meninggalkan tunangannya sendiri dikantin " jawab Bianca sinis sambil melihat ke arah Gladis.
__ADS_1
Gladis yang merasa dia yang jadi penyebabnya hanya bisa diam. Untung saja bel masuk sekolah berbunyi, akhirnya kecanggungan diantara mereka berakhir. Bianca yang masih kesal terpaksa harus kembali ke kelasnya tanpa berkata apapun.
Rey yang melihat sikap Bianca hanya bisa menghela napas kasar dan menggeleng.
" Bagaimana aku bisa mencintainya, liat saja sikapnya seperti itu " batin Rey.
" Maaf kan aku Gladis " ucap Rey.
" Kamu enggak salah Rey, aku baik - baik saja " jawab Gladis sambil mencoba tersenyum.
Rey kembali ke bangkunya. Saat jam pelajaran, Rey sesekali melirik memperhatikan Gladis yang tampak serius memperhatikan penjelasan guru.
" Aku merindukan sikapmu yang dulu Gladis " batin Rey.
Jam pulang sekolahpun tiba.
Rey dan Gladis masih ada di dalam kelas, mereka masih terlihat membereskan buku - buku mereka. Bianca masuk kedalam kelas.
" Sayang, ayo kita pulang. Hari ini kamu janjikan mau nemenin aku nonton " Bianca sengaja menaikkan nada bicaranya agar Gladis mendengar percakapan mereka.
Gladis pura-pura acuh tidak mendengar Bianca, lalu buru - buru keluar kelas.
Rey yang melihat itu tidak bisa berbuat apa-apa.
" Kenapa kamu melakukan itu? " tanya Rey pada Bianca.
Rey hanya diam, dia malas membalas perkataan Bianca lagi. Dan mereka pergi ke salah satu mall terkenal di Bandung.
*****
Saat tadi Gladis keluar dari kelas, ternyata Romi juga sedang berjalan ke arah kelas Gladis.
" Gladis " panggil Romi.
Gladis yang tau siapa yang memanggilnya, dia tidak menghiraukannya. Romi tetap mengikuti Gladis.
" Gladis aku mohon, jangan seperti ini. Kasih kesempatan buat aku, untuk buktikan kalau serius sama kamu " ucap Romi.
" Maaf ka, Gladis tidak mau jadi korban kaka selanjutnya " jawab Gladis ketus lalu meninggalkan Romi. Beruntungnya angkot yang ditunggu Gladis muncul. Gladis buru - buru masuk kedalam angkot itu dan meninggalkan Romi.
****
Sesampainya dirumah, Gladis segera masuk. Dia melihat ada mobil papanya yang terparkir dihalaman depan rumahnya.
" Siang mama " teriak Gladis.
__ADS_1
" Maah, apa papa ada dirumah " tanya Gladis yang ketika masuk melihat mamanya.
" Halo anak gadis papa " tiba - tiba sapa Rendi.
" Tuh yang ditanya udah jawab " ucap Nadia sambil tertawa.
" Loh papa ko jam segini tumben udah pulang? " tanya Gladis sambil mencium kedua tangan orangtuanya.
" Sayang sini dulu, mama dan papa mau bicara " ucap Nadia.
Sekarang Rendi, Nadia, dan Gladis duduk diruang keluarga. Nadia dan Rendi saling berpandangan.
" Ada apa sih mah, pah ko perasaan Gladis enggak enak ya " Gladis mulai curiga.
Akhirnya Nadia membuka pembicaraan.
" Heeeem... Begini sayang, papa kamu mendapatkan promosi untuk naik jabatan. Akan tetapi, papa harus pindah ke Jakarta. Mama tidak mungkin enggak ikut sama papa. Jadi kamu juga harus ikut pindah ke Jakarta. Mama, papa harap kamu mengerti ". Ucap Nadia hati - hati.
Sejenak Gladis diam mencerna apa yang disampaikan Mama Nadia. Lalu tiba - tiba
" Gladis mau maah pah, Gladis mau " jawabnya senang.
Mama dan papanya saling berpandangan lalu tersenyum lega. Lalu mereka memeluk Gladis, "Terima kasih sayang, mama dan papa kira tadi kamu bakalan sedih dan menolak pindah dari sini " ucap Rendi.
" Kenapa Gladis harus sedih mah, pah. Gladis seneng papa dapat promosi. Tentu Gladis akan selalu mendukung papa" jawabnya sambil tersenyum dan melepaskan pelukan mama papanya.
" Gladis seneng ko mah, pah. Dengan begitu Gladis juga bisa jauh dari Rey dan bisa lupain Rey " gumam Gladis.
" Jadi, kapan kita pindah? " tanya Gladis.
" Lusa kita harus sudah di Jakarta, besok kita akan mengurus kepindahan sekolah kamu. Sekolah baru kamu di Jakarta juga sudah mama dan papa urus" jawab papa.
" Hari ini kamu bisa bantu mama kan sayang? Tolong bereskan barang - barang dan baju kamu untuk kita besok kejakarta yang kira - kira penting. Sisanya nanti biar di urus belakangan. " ucap Nadia.
" Siap mah, laksanakan!! Gladis naik keatas dulu ya mah pah " jawab Gladis semangat lalu pergi ke kamarnya.
" Syukurlah mah, Gladis tidak bersedih. Tadinya papa takut, kalau Gladis tidak mau pindah dari sini " ucap Rendi.
" Iya pah, mama juga bersyukur. Gladis terlihat sangat senang " jawab Nadia.
____________________________
Jangan lupa Like...
Jangan lupa comment...
__ADS_1
Jangan lupa Vote...
Terima kasih ❤