
Rapat dengan perusahaan ABC berjalan lancar, dengan kemampuan yang Rey punya tidaklah sulit untuk menyakinkan perusahaan ABC untuk melanjutkan kerjasama membangun Hotel di Bali. Rapat yang berlangsung 3 jam itupun menghasilkan tanda tangan kerjasama. Gladis yang dari tadi ada disamping Rey merasa takjub. Ardi juga tidak meragukan kemampuan Rey dalam mengelola perusahaan.
" Bagaimana aku tidak tambah jatuh cinta padamu Rey , dari dulu kamu memang luar biasa " batin Gladis.
Rapat dengan perusahaan ABC pun selesai. Terlihat Gladis sedang membereskan berkas dan membereskan laptop yang tadi dibawanya.
" Gladis apa kamu tadi mencatat semua poin pentingnya " tanya Ardi.
" Iya pak, tadi saya sudah mencatat semuanya " jawab Gladis.
" Setelah ini kamu ada acara? Mau aku antar pulang? Sepertinya setelah ini pekerjaan mu selesaikan ? " Tanya Ardi.
" Maaf pak, saya ada acara " jawab Gladis lalu meninggalkan Ardi dan Rey diruang rapat.
Gladis melihat ke arah Rey yang juga sedang membereskan beberapa berkas dihadapannya.
Dari tadi Rey melihat Ardi yang sedang mengobrol dengan Gladis. " Dari tatapannya Ardi sepertinya menyukai Gladis " batin Rey.
" Di, kalau sudah selesai kamu boleh pulang " ucap Rey lalu meninggalkan Ardi.
" Terima kasih bos " ucap Ardi.
Rey hanya mengangguk dan tersenyum ke arah Ardi. Setelah itu Rey kembali ke ruangannya, terlihat Gladis yang sudah siap untuk pulang.
" Kamu sudah mau pulang? " tanya Rey.
Gladis melihat kearah Rey. " iya Pak pekerjaan saya sudah selesai " jawabnya.
" Kamu dijemput Romi? " tanya Rey lagi.
" Romi ? " Tanya Gladis heran.
Tiba-tiba handphone Gladis berbunyi.
" Haloo, oke okee tunggu sebentar aku kebawah " jawab Gladis pada si penelepon.
" Maaf pak, saya duluan " Gladis mengambil tasnya dan pergi meninggalkan Rey yang masih mematung melihat Gladis pergi. Perlahan punggung Gladis menghilang dari pandangannya.
Rey menghembuskan napasnya dengan kasar, lalu memijit batang hidungnya.
" Gladis, apa aku sungguh sudah terlambat" gumamnya.
🍀 Di lobby
" Maaf Taaa, nunggu yaa.. Tadi gue baru selesai Rapat " sapa Gladis kepada Shita yang sepertinya sudah menunggu dari tadi.
" Yeeey, loe betah kali lama-lama bareng bos baru sampai makan siangpun loe sama dia " sindir Shita.
" Eeh dia punya orang kali Taa, gue gak mau jadi perusak hubungan orang. Gue bukan pelakor " jawab Gladis.
" Hahahaa bagus deh Diss.. Gue kira loe bakalan kaya di sinetron gitu cinta mati sama bos terus loe ngelakuin segala cara deh " ucap Shita sambil tertawa.
" Gila lo, kaya gue enggak laku aja "
" Bukan masalah loe enggak laku, tapi loe enggak move on " ketus Shita.
" Eeh buseeeet Taaa mulut lo yaa "
Mobil Romi pun datang menjemput mereka berdua. Hari ini mereka akan merayakan keberhasilan Romi mendapatkan promosi naik jabatan dan Romi akan mentraktir mereka di sebuah cafe terkenal di Jakarta.
Rey bersiap untuk pulang. Dia mengambil tasnya dan bergegas pulang. Saat membuka pintu ruangannya ternyata Ardi juga baru keluar dari ruangannya.
" Rey, apa hari ini kamu tidak ada acara ? " tanya Ardi.
" Aku kira kamu sudah pulang " jawab Rey.
" Aku akan pergi ke cafe, kamu mau ikut? "
" Hmmmm... Baiklah aku ikut, ini masih siang mungkin aku akan bosan di apartemen " jawab Rey.
Rey dan Ardi terlihat sudah memarkirkan mobilnya. Lalu mereka masuk kedalam cafe tersebut.
Mereka memilih duduk disalah satu sudut cafe agar terhindar dari keramaian.
Rey dan Ardi sudah memesan makanan dan minuman. Mata Rey menangkap sosok seseorang yang dia kenal.
" Gladis " gumam Rey.
Ardi yang merasa Rey tidak fokus saat dia mengajaknya berbicara masalah perusahaan. Dia melihat ke arah yang dilihat Rey.
" Gladis " ucap Ardi.
Rey melihat ke arah Ardi.
" Sorry.. Sorry.. tadi sampai mana? " tanya Rey.
Ardi yang memang penasaran tentang Rey dan Gladis memberanikan diri bertanya.
" Apa kamu kenal Gladis sebelumnya ? "
" Apa? " tanya Rey terkejut.
" Maaf kalau aku lancang bertanya " Ardi mengambil cangkir kopinya lalu meminumnya.
" Tidak apa - apa. Hmmmmm... Iya dia teman ku saat SMA di Bandung " jawab Rey sambil melihat ke arah Gladis.
__ADS_1
" Benarkah? " tanya Ardi.
Rey menganggukan kepalanya.
" Kalau begitu kamu sempat mengenalnya bukan? Aku sangat menyukainya. Tapi dia selalu menghindar " ucap Ardi.
Rey sangat terkejut dengan pengakuan Ardi, bola matanya membulat sempurna.
" Uhuuuk... uhuuuuuuk " Rey tersedak.
" Are you okay Rey ? " tanya Ardi.
Rey mengangguk - anggukan kepalanya.
" Aku ketoilet dulu " ucap Rey sambil meninggalkan Ardi.
Saat akan ke toilet Rey berpapasan dengan Gladis yang juga akan ke toilet.
" Pak Rey ada disini " sapa Gladis.
" Aaah iyaa, kamu juga ada disini? " tanya Rey.
" Maaf pak, saya duluan "
" Tunggu Gladis" Gladis menghentikan langkahnya.
" Ini bukan dikantor, kamu tidak perlu memanggilku seperti itu. Panggil saja Rey, bukan kah kita berteman? " ucap Rey sambil tersenyum.
" Hmmmmm.. Baiklah Rey "
Rey tersenyum mendengar panggilan itu.
" Kamu disini dengan siapa?" Tanya Rey.
" Ada Ka Romi dan Shita "
" Ooooh "
" Kamu mau bergabung ? " ajak Gladis.
" Tidak terima kasih "
" Hmmm.. Baiklah. Aku pergi dulu Rey " ucap Gladis sambil meninggalkan Rey.
Setelah dari kamar mandi, Rey menghampiri Ardi lagi. Ternyata Ardi sedang menerima telepon.
" Rey, maafkan aku. Ibu ku menelpon ada sesuatu yang penting dirumah. Aku harus segera pulang " ucapnya. " Apa tidak masalah aku meninggalkanmu? " tanyanya khawatir karena Ardi merasa tidak enak dia yang mengajak Rey.
" Tidak masalah, pergilah ibu mu lebih penting " jawab Rey.
Rey terlihat sedang menikmati kopinya. Setelah bosan dia beranjak dari tempat duduknya dan memutuskan untuk pulang.
🍀 Di parkiran
" Rey " sapa Romi.
Rey menghentikan langkahnya yang akan masuk kedalam mobil.
" Hei apa kabar? " tanya Romi sambil mengulurkan tangannya.
" Baik, kau? " tanya Rey sambil menyambut uluran tangan Romi.
" Aku juga baik, kamu sendirian Rey? Tanya Romi.
" Tadi bersama temanku, tapi dia pulang duluan " jawabnya.
Tiba - tiba dari arah belakang Rey.
" Sayaaang, maaf aku lama ya " ucap Shita.
" Tidak apa - apa sayang " jawab Romi.
Saat Shita berbalik dia terkejut yang di depannya adalah Rey.
" Pak Rey " mata Shita membulat sempurna.
Gladis yang sadar itu adalah Rey memilih berdiri di belakang Rey.
" Sayang, lalu Gladis " batin Rey. Rey tampak mengerutkan dahinya, mencerna apa sebenarnya yang terjadi.
" Gladis " panggil Shita.
Rey melihat kearah belakang, ternyata Gladis berada belakangnya.
" Rey, aku pulang duluan ya " ucap Romi. "Ayo sayang kita pulang " Romi menarik tangan Shita untuk segera mengikutinya.
" Pak Rey saya duluan " Shita berpamitan kepada Rey.
" Ooh iya " jawab Rey sambil tersenyum kearah Romi dan Shita.
" Eeeeh Taaa, gue ikut " ucap Gladis.
" Maaf Diiis.. gue sama Ka Romi ada perlu dulu. Loe bisa pulang sendiri kan? " jawab Shita sengaja agar Gladis bisa berduaan dengan Rey.
" Tapi Taaaa... " teriak Gladis kesal.
__ADS_1
" Pasti mereka sengaja ninggalin gue " batin Gladis.
" Byee Gladis " Shita melambaikan tangannya kepada Gladis.
Gladis terlihat kesal, Rey yang memperhatikannya malah tersenyum.
" Ini sudah malam, biasanya susah mencari taksi. Mau aku antar pulang? " tanya Rey.
" Huh? " jawab Gladis terkejut.
" Kenapa? " tanya Rey.
" Tidak perlu, aku bisa pulang sendiri "
" Baiklah aku akan menunggumu disini sampai dapat taksi "
Sekitar 15 menit Gladis belum juga mendapatkan taksi. Rey dari tadi hanya menunggu dan melihat Gladis yang gelisah karena belum mendapatkan taksi.
" Aku sudah bilang, ini sudah malam. Kamu akan kesusahan mendapatkan taksi. Biar aku antar saja ya? " ucap Rey lagi.
Gladis sempat terdiam dan berpikir.
" Apa aku tidak merepotkanmu? " tanya Gladis Ragu.
" Sama sekali tidak " jawab Rey sambil tersenyum.
Rey membukakan pintu untuk Gladis, lalu Gladis masuk kedalam mobil.
" Dimana kamu tinggal sekarang? " tanya Rey.
" Sekitar 30 menit dari sini, jalan saja nanti aku tunjukan jalannya " jawab Gladis.
Rey hanya menganggukan kepalanya.
Beberapa saat mereka larut dalam pikirannya masing - masing. Sampai pada akhirnya Rey mulai berbicara.
" Gladis "
" Yaa " Gladis yang semula melihat kearah jendela akhirnya melihat kearah Rey.
" Aku pikir, kamu dan Romi? " Rey menggantungkan pertanyaannya.
" Maksudmu aku dan Romi berpacaran? " tebak Gladis.
Rey mengganguk dan tersenyum kearah Gladis.
" Aku sama Ka Romi tidak pernah ada hubungan apa - apa. Ka Romi sekarang pacarnya Shita bahkan mereka berencana akan menikah " jawab Gladis.
Rey yang mendengar jawaban Gladis sangat senang. Sudut bibirnya mengembang sempurna.
" Ooooh " jawab Rey menutupi rasa bahagia dihatinya.
Gladis memberanikan diri untuk bertanya.
" Apa kabar Bianca? " tanya Gladis
" Bianca Baik. Tapi, sekarang aku sudah tidak bersamanya lagi" jawab Rey sambil fokus mengendarai mobilnya.
" Apa maksudnya Rey? " tanya Gladis.
" Iya aku dan Bianca tidak meneruskan pertunangan kami " jawab Rey tersenyum.
Gladis terkejut tapi dia pura-pura menyembunyikan keterkejutannya.
" Oh astaga Rey, maaf aku tidak tau " jawab Gladis.
" Tidak apa - apa, dari dulu aku memang tidak pernah mencintainya " ucap Rey.
Gladis hanya diam.
" Dari dulu aku hanya mencintaimu Gladis " batin Rey.
Tidak terasa akhirnya mereka sudah sampai dirumah Gladis.
" Terima kasih Rey, apa kamu mau mampir? " tanya Gladis.
" Lain kali saja, ini sudah malam. Salam untuk tante Nadia dan om Rendi " jawab Rey tersenyum.
" Baiklah nanti aku sampaikan, hati - hati Rey " Gladis membuka pintu mobil Rey dan masuk kedalam gerbang rumahnya.
Setelah Rey yakin Gladis masuk kedalam rumahnya. Rey melajukan mobilnya menuju apartemennya.
Bersambuuung......
_____________________________________________
Para Readers tersayang..
Jangan lupa Like...
Jangan lupa Comment...
Jangan lupa Vote...
Jangan lupa jadikan Favorit ...
__ADS_1
terima kasih ❤