Cerita Cinta Anak Muda

Cerita Cinta Anak Muda
Bereskan kekacauan ini


__ADS_3

Rey masuk kedalam mobil lalu melajukan mobilnya. Ketika mobil Rey sudah tidak terlihat, Gladis hendak masuk kedalam rumah.


Tiba - tiba tangannya ditarik kasar oleh seseorang. Gladis menoleh dan betapa terkejutnya.


" Kamu !! "


" Biancaa" lihirnya


Bianca mencengkram erat tangan Gladis sampai membuat Gladis kesakitan. " Hei wanita murahan, sudah aku bilang jauhi Rey atau kau akan tau akibatnya " ucap Bianca.


" Lepas, lepaskan tanganku Bianca " Gladis berusaha melepas cengkraman Bianca.


Bianca menghempaskan tangan Gladis dengan kasar, kini tangannya menunjuk kearah wajah Gladis.


"Aku peringatkan sekali lagi untuk menjauhi Rey"


" Tapi kalian sudah tidak memiliki hubungan apapun, kau tidak berhak melarangku menjauhi Rey " jawab Gladis.


"Aku pastikan, aku akan merebutnya kembali" jawab Bianca dengan sangat emosi lalu pergi meninggalkan Gladis dan melajukan mobilnya dengan cepat.


" Ya Tuhan, kenapa dia bisa seperti itu. " gumam Gladis. Setelah itu Gladis langsung masuk kedalam rumah, beruntung mama dan papa sepertinya sudah tidur. Keadaan rumah yang sudah gelap membuat Gladis bernapas lega, " untung tidak ada yang melihat kejadiannya dengan Bianca " gumamnya.


Gladis segera naik kelantai dua dan masuk kedalam kamarnya, dia meletakan tasnya diatas meja lalu duduk di tepi tempat tidurnya.


"Bagaimana kalau ancaman Bianca tidak main-main" gumamnya. "Aaah rasanya aku sangat pusing memikirkannya, lebih baik aku mandi." Gladis segera masuk kedalam kamar mandi lalu membersihkan diri.


Sekitar 20 menit Gladis berada di kamar mandi, sekarang dia duduk di depan meja rias memoleskan berbagai macam cream perawatan yang sudah lama dia gunakan. Setelah selesai dengan berbagai perawatannya sekarang dia merebahkan badannya di tempat tidurnya. Sebelumnya dia juga sudah mengambil ponselnya terlebih dahulu di dalam tas.


" Ternyata ada pesan masuk " gumamnya.


Rey : Sayang, aku sudah sampai di apartemen. Selamat beristirahat dan selamat malam ❤


Gladis : Syukurlah, selamat beristirahat juga Rey dan selamat malam ❤


Tidak perlu waktu lama Rey membalas pesan Gladis.


Rey : Mimpi indah sayang, aku merindukanmu ❤


Gladis tersenyum membaca pesan dari Rey. "Belum 1 jam berpisah dia bilang merindukanku" dasar gombal kekehnya. Saat akan membalas pesan Rey tiba-tiba ada pesan masuk dari nomor yang dia tidak kenal karena penasaran akhirnya Gladis mengurungkan niatnya untuk membalas pesan dari Rey dan terlebih dahulu membuka pesan tersebut.


081××× : Aku peringatkan sekali lagi untuk menjauh dari kehidupan Rey. Kalau tidak kau akan menanggung akibatnya!!!

__ADS_1


Deeeeeeg......


" Apa ini pesan dari Bianca? " lirihnya.


Triiiing.... Ada pesan masuk lagi..


081xxx : Bukan hanya kau yang akan menderita tapi orang-orang disekitarmu juga akan menanggung akibatnya.


Saat membaca pesan kedua berisi ancaman itu mata Gladis membulat sempurna, mulutnya menganga tak percaya, sampai dia harus membaca ulang pesan yang dibacanya.


"Apa dia benar - benar akan senekad itu? Ya Tuhan apa yang harus aku lakukan " gumamnya.


Gladis memijit keningnya merasakan pusing akibat pesan ancaman yang dikirimkan kepadanya.


" Tapi aku sangat mencintai Rey, aku tidak mungkin tiba-tiba meninggalkannya. Tidak ada alasan aku meninggalkannya, kali ini aku tidak akan mundur. Aku akan menghadapi Bianca. "


Gladis memilih mengabaikan pesan ancaman itu, dia memilih memejamkan matanya dan tertidur dengan sangat lelap.


🍀 Keesokan harinya 🍀


Rey sedang berada diruangannya, sesuai permintaannya kemarin Rey meminta dipertemukan dengan pemilik PT. Pesona Bintang.


" Kau sudah urus pertemuanku dengan pemilik PT. Pesona Bintang." tanya Rey.


" Heeem... Baiklah kita bisa berangkat sekarang, aku ingin menyelesaikan masalah ini secepat mungkin. " Rey berdiri, mengambil jas nya yang ada di kursi lalu memakainya. Dia berjalan keluar dari ruangannya lalu di ikuti oleh Ardi dibelakangnya.


Saat keluar dari ruangan, Rey melihat Gladis yang sedang mengerjakan pekerjaannya.


" Sayang "


Gladis yang mendengar suara Rey langsung mengangkat kepalanya. " Ya Rey " jawabnya.


" Maaf hari ini aku tidak bisa makan siang bersamamu, aku harus mengurus beberapa pekerjaan. "


" Tidak apa-apa Rey, aku bisa makan siang bersama Shita. "


" Baiklah, aku pergi dulu." Rey membungkukan badannya dan mengecup pipi Gladis.


Gladis tersipu malu, Ardi yang melihat kejadian itu hanya mampu memalingkan wajahnya.


🍀 Di restauran Jepang

__ADS_1


Rey sudah sampai di restaurant yang dijadikan tempat pertemuan mereka, pemilik dari PT. Pesona Bintang sudah datang terlebih dahulu. Mereka sudah berada diruangan VVIP yang memang lebih privat.


Saat masuk ke dalam ruangan itu, pemilik PT. Pesona Bintang langsung berdiri menyambut kedatangan Rey.


" Selamat datang Pak Rey " laki-laki paruh baya itu menjabat tangan Rey. Rey menyambut tangan laki-laki itu. " Terima kasih Pak Andi "


kini mereka terlihat sudah duduk berhadapan.


" Jadi, bagaimana Pak Andi, apakah ada masalah dengan kerjasama kita. " tanya Rey to the point dia tidak ingin membuang banyak waktunya.


Pak Andi menunduk wajahnya ragu lalu melihat ke arah Ardi yang juga terlihat gelisah.


" Saya tanya sekali lagi, apa ada masalah dengan kerjasama kita, kemarin saya mendapat laporan bahwa perusahaan Anda akan membatalkan kontrak kerjasama kita " suara Rey sudah mulai meninggi.


" I- iya perusahaan saya ingin membatalkan kontrak kerja dengan perusahaan Pratama Group " jawab Andi ragu.


" Tidak masalah bagi saya, silahkan batalkan kontrak kerjasama kita " Rey menyungingkan senyuman sinisnya.


Ardi dan Andi yang mendengarnya nampak terkejut dengan reaksi Rey.


" Tapi.... " Rey menggantungkan perkataannya.


Dia mengambil ponselnya memperlihatkan beberapa foto yang dia dapat yang membuat Ardi dan Andi tampak terkejut.


" Jangan sampai foto-foto ini jatuh ke media masa, saya rasa kalian akan tahu apa jadinya jika semua foto ini tersebar. " ucap Rey santai.


Andi langsung bersimpuh di kaki Rey " Tolong, tolong Pak Rey jangan sampai semua foto ini tersebar, aku minta maaf , aku mohon minta maaf. Semua ini ide Ardi. " Andi menatap Ardi dengan geram. " Iya ini semua ide dia " Andi memunjuk wajah Ardi yang sekarang berubah menjadi pucat.


" Berdirilah, aku tidak mau ada yang salah paham dengan posisimu sekarang. " ucap Rey tenang namun mukanya berubah sangat menyeramkan. Rey yang selama ini dikenal baik dan ramah tapi saat ini, bukan seperti dirinya.


Rey melihat ke arah Ardi yang juga terlihat pucat, "Apa yang kau lakukan?? Papaku sangat mempercayaimu, bahkan dia sangat membanggakanmu. Ciiiiih, aku tidak menyangka kau akan menjadi selicik ini, bahkan aku sudah menganggapmu sebagai kakakku " suara Rey terdengar sangat emosi.


Rey berdiri, " Bereskan kekacauan ini, dan jangan pernah kembali. " lalu pergi meninggalkan mereka yang masih ketakutan.


Bersambuuung.......


_______________________________________________


🍀 Jangan lupa Like


🍀 Jangan lupa Comment

__ADS_1


🍀 Jangan lupa vote yaa


__ADS_2