
🍀 6 Tahun kemudian..
Pesawat Rey sudah mendarat di Jakarta. Rey sangat tampan dengan memakai kaos polos yang dibalut dengan jaket kulit, celana jeans, sneaker dan kacamata hitam. Rey melangkahkan kakinya kembali di Indonesia setelah kuliah selama 4 tahun disalah satu universitas di Amerika.
" Aku sangat merindukan suasana di Indonesia " gumamnya sambil tersenyum.
" Pak Rey " sapa seorang laki - laki parubaya yang datang menghampirinya.
" Iya saya Rey " jawabnya sopan.
" Saya Agus, saya supir yang di tugaskan pak Agung untuk mengantar bapak di Jakarta. Tadi pak Agung telepon saya, katanya suruh anter langsung ke apartemen saja biar pak Rey bisa istirahat ".
" Panggil Rey saja pak, saya juga lebih muda dari bapak."
" Saya enggak enak masa harus panggil nama aja " jawab pak Agus sungkan.
" Enggak apa-apa pak, saya malah enggak enak dipanggil bapak, memangnya saya setua itu " ucapnya sambil tertawa.
" Kalau begitu saya panggil mas Rey saja bagaimana? " tanya Pak Agus.
" Baiklah, asal jangan panggil saya bapak lagi ya. Oia pak Agus, saya mau beli kopi dulu. Apa bapak mau ikut? " tanya Rey.
" Saya tunggu di mobil saja, biar kopernya saya bawa saja ke mobil " jawab Pak Agus sambil mengambil koper dari tangan Rey.
" Yasudah, saya kesana dulu ya pak " Rey melangkahkan kakinya menuju cafe yang ada di Bandara.
Rey duduk di dekat jendela, ditemani dengan secangkir kopi di depannya.
" Gladis " gumamnya
Rey melihat seseorang yang sangat mirip dengan Gladis, baru saja masuk kedalam cafe. Gladis terlihat dewasa dan sangat cantik dengan memakai dress berwarna biru langit, rambut panjang terurai, dan sedikit polesan make up natural menambah kecantikannya.
Rey melihat laki - laki yang bersama Gladis.
" Romi??"
Gladis dan Romi terlihat sangat akrab. Mereka duduk tidak jauh dari tempat Rey.
" Mereka terlihat sangat dekat, apa mereka?? " batin Rey.
Rey berdiri dan segera keluar dari cafe. Saat akan keluar, Rey menabrak seorang perempuan.
" Sorry " ucap Rey yang langsung pergi dengan terburu-buru.
Perempuan yang tadi di tabrak hanya diam melihat Rey. Lalu buru - buru masuk kedalam cafe.
*****
Flashback..
Setelah Romi lulus SMA, Romi memutuskan untuk kuliah di Jakarta. Romi selalu berusaha mendekati Gladis dan ternyata sekarang mereka bahkan satu kampus.
Siang itu Romi dan Gladis sedang duduk berhadapan di kantin kampus.
" Aku suka kamu Gladis, dan aku akan terus menunggu bahkan dari dulu " ucap Romi. Entah untuk keberapa kalinya Romi selalu menyatakan perasaannya kepada Gladis. Tapi selalu mendapat penolakan dari Gladis.
" Maaf ka Romi, Gladis tetap gak bisa. Hati Gladis tidak bisa menerima kehadiran siapapun " jawabnya.
" Apa karena Rey? " tanya Romi.
__ADS_1
Sejenak Gladis terdiam, lalu menganggukan kepalanya.
" Aku belum bisa melupakannya sampai saat ini, sekuat apapun berusaha melupakannya aku tetap tidak bisa " jawabnya sedih.
Romi mengerang prustasi.
" Arrggggh " menarik kasar rambutnya.
" Dengar ka " Gladis menatap lekat kedua mata Romi. " Diluar sana ada perempuan yang sayang dan tulus mencintai kaka. Tapi kaka tidak menyadarinya " ucap Gladis.
" Aku cuma mau kamu Gladis " jawabnya lagi.
" Tapi Gladis gak bisa ka, maaf."
Romi menarik napasnya lalu menghembuskannya kasar lalu meninggalkan Gladis begitu saja.
Tiba - tiba Shita datang menghampirinya dan duduk di tempat Romi tadi.
"Ka Romi nembak lo lagi ya? Yaaaah, gue patah hati lagi deh. " ucap Shita dengan muka sedihnya.
" Yeeey, lo aja yang kurang usaha " jawab Gladis santai. " Kan gue dah bilang, lo harus mepet terus. Gue juga dah cape nolaknya.
" Iya deh di otak lo cuma ada Rey Aditia Pramata " cibir Shita.
Gladis terdiam...
" Yaaah dia ngelamunkan " saut Shita lagi.
" Haloooo.. Holaaaa Gladis " Shita mengerak - gerakan tangannya di depan muka Gladis.
" Iya.. iya.. Gw sadaar !! Yang enggak sadar tuh lo " ucap Gladis.
" iya lo enggak sadar - sadar kalau ka Romi tuh enggak suka sama lo, ahhhahhhaa " Gladis tertawa karena berhasil membuat sahabatnya itu cemberut.
" Tega banget sih lo, enggak perlu lo perjelas juga kali" jawab Shita sambil mengerucutkan bibirnya.
Gladis yang melihat Shita kesal malah tertawa - tawa.
Shita sudah tau semua cerita tentang Gladis. Mereka sudah bersahabat sejak Gladis pindah ke Jakarta. Sejak itulah mereka bersahabat sampai sekarang.
*******
Flashback 6 tahun yang lalu..
Gladis memblokir semua yang berhubungan dengan Rey, mulai dari nomor telepon, media sosial dan semua yang berhubungan dengan Rey.
Rey sempat menelpon Nadia. Nadia memberitahukan bahwa mereka telah pindah ke Jakarta dan akan menetap disana. Saat Rey menanyakan Gladis, Nadia dengan berat hati harus mengatakan kepada Rey kalau Rey harus menjauhi Gladis dan jangan menghubunginya lagi.
Sebenarnya dia tidak tega, karena tau Rey adalah anak yang baik. Akan tetapi ini permintaan Gladis dan Nadia berjanji akan membantu Gladis untuk melupakan Rey.
" Maafkan tante ya Rey, sebaiknya mulai sekarang kamu enggak usah hubungin lagi Gladis " ucap Nadia.
Deeeeeeeg...
Hati Rey sakit mendengarnya.
" Tapi tante.... " ucap Rey.
" Tidak ada tapi-tapi Rey. Tante mohon untuk kebaikan kalian, mulai sekarang jangan pernah menghubungi Gladis lagi "
__ADS_1
Tuut.. tuut.. tuuut..
Tanda sambungan telepon terputus.
Rey menghela napasnya, sambil memejamkan matanya. Mengusap kasar wajahnya.
" Kenapa kamu pergi begitu saja Gladis " gumam Rey.
*******
Didalam cafe Gladis dan Romi sudah memesan kopi dan beberapa cemilan. Gladis menemani sahabatnya Shita yang menjemput pacarnya yaitu Romi.
Iyaaa... Sudah satu tahun Romi dan Shita berpacaran. Bahkan mereka sudah dalam tahap serius dan berencana akan menikah.
Gladis tentu senang, sahabatnya bisa bersama dengan Romi. Romi sekarang sudah berubah, dia sekarang tidak pernah lagi berganti - ganti pasangan.
" Gladiiiiiis " panggil Shita yang tampak berlari kearahnya.
" Lo tau gak?? lo tau ?? " tanya Shita sambil berkata heboh.
Beberapa orang disekelilingnya bahkan sampai melihat kearah mereka.
" Sayang kamu kenapa? ayo duduk dulu " ucap Romi sambil menarik Shita untuk duduk.
" Minuum... Minuum.. " pinta Shita.
Gladis dan Romi heran melihat Shita yang seakan-akan telah melihat hantu.
" Lo kenapa sih Taa.. Abis lihat hantu ya lo " tanya Gladis heran.
" Lo enggak bakalan percaya deh Dis.. Ini lebih dari hantu " jawab Shita.
" Aah lebay deh lo Taaa " sahut Gladis lagi.
" Emangnya ada apa sih sayang? " tanya Romi.
" Tau gak tadi gue liat siapa?? " tanya Shita sambil tersenyum ke arah Gladis dan Romi bergantian.
" Gue liat Rey " teriak Shita senang. " Gilaaa Diiiis ganteng banget diaaa " ucap Shita sambil senyum senyum. Sadar ada Romi disebelahnya.
" Tapi lebih gantengan kamu dong sayang, enggak ada yang lebih ganteng dari kamu " ucap Shita pada Romi. Romi yang sudah tau kelakuan pacarnya hanya tertawa dan menggelengkan kepalanya.
Shita melihat ke arah Gladis yang tiba - tiba raut wajahnya berubah.
" Taaa, lo serius liat Rey? tanya Gladis memastikan.
" Gw serius Diiiis, tadi dia nabrak gue. Kayanya dia buru - buru. Apa jangan - jangan dia lihat lo kali tadi? ucap Shita.
Gladis terdiam...
Bersambuuuuung....
_____________________________________
Haloo temen - temen yang penasaran dengan kelanjutan ceritanya jangan lupa yaa di like, comment dan vote.
Jangan lupa juga yang klik favorit biar enggak ketinggalan kalau update 😍😍
semoga menghibur...
__ADS_1
❤❤❤