
Jam pulang sekolah pun tiba.
" Rey, aku pulang duluan ya " tiba - tiba Gladis berjalan keluar kelas dengan terburu - buru.
Rey yang belum sempat menjawab sudah tidak dapat melihat lagi Gladis.
" Kenapa sepertinya Gladis menghindariku " gumam Rey dalam hati.
Tiba - tiba Bianca masuk kedalam kelas Rey.
" Rey, kita pulang yuk. Tapi sebelum pulang kita jalan ke mall dulu ya Rey " seru Bianca.
" Maaf aku tidak bisa, aku ada urusan. Kamu bisa pulang sendiri kan ? jawab Rey sambil meninggalkan Bianca yang kesal dengan jawaban Rey.
" Tapi Rey, om Agung menyuruhmu untuk menjemput dan mengantarku "
Rey menghentikan langkahnya dan melihat ke arah Bianca " Papa menyuruhku untuk mengenalmu, bukan jadi supirmu ". Rey pergi begitu saja meninggalkan Bianca.
Saat Rey keluar dari area sekolah, Rey melihat Gladis yang masih menunggu angkot. Rey yang melihat Gladis langsung menepikan mobil dan menghampirinya.
" Ayo, aku antar pulang " seru Rey.
" Kamu bukannya harus mengantarkan Bianca. Kemana dia? Aku tidak mau mengganggu kalian."
" Entahlah, dia bukan anak kecil dia bisa pulang sendiri " jawab Rey. " Ayo cepat masuk " paksa Rey.
Akhirnya Gladis tidak bisa menolak ajakan Rey.
Tiba - tiba hening di dalam mobil. Sampai akhirnya Rey membuka pembicaraan.
" Gladis, aku harap kita bisa berteman seperti biasa. Perjodohanku dengan Bianca tidak akan merubah persahabatan kita. Lagi pula aku tidak setuju dengan perjodohan itu " ucap Rey.
" Sahabat ? kenapa aku sakit hati ketika dia bilang aku hanya sahabatnya " gumamnya Gladis dalam hati.
Gladis mencoba tersenyum " Tentu Rey kita selalu akan jadi sahabat, aku hanya tidak mau Bianca salah paham kepadaku."
" Tidak usah kwatir, itu tidak akan terjadi " jawab Rey.
Akhirnya sampai di depan rumah Gladis.
__ADS_1
" Rey, apa kamu mau mampir?"
" Mungkin lain kali, salam untuk tante Nadia dan om Rendi " jawab Rey.
" Baiklah Rey, terima kasih " Gladis melambaikan tangannya ke arah mobil Rey dan setelah Rey melajukan mobilnya Gladis langsung masuk kedalam rumah.
" Apa yang kau harapkan Gladis " Gerutu gladis sambil melangkahkan kakinya ke dalam rumah.
" Anak mama sudah pulang, lesu amat kenapa sayang? " tanya mama Nadia saat melihat anaknya terlihat lesu.
" Tidak apa - apa mah, Gladis hanya lelah. Gladis naik keatas dulu ya mah " jawabnya sambil langsung menaiki anak tangga dan menuju kamarnya.
Sesampainya dikamar Gladis langsung melempar tasnya kesembarang arah dan langsung menjatuhkan badannya ke atas kasur.
" Ada apa denganku? kenapa perasaan ku seperti ini " gumam Gladis.
Tanpa terasa Gladis memejamkan matanya dan tertidur.
*****
Sementara setelah Rey mengantarkan Gladis pulang, Rey langsung pergi ke perusahaan papa nya. Rey melajukan mobilnya ke gedung tinggi berlantai 20 bertuliskan Pratama Group.
Sesampainya disana Rey langsung menuju lift khusus para petinggi perusahaan. Para Karyawan memang sudah tau kalau Rey adalah anak dari pemilik perusahaannya karena beberapa kali Rey pernah bergabung di acara kantor mereka dan dikenalkan sebagai direktur utama selanjutnya Pratama Group dan akan menggantikan papanya Agung Pratama.
" Tante Dilla, aku ingin bertemu dengan papa. Apa papa ada diruangan? " tanya Rey kepada sekertaris papanya.
" Rey apa kabar? Sudah lama tante enggak ketemu kamu. Papamu ada di ruang rapat, kamu bisa menunggu diruangannya. " jawab Dilla.
" Aku baik tante, baiklah aku tunggu diruangannya saja " jawab Rey sambil berlalu masuk ke dalam ruangan papa nya.
Lalu Rey duduk di kursi yang ada diruangan tersebut, setelah menunggu beberapa saat.
Klaaak, suara pintu ruangan itu terbuka.
" Rey, apa yang membawamu kesini nak? biasanya kalau kamu kesini pasti ada sesuatu yang penting? " tanya papa Agung saat melihat anaknya.
Rey menghampiri dan mencium tangan papanya lalu mereka duduk berhadapan.
" Pah, Rey sebenarnya tidak setuju dengan perjodohan ini. Lagi pula Rey masih kecil, Rey tidak mau sampai harus memikirkan perjodohan ini. Rey hanya ingin berkonsentrasi belajar agar bisa membuat papa bangga dan dapat meneruskan perusahan papa dan bisa jadi sehebat papa " ucapnya.
__ADS_1
" Papa sudah sepakat dengan om Indra untuk menjodohkan kamu dengan Bianca. Papa tidak bisa membatalkan perjodohan kalian Rey "
" Rey tau pah tapi apa boleh Rey minta tidak harus mengenal lebih jauh Bianca sekarang pah? Rey masih terlalu muda. Rey belum siap untuk melakukan pendekatan dengannya " ucap Rey beralasan. Padahal Rey berkata seperti itu karena ingin menghindar dari Bianca. Untuk saat ini mungkin hanya ini yang bisa Rey lakukan untuk menghindar dari Bianca.
Sejenak papa Agung berpikir, " Baiklah nak, papa akan bicarakan ini dengan om Indra. Tapi ingat bukan berarti papa membatalkan perjodohan kalian. Papa hanya memberikan mu waktu dan saatnya tiba kamu harus tetap menikah dengan Bianca."
" Baik pah, terima kasih " jawab Rey singkat.
Tak apa untuk saat ini Rey akan menurut agak Bianca tidak terlalu dekat dengannya. Untuk masalah perjodohan, akan Rey pikirkan lagi selanjutnya.
Setelah percakapan itu Rey langsung pamit dari kantor papanya dan pulang kerumah.
****
Hari ini saat pulang kerumah Rey melihat mamanya sedang ada dirumah.
" Sayang, kamu baru pulang? " tanya Joice.
Rey menghampiri mamanya untuk mencium tangannya. " Iya mah tadi Rey pergi ke kantor papa dulu mah " jawab Rey.
" Ada apa kamu ke kantor papa? Apa ada hal penting? "
" Rey hanya ingin meminta waktu untuk tidak melakukan pendekatan dengan Bianca sekarang mah. Rey belum siap, Rey masih ingin fokus untuk belajar."
" Baguslah nak, mama juga sebenarnya kurang setuju dengan keputusan papa. Tapi kamu harus tau sendiri bagaimana papamu, kalau papa sudah memutuskan sesuatu akan sangat sulit untuk merubah keputusan itu. Tapi apapun keputusanmu mama akan selalu mendukungmu. " jelas mama Joice lalu memeluk Rey sambil mencium kedua pipi Rey.
" Anak mama sudah besar ternyata " ucap mama Joice yang masih memeluk Rey.
Rey merindukan moment seperti ini. Moment dimana mamanya tidak sibuk dan selalu ada untuknya. Joice melepaskan pelukannya.
" Apa kamu sudah makan? Mau mama siapkan? Mama masak makanan kesukaan kamu " seru Mama Joice.
"Mau mah, Rey akan kekamar untuk ganti baju. "
Lalu Rey menuju ke kamarnya dan mengganti bajunya dan Rey buru - buru turun kebawah lagi untuk makan masakan mamanya. Rey sangat merindukan masakan mamanya dan dia makan begitu lahap.
___________________________________________
Halo temen - temen yang sudah baca tolong dikasih like, comment dan vote yaa biar author tambah semangat nulisnya.
__ADS_1
Terima kasih sudah mampir 😍🙏
Semoga kalian suka dengan ceritanya