
Pagi ini Rey seperti biasa menjemput Gladis dirumahnya, semalam ternyata Rey memang sudah merencanakan acara lamarannya, bahkan kedua orangtua Rey dan Gladis juga sudah mengetahui begitu juga Romi dan Shita. Tadi malam ketika kedua belah pihak keluarga bertemu mereka langsung merencakan pernikahan mereka. Mereka sepakat untuk melakukan akad dan resepsi pernikahan satu bulan dari sekarang. Semua setuju dan merasa senang mendengar rencana pernikahan mereka.
Rey dan Gladis sedang berada di mobil.
"Sayang, nanti siang kita harus melihat gedung pernikahan kita, ada beberapa pilihan nanti kamu pilih sendiri yang kamu suka" ucap Rey.
"Iya Rey, aaah aku tidak percaya akan secepat ini" jawab Gladis yang melihat ke arah Rey.
Rey melihat sekilas kearah Gladis, tangan kirinya membelai lembut pipi wanita kesayangannya.
"Aku sudah tidak sabar memilikimu seutuhnya sayang" ucap Rey.
Mobil Rey terlihat masuk kedalam gedung Pratama Group, Gladis dan Rey masuk bersamaan. Karyawan menunduk sopan saat Rey dan Gladis masuk kedalam gedung tersebut.
Ketika pintu lift terbuka dilantai ruangan Rey, terlihat ada seorang wanita yang sedang duduk di meja kerja Gladis.
"Rey siapa itu? Apa kamu sedang menunggu tamu sepagi ini?" tanya Gladis.
"Tidak" jawab Rey. Keduanya melangkahkan kakinya, suara sepatu mereka menyadarkan wanita itu dan saat melihat wanita itu membalikan badannya, Rey dan Gladis terkejut mengetahui siapa wanita itu.
"Biancaa" gumam Rey dan Gladis bersamaan.
"Selamat pagi sayang" sapa Bianca tanpa malu.
"Mau apa kamu kesini?" ucap Rey dengan ketus.
"Aku kangen kamu dong sayang" Bianca mendekat ke arah Rey lalu mencoba memeluk Rey tapi di dorong oleh Rey.
"Tolong jaga sikapmu, aku sudah bukan tunanganmu dan aku akan segera menikah dengan Gladis" jawab Rey sambil menggenggam tangan Gladis.
"Hahhahahaaaaaa, kau pikir aku akan menyerah begitu saja. Tidak ada yang bisa memilikimu Rey selain aku" ucap Bianca. "Hey gadis murahan, aku tidak akan membiarkan siapapun menggambil milikku"
"Pergi dari sini, atau aku akan menyeretmu keluar secara paksa" ancam Rey yang geram melihat kelakuan Bianca.
"Tidak perlu di paksa sayang, aku akan pergi. Sampai ketemu lagi sayang" goda Bianca sambil menyentuh dada Rey.
"Jauhkan tangan kotormu" Rey mencengkram tangan Bianca dan menghempaskannya.
"Ahahhahahaaa, aku akan membuatmu menyesal" ucap Bianca lalu pergi meninggalkan mereka berdua.
Setelah Bianca pergi meninggalkan mereka, Rey langsung memeluk Gladis yang masih terlihat terkejut.
"Semua akan baik-baik saja sayang" ucapnya.
"Rey, aku takut dia bertindak lebih. Sepertinya dia sangat terobsesi kepadamu, mengerikan" ucap Gladis yang masih ada dipelukan Rey.
Rey melepaskan pelukannya, lalu menangkup kedua pipi Gladis.
"Sayang, jangan takut kita akan menghadapinya bersama oke!! " ucap Rey.
__ADS_1
Gladis tersenyum, lalu tiba-tiba dia mencium pipi Rey.
"Terima kasih sayang" ucapnya.
Rey yang masih terkejut hanya mampu diam saja, tanpa sadar Gladis sudah menghilang dari hadapannya dengan wajah merah menahan malu dan segera duduk di meja kerjanya.
"Apa yang aku lakukan, aku sungguh malu" Gladis bergumam mengutuki kebodohannya.
Rey segera sadar dari keterkejutannya lalu menghampiri Gladis yang masih tertunduk malu.
"Aku suka sayang, terima kasih" ucapnya sambil berlalu meninggalkan Gladis yang masih tertunduk malu dimeja kerjanya dengan wajah yang memerah.
Didalam ruangan kerja, Rey tampak mengelus pipi yang tadi dicium Gladis sambil terus tersenyum.
Pekerjaannya hari ini yang sangat menumpuk dikerjakannya dengan semangat seolah ciuman yang diberikan Gladis adalah vitamin untuknya. Hingga tak terasa sudah waktunya untuk makan siang. Rey segera menghampiri Gladis yang juga sibuk dengan pekerjaanya.
"Sayang, ayo kitakan harus melihat gedung" ajak Rey saat melihat Gladis masih sibuk dengan pekerjaannya.
"Oia tunggu sebentar" , Gladis membereskan beberapa pekerjaannya lalu beranjak dari kursinya. "Ayo Rey"
Mereka berdua berjalan menuju lobby saat keluar dari lift mereka bertemu dengan Shita,
"Taaaa, kamu mau makan ya" sapa Gladis.
"Eh calon pengantin, iya nih kita barengan yuuk makan udah lama kita gak makan siang bareng" ucap Shita.
"Yaaaah, gue gak bisa Taaa. Rey ngajak gue mau liat gedung, besok deh ya gue janji kita makan siang bareng. Okee!! "
"Pasti dong, yaudah kita pergi dulu ya Shita" ucap Rey.
"Byee Taaa, gue duluan yaa" akhirnya Gladis dan Rey masuk kedalam mobil yang sudah terlebih dahulu disiapkan di depan lobby.
Mereka tiba di hotel mewah dikawasan Jakarta, ini salah satu tempat yang akan mereka lihat untuk dijadikan tempat pernikahan mereka. Sepertinya Gladis langsung suka dengan tempatnya.
"Rey, aku sepertinya suka tempat ini tidak terlalu luas dan juga tidak terlalu sempit. Aku tidak ingin pernikahan kita terlalu mewah" ucap Gladis.
"Apa kamu tidak mau melihat tempat yang lain sayang, ada yang lebih bagus dari sini?" tanya Rey.
"Tidak Rey, ini sudah cukup" ucap Gladis meyakinkan Rey.
"Baiklah, apapun maumu sayang. Asal kamu senang" Rey mencubit hidung Gladis dengan gemas. Lalu mereka berdua tertawa.
"Yasudah, ayo kita makan siang di resto hotel ini" Ajak Rey.
"Rey, tapi aku ingin makan ditempat lain" ucap Gladis sambil memaju mundurkan bibirnya, membuat Rey sangat gemas.
"Oh tidaaak jangan memperlihatkan ekspresi seperti itu sayang. Karena aku tidak akan bisa menolak permintaanmu" ucap Rey gemas. "Ayoooo" ajak Rey sambil menggenggam tangan Gladis keluar dari hotel tersebut.
Kini mereka sudah di dalam mobil, "Kamu mau makan apa sayang?" tanya Rey.
__ADS_1
"Didepan sana ada rumah makan sop iga yang enak Rey, aku mau makan disana" ucap Gladis.
"Siap tuan putri" ucap Rey lalu melajukan mobilnya ketempat makan yang dimaksud oleh Gladis.
Sesampainya di rumah makan sop iga, Rey dan Gladis segera turun.
"Sayang tunggu disini ya sebentar, jangan menyebrang tanpaku. Sepertinya ponselku ketinggalan" ucap Rey.
"Baiklah, aku tunggu disini ya"
Rey kembali kemobil untuk mengambil ponselnya.
"Kemana ponselku" gumamnya sambil mencari ponselnya. Saat mencari ponselnya tiba-tiba Rey melihat mobil dengan kecepatan tinggi mengarah kearah Gladis, Gladis tidak menyadarinya karena sedang asik dengan ponsel ditangannya.
Rey segera keluar dari mobil lalu berteriak dan berlari kearah Gladis.
"Awaaas Gladiiis"
Braaaaaaaaak....
Ckiiiiiiiiiiiit......
Terdengar suara rem dan jeritan seorang wanita yang tak lain adalah Gladis.
Mobil yang menabrak Gladis segera melarikan diri, Rey lari kearah Gladis yang terlihat dipeluk oleh seorang laki-laki yang menyelamatkannya.
Gladis terlihat gemetar, kepalanya terbentur dengan beberapa goresan di dahinya. Tapi ada seseorang yang masih memeganginya, laki-laki itu memakai topi tapi tampak familiar diingatan Rey. Saat sampai didepan Gladis, Rey langsung memeluk Gladis.
"Kamu baik-baik aja sayang, maafkan aku maafkan aku karena meninggalkanmu" ucap Rey sambil terus menenangkan Gladis.
Laki-laki yang menolong Gladis segera berdiri dan meninggalkan Rey dan Gladis.
"Tunggu" panggil Rey. Laki-laki itu berhenti saat Rey memanggilnya.
Rey mengajak Gladis berdiri dan menghampiri orang yang menolongnya, "kamu bisa jalan sayang" ucap Rey.
"Aku tidak apa-apa Rey, untung ada orang itu yang menolongku" ucap Gladis.
Laki-laki itu bergegas akan meninggalkan mereka lagi, tapi Rey berhasil mencegahnya.
"Tunggu tuan, aku ucapkan terima kasih banyak karena telah menolong calon istriku" ucapnya lagi. Tapi laki-laki itu masih tidak mau melihat ke arah Rey.
"Tuaan"
Karena merasa tidak ada jawaban akhirnya Rey berjalan kedepan laki-laki tersebut dan alangkah terkejutnya.
"Kaaau???"
Bersambung....
__ADS_1
________________________________________________
Jangan lupa di like, comment dan vote terima kasih ❤