
Udara pagi di kota Bandung masih sangat segar ditambah dengan mentari pagi yang sudah muncul untuk menghangatkan permukaan bumi. Membuat pagi hari bersemangat untuk menjalankan aktifitas.
Terlihat suasana yang mulai ramai saat siswa siswi SMA KARYA BANGSA mulai berdatangan.
Dikoridor sekolah ramai dengan siswa siswi. Ada yang hanya melewatinya, membaca buka bahkan mengobrol sesuatu alias bergosip.
Terdengar beberapa siswi sedang heboh mengobrol.
" Eh kalian tau enggak, tadi aku liat Rey sama Bianca turun dari mobil yang sama, apa mereka pacaran? " seru salah satu orang disana.
" Eh seriusan bukannya dia pacarnya Gladis, mereka selalu berduaan " jawab salah satu dari mereka.
" Mungkin mereka udah putus dan sekarang Rey sama Bianca. "
" Yaaaah pupus deh harapan gw deketin Rey . Tuh orang - orang pada gercep banget ya " jawab salah satu dari mereka.
Kebetulan Gladis sempat mendengarkan percakapan mereka. Saat Gladis melewati mereka, obrolan merekapun berhenti dan melihat ke arah Gladis. Gladis berusaha pura - pura tidak mendengar percakapan mereka dan berlalu begitu saja melewatinya.
Rey juga salah satu siswa yang populer, dengan wajah tampan, gayanya yang cool dan juga pintar membuat banyak siswi lainnya sengaja mencuri perhatian Rey. Tapi Rey hanya fokus pada satu wanita yang sekarang menjadi sahabatnya.
Gladis langsung menuju kedalam kelas, disana sudah ada Rey yang sedang duduk dibangkunya membaca buku. Rey memang suka membaca buku, saat ada waktu luang dia pasti selalu menyempatkan membaca buku.
" Rey " seru Gladis membuat Rey menghentikan aktifitas membaca bukunya.
" Cieeeee yang berangkat bareng Biancaa, akhirnya kalian pacaran jugakan? Selamat ya Rey. Kamu ko gak cerita - cerita sih " seru Gladis sambil mencubit lengan Rey yang kesal kalau dirinya malah harus tahu dari gosip yang beredar.
" Pacaran? Apa maksudmu? " jawab Rey
__ADS_1
" Ya ampun masih pura - pura lagi " Gladis memutarkan malas bola matanya keatas.
" Tadi kamu berangkat satu mobil sama Bianca kan? Itu pasti kamu pacaran kan ? Ngaku aja deh sama temen sendiri malu - malu " Gladis terkekeh.
" Dapet info dari mana kamu, kamu gosipin aku? " tanya Rey santai.
" Gosip itu fakta yang tertunda Rey kaya l*mb* turah, itu kan biasanya nanti beritanya bener Rey " lagi-lagi Gladis terkekeh padahal ada sesuatu yang aneh di hatinya.
" Kamu kebanyakan nonton gosip " jawab Rey lagi
" Ayolah Rey kamu kenapa gak mau cerita."
" Baiklah, denger aku ya. Aku enggak pacaran sama Bianca. Bianca itu anak temen papa aku. Dan papa aku pengen aku berteman sama dia. Jelas!! "
" Tapi aku enggak pernah dijemput sama kamu Rey " Goda Gladis.
" Kamu cemburu?? Mau aku jemput? Rey balik menggoda.
Rey yang melihat kelakuan Gladis hanya mengelengkan kepalanya dan tersenyum.
Jam pelajaran pun sudah dimulai, para guru sedang memberikan materi pelajaran. Ada murid yang serius mendengarkan materi, ada yang sibuk mencatat, ada yang sibuk mencuri kesempatan bermain handphone.
Jam istirahatpun tiba, kebanyakan dari mereka langsung menuju ke kantin karena perut mereka sudah menjerit minta di berikan asupan makanan. Begitu juga dengan Rey dan Gladis.
Rey dan Gladis sudah mendapatkan tempat duduk. Kali ini Gladis memesan bakso dan es teh manis, Rey memesan mie goreng dan es jeruk. Saat mereka sedang makan seseorang menghampiri mereka.
" Hai Rey, aku ikut gabung ya " sapa Bianca sambil duduk disamping Rey.
__ADS_1
" Ini tempat umum, jadi tidak masalah " jawab Rey dingin sambil terus makan makanannya.
" Oia, Gladis sebaiknya kamu mulai sekarang enggak keberatan kalau aku nanti akan lebih sering bersama Rey. Kita akan mencoba mengenal lebih jauh lagi. Karena orangtua kita sudah menjodohkan kita berdua " ucap Bianca dengan percaya diri.
Deeeeeeeeeg...
Lagi - lagi hati Gladis sakit. " Tidak Gladis apa yang kamu pikirkan. Rey cuma temanmu tidak lebih dari itu."
" Maksud kamu apa bilang itu sama Gladis, aku mencoba baik sama kamu karena permintaan papaku. Aku hanya mencoba mengenalmu tapi bukan berarti aku menyetujui perjodohan ini " seru Rey dengan nada marah.
Rey memperhatikan tingkah Gladis yang merasa tidak nyaman.
" It' Oke Rey. Kita kan cuma sahabatan. Apa salahnya kita bertiga berteman kan? Dan aku tidak keberatan kalau kamu lebih sering bersama Rey " jawab Gladis cepat lalu langsung memundukan wajahnya.
" Bagus, jadi kita sekarang berteman ya. Dan aku akan lebih sering menghabiskan waktu bersama Rey" jawab Bianca sambil tersenyum penuh arti.
" Tentu saja " jawab Gladis yakin.
Rey yang memperhatikan Gladis dan Bianca hanya bisa diam menerima keputusan Gladis untuk berteman dengan Bianca.
" Lihat saja, aku akan merebut Rey darimu. Aku tau kalau Rey menyukaimu Gladis. Aku akan berteman dengan mu untuk menjauhkan mu dari Rey " batin Bianca.
Setelah percakapan itu mereka melanjutkan jam istirahatnya dikantin dengan penuh kecanggungan.
______________________________________
Halo temen - temen yang sudah mampir dan baca novelku ini. Jangan lupa meninggalkan jejak untuk like , comment dan Vote yaaa.
__ADS_1
Terima kasih 😍🙏
Semoga menghibur