Cerita Cinta Anak Muda

Cerita Cinta Anak Muda
Aku Akan Mendapatkanmu.


__ADS_3

Setelah kesepakatan Rey dan papanya. Rey tidak lagi harus menjemput dan mengantarkan Bianca. Tapi Bianca selalu menemui Rey entah itu dikelas atau di kantin. Bianca tidak pernah menyerah untuk mendapatkan perhatian dari Rey. Akan tetapi, Rey masih saja sama bersikap dingin kepada Bianca.


Tapi Bianca tidak bisa berbuat apa - apa selain menunggu kesepakatan Rey dengan papanya berakhir.


Setiap harinya Rey dan Gladis semakin dekat di Sekolah. Bukan hanya di sekolah Rey juga sering menghabiskan waktunya dirumah Gladis. Tidak ada yang berubah dengan persahabatan mereka. Kecuali dengan perasaan suka mereka yang semakin bertambah tapi mereka memilih menyimpan rapat perasaannya. Tak terasa 1 tahun sudah mereka bersekolah di SMA KARYA BANGSA. Kini mereka sudah duduk di bangku kelas 11.


******


Suasana di kantin saat ini sedang ramai, Rey dan Gladis sudah duduk di kursi dan sedang menikmati makan siangnya.


Tiba - tiba Romi menghampiri mereka.


" Halo Gladis, kenapa pesanku kemarin tidak kamu jawab " tanya Romi.


Gladis mengerutkan dahinya, dia ingat kemaren memang ada pesan masuk dari nomor yang tidak dia kenal. Biasanya Gladis tidak akan membalas pesan yang tidak penting. Harusnya Gladis senang mengetahui Romi mengirimkan pesan padanya, tapi itu berlaku dulu saat dirinya memberikan nomor teleponnya satu tahun yang lalu dan sebelum mengetahui kebusukan Romi.


" Ciiiih, mau apa laki - laki playboy ini " batin Gladis.


" Maaf aku enggak tau itu ka Romi, dan aku memang tidak pernah membalas pesan yang tidak penting" jawab Gladis lalu dia melanjutkan makan dengan santai.


" Sekarang kamu sudah tau kan pesan dari siapa? Dah aku harap pesanku itu menjadi penting untukmu dan jika aku mengirimkan lagi pesan pastikan kamu membalasnya ya, " ucap Romi percaya diri.


" Ciiiih percaya diri sekali dia " batin Gladis.


Rey hanya memperhatikan obrolan mereka.


" Rey, ayo kita kembali ke kelas " ajak Gladis buru - buru berdiri dan meninggalkan Romi.


Sekilas Rey dan Romi saling berpandangan dengan tatapan dingin. Lalu Rey menyusul Gladis ke kelasnya.


Romi memandang Gladis yang pergi begitu saja dengan wajah yang tidak bisa diartikan.


Sesampainya di kelas.


" Kenapa kamu pergi begitu saja ? " tanya Rey


" Aduh Rey, kamu enggak sadar. ka Romi itu buaya darat hampir setiap minggu dia bersama dengan wanita yang berbeda. Terus maksudnya dia, aku target selanjutnya gitu? Jangan mimpi " jawab Gladis dengan penuh emosi.


Rey terkekeh dengan jawaban Gladis.


" Kenapa ketawa? Apa lucu ? " saut Gladis dengan muka kesal.


" Kamu cantik kalau marah " jawab Rey santai.


" Idiiiiih, udah ketularan gombal kamu " hahahaaaa Gladis malah tertawa mendengar jawaban Rey.


" Ternyata kamu bisa gombal juga Rey " saut gadis masih tertawa.


" Aku serius, kamu cantik " dengan wajah serius.


Gladis berhenti tertawa, dia melihat raut wajah serius pada Rey. Tiba - tiba tanpa disadari pipi Gladis berubah jadi merah dan langsung memalingkan mukanya.


" Gladis jangan gugup, ayo kendalikan dirimu " batinnya.


" Rey, aku ketoilet dulu ya " Gladis langsung berlari pergi ke toilet untuk menghilangkan gugupnya dan menghentikan debar jantungnya yang tiba - tiba terpacu dengan cepat.


Rey hanya tersenyum melihat reaksi Gladis.


******


Hari ini Rey dan Gladis sudah pulang sekolah dan mereka memutuskan pergi ke toko buku di salah satu mall di Bandung.


Kebetulan hari ini Rey membawa mobil. Semenjak Rey tidak perlu mengantar jemput Bianca Rey memang jarang menggunakan mobilnya. Hanya sesekali dia memakainya seperti sekarang ini Rey memutuskan membawa mobil karena dari kemarin dia sudah membuat janji dengan Gladis untuk ke toko buku. Mengingat jarak dari sekolah ke Mall cukup jauh jadi Rey memutuskan memakai mobilnya.


Mobil Rey masuk ke area parkir mall di Bandung. Setelah itu mereka langsung masuk ke area mall dan pergi ke toko buku. Saat mereka sedang asik mencari buku tiba - tiba ada yang memanggil Rey.


" Rey, kamu ada disini juga " sapa Bianca yang tiba - tiba menghampirinya dan langsung bergelayut manja pada tangan Rey.


" Lepas tanganku Bianca " seru Rey sambil melepaskan tangan Bianca.


Bianca terlihat kesal tapi dia tetap menahannya.

__ADS_1


" Apa boleh aku bergabung denganmu mencari buku?" Tanyanya.


Rey tidak punya alasan menolak, Rey melihat ke arah Gladis yang melihat kejadian barusan. Seakan Gladis mengerti lalu tersenyum dan menganggukan kepalanya. Rey anggap Gladis tidak keberatan jika Bianca bergabung dengan mereka.


" Baiklah " jawab Rey datar.


Bianca terlihat senang, ternyata rencananya pura - pura tidak sengaja bertemu di toko buku itu berhasil.


Dan dari arah lainnya ada seseorang yang mereka kenal juga menghampirinya.


" Kalian ada disini, kebetulan sekali kita semua bertemu disini. Boleh aku bergabung dengan kalian?" tanya Romi.


" Tentu boleh ka Romi, benarkan Gladis? " sahut Bianca cepat sambil melirik ke arah Gladis.


Gladis dan Rey terdiam, dia merasa aneh kenapa mereka berdua bisa ada disini.


Tapi sekali lagi mereka memang tidak punya alasan untuk menolak. Gladis hanya mengangguk tanda mengizinkan mereka bergabung.


Saat mencari buku Bianca selalu mendekati Rey, selalu berusaha mencari perhatian Rey dan berusaha menjauhkan Rey dari Gladis.


Begitu juga dengan Romi yang selalu ada disamping Gladis dan membuat Gladis risih karena bukannya mencari buku tapi Romi malah selalu memandangi dirinya.


" Ini orang maunya apa sih sebenernya, cari buku apa cuma liatin aku doang " batin Gladis.


Setelah mereka selesai mencari buku, mereka memutuskan untuk mencari makan. Mereka masuk ke salah satu restaurant junk food. Setelah mereka memesan dan makananpun datang.


Bianca mencoba memberikan makanannya kepada Rey dan selalu ditolak oleh Rey.


" Maaf Bianca aku bisa makan sendiri " saut Rey risih dengan perlakuan Bianca.


" Buka mulutnya sedikit saja Rey, satu kali saja aku mohon " pinta Bianca manja.


Rey yang risih dengan Bianca, akhirnya menyetujui permintaannya. Dia berpikir tak apa hanya satu kali setelah itu dia akan makan dengan tenang.


Lalu Rey membuka mulutnya dan Bianca langsung menyuapkan makanan yang ada ditangannya kepada Rey sambil tersenyum sinis ke arah Gladis.


Gladis yang memperhatikan Rey dan Bianca tiba - tiba merasa kesal. Romi yang melihatnya langsung mencuri kesempatan emasnya.


Gladis yang merasa malas mendengar ucapan Romi tiba - tiba berdiri.


" Aku sudah tidak lapar, aku mau pulang " sahut Gladis yang langsung pergi.


Rey yang melihat Gladis pergi akhirnya mengejarnya.


" Gladis tunggu, biar aku antar pulang" ucap Rey.


" Tidak usah aku bisa pulang sendiri " jawab Gladis.


" Tapi ini sudah malam, tadi aku berjanji kepada tante Nadia untuk mengantarmu pulang "


Tiba - tiba dari arah belakang mereka mendengar keributan. Seketika Rey dan Gladis menengok ke arah keributan tersebut.


" Bianca!! " jawab Rey dan Gladis bersamaan. Lalu mereka menghampiri Bianca yang sedang terduduk dilantai dengan tangan yang memegang kakinya sambil meringis kesakitan.


" Kenapa kamu bisa jatuh Bianca? " tanya Rey.


" Tadi aku mengejarmu dengan Gladis dan tidak sengaja aku terpeleset Rey. " jawab Bianca sambil meringis kesakitan.


" Apa kamu bisa berdiri Bianca, biar aku bantu " Gladis mengulurkan tangannya. Akan tetapi Bianca hanya diam tidak menerima uluran tangan Gladis. Lalu Gladis menarik tangannya lagi sambil menghelakan napasnya dengan kasar.


" Dasar menyebalkan " gumam Gladis kesal.


Bianca merengek kepada Rey. " Rey bisa kamu menolongku untuk berdiri." Dengan nada bicara manja. Rey tidak punya pilihan.


Bianca beranjak berdiri saat Rey mengulurkan tangannya.


" Aaaaw.. Aaaaw.. Rey kakiku sakit. Sepertinya aku tidak bisa berjalan " ucap Bianca. Sangat jelas terlihat seringai liciknya.


" Kita bawa kamu kerumah sakit saja ya, biar nanti dokter melihat kondisi kakimu " ucap Rey.


" Aaaa... aaa.. Antar aku pulang kerumah saja Rey " Bianca terlihat gugup.

__ADS_1


Tiba - tiba Romi sudah ada diantara mereka.


" Rey kenapa kamu tidak mengantarnya pulang saja. Kamu sudah tahu kan rumah Bianca? " tanya Romi cepat.


Rey langsung melihat ke arah Gladis dan tidak menjawab pertanyaan Romi.


" Tidak usah khawatir Rey, Gladis akan aku antar pulang. Gladis aman bersamaku " jawab Romi cepat.


Rey ragu menitipkan Gladis pada Romi tapi dia tidak punya pilihan.


" Apa kamu tidak apa - apa pulang bersama ka Romi?" tanya Rey pada Gladis.


" Tenanglah Rey, aku bukan anak kecil aku bisa menjaga diri " jawabnya.


" Aaaaw.. aaw.. aduh Rey cepetan kakiku sangat sakit" keluh Bianca.


" Maaf Gladis aku harus segera mengantar Bianca pulang " ucap Rey.


" Ka Romi tolong pastikan Gladis pulang dengan selamat " ucap Rey.


" Gladis akan aman bersamaku " jawab Romi.


Karna Bianca sama sekali tidak bisa berdiri. Rey terpaksa menggendong Bianca. Bianca merasa menang satu langkah di atas Gladis. Saat Rey menggendongnya, Bianca tersenyum puas kearah Gladis.


" Sebel.. Sebel.. Sebel.. Apa harus sampai menggendongnya ? Ciiiiih Rey malah mencuri kesempatan. Semua lelaki memang sama saja " batin Gladis.


" Gladis.. Gladis.. Halo Gladis.. " ucap Romi sambil menggoyangkan tangannya di depan mata Gladis.


" Eeeh iyaa maaf ka. " Gladis tersadar dari lamunannya.


" Aku naik taksi saja ka, kaka tidak udah repot - repot mengantarku pulang " ucap Gladis sambil berlalu meninggalkan Romi.


Tiba - tiba Romi menarik pergelangan tangan Gladis.


" Ini sudah malam, berbahaya jiga kamu pulang sendiri. Nanti kalau ada apa - apa dengan mu Rey akan menyalahkanku. Tadi aku sudah berjanji pada Rey untuk mengantarkanmu pulang dengan selamat." jawab Romi.


Sejenak Gladis berpikir, ini sudah malam dan dia tidak yakin akan ada taksi yang lewat. Akhirnya Gladis menerima tawaran Romi untuk mengantarkannya pulang.


******


Didalam mobil suasana hening.


Gladis selalu melihat kearah luar jendela. Hatinya resah, mengingat dan menebak - nebak apa yang sedang dilakukan Rey dan Bianca.


" Gladis, apa kamu mau makan malam lagi? Tadi kamu belum makan " tanya Romi.


" Tidak usah ka, aku mau langsung pulang " jawab Gladis.


Romi melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, sesekali dia melirik ke arah Gladis.


" Aku akan mendapatkanmu " gumam Romi dalam hati.


*****


Sementara di mobil Rey, Bianca masih meringis kesakitan.


" Apa kamu yakin tidak ingin aku bawa ke dokter ? " tanya Rey.


" Tidak usah Rey, mungkin nanti setelah sampai rumah kakiku akan sembuh " ucap Bianca.


Rey terus melajukan kendaraannya. Bianca selalu mencondokan badannya ke arah Rey. Bianca terus memperhatikan Rey yang sedang menyetir.


" Aku akan mendapatkanmu, Rey " gumamnya.


____________________________________


Temen - temen yang sudah baca jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya.


Like, comment and vote


Terima kasih 🤗❤🙏

__ADS_1


__ADS_2