Cerita Cinta Anak Muda

Cerita Cinta Anak Muda
Shita dan Romi Part II


__ADS_3

Sepertinya kali ini Shita benar - benar mencoba melupakan dan tidak mengejar Romi lagi. Perjuangan selama beberapa tahun ini sangat melelahkan dan belum membuahkan hasil. Akhirnya Shita menyerah pada cintanya. Seperti saat ini, saat Romi bertemu dengan Gladis dan Shita. Shita langsung pergi meninggalkan Romi dan Gladis, biasanya Shita betah berlama - lama dekat dengan Romi dan menunjukan perhatiannya. Berbeda dengan sekarang, Shita langsung berpamitan.


Halo Gladis, Shita " sapa Romi.


Mereka berdua menengok kearah suara.


" Diiis, gue pergi ya ada perlu " ucap Shita langsung pergi begitu saja tanpa membalas sapaan Romi.


" Taaa, mau kemana? " tanya Romi yang heran tiba-tiba Shita pergi.


"Ada urusan " jawabnya ketus.


" Byee Diss " Shita melambaikan tangannya.


" Ati-ati Taaaa " jawab Gladis.


Sebenarnya Romi tidak berniat untuk bertemu dengan Gladis. Hatinya mengatakan dia ingin bertemu dengan Shita. Saat tadi bertemu Shita, dia tidak seperti biasanya. Shita bersikap acuh dan seperti tidak peduli.


Gladis tidak heran dengan perubahan sikap Shita saat bertemu dengan Romi, karena tadi pagi Shita sudah menceritakannya perihal dirinya sudah menyerah akan cintanya kepada Romi yang tidak kunjung mendapat balasan dari Romi.


" Shita kenapa? Apa aku punya salah? Kenapa sepertinya dia menghindariku ? " Tanya Romi pada Gladis.


" Hmmmm... Ka Romi tau kan kalau Shita suka Ka Romi ? " tanya Gladis tanpa basa basi.


Romi hanya diam dan mengangguk.


" Ka Romi tau? Ada saatnya orang lelah mengejar sesuatu? Mungkin itu yang Shita rasa sekarang. Denger ya Ka, sudah berapa kali Gladis bilang kalau Gladis itu cuma anggap ka Romi itu sebagai kakak. Enggak lebih dari itu, dan Gladis rasa Ka Romi juga begitu cuma anggep Gladis kaya adik. Mungkin dulu ka Romi emang suka sama Gladis, tapi seiring waktu sebenarnya rasa suka itu hilang tapi Ka Romi tidak menyadari itu. Coba deh tanya hati Ka Romi. Cuma hati Ka Romi yang bisa jawab. " ucap Gladis serius . "Jangan menyianyiakan seseorang yang tulus sayang sama kita. Maaf ka, Gladis pergi dulu ya "


Setelah Gladis akan beranjak pergi, Gladis berbalik melihat ke arah Romi.


" Aku rasa sekarang giliran Ka Romi untuk berjuang, ingat jangan menyianyiakan orang yang benar - benar tulus sayang kepada kita " ucap Gladis.


Setelah Gladis pergi, Romi tidak bergerak dari tempat duduknya, Romi seperti sedang memikirkan sesuatu.


" Apa benar aku sudah tidak menyukai Gladis? Apa benar aku menyukai Shita? Kenapa sekarang aku merasa kehilangan Shita? Kenapa aku merasa sakit karena sikapnya yang tadi acuh padaku " batin Romi.


Setelah beberapa saat terdiam.


" Arrrrrrghhh.... Kenapa aku terlalu lambat menyadarinya. Apa aku sudah terlambat untuk mengejar cintaku ? " batin Romi.


" Kena kau Ka Romi " Gladis tersenyum senang. "Sepertinya langkah Shita benar untuk berhenti mengejar Romi. Sekarang giliran Romi yang harus memperjuangkan cintanya " batin Gladis melihat Romi dari kejauhan.


Romi segera mengambil handphonenya dan mencari kontak seseorang.


" Shita " batin Romi.


Dia melihat, banyak pesan-pesan sebelumnya yang Shita kirimkan yang sering dia abaikan. Bahkan Shita sering memberikan sekedar perhatian kecil.


" Ya Tuhan apa yang aku lakukan, maafkan aku Taaaa " Gumam Romi sambil mengusap kasar wajahnya.


Romi memberanikan diri untuk mengirimkan pesan kepada Shita.


" Taaa, apa kita bisa bertemu? "


Romi menunggu balasan Shita. Sudah satu jam pesannya tidak dibalas. Romi tidak sabar untuk bertemu Shita, akhirnya Romi memutuskan untuk pergi ke rumah Shita.


*****


Saat ini Shita sedang berada dirumahnya, sejak tadi dia menginggalkan Gladis dan Romi. Shita memang langsung pulang ke rumah, Shita yang biasanya selalu ceria mendadak murung dan sedih.


Tiba-tiba ada pesan masuk. Shita meraih handphone nya dan melihat pesan masuknya.


" Ka Romi " batin Shita. " Untuk apa dia mengirim pesan, biasanya pesan ku saja jarang dia balas."


Shita langsung membuka dan membaca pesannya akan tetapi dia tidak membalasnya "Mau apa dia ingin bertemu denganku. Aku tidak mau bertemu lagi denganmu " gumamnya.


Romi sedang dalam perjalanan ke Rumah Shita, saat tadi dikampus Romi berpikir tentang perasaannya kepada Shita dan setelah yakin akan perasaannya saat ini Romi tidak mau menyianyiakan lagi. Dia tidak mau kehilangan orang yang sudah mencintainya dengan tulus, bahkan saat dirinya terlalu bodoh mengejar sesuatu yang harusnya sudah Ia lepaskan dari dulu.


Entah kapan perasaaannya sudah berubah, yang pasti kini Romi yakin bahwa Romi juga mencintai Shita dan dia tidak akan melepaskannya.


" Taaa, maaafkan aku terlalu bodoh " berkali kali Romi mengatakan itu pada dirinya sendiri.


Romi sampai di rumah Shita.


Ting Tong.. Ting Tong..

__ADS_1


Suara bel rumah Shita berbunyi.


Ada rasa gugup yang menyelimuti Romi.


" Bi, buka pintu bi kayanya ada tamu " saut Shita.


Ting Tong.. Ting Tong..


" Bibi kemana sih, ko pintunya gak dibuka-buka" gumamnya. Akhirnya Shita berjalan keluar dari kamarnya dan membuka pintu depan. Saat membuka pintu, alangkah terkejutnya saat Shita melihat Romi yang datang.


" Ka Romi "


" Halo Taaa, aku ganggu gak? " tanya Romi.


" Ngapain Ka Romi kesini " jawab Shita jutek.


" Taaa... Aku mau minta maaf."


" Emang ka Romi salah apa? Ko minta maaf."


" Taaa.. Maafin aku karena selama ini aku... hmmmm... akuuuu... hmmmmm... "


Romi gugup.


" Apaan sih ka, gak jelas tau. Kalau enggak penting mendingan Ka Romi pulang deh. Shita lagi males terima tamu " Shita berusaha menutup pintunya tapi buru - buru Romi menahan tangan Shita.


" Taaaa, tunggu " Romi memegang tangan Shita dengan sangat lembut dengan sorot mata yang berbeda.


" Ya Tuhan, sadaar Taaa.. Sadaar... Lupain dia, lupain dia. Masa cuma karena dipegang tangan aja jadi luluh " batinnya.


Shita buru - buru melepaskan tangan Romi.


" Ya udah duduk diteras depan aja " Shita melirik bangku di teras depan rumahnya.


Lalu mereka berdua duduk disana.


" Taa... Aku suka sama kamu."


Gleeeeeek... Shita menelan salivanya..


" Taaa, lihat aku Taaa.. Aku serius Taaa.. Aku harap ini tidak terlambat, aku terlalu bodoh Taaa untuk menyadari ini semua. Selama ini sebenarnya perasaan aku sama Gladis sudah berubah. Dan itu karena kamu Taaaa... Aku terlambat menyadari kalau sebenarnya di hati aku sudah ada kamu Taaa" ucapnya serius.


Shita memperhatikan sorot mata kejujuran dari Romi. Tapi dia tidak yakin, dia tidak mau hanya dijadikan bahan pelarian oleh Romi.


" Maaf ka, jangan membuat harapan palsu buat Shita. Jangan jadiin Shita bahan pelarian ka Romi " Shita berdiri " Ka Romi sebaiknya pergi " usir Shita.


" Tapi Taaaa.. Aku serius Taaaa.. " ucap Romi.


Shita buru - buru masuk kedalam rumahnya dan menutup pintunya.


Romi mendesah prustasi, karena tidak ada yang bisa dia lalukan lagi akhirnya dia pergi. Di dalam mobil Romi menelepon seseorang.


" Semoga ini berhasil " gumam Romi.


******


Gladis menghubungi Shita,


Tuuuut... Tuuuut....


" Halo Taaaa, lagi apa lo? " tanya Gladis.


" Gue dirumah Diss, lagi tidur " jawab Shita malas.


" Yeeey, tidur ko bisa ngomong."


" Ya kan kebangun gara - gara lo telepon. Ada apa sih Diss? Lo ganggu gue tidur nih " jawab Shita.


" Taaaa... nanti jam 7 gue jemput yaa.. Anterin gue ketemu orang. Tapi lo harus dandan yang cantik yaa " ucap Gladis.


" Gue lagi males kemana-mana. Lagian lo mau ketemu siapa sih? Lo yang mau ketemu ko gue yang disuruh dandan cantik ? " tanya Shita.


" Udah ikut aja, lo enggak bakalan nyesel deh Taaa " ajak Gladis meyakinkan.


" Yaudah deh gue ikut " jawab Shita malas.

__ADS_1


" Makasih yaa Taaaa, jangan lupa dandan yang cantik" Gladis mengakhiri teleponnya.


Waktu sudah jam 7 malam, Shita sudah cantik dengan menggunakan dress selutut berwarna merah muda, dengan make up natural dan rambut digerai menambah kecantikannya.


Gladis mengirimkan pesan.


" Taaa, gue udah didepan."


" Tumben amat, biasanya juga dia langsung masuk " gumam Shita. Lalu Shita langsung keluar dan ternyata.


Deeeeeeg...


" Ka Romi " ucap Shita.. Shita menghentikan langkah kakinya saat melihat Romi yang sangat tampan memakai kemeja berwarna navy dan celana jeans yang senada.


" Halo Taaa, kamu cantik " sapa Romi yang berhasil membuat muka Shita berubah merah.


" Ko Ka Romi yang dateng, Gladis mana? " Shita celingukak mencari sosok Gladis.


Romi hanya tersenyum dan Shita sadar kalau Gladis bekerjasama dengan Romi..


" Jangan marah ya Taaa.. Bolehkan aku ngajak kamu kesuatu tempat? " ucap Romi.


Shita tidak bisa berbuat apa-apa hanya bisa mengangguk dan mengikuti langkah Romi. Saat ini Romi membukakan pintu mobilnya.


" Silahkan masuk tuan putri " ucap Romi pada Shita.


Sudah tidak bisa digambarkan lagi perasaan Shita saat ini. Jantungnya berdebar cepat diperlakukan istimewa oleh Romi.


" Kita mau kemana? " tanya Shita.


" Nanti kamu tau Taa " jawab Romi sambil tersenyum.


Setelah 30 menit, akhirnya mereka sampai di sebuah restauran mewah. Romi sengaja memesan khusus untuk dia dan Shita malam ini.


" Ayo Taaa " ajak Romi saat membukakan pintu mobilnya. Shita gugup melihat begitu romantisnya restauran yang dia datangi.


Kini mereka berdua telah duduk dan memesan makanan, selama makan tidak ada percakapan hanya ada Romi yang selalu menatap ke arah Shita dan suara alat makan yang saling beradu.


Mereka telah selesai makan. Romi membuka pembicaraan.


" Taaaa.. " panggil Romi. Shita melihat kearah Romi dan pandangan mereka bertemu..


" Taaa, maafin aku karena selama ini aku terlalu bodoh untuk menyadari perasaan aku sendiri.


Tapi, aku benar - benar mencintaimu Taaa..


Romi memberanikan diri memegang tangan Shita, merasa tidak ada penolakan. Romi menggenggam tangan Shita dengan lembut.


" Taaa. maukan jadi pacarku? Aku tidak akan menyianyiakanmu Taaa.. Aku sayang sama kamu.. " ucapnya serius.


Shita yang merasa sangat bahagia mendengar kata - kata Romi tanpa terasa air matanya jatuh membasahi wajah cantiknya.


" Aku bahagia ka, aku sangat bahagia " ucap Shita sambil terus terisak.


Romi beranjak dari tempat duduknya lalu memeluk Shita.


" Jangan nangis sayang, maafin aku, aku sayang kamu " ucap Romi.


Shita membalas pelukan Romi.


" Aku juga sayang ka Romi, aku mau jadi pacar ka Romi " jawab Shita.


Romi melepas pelukannya. Romi mengelap airmata Shita menggunakan kedua tangannya. Lalu mencium kening Shita " Terima kasih sayang, terima kasih " ucap Romi lalu mereka kembali berpelukan. "


__________________________________________


Naaah udah taukan gimana akhirnya kenapa Romi dan Shita bisa jadian.


Jangan lupa Like


Jangan lupa Comment


Jangan lupa Vote


okee

__ADS_1


Terima Kasih ❤❤


__ADS_2