
🍀 Di cafe x 🍀
Rey sudah datang dan duduk di ruangan VIP, Rey sengaja memesan ruangan yang lebih privat agar dia bisa dengan leluasa berbicara dengan Bianca.
Pintu ruangan terbuka, Rey melihat kearah pintu tersebut. Ternyata Bianca yang datang, Bianca memasang wajah termanisnya "Sayang, aku sangat merindukanmu" ucap Bianca dengan manja dan langsung duduk disebelah Rey dan mencium pipinya.
"Aku tau kamu pasti merindukanku bukan? Percayalah, hanya aku yang pantas berada di sisi mu sayang" ucap Bianca dengan sangat percaya diri.
Rey sangat marah tapi berusaha meredamnya, dia harus berusaha dengan baik menjalankan rencananya ini, Rey berusaha tersenyum dan ramah kepada Bianca "Ya, kamu benar aku merindukanmu Bianca, maafkan sikapku selama ini" ucap Rey.
Bianca merasa senang dengan apa yang diucapkan Rey, "Ooh sayangku, aku sangat senang mendengarnya" Bianca memeluk Rey. "Aku sudah memaafkanmu asal kamu selalu ada bersamaku Rey"
Rey yang merasa geram melepas pelukan Bianca, dan mengalihkan pembicaraan "Baiklah, kamu mau makan apa?"
"Aku makan apa saja yang kamu pesan" Jawab Bianca yang masih bergelayut di tangan Rey. Rey tidak bisa berbuat banyak selain membiarkan Bianca.
Setelah selesai makan siang, Rey memutuskan untuk kembali ke kantor. Tapi Bianca tidak membiarkan Rey pergi begitu saja, "Sayang, aku ikut yaa ke kantormu?" pinta Bianca.
"Baiklah, kau boleh ikut" jawab Rey.
Kini Rey dan Bianca sudah berada di kantor Rey, beberapa pasang mata melihat heran kearah mereka. Bianca terlihat tidak mau lepas dari Rey, dia selalu menggandeng tangan Rey.
"Rey?? Bianca??" Shita tampak terkejut dengan pemandangan yang dia lihat. Buru-buru Shita menghampiri mereka.
"Dasar tidak tahu diri, loe mau nyakitin sahabat gue?? meskipun loe bos gue tapi gue gak takut" Shita emosi.
__ADS_1
Rey memejamkan matanya, lalu membuang kasar napasnya. "Maaf, kamu tidak berhak mencampuri kehidupan pribadiku" ucap Rey datar.
"Kalau menyangkut Gladis, gue sebagai sahabatnya berhak ikut campur." ucap Shita emosi.
Bianca menatap sinis ke arah Shita, "Aduuuuh, sorry yaaa... Temen loe itu bukan tandingan gue, dia kemarin cuma jadi pelarian aja. Kasiaaan, setelah itu dihempaskan lagi. Rey enggak akan pernah berpaling dari gue."
"Dasar wanita ular loe" sungut Shita.
"Hahahhahahaaaa, apa karyawan seperti ini akan tetap kamu pertahankan sayang? Pecat dia sayaang dia sudah berani-beraninya mempermalukan kita" ucap Bianca manja kepada Rey.
Rey melihat kesekelilingnya, mereka jadi pusat perhatian karyawan yang lainnya.
"Kenapa kalian masih disini?? kembali ketempat kerja kalian masing-masing dan kamu Shita kembalilah bekerja" Rey mengajak Bianca pergi dari sana agar tidak terjadi keributan lainnya. Akan tetapi Bianca tidak puas, "Rey, kenapa kamu tidak memecat wanita sialan itu" Bianca terlihat marah. "Sudahlah Bianca tidak usah diperpanjang, ayo kita keruanganku" ajak Rey.
Shita masih menatap emosi Rey dan Bianca, "Dasar gilaaaaa" teriak Shita. Rey yang mendengar semua itu langsung menarik Bianca agar tidak memperpanjang masalah tersebut. "Lepas Rey, aku akan memberi pelajaran pada wanita sialan itu" ucap Bianca. Tapi Rey tidak mendengarkan Bianca, Rey terus menarik tangan Bianca menuju lift.
Rey menghela napasnya "Sudah aku bilang, aku tidak mau ada keributan di kantorku. Biar urusan itu nanti aku yang urus."
"Baiklah sayang, aku ingin kamu memecat wanita sialan itu" ucapnya manja. Rey hanya diam tak membalas perkataan Bianca.
Kini mereka sudah berada di ruangan Rey, Rey duduk di kursi kerjanya. Bianca mengikutinya dan berusaha menggoda Rey mencoba duduk di pangkuan Rey.
Tapi Rey segera mencegahnya, "Maaf Bianca ini di kantor, sebaiknya kamu duduk di sofa." ucap Rey datar.
"Sayang, tapi aku merindukanmu" Bianca tetap berusaha menggoda Rey dengan mengusap dada Rey dengan telunjuknya. Rey segera memegang tangan Bianca dan menjauhkannya dari dadanya.
__ADS_1
"Aku banyak pekerjaan, duduklah dulu agar kita bisa pulang cepat" ucap Rey kali ini dengan nada yang lebih tegas.
"Hmmmm.. Baiklah sayang" Bianca akhirnya mengalah dan lebih memilih duduk di kursi yang ada di depan Rey.
"Sayang, kemana sekertaris sialanmu itu??" tanya Bianca.
Rey yang mendengar Gladis disebut wanita sialan sangat emosi, tapi dia harus menahannya atau semua rencananya akan berantakan.
"Dia tidak akan berani kembali kesini, aku sudah mengakhiri hubungan dengannya." ucap Rey datar.
"Woooooow, kamu sungguh hebat sayang. Aku yakin wanita sialan itu sekarang tahu dimana kedudukannya. Aku yang selalu ada di hatimu kan sayang, dia bukan tandinganku untuk ada di hatimu" Bianca mencoba meraih tangan Rey yang berada diatas meja, tapi lagi-lagi Rey berhasil menghindar.
"Aku akan menyelesaikan dulu pekerjaan ini" ucap Rey yang sekarang memilih memeriksa dokumen pekerjaannya dan membiarkan Bianca begitu saja.
Bianca terlihat kesal saat melihat Rey yang tidak peduli dengannya.
"Arrrgh, aku sangat kesal kenapa aku dicuekin seperti ini. Tapi aku tidak akan menyerah, kamu cuma miliku Rey. Tidak ada yang bisa merebutmu dari diriku, kamu hanya miliku." batinnya. "Sayang, aku bosan" ucap Bianca manja.
Rey melirik sebentar ke arah Bianca, lalu meneruskan memeriksa dokumen didepannya. Tanpa melihat kearah Bianca "Kalau kamu bosan pulanglah, aku masih banyak kerjaan." ucap Rey.
"Tidak sayang, aku akan menunggumu saja disini" jawab Bianca cepat. Walaupun merasa bosan dan merasa tidak dipedulikan Bianca tetap berada di ruangan Rey.
"Permainan baru dimulai, kita lihat sampai mana kemampuanmu menyembunyikan semua niat busukmu Bianca" batin Rey.
tbc....
__ADS_1
jangan lupa like.. comment dan vote 🤗