
๐ 5 Bulan Kemudian
Tak terasa 5 bulan sudah Gladis dan Rey sekolah Di SMA KARYA BANGSA.
Gladis dan Rey selalu bersama mereka bersahabat. Setidaknya itu yang dirasakan Gladis. Perempuan itu hanya menganggap Rey sebagai sahabatnya.
Berbeda dengan Rey, dia merasakan hal yang lain. Rey sadar dia telah menyimpan perasaan suka dari pertama melihat Gladis. Tapi Rey selalu merahasiakan perasaannya. Rey tidak mau perasaannya saat ini malah membuatnya jauh dari Gladis. Cukup dia bisa dekat dan melindungi Gladis sudah membuatnya bahagia. Biarlah hatinya saja yang merasakan. Setidaknya dengan merahasiakan itu semua, Gladis masih merasa nyaman berteman dengannya.
Semenjak Rey mengenal Gladis, kehidupannya kembali berwarna. Rey mulai merasa tidak lagi kesepian, ada Gladis yang selalu hadir dalam kehidupannya. Rey juga dapat merasakan kembali kehangatan keluarga semenjak mengenal orangtua Gladis.
Mama Nadia dan papa Rendi memang telah mengenal Rey. Bahkan Rey diterima dengan baik oleh mereka. Hampir setiap saat ada waktu Rey selalu datang kerumah Gladis untuk hanya sekedar bermain atau mengerjakan tugas sekolah bersama. Orang tua Gladis menyukai Rey karena menurut mereka Rey adalah anak yang sopan dan baik.
๐ Didalam Kelas
" Rey, apa kamu bisa mengajariku soal matematika ini? " tanya Gladis.
" Baiklah, bagian mana yang kamu tidak mengerti? " jawab Rey.
" Aku belum mengerti tentang materi persamaan dan pertidaksamaan linear " sahut Gladis.
" Baiklah nanti aku akan mengajarimu " jawab Rey.
Rey adalah salah satu siswa yang pintar. Dia selalu menguasai materi pelajaran yang diberikan guru.
" Rey kau mau mengajariku hari ini kan? Kita bisa belajar dirumah. Hari ini mama membuat kue. Kita bisa belajar sambil mencicipi kue buatan mama" ajak Gladis.
" Oke, ide yang bagus " jawab Rey tersenyum.
" Yeeeeey asiiiiik, kamu emang teman terbaik Rey " seru Gladis.
Rey hanya tersenyum melihat kelakuan Gladis yang seperti anak kecil. Hal kecil seperti itu saja sudah bisa membuatnya sangat bahagia.
๐ Kantin
" Ini sudah jam istirahat, apa kamu mau ke kantin? Tanya Rey.
" Aku rasanya tidak mau ke kantin. Aku malas bertemu dengan ka Romi " jawab Gladis sambil cemberut.
" Kamu yakin? Itu suara apa? Aku rasa itu suara perutmu" kekeh Rey yang mendengar suara dari perut Gladis.
__ADS_1
Gladis terkekeh mendengar ucapan Rey. "Kau benar aku memang sangat lapar, yasudah ayo kita pergi " Gladis beranjak dari tempat duduknya dan diikuti Rey.
" Rey, kantinnya penuh " ucap Gladis. Lalu mereka mengedarkan pandangannya mencari tempat kosong. Akhirnya mereka melihat tempat kosong. Akan tetapi saat Gladis melihat seseorang dia merasa malas untuk melangkah.
Gladis melihat Romi yang sedang makan berdua dengan wanita berbeda lagi. Baru beberapa bulan disini dan Gladis sudah melihat Romi dengan beberapa wanita berbeda.
" Hih kenapa aku harus melihat orang itu sih, merusak mood ku saja " gumamnya dalam hati.
Rey yang melihat perubahan ekspresi dari Gladis paham akan situasi ini.
" Apa kamu mau kembali ke kelas? Biar aku yang membelikanmu makanannya " tanya Rey.
" Tidak usah Rey, aku tidak apa - apa. Lagian kenapa aku harus kesal. Dia bukan siapa - siapa ku " jawab Gladis. " Bahkan menyapa atau menelepon pun tidak padahal dia sendiri yang meminta nomor teleponku " gumamnya dalam hati.
Gladis dan Rey menuju ke tempat yang mereka lihat. Disampingnya ada Romi dan Sirna sedang makan berdua. Sesekali Romi melirik Gladis. Tapi Gladis pura - pura tidak melihatnya.
" Liat Rey, masih saja dia melirik ke perempuan lain padahal dia sedang pacarnya Rey " bisik Gladis.
Rey hanya tersenyum mendengarnya.
" Aku tidak akan membiarkan laki - laki seperti itu menyakitimu " batin Rey.
" Apa hari ini kamu mau memesan menu yang sama? Kalau iya aku akan memesankannya " Tanya Rey.
Rey sudah hapal betul dengan kesukaan Gladis.
" Iya aku mau somay mang Jaja ya dan juga es jeruk " ucapnya.
" Baiklah tunggu disini. "
Sekilas Gladis melihat kearah Romi. Sialnya, Saat Gladis melihat kearah Romi. Ternyata Romi sedang melihat juga ke arah Gladis. Beberapa saat mereka saling berpandangan. Lalu buru-buru Gladis mengalihkan pandangannya.
" Ya Tuhan tapi kenapa aku masih menyukainya padahal aku selalu melihat dia sering dengan perempuan yang berbeda - beda " gumam Gladis "Jangan bodoh Gladis, lupakan laki - laki itu."
" Apa kamu cuma mau melamun saja ? " tanya Rey membuyarkan lamunan Gladis.
" Astaga Rey kamu mengagetkan saja, siapa yang melamun " ucapnya.
" Benarkah? " tanya Rey.
__ADS_1
" Benar Rey, ayo kita makan " jawab Gladis sambil menyedokan somay kemulutnya.
๐Ditempat Romi dan Sirna
" Sayang, nanti siang kita jadi nontonkan? " tanya Sirna.
" Baiklah, hari ini jadwalku kosong " jawab Romi singkat.
Iya Romi memang hanya menganggap kekasih - kekasihnya itu hanya sebagai hiburan. Romi tidak pernah benar - benar jatuh cinta kepada para kekasihnya itu. Selama ini kebanyakan perempuan yang mengejar - ngejarnya. Seperti wanita yang ada dihadapannya sekarang.
Sirna selalu mengejar - ngejar Romi dia tidak peduli walaupun Romi hanya menggangap pacaran mereka sebuah permainan. Sirna tidak pernah merasa itu masalah. Yang penting Sirna bisa mendapatkan Romi. Siapa yang tidak mau jadi pacar Romi seseorang yang kaya raya, tampan, berprestasi dan juga Ketua OSIS disekolahnya.
Sirna memperhatikan Romi yang tidak fokus mengobrol dengannya. Mata Romi selalu melirik ke arah Gladis. Iya Gladis juga merupakan primadona disekolah. Perempuan cantik itu juga selalu menjadi pusat perhatian dari kaum adam disekolahnya. Tidak heran walaupun baru satu bulan Gladis bersekolah disana Gladis sudah menjadi pusat perhatian.
"Apa yang kamu lihat sayang? Kenapa kamu selalu melihat anak itu ?" tanya Sirna.
" Itu cuma perasaan kamu saja, aku tidak melihatnya " jawab Romi datar.
Tapi Sirna sangat yakin kalau Romi dari tadi memperhatikan Gladis. " Awas saja kau Gladis berani merebut Romi dariku " gumamnya dalam hati.
" Sayang ayo pergi dari sini " ajak Sirna kepada Romi. Lalu mereka pergi meninggalkan kantin.
Sementara Gladis dan Rey yang sedang asik makan. Tidak sadar kalau Romi sudah tidak ada di sebelahnya.
" Eeeh kemana dia? Apa dia sudah pergi ? gumamnya dalam hati. Rey yang melihat Gladis seperti mencari seseorang.
" Dia sudah pergi, jadi ayo kembali ke kelas " ajak Rey.
Gladis yang mendengar Rey berkata seperti itu langsung menjawab " apa maksudmu? Aku tidak sedang mencarinya " elak Gladis.
Lalu mereka kembali ke dalam kelas karena waktu istirahat sudah habis.
_________________________
Terima kasih sudah mampir di novelku.
Jangan lupa Like...
Jangan lupa Comment...
__ADS_1
Jangan lupa Vote...