
Dirumah mewah Bianca orang - orang tampak sibuk, dekorasi yang indah dan mewah sedang dipasang di sana.
" Terima kasih pah, Bianca seneng banget akhirnya hari ini datang pah " ucap Bianca sambil memeluk papanya.
" Apapun untukmu putri kesayangan papa " jawab Indra sambil mencium puncak kepala Bianca.
🍀 Di rumah Rey
Toook.. toook.. tooook..
Joice mengetuk pintu kamar Rey.
" Rey mama masuk ya " sambil membuka pintu kamar. " Kamu belum siap - siap? Sebentar lagi kita berangkat kerumah Bianca Rey. "
Rey terlihat masih tiduran disana. Joice berjalan dan duduk disamping tempat tidur.
" Rey, kamu akan bertunangan hari ini, jangan sedih sayang." Mengusap kepala Rey dengan penuh kasih sayang . " Oia tadi mama sudah membelikan cincin untuk kamu dan Bianca. " ucap Joice.
Rey menghela napas dan membuangnya dengan kasar.
" Mah bagaimana bisa Rey bertunangan dengan orang yang tidak Rey cintai? "
" Rey, perasaan cinta bisa datang belakangan, kamu masih punya banyak waktu Rey untuk belajar mencintainya."
Mama Joice memberikan cincin yang tadi sempat dia beli kepada Rey.
" Kamu cepat siap - siap, mama dan papa tunggu dibawah " mama Joice keluar dari kamar Rey.
Setelah mamanya keluar. Rey membuka cincin yang diberikan tadi.
" Seharusnya aku memberikan cincin ini untuk Gladis, wanita yang aku cintai. " Rey menutup matanya sambil membayangkan Gladis.
Rey meraih handphone miliknya yang ada di samping tempat tidurnya. Menuliskan nama Gladis dan membuat panggilan.
Tuuuuuut.... Tuuuuuut... Tuuuuuut...
" Kenapa dia tidak menjawab panggilanku " gumamnya.
Tuuuuut... Tuuuuuut... Tuuuuuut...
Panggilan kedua pun tidak mendapatkan jawaban.
Rey berusaha menelpon kembali..
Telepon yang anda tuju sedang diluar jangkauan.
" Kenapa sekarang malah tidak aktif. "
Lalu Rey mengirimkan pesan kepada Gladis.
" Gladis kenapa tidak mengangkat teleponku? Aku ingin bicara penting denganmu " pesan terkirim.
🍀 Rumah Bianca
Rey dan orangtuanya sampai dirumah Bianca. Pesta pertunangan Rey dan Bianca sangat mewah. Meskipun acara pertunangan mereka diadakan secara mendadak akan tetapi banyak tamu - tamu penting yang hadir, mengingat Agung dan Indra adalah pengusaha sukses.
Acara pertunangan berjalan sangat lancar, semua orang terlihat sangat senang. Kecuali Rey, dari tadi Rey sama sekali tidak menikmati acaranya. Tidak ada senyuman, yang ada hanya raut wajah tidak suka.
Sedangkan Bianca selalu mengelayut manja ditangan Rey. Tapi Rey tetap bersikap dingin kepada Bianca.
" Rey, aku senang sekali Rey. Akhirnya kita bertunangan " ucap Bianca.
Rey hanya diam tanpa memberikan jawaban.
__ADS_1
" Suatu saat nanti kamu pasti akan mencintaiku Rey, kamu hanya akan jadi milikku " Gumam Bianca.
Acara pertunangan Rey dan Bianca pun selesai. Para tamu undangan sudah meninggalkan tempat acara. Yang tertinggal hanya keluarga Bianca dan keluarga Rey.
Keluarga Rey akhirnya berpamitan untuk pulang karena hari sudah larut dan waktu sudah menunjukan jam 11 malam.
" Rey mulai saat ini kamu harus menjaga Bianca karena kamu sekarang adalah tunangannya " ucap Indra kepada Rey sambil menepuk bahu Rey.
Rey hanya diam mendengarkan apa kata Indra.
" Tenang saja anakku adalah orang yang bertanggung jawab " jawab Agung pada Indra.
Akhirnya mereka meninggalkan rumah mewah Bianca.
*******
Didalam dalam mobil sangat hening hanya terdengar suara mesin mobil yang menyala.
" Rey, ingat mulai saat ini kamu harus menjaga Bianca. Dia tunangan kamu, sebagai laki - laki kamu harus bisa bertanggung jawab. Perlakukan Bianca dengan baik, papa tau kamu belum menyukai Bianca tapi berusahalah buka hatimu untuknya."
Rey menghela napas panjang dan membuangnya kasar.
" Rey akan berusaha pah " jawabnya.
" Bagus " jawab Agung.
Keheningan terjadi lagi setelah obrolan singkat tadi. Akhirnya mereka sampai dirumah, Rey turun dan langsung masuk ke dalam kamarnya. Sampai dikamar Rey langsung duduk di tepi tempat tidurnya.
" Apa yang harus aku lakukan sekarang?"
Rey memijat kepalanya. " aaaaaaarrrrh " sambil menarik kasar rambutnya.
Rey melihat handphonenya tapi tidak ada pesan masuk dari Gladis.
*******
Pagi ini mentari bersinar sangat cerah. Secerah hati Bianca yang duduk di mobil Rey. Pagi tadi Rey menjemput Bianca di rumahnya untuk berangkat ke sekolah. Karena mulai saat ini Rey harus mengantar jemput Bianca lagi seperti dulu. Apalagi dengan status pertunangan mereka saat ini Bianca bebas meminta Rey menemaninya.
Didalam mobil Rey terlihat diam saja, Rey tampak sangat berkonsetrasi mengemudi.
" Rey, nanti sore kita pergi ke mall ya Rey? Aku pengen nonton film terbaru Rey " ajak Bianca.
Rey hanya mengangguk pasrah.
Bianca senang bukan main, Rey tidak menolak ajakannya.
*****
Diparkiran sekolah, Rey turun dari mobil dan diikuti oleh Bianca. Lalu Rey menghentikan langkahnya saat melihat mobil Romi masuk dan dia melihat Gladis ada di dalam mobil itu. Gladis terpaksa berangkat dengan Romi. Karena saat Gladis keluar dari rumah ternyata mobil Romi sudah menunggunya. Dan Romi berhasil memaksa Gladis untuk pergi sekolah bersamanya.
" Gladis ? " gumam Rey dalam hati.
Bianca yang melihat itu langsung menggelayut ditangan Rey.
" Bianca lepaskan ini di area sekolah, tidak seharusnya kamu bersikap seperti ini " Rey terlihat risih dengan sikap manja Bianca padanya. Tapi Bianca seolah tidak peduli apa yang diucapkan Rey.
Terlihat Gladis yang turun dari mobil Romi.
" Waah, apa kalian pacaran? " tanya Bianca saat melihat Gladis dan Romi berjalan kearah mereka.
Sejenak pandangan Rey dan Gladis beradu, tapi buru - buru Gladis mengalihkannya.
" Tidak akan lama lagi Gladis akan menerima cintaku, benar begitu Gladis " jawab Romi sambil tersenyum ke arah Gladis.
__ADS_1
Gladis tidak menjawabnya bahkan dia pergi begitu saja meninggalkan Rey, Romi, dan Bianca di parkiran.
Romi mengejar Gladis.
" Tunggu Gladis, kenapa jalanmu cepat sekali. Oia nanti saat istirahat kita pergi bareng ke kantin ya dan nanti pulang aku akan mengantarkan mu pulang." ucap Romi. Bianca hanya diam saja dan berjalan cepat kedalam kelas.
" Arrrh sial, kenapa susah sekali mendekatinya " gumam Romi.
Dari belakang Rey memperhatikan Romi dan Gladis. Rey melewati Romi begitu saja saat akan masuk kedalam kelas. Sedangkan Bianca juga sudah masuk ke dalam kelasnya.
Saat masuk kedalam kelas, Rey melihat Gladis sedang memainkan handphone sibuk dengan media sosialnya.
" Gladis, dari kemarin aku mencoba menghubungimu tapi kenapa tidak dijawab bahkan aku mengirimkan pesan, kamu juga tidak membalasnya " ucap Rey.
" Maaf Rey aku sedang sibuk " jawab Gladis cuek sambil memainkan handphone nya.
" Apa kamu marah? Kenapa sikapmu berbeda " Rey masih berdiri didepan bangku Gladis.
Gladis menghentikan aktifitasnya bermain handphone. Lalu menatap Rey " Maaf Rey sepertinya kita harus menjaga jarak, aku tidak mau dicap jadi perusak hubungan orang. Meskipun kita hanya sahabat tapi aku hanya tidak ingin Bianca salah paham. " jawab Gladis.
" Apa maksudmu? " tanya Rey sambil mengerutkan dahinya.
" Aku sudah tau Rey, kamu sudah bertunangan dengan Bianca. Dan sayangnya, aku juga harus tau tentang pertunanganmu itu bukan dari sahabatku sendiri melainkan dari orang lain. Sudahlah Rey, aku tidak mau Bianca salah paham terhadap hubungan kita " jawab Gladis.
" Tapi kemarin aku ingin memberitahumu, kamu bahkan tidak sekalipun menjawab telepon atau pesanku " ucap Rey.
" Sudahlah Rey, aku juga tidak marah. Yang perlu kita lakukan sekarang hanya menjaga jarak Rey " jawab Gladis serius.
Sejenak pandangan mereka beradu. Terlihat jelas kesedihan dimata keduanya, terlihat jelas rasa cinta disorot mata keduanya. Tapi mereka sadar, rasa cinta yang mereka miliki hanya bisa mereka simpan saja.
" Maafkan aku Gladis, aku pengecut tidak bisa mengungkapkan perasaanku yang sebenarnya " batin Rey.
" Maafkan aku Rey, sebaiknya kita menjaga jarak agar hatiku tidak terlalu sakit melihat kenyataan kalau perasaanku tidak bisa terbalaskan " batin Gladis.
*******
Flashback...
Siang hari sebelum hari pertunangan.
Bianca menghubungi Gladis.
" Halo Gladis, ini Bianca. Aku hanya ingin memberitahu kalau malam ini aku dan Rey akan bertunangan. Aku harap kamu sadar akan posisi mu sekarang. Menjauhlah dari Rey, karena aku tidak mau Rey dekat denganmu. Rey hanya akan jadi milikku " ucap Bianca tanpa basa - basi.
Gladis terkejut dengan apa yang disampaikan Bianca.
" Kamu tidak usah kuatir, antara aku dan Rey tidak ada hubungan apa-apa dan aku akan menjaga jarak dengannya " jawab Gladis.
Setelah mendengar jawaban dari Gladis. Bianca langsung menutup teleponnya.
Gladis yang sadar teleponnya sudah terputus langsung mendudukan dirinya di atas tempat tidurnya.
" Ya tuhan kenapa rasanya hatiku sangat sakit. "
Tiba - tiba cairan bening dari sudut matanya jatuh begitu saja membasahi wajah cantiknya.
Gladis bertekad akan menjaga jarak dengan Rey walaupun ini tidak mudah. Dan saat malam harinya Rey menghubunginya. Gladis memilih untuk mengabaikan telepon dan pesan dari Rey.
" Maafkan aku Rey, ini terbaik untuk kita".
________________________________________
Halo Reader jangan lupaa tinggalkan jejak kalian. Like , comment dan vote biar author tambah semangat update nya ❤😍
__ADS_1