Cerita Cinta Anak Muda

Cerita Cinta Anak Muda
Katakan Sekali Lagi


__ADS_3

Sore tadi Rey dan Gladis pulang kerja lebih awal karena mereka akan pergi menghadiri acara makan malam bersama rekan kerja Rey. Rey terlebih dahulu mengantar Gladis ke rumahnya lalu dia akan pulang ke apartemennya. Gladis sebenarnya tidak mau merepotkan Rey untuk mengantarnya pulang. Akan tetapi Rey bersikeras untuk mengantarkan Gladis. Akhirnya Gladis memperbolehkan Rey untuk mengantarnya pulang.


Mobil Rey terlihat masuk kedalam halaman rumah Gladis.


" Terima kasih Rey sudah mengantarku " ucap Gladis.


" Sudah kewajibanku sayang, mulai saat ini aku akan mengantar dan menjemputmu oke, kamu harus terbiasa. Masuklah, nanti malam aku jemput." ucap Rey.


" Hati-hati dijalan Rey " Gladis membuka pintu mobilnya dan keluar dari mobil Rey.


Saat mobil Rey sudah meninggalkan halaman rumahnya, Gladis masuk kedalam rumahnya.


Disana ada Nadia sedang menonton saluran televisi favoritnya.


" Sore mama sayang " Gladis menghampiri Nadia.


" Sore sayang, loh kamu ko udah pulang? " tanya Nadia.


" Iya mah, apa mamah lupa malam ini Gladis mau pergi dengan Rey ke acara makan malam bersama rekan bisnisnya mah " ucap Gladis.


" Oia astaga mama lupa " Nadia terkekeh.


" Ya sudah nanti mama bantu Gladis siap-siap ya mah, sekarang Gladis mau mandi dulu " ucap Gladis.


" Oke sayang " jawab Nadia sambil mengacungkan jempolnya.


🍀 Malam Hari


Terlihat Gladis sudah siap, baju dan sepatu yang dikenakannya sangat indah ditambah dengan make up natural yang menghiasi wajah cantiknya membuat penampilannya sangat sempurna.


" Kamu cantik sekali sayang " ucap Nadia saat selesai membantu Gladis bersiap.


" Terima kasih mah " Gladis memeluk Nadia.


Dari luar, Rendi mengetuk pintu kamar Gladis.


Took.. Toook.. Toook..


" Apa papa boleh masuk? " tanya Rendi.


" Masuk pah " jawab Gladis.


Saat melihat Gladis, Rendi takjub melihat kecantikan putri kesayangannya. " Anak papa cantik sekali " Rendi langsung memeluk Gladis.


" Terima kasih pah " ucap Gladis sambil membalas pelukan Rendi.


" Oia, papa sampai lupa. Rey sudah menunggumu dibawah " ucap Rendi.


" Baiklah Gladis akan segera turun pah "


" Ya sudah mama dan papa duluan ke bawah ya " ucap Nadia lalu mengajak Rendi keluar dari kamar Gladis untuk menemui Rey.


Setelah Rendi dan Nadia keluar, Gladis segera mengambil tas dan beberapa keperluan lainnya. Lalu segera turun untuk menemui Rey.


Terlihat Rey sedang mengobrol dengan Rendi dan Nadia. Gladis segera turun dan menemui mereka.


" Rey, aku sudah siap " sapa Gladis.


Rey yang mendengar suara Gladis melihat kesumber suara, Rey melihat Gladis sangat cantik malam ini. Dengan rambut panjang yang dibiarkan terurai, make up yang menghiasi wajah cantiknya sangat sempurna dimatanya.


" Eheeeem " Rendi berdehem untuk membuyarkan Rey.

__ADS_1


" Hmmmm... kamu sudah siap? Kita bisa berangkat sekarang " ucap Rey sambil menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal.


Rendi dan Nadia yang melihat tingkah Rey hanya tersenyum.


" Om, tante kami pergi dulu ya " ucap Rey berpamitan kepada Rendi dan Nadia.


" Titip Gladis ya Rey, jangan pulang terlalu malam" ucap Rendi.


" Baik om, Rey akan selalu menjaga Gladis " ucapnya mantap.


Rendi tersenyum dan menepuk bahu Rey, " Om percaya sama kamu. "


Setelah berpamitan akhirnya mereka pergi meninggalkan rumah Gladis. Acara makan malam kali ini diselenggarakan di hotel mewah di Jakarta.


Didalam mobil Rey selalu melirik ke arah Gladis.


" Rey, apa ada yang salah dengan penampilanku? " tanya Gladis.


" Tidak sayang, tidak sama sekali. Malam hari ini kamu sangat cantik. "


" Hanya malam ini? Jadi sebelumnya aku enggak cantik? " Gladis terlihat mencebikan bibirnya. Hal itu membuat Rey semakin gemas.


" Setiap hari kamu cantik sayang, hanya saja hari ini kamu terlihat berbeda lebih cantik " ucap Rey sambil mengelus pipi Gladis. Beruntungnya kali ini kendaraan mereka sedang berhenti di lampu merah, jadi Rey leluasa bisa mengelus pipi Gladis.


Setelah perjalanan yang memakan waktu sekitar 30 menit, akhirnya mereka sampai di Hotel Megapurta.


" Rey, aku gugup. Aku tidak pernah menghadiri acara seperti ini. "


" Tidak perlu gugup sayang, kamu hanya perlu berada di sampingku okey " Rey terlihat menggenggam tangan Gladis lalu mereka masuk kedalam hotel tersebut.


Saat mereka memasuki tempat acara tersebut banyak mata memandang mereka, Rey yang sangat tampan dan juga Gladis yang sangat cantik menjadi daya tarik mereka. Terlebih lagi mereka tau yang saat ini hadir adalah CEO Pratama Group salah satu perusahaan besar Di Indonesia. Yang menjadi pertanyaan mereka adalah siapa wanita yang bersama Rey. Karena yang mereka tahu, Rey hanya bertunangan dengan Bianca dan saat ini pertunangan mereka pun sudah kandas. Lalu siapa wanita cantik yang bersama Rey saat ini. Bahkan beberapa diantara mereka ada yang sudah membawa anak gadisnya agar bisa dikenalkan kepada Rey. Akan tetapi mereka harus kecewa karena Rey membawa seseorang bersamanya.


Seorang pria paruh baya menghampiri Rey,


Rey membalas jabatan tangan Deni, " Selamat malam Pak Deni, senang juga bertemu dengan Anda" ucap Rey ramah.


Sekilas Deni melirik ke arah Gladis yang juga tersenyum ramah, Rey yang melihat itu langsung memperkenalkan Gladis. " Ini calon istri saya " Rey melihat ke arah Gladis. Gladis tampak terkejut dengan ucapan Rey, akan tetapi dia tidak menampakannya di depan Deni.


Deni juga nampak terkejut mendengarnya, " Waah selamat Nona anda sangat beruntung " Ucapnya sambil tersenyum kearah Gladis. " Baiklah silahkan menikmati acara hari ini " Deni pamit meninggalkan mereka.


Rey dan Gladis terlihat sedang duduk disalah satu tempat yang sudah disediakan. Dari pakaiannya dan gaya mereka Gladis yakin orang-orang yang hadir disini bukan orang-orang sembarangan. Rey juga terlihat sibuk dengan orang-orang yang dari tadi menyapanya.


Gladis juga baru tahu bahwa Rey sejak lama sebenarnya sudah memegang beberapa proyek besar Pratama Group saat dia masih kuliah di luar negeri. Keberhasilannya cukup fantastis, karena itulah banyak dari rekan bisnisnya yang ingin bertemu langsung dengannya. Di usianya yang masih sangat muda Rey bisa bekerja dengan sangat baik. Bahkan dulu saat perusahaannya hampir jatuh, Rey lah yang sebenarnya yang membantu perusahaannya bangkit kembali.


Rey melihat Gladis sepertinya sedikit bosan dengan percakapan seputar bisnis.


" Sayang, apa kamu bosan? " Rey mengelus tangan Gladis.


" Tidak Rey, aku tidak apa-apa. Sepertinya aku harus ke toilet." ucapnya.


" Apa mau aku antar? "


" Tidak perlu Rey, aku bisa sendiri. "


" Baiklah, hati-hati sayang" Rey melihat Gladis pergi lalu dia kembali berbincang dengan salah satu rekan bisnisnya lagi.


" Selama aku bersahabat dengan Rey ternyata aku tidak tahu apa-apa tentangnya, dia sangat sederhana. " batin Gladis. Saat Gladis berjalan ternyata seseorang sengaja menabrak Gladis dan menumpahkan minumannya.


Praaaaaaaaaaank......


Suara gelas yang pecah terdengar keras.

__ADS_1


" Uuups maaf " ucap seorang wanita.


Gladis yang masih menunduk membersihkan minum yang tumpah pun akhirnya melihat kearah suara wanita itu.


" Bianca " Batinnya.


" Ooooh ternyata kamu, wanita murahan yang merebut Rey dariku " suaranya yang keras membuat orang-orang terlihat berkerumun di antara mereka.


" Apa maksudmu Bianca? Jaga ucapanmu." Gladis terlihat sangat kesal mendengar ucapan Bianca.


" Tidak usah berpura-pura lugu, kau itu hanya gadis murahan yang merelakan tubuhmu untuk mendapatkan Rey karena tahu Rey adalah pemilik perusahan Pratama Group. Rey tidak mungkin memilihmu, wanita yang bukan sederajat dengannya." ucap Bianca dengan sangat percaya diri.


Dari arah lain Rey yang melihat keributan segera menghampirinya, begitu terkejutnya ternyata disana ada Gladis dan Bianca.


" Cukup Bianca " Rey yang mendengar ucapan Bianca sangat emosi. " Apa aku harus membongkar semua kebusukanmu disini, kalau aku tidak kasihan kepadamu sudah aku bongkar semua kelakuan bejatmu. Dan dengarkan satu hal, Gladis adalah wanita baik-baik dan dia tidak bisa dibandingkan dengan siapapun. Apalagi dengan dirimu, jadi berhentilah untuk mengganggunya. " Rey terlihat sangat marah. " Ayo sayang kita pergi dari sini " Rey memeluk Gladis dan mereka berdua keluar dari Hotel tersebut.


Bianca yang mendengar kata - kata Rey badannya bergetar hebat, air matanya mulai keluar dari kedua matanya. " Aku tidak terima penghinaan seperti ini, aku akan membalasmu Gladis " batinnya.


Orang-orang yang melihat kejadian itu memilih meninggalkan Bianca, mereka tidak mau terlibat terlalu jauh dengannya apalagi harus berurusan dengan keluarga Indara Group. Perusahan yang dikenal sangat berpengaruh dan juga sangat licik.


Sesampainya dimobil, Rey membukakan pintu untuk Gladis. Setelah Gladis didalam mobil, Rey segera masuk ke dalam mobil " Kamu baik-baik saja kan sayang? " tanya Rey yang tampak kuatir melihat keadaan Gladis.


" Aku baik-baik saja Rey " Gladis tersenyum kearah Rey.


" Maafkan aku tidak bisa menjagamu " ucap Rey merasa kecewa pada dirinya sendiri, kenapa dia sampai tidak memperhitungkan kedatangan Bianca.


" Bukan salahmu sayang " ucap Gladis mengusap lembut tangan Rey.


" Apa? Katakan sekali lagi? " ucap Rey berbinar.


Gladis yang menyadari perkataanya, tersipu malu. " Ayo ucapkan sekali lagi, aku ingin mendengarnya " Rey terdengar sangat bahagia.


Gladis tersenyum malu " Hmmmm... Bukan salahmu sayang " Gladis menundukan kepalanya.


Rey yang begitu gemas dengan Gladis segera menarik Gladis kedalam pelukannya. " Aku senang mendengar panggilan itu. " Rey mencium puncak kepala Gladis. Beberapa saat mereka berpelukan, menyalurkan kasih sayang diantara mereka. Sebelum akhirnya Gladis menghentikannya.


" Rey, ini sudah malam sebaiknya kita pulang. "


" Aku tidak akan melepaskanmu. "


" Kenapa? ayolah Rey aku mulai tidak bisa bernapas." ucap Gladis sambil berusaha melepaskan pelukan Rey.


" Aku tidak mau sayang, coba bicara yang benar. " ucap Rey semakin mengeratkan pelukannya.


" Rey, tolong lepaskan pelukannya. Nanti ada orang yang lihat." rengek Gladis.


" Aku tidak mau. "


Gladis nampak berpikir, kenapa Rey seperti ini. Gladis tersenyum saat mengetahui kesalahannya.


" Sayang, lepaskan pelukannya. Ini sudah malam, ayo kita pulang" ucap Gladis sambil mengusap punggung Rey.


Perlahan Rey melepaskan pelukannya, " Gadis pintar" ucap Rey sambil mencubit hidung Gladis tanpa menyakitinya.


Gladis terkekeh melihat kelakuan Rey, "Oke sayang, aku memang pintar. " Akhirnya mereka berdua tertawa bersama.


Bersambung......


______________________________________________


Jangan lupa Likenya yaa...

__ADS_1


Comment dan juga vote nya ❤❤


__ADS_2