Cerita Cinta Anak Muda

Cerita Cinta Anak Muda
Maafkan aku


__ADS_3

Setelah pertemuannya di cafe x bersama Rey, Ardi segera pulang ke apartemennya. Dia penasaran dengan apa yang diberikan oleh Rey kepadanya. Sesampainya di apartemen, Ardi segera membuka laptopnya, lalu segera memasangkan flashdisk yang diberikan Rey. Betapa terkejutnya Ardi saat melihat isi flashdisk yang diberikan oleh Rey. Semua bukti-bukti kecurangan Bianca dan Indra dan juga keterlibatan Ardi semuanya ada disana.


"Jadi, Rey tahu kalau selama ini aku tidak menghianatinya. Terima kasih Rey, kau tidak percaya begitu saja" gumam Ardi.


Ardi berpikir dan akhirnya tersenyum memikirkan rencana yang akan dia jalankan dengan Rey. "Kali ini kalian tidak akan lolos" gumam Ardi sambil tersenyum penuh arti.


Begitu pula dengan Rey, dia segera pulang ke apartemennya setelah pertemuannya dengan Ardi.


Hari ini cukup melelahkan untuknya, dengan memikirkan semua masalah yang ada. Rey memutuskan untuk segera beristirahat untuk hari esok, karena mulai besok dia akan segera menjalankan rencananya. Rencana yang sesungguhnya sangat berat, tapi hanya itu satu-satunya cara agar semuanya terungkap.


Keesokan harinya seperti biasa Rey menjemput Gladis dirumahnya, mereka sekarang sedang berada di dalam mobil. Rey tampak banyak diam dari tadi saat menjemput Gladis, Rey tampak sedang memikirkan sesuatu. Tidak seperti biasanya suasana di mobil hari ini tampak hening.


"Sayang, bagaimana luka-lukamu apa masih ada yang sakit?" tanya Rey memecah keheningan diantara mereka.


Gladis yang tadinya sedang melihat keluar jendela kini melihat ke arah Rey, "Tidak Rey, aku sudah baik-baik saja. Hmmmmmm... Apa kamu sedang ada masalah? Kenapa dari tadi sepertinya kamu sedang memikirkan sesuatu?" tanya Gladis.


Rey yang sedang fokus mengemudi melirik kearah Gladis, terlihat Rey menghembuskan napasnya mengumpulkan niatnya untuk memberitahu Gladis apa yang terjadi.


"Aku harus menjelaskan sesuatu yang penting padamu sayang, tapi nanti saat kita sampai di kantor ya, oke" ucap Rey.


"Baiklah Rey" Gladis menganggukan kepalanya. "Ada apa sepertinya sangat serius" batin Gladis.


Keduanya kembali terdiam, larut dalam pikirannya masing-masing.


Sesampainya di ruangan Rey masuk di ikutin oleh Gladis. Rey mengajak Gladis duduk di sofa yang ada diruangannya. Rey terlebih dulu duduk, melihat Gladis hanya mematung di depannya Rey pun menepuk bangku sofa disebelahnya. "Duduklah sayang, kenapa mukamu tegang seperti itu" ucap Rey sambil tersenyum.


"Eeeh iya Rey" lalu Gladis duduk disebelah Rey.


Rey menatap Gladis, lalu dia mengusap lembut rambut Gladis.


"Sayang, ada hal penting yang ingin aku sampaikan."

__ADS_1


Rey terlihat menarik napasnya "Sayang, maaf sepertinya hubungan kita harus berakhir......." Belum sempat Rey meneruskan kalimatnya Gladis sudah berdiri dan bergegas pergi meninggalkan Rey.


Rey menggenggam pergelangan tangan Gladis, "Tunggu sayang aku belum selesai bicara" Rey berdiri mencegah Gladis agar tidak pergi.


Gladis menatap kecewa kearah Rey, "Lepaskan Rey" Gladis menahan air mata yang ingin keluar dari matanya. Hatinya sakit, sangat sakit mendengar ucapan Rey.


"Dengar dulu sayang" ucap Rey.


"Sayang? Apa setelah kamu minta hubungan kita berakhir kamu masih bisa bilang sayang?? " jawab Gladis kecewa, air mata yang dari tadi dia tahan akhirnya keluar juga.


Rey membawa tubuh Gladis kedalam pelukannya, "Maafkan aku sayang, maafkan aku. Aku tidak bermaksud menyakitimu" ucapnya sambil terus memeluk dan mengecup puncak kepala Gladis.


Gladis berusaha melepas pelukan Rey, tapi Rey makin mengencangkan pelukannya. Gladis memukul-mukul dada Rey. "Lepas Rey, lepaskan aku" pinta Gladis sambil menangis.


"Dengar dulu sayang, tolong ijinkan aku menjelaskannya" perlahan isak tangis Gladis semakin teratur, Gladis juga sudah tidak memukul dada Rey. "Kamu jahat Rey" lirih Gladis dalam pelukan Rey, meskipun kecil tapi tetap terdengar oleh Rey. "Maafkan aku sayang" ucap Rey sambil mencium puncak kepala Gladis.


Dirasa Gladis sudah tenang, Rey membawa Gladis kembali duduk. "Tolong dengarkan aku, sayang aku hanya ingin kamu selamat. Aku hanya ingin melindungimu. Aku tidak mau kamu terluka, jadi kita harus mengakhiri dulu hubungan ini" ucap Rey sambil menggenggam tangan Gladis.


"Tapi kenapa?? kamu tidak mau membuat aku terluka tapi kamu sendiri yang melukaiku Rey?" ucap Gladis dan kembali terisak.


"Alasan apa huuuh, alasan apa??" kini nada bicara Gladis sudah sangat emosi bahkan nada bicaranya sudah meninggi.


"Bianca" ucap Rey lirih.


"Bianca?? jadi wanita itu yang buat kamu memutuskan hubungan ini?? Baiklah Rey, sekarang aku mengerti." Gladis berdiri menghempaskan tangan Rey dan keluar dari ruangan Rey.


Gladis mengambil tasnya dan keluar sambil menangis. "Kenapa kamu tega sekali Rey" gumam Gladis. Gladis masuk kedalam lift dan segera keluar dari kantornya, beruntung ada taksi didepan kantornya lalu dia segera masuk dan pergi menggunakan taksi tersebut.


"Jalan pak " ucap Gladis.


"Kemana mbak?" tanya supir taksi tersebut.

__ADS_1


"Jalan dulu aja pak" jawab Gladis masih sambil menangis.


Melihat penumpangnya menangis, akhirnya supir tersebut hanya menurut saja menjalankan mobilnya..


Sudah hampir 15 menit Gladis menangis, supir taksi memberanikan diri untuk bertanya. "Maaf mba, jadi kita mau kemana??" tanya supir taksi.


Gladis yang sadar akhirnya melihat kesekelilingnya, "Maaf pak, kalau tidak salah di depan ada taman saya turun disana saja" ucap Gladis yang masih juga menangis.


Supir taksi tersebut sebenarnya tidak tega, "Maaf mba, bukannya saya mau ikut campur. Tapi kalau mba punya masalah semoga masalahnya cepat selesai dan sudah mbaa jangan nangis terus, nanti cakepnya ilang loh" ucap supir taksi tersebut berusaha menghibur Gladis.


Gladis yang mendengar ucapan supir taksi tersebut langsung menghapus sisa air matanya. "terima kasih pak" ucap Gladis sambil sedikit mengangkat sudut bibirnya.


"Pak didepan berhenti ya" pinta Gladis.


"Baik mba" ucap supir taksi tersebut.


Gladis mengeluarkan uang, "ini pak kembaliannya ambil aja" ucap Gladis..


"Alhamdulilah mbaa, ini terlalu banyak. Terima kasih mba, semoga mba sehat terus ya mba" ucap supir taksi tersebut.


Gladis hanya tersenyum lalu keluar dari taksi tersebut. Gladis kini berada di taman kota, disana banyak kursi-kursi yang berjajar. Gladis duduk disalah satu kursi disana, cuaca yang masih pagi membuat udara disana masih terasa sejuk. Sayangnya hati Gladis sedang dalam keadaan tidak baik, suasana yang nyaman ditaman itu tidak bisa mengobati rasa sakitnya saat ini.


"Kenapa Rey begitu tega padaku, padahal kita sudah merencakanan pernikahan. Apa yang harus aku katakan kepada mama dan papa?" gumam Gladis.


Tak terasa air matanya kembali keluar, "Kenapa Rey jahat sekali."


🍀 Di Kantor 🍀


"Arrrrrghhhhh" teriak Rey.


" Maafkan aku Gladis, untuk sementara sepertinya memang harus seperti ini. Aku tidak mau melibatkanmu dalam masalah ini, aku tidak mau kamu dan keluargamu terluka sayang. Biarkan kamu sementara membenciku, itulah caraku menjagamu" gumam Rey. "Aku akan segera membereskan masalah ini sayang, maafkan aku."

__ADS_1


tbc......


Terima kasih yang sudah mau baca novelku. Tolong di like dan comment dan kalau bisa vote yaa terima kasih ❤❤


__ADS_2