
Gladis dan Shita sudah setelah selesai makan siang. Mereka akan kembali ke meja kerjanya masing - masing.
" Byee Diss.."
" Iya Taaa, sekali lagi makasih ya udah selalu ada buat gue " Gladis memeluk Shita.
" Sama-sama Diss, udah - udah sana entar yayang loe nyariin lagi " Shita melepaskan pelukannya sambil terkekeh.
" Yeeey, apaan sih lo Taaa. Gue takut ketemu dia. "
" Takut?? loe takut ketemu sama cowok ganteng gitu ?? Yakin loe takut? Shita memajukan bibir bawahnya meledek Gladis.
" Aah udah aah bye Taaaa " Gladis berlalu meninggalkan Shita.
Sebenarnya kejadian tadi pagi yang sempat menghebohkan seisi kantor membuat Gladis tidak nyaman, ditambah lagi dengan kejadian tadi dikantin.
" Huuuuh " Gladis duduk di meja kerjanya menatap berkas yang menumpuk didepannya dengan tatapan kosong.
Tidak lama setelah itu suara telepon membuyarkan lamunannya.
Kriiing... Kriiing... Kriiing..
" Astaga mengagetkan saja " gumamnya.
" Gladis " panggil Rey di saluran teleponnya.
" Iya pak " jawab Gladis gelagapan saat menerima telepon.
" Tolong bawakan dokumen kerja sama dengan perusahaan ABC, saya tunggu sekarang ya."
" Baik pak" jawab Gladis.
Gladis segera mencari dan mengantarkan dokumen yang Rey minta.
Toook. Tooook.. Toook... Gladis mengetok pintu ruangan Rey.
" Masuk "
Gladis memutar handle pintunya lalu masuk kedalam ruangan Rey.
" Permisi pak, ini dokumen yang bapak minta." Gladis menyimpan dokumen tersebut di atas meja.
" Gladis, kamu sudah makan ? " tanya Rey sambil melihat Gladis.
" Eehh.. Apa ? " Gladis terkejut dengan pertanyaan Rey.
" Aku belum makan, bisa temani makan? " pinta Rey. Rey berdiri lalu berjalan menuju sofa. Disana sudah ada beberapa bungkus makanan yang tersedia. " Kamu bisa siapkan makan buat aku kan? " tanyanya lagi.
" Eeh.. Iya pak bisa." Gladis yang masih berdiri didepan meja kerja Rey langsung menghampiri Rey dan mulai menyiapkan makanannya.
" Gladis kita sedang berdua jadi panggil saja Rey, aku tidak nyaman dipanggil bapak? " Rey menatap lekat Gladis yang ada di hadapannya.
Gladis yang ditatap oleh Rey merasa gugup. " Eeh.. Hmmm.. Iya.. Baik Rey " jawabnya.
__ADS_1
Rey tersenyum.
Gladis meneruskan menyiapkan makan untuk Rey. Dia melihat ada dua bungkusan siomay disana.
" Kamu makan siomay ? " tanya Gladis sambil membuka bungkusan makanannya.
" Iya, aku kangen makan siomay. Kamu masih suka siomaykan? " tanya Rey.
Gladis tidak percaya kalau Rey masih ingat makanan kesukaannya.
" Hmmmm.. iya masih suka ko." jawabnya sambil tersenyum.
" Yaa sudah ayo temani aku makan siomay. "
" Tapi Rey tadi aku sudah makan."
" Hmmmmm.. Sayang sekali padahal siomaynya enak." ucap Rey.
Gladis tampak berpikir, " Hmmm.. Baiklah Rey aku temeni. " jawabnya.
Rey tersenyum melihat Gladis, " Dia tidak berubah " batinnya.
Meskipun tadi sudah makan bersama Shita, akan tetapi Gladis memakan siomay dengan lahap. Rasanya dia merindukan siomay yang dulu sering dia makan di kantin SMA.
" Siomaynya enak Rey." ucapnya dengan mulut penuh.
" Kamu suka? " tanya Rey.
Gladis menganggukan kepalanya. Rey tidak berhenti menatap Gladis yang sedang makan.
" Eeeeeh.. Terima kasih Rey " ucap Gladis gugup. Keduanya sempat saling beradu pandangan. Detak jantung keduanya berdebar lebih cepat dari biasanya.
" Ya Tuhan tolong kendalikan detak jantungku " batin Gladis. Gladis cepat - cepat menghabiskan makannya agar bisa segera keluar dari ruangan Rey. Berdekatan dengan Rey membuat jantungnya selalu berdebar tidak beraturan.
Akhirnya Gladis dan Rey selesai makan siang, terlihat Gladis sudah selesai merapihkan mejanya dan hendak keluar dari ruangan Rey.
" Gladis "
" Ya Rey "
" Terima kasih sudah nemenin saya makan." lagi - lagi Rey menatapnya lekat Gladis.
" Hmmmmm.. iya Rey terima kasih juga siomaynya, aku permisi Rey " pamit Gladis lalu cepat - cepat Gladis meninggalkan ruangan Rey.
" Astaga, aku selalu tidak bisa menahan debaran ini. Apa kamu merasakan hal yang sama Gladis? " batin Rey.
Setelah Gladis keluar dari ruangan, Ardi terlihat akan masuk kedalam ruangan Rey.
Toook... Tooook.. Toook.. Ardi mengetuk pintu ruangan Rey.
" Masuk "
Ardi menekan handle pintunya lalu masuk.
__ADS_1
" Ada apa?" tanya Rey.
" Rey sepertinya besok kita harus pergi ke Bali untuk melihat proyek kerjasama dengan perusahaan ABC untuk pembangunan hotel disana."
" Oke, kita berangkat besok. Siapkan saja semuanya." jawab Rey.
" Baiklah, akan aku siapkan semuanya." jawab Ardi.
Setelah itu Ardi keluar dari ruangan Rey lalu menemui Gladis.
" Gladis, besok saya dan Rey akan pergi ke Bali. " tolong jadwal ulang semua pertemuan Rey untuk 3 hari kedepan dan siapkan semua dokumen yang harus dibawa kesana. "
" Baik pak " jawab Gladis.
" Terima kasih " ucap Ardi lalu meninggalkan meja Gladis.
" Tiga hari, Rey pergi tiga hari. Artinya aku tidak bertemu dengannya selama tiga hari " batin Gladis. "Kenapa tiba-tiba aku sedih, padahal Rey pergi untuk pekerjaanya. Aku pasti akan merindukannya. "
🍀 Malam Hari
Waktu sudah menunjukan pukul 19.00. Gladis masih terlihat di meja kerjanya. Karena Rey besok akan pergi ke Bali jadi hari ini ada banyak pekerjaan yang harus di kerjakannya.
Rey keluar dari ruangannya, kemudian menemui Gladis.
" Gladis "
" Ya Rey " jawabnya.
" Apa dokumen untuk besok sudah kamu siapkan semua? " tanya Rey.
" Sudah Rey, ini sudah selesai semua. "
" Terima kasih, maaf kamu jadi pulang larut " ucap Rey.
" Tidak apa-apa Rey. Ini sudah tugasku " Gladis tersenyum.
" Aku antar pulang ya, tolong jangan menolak " ucap Rey.
" Aku tidak mau merepotkanmu Rey. "
" Tidak ada yang repot, aku senang bisa mengantarmu pulang " jawab Rey.
" Baiklah, aku akan membereskan ini dulu setelah ini kita bisa pulang."
Rey mengangguk " Aku akan menunggumu disini."
_________________________________________________
Hai Readers maaf beberapa hari ini tidak sempat update karena kesibukan di dunia nyata 😂
Jangan lupa Like....
Jangan lupa Comment....
__ADS_1
Jangan lupa Vote..
terima kasih ❤