Cerita Cinta Anak Muda

Cerita Cinta Anak Muda
Maukah kamu....


__ADS_3

Saat sampai di kamar hotel, Gladis terpukau dengan pemandangan dari balconnya yang menghadap ke laut. Suasana sore itu sangat sejuk, angin yang berhembus menerpa wajah cantiknya.


" Aah indah sekali pemandangannya, coba Shita ada di sini dia pasti sangat senang " gumam Gladis.


Gladis meraih ponselnya dan melakukan panggilan video pada Shita.


Tuuut... Tuuuut... Tuuuut....


" Kenapa dia tidak menjawab panggilanku? " Gladis heran karena jarang sekali Shita tidak mengangkat teleponnya. " Ah sudahlah, lebih baik sekarang aku membersihkan diri dan bersiap untuk acara nanti malam." batinnya. Akhirnya Gladis masuk ke dalam kamar mandi, dia merendam badannya untuk menghilangkan lelah akibat perjalanan tadi.


Saat keluar dari kamar mandi bel kamarnya berbunyi.


Ting Tong... Ting Tong...


" Siapa yang datang " Gladis heran.


Saat membuka pintu kamarnya, Gladis melihat ada beberapa menu makanan yang diantarkan.


" Maaf nona, saya mengantarkan makanan ini. "


" Tapi saya tidak memesan makanan " jawab Gladis.


" Saya hanya ditugaskan mengantarkan makanan ke kamar ini " ucap pelayan tersebut.


" Baiklah, simpan saja di meja " jawab Gladis. "Terima kasih " ucapnya lagi saat melihat pelayan tersebut selesai menyimpan makanan dan segera keluar dari kamarnya. Setelah menutup pintu kamarnya, Gladis melihat ada kartu yang terselip di antara beberapa makanan dan minuman.


" Dimakan ya ❤ " Rey.


Gladis membuka makanan yang diberikan Rey kepadanya, " Chesse cake " Gladis tersenyum. "Dia masih ingat semua makanan kesukaanku" gumamnya. Tidak perlu waktu lama untuk Gladis menghabiskan kue kesukaannya.


Setelah menikmati makanan yang dikirim Rey, Gladis mempersiapkan diri untuk acara malam ini, dari tadi dia belum melihat isi paper bag yang diberikan Rey.


Dia membuka isinya dan mengeluarkan sebuah gaun berwarna hitam yang sangat cantik.


" Waaah cantik sekali gaunnya " Gladis membelakakan matanya tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Dan dia juga melihat ada sebuah kotak yang ternyata isinya adalah sepasang sepatu yang senada dengan bajunya. Gladis langsung mencobanya.


" Kenapa bisa pas sekali " batinnya. Dengan segera Gladis memakai gaun yang diberikan oleh Rey dan juga sepatunya. Dia merias tipis wajah cantiknya dan membiarkan rambut indahnya terurai membuat siapa saja yang melihatnya akan terpukau. Gladis masih melihat dirinya di depan cermin.


" Kenapa sampai harus berpakaian seperti ini " batin Gladis heran. Saat dirinya masih membereskan riasannya bel kamarnya berbunyi.


Ting Tong... Ting Tong...


Gladis segera membuka pintu kamarnya dan mengira itu adalah Rey. Ternyata yang datang adalah Ardi.


" Pak Ardi " sapa Gladis kecewa.


Ardi melihat penampilan Gladis hanya bisa menelan salivanya, dengan buru-buru dia mengalihkan pandangannya.


" Dia sangat cantik " batinnya.

__ADS_1


"Rey menunggu kita, bisa kita berangkat sekarang" ajak Ardi.


" Aah iya, aku sudah siap kita bisa berangkat sekarang " ucap Gladis.


Ardi mendahului Gladis, dan Gladis menyusulnya dibelakang. Mobil sudah terparkir di depan hotel akan tetapi Gladis masih tidak menemukan Rey.


Gladis memberanikan diri untuk bertanya.


" Dimana Rey? kenapa dari tadi aku tidak melihatnya?" tanya Gladis.


" Rey sudah di sana terlebih dahulu " jawab Ardi singkat. Dia tidak mau terlalu lama menatap Gladis, karena dia juga harus mengendalikan perasaannya. Ardi tahu, jika sebenarnya Rey dan Gladis saling mencintai. Dia tidak ingin menjadi penghalang bagi mereka.


" Ooooh " Gladis menganggukan kepalanya. Sebenarnya Gladis sedikit kecewa, kenapa Rey malah memilih pergi duluan.


Sekarang Ardi dan Gladis sudah berada didalam mobil, mobil berkendara dengan kecepatan sedang. Gladis terlihat menikmati suasana malam disana, terlihat banyak sekali para wisatawan yang sedang menikmati malam di Bali. Setelah berkendara sekitar 20 menit sampailah mereka disebuah tempat.


Gladis turun dari mobil, dia heran kenapa terlihat sepi tidak banyak pengunjung seperti ditempat lainnya.


" Gladis, masuklah terlebih dahulu " ucap Ardi.


" Tapi pak " ucap Gladis ragu.


" Tidak apa-apa, pergilah lebih dulu " ucap Ardi meyakinkan.


Meskipun ragu akhirnya Gladis memilih masuk kedalam restauran yang berada di tepi pantai. Dilihat dari luar saja sebenarnya sudah sangat terlihat jika ini adalah tempat yang sangat mewah.


Saat Gladis masuk dia langsung disambut oleh seorang pelayan yang sangat sopan, mempersilahkannya untuk mengikutinya. Tiba lah dia di area tepi pantai yang dihias begitu indahnya, matanya mengerjap tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


Rey yang melihat Gladis datang sangat terpukau dengan kecantikannya. Pandangannya tidak pernah teralihkan sedikitpun dari Gladis. Rey menghampiri Gladis dan mengajaknya untuk duduk.


" Kamu sangat cantik " ucap Rey yang membuat muka Gladis tersipu malu mendengarnya.


" Terima kasih Rey " balas Gladis yang terlihat gugup.


Saat ini debaran jantungnya sangat cepat dan berdebar tidak karuan.


" Rey apa ini maksudnya, kamu bilang kita akan bertemu rekan kerjamu " Gladis masih tampak tak percaya dengan apa yang terjadi. Rey hanya tersenyum ke arah Gladis.


Percakapan mereka berhenti saat pelayan datang membawakan makanan mereka.


" Bagaimana Rey tau semua makanan kesukaanku, bukankah dia tidak tahu kalau aku suka makan ini" batin Gladis.


" Apa kamu suka makanannya? " tanya Rey.


" Aah iya Rey, aku sangat suka "


" Makanlah " ucap Rey. Akhirnya mereka makan dalam diam, menikmati semua suasana malam hari ini dengan alunan musik dan deburan ombak yang yang terdengar sangat indah.


Mata Rey tidak berhenti melihat Gladis yang begitu cantik malam hari ini. Begitu juga dengan Rey yang sangat tampan menggunakan jas yang senada dengan gaun yang Gladis pakai.

__ADS_1


Setelah mereka selesai makan, Rey memberikan kejutan selanjutnya untuk Gladis, putaran video saat masa SMA dimana mereka masih bersama, dan juga terdapat beberapa foto terbarunya. Mata Gladis berkaca - kaca melihat video yang diputar itu. Sampai akhirnya cairan bening berhasil lolos dari sudut matanya. Setelah beberapa menit hanyut dalam haru melihat video yang diputar, tiba - tiba Rey menghampirinya dan berlutut dihadapan Gladis.


" Gladis " suara Rey membuat Gladis sadar kalau ini adalah nyata. Dia bahkan mengira ini hanya mimpi. Rey yang dari tadi terpukau akan kecantikan Gladis terus memandanginya dengan tatapan penuh cinta. Kali ini dia tidak mau kehilangannya lagi, satu-satunya wanita yang selalu dia cintai. Rey terus mendekat kearah Gladis, lalu menggenggam tangannya dan mengeluarkan sebuah cincin yang sangat indah.


" Gladis, apa kamu percaya cinta pada pandangan pertama? Nyatanya itu ada, dan aku merasakan hal itu. Sejak awal aku melihatmu, dan hatiku sudah kuberikan kepadamu. Dari dulu aku hanya mencintaimu dan selalu hanya ada namamu di hatiku. Maukah kamu menjadi pendampingku selamanya? Aku mencintaimu Gladis. " ucap Rey sambil menggengam erat tangan Gladis dan menatap kedua matanya penuh cinta.


Gladis tidak bisa berkata apa-apa, rasa senang, terharu dan juga sedih bercampur menjadi satu. Dia hanya mampu menganggukan kepalanya dan menjawab.


" Iya Rey, aku mau. Aku juga mencintaimu " jawab Gladis sambil menahan air matanya.


Setelah mendapat jawaban dari Gladis, Rey segera memakaikan cincinnya dan menarik Gladis kedalam pelukannya dan memberikan beberapa ciuman di puncak kepalanya. Dan terus berkata,


" Aku sangat mencintaimu, aku sangat mencintaimu " ucap Rey.


Setelah puas berpelukan, mereka sadar ada beberapa pasang mata yang memandangnya.


" Cieeee, yang udah resmi menjadi calon Ny. Rey Aditia Pratama " ledek Shita.


" Shita? Ka Romi? " ucap Gladis tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. " Kenapa kalian bisa ada disini? " tanya Gladis heran.


" Aku tidak bisa melewatkan moment ini sayang " ucap Shita sambil memeluk sahabatnya.


" Pantas saja kamu tadi tidak menjawab teleponku " jawab Gladis kesal sambil melepas pelukan sabahatnya.


" Kau kira siapa yang menyiapkan ini semua, Pak Rey yang memintaku menyiapkan ini semua. Dan aku mengajak Ka Romi karena aku tidak mau menjadi obat nyamuk melihat adegan romantis seperti tadi " ucap Shita.


Rey yang melihat percakapan kedua sahabat hanya tersenyum.


" Terima kasih Shita atas bantuannya, aku tidak akan membiarkan siapapun memisahkan kita lagi " ucap Rey melihat ke arah Gladis dan melingkarkan tangannya pada pinggang Gladis. Gladis tersipu malu dengan ucapan dan perlakuan Rey. Ini pertama kalinya Gladis menjalin hubungan dan itu bersama sahabatnya sendiri.


" Tidak usah berterima kasih pak, aku sangat senang Gladis bisa mendapatkan cintanya " jawab Shita.


" Panggil saja Rey, bukannya kita teman sekarang " Ucap Rey.


" Selamat ya Rey, jaga dia. Gladis sudah seperti adikku. Dari dulu cintanya hanya untukmu " ucap Romi sambil menjabat tangan Rey.


" Aku akan selalu menjaganya " ucap Rey sambil menatap mata Gladis. Mereka berpandangan cukup lama sebelum Shita menghentikannya.


" Halo pasangan baru, apa kalian akan terus bertatapan dari tadi. Ayo kita menikmati malam ini " ajak Shita yang sudah mengambil microphone mengajak mereka bernyanyi bersama.


Mereka semua yang melihat Shita tertawa dengan sikapnya yang memang selalu membuat suasana menjadi lebih ceria. Dan mereka menghabiskan malam ini dengan penuh kebahagiaan.


Bersambuuuuuuung....


____________________________________________________


Jangan lupa Like


Jangan lupa Vote

__ADS_1


Jangan lupa Comment


terima kasih 🤗🤗


__ADS_2