Cerita Cinta Anak Muda

Cerita Cinta Anak Muda
Club YY


__ADS_3

"Astagaa kenapa aku harus bertemu terus dengannya" gumam Shita yang kesal melihat Bianca dan Rey berjalan kearahnya.


Bianca dan Shita bertatapan dengan penuh kebencian, "Ciiih ternyata memang selalu bergelayut seperti monyet!!!" ucap Shita sambil melihat Bianca yang memang sedang bergelayut ditangan Rey.


Rey berusaha menahan senyum saat melihat Bianca begitu kesal dengan ucapan Shita.


Untung saja mobil Rey segera datang, jadi Bianca dan Shita tidak sempat bertengkar seperti kemarin.


"Kau beruntung kali ini, jika tidak aku akan menghabisimu!!!" ucap Bianca kesal.


Rey menarik tangan Bianca, "Sudah aku bilang jangan buat keributan di kantor, ayo pergi dari sini!!" ajak Rey.


Shita melirik kearah Bianca yang juga menatapnya, "ciiiih kau yang beruntung, jika tidak aku akan membuat wajahmu babak belur!!!" teriak Shita tak kalah kesal.


Rey dan Bianca terlebih dulu pergi, lalu tidak berselang lama Romi datang menjemput Shita.


"Kamu kenapa sayang?? Kenapa emosi seperti itu??" tanya Romi.


"Hubby, ayo ikutin mobil Rey. Aku ingin tahu mereka pergi kemana??" ucap Shita.


Romi mengernyitkan dahinya, "Apa kamu yakin, kamu mau mengikutinya??" tanya Romi.


"Iyaaa, ayoo cepat sebelum kita kehilangan jejaknya" jawab Shita.


Akhirnya Shita dan Romi mengikuti Rey, ternyata Rey berhenti di sebuah club yang cukup terkenal dikota ini. Shita merasa aneh, sejak kapan Rey suka berkunjung ke club. Pasti ada yang tidak beres pikirnya.


"Sayang, apa kamu yakin kita akan masuk ketempat ini??" tanya Romi ragu.


"Iyaa By... Ayo temani aku, aku sudah berjanji kepada Gladis untuk mencari tahu hubungan Rey dan Bianca." jawabnya.


"Baiklah sayang, ayo kita masuk" ajak Romi.


Rey dan Bianca terlihat sudah masuk terlebih dahulu kedalam club itu, di sana ternyata sudah ada beberapa teman Bianca yang menunggu. Walaupun tampak tidak nyaman Rey mencoba duduk di sana bersama Bianca. Rey mencoba tenang sebenarnya dia tidak suka berada di club seperti ini, "sayang kamu mau minum apa??" tanya Bianca.

__ADS_1


"Bawakan aku soda saja" jawab Rey.


"Ayolah sayang, hari ini kita bersenang-senang!! apa kamu tidak mau mencoba minuman yang lain??" pancing Bianca.


"Kamu sudah tahu Bianca, kalau aku tidak suka minuman beralkohol" jawab Rey kesal.


"Baiklah sayang, aku tidak akan memaksa" jawab Bianca.


Teman-teman Bianca tampak memperhatikan Rey, mereka tampak kagum akan ketampanan Rey. "Bi, cowok lo ganteng banget.. Gw juga mau kalau tampangnya begini sih!!" ucap salah satu teman Bianca.


Rey yang mendengarnya sangat risih dirinya jadi bahan obrolan mereka.


"Dia cuma milik gw!!" jawab Bianca.


"Baiklah tuan putri, tidak ada yang akan yang berani mengambil punya lo" jawabnya lagi.


Bianca tersenyum, lalu Bianca duduk disebelah Rey dan mulai menggodanya. "Sayang, aku senang kamu mau ikut denganku" ucap Bianca sambil memainkan tangannya di dada Rey.


Pelayan membawakan minuman pesanan mereka lalu meletakannya di meja, Bianca mengambilkan minuman untuk Rey, "Sayang minumlah" ucap Bianca.


Rey mengambil gelas dari tangan Bianca, dan saat Rey akan meminumnya tiba-tiba...


"Praaaaaaank" suara gelas pecah dan airnya membasahi baju Rey.


"Upppss, sory yaaa..." ucap Shita yang memang sengaja menumpahkan minuman Rey.


"Loooo!!!! Ngapain lo disini??" Ucap Bianca geram.


Shita tersenyum sinis, "Ini tempat umum, dan gw berhak ada disini!!!" jawab Shita.


"Sorry ya Rey" ucap Shita pura-pura menyesal.


Rey mengambil tisu untuk mengeringkan bajunya, "Bianca aku pulang duluan ya, nikmatilah pesta ulang tahun temanmu. Maaf aku tidak bisa menemanimu sampai selesai" ucap Rey lalu meninggalkan Bianca.

__ADS_1


"Reey tunggu...." Teriak Bianca tapi Rey tidak mendengarkannya, Rey terus pergi meninggalkan Bianca yang terus berteriak memanggil namanya.


Shita tertawa puas melihat Bianca kesal, "Semua ini gara-gara lo, awas ya lo!!! Siaaaal!!!!" teriak Bianca.


"Cuup... cuppp... Kasian ditinggal oleh pujaan hati.. ahhaahhahahaa" lalu Shita pergi begitu saja enggan berurusan lebih lama lagi dengan Bianca. Yang terpenting dia sudah menggagalkan rencana Bianca, tadi Shita sempat melihat jika minuman Rey diberikan obat yang Shita rasa obat itu berbahaya untuk Rey.


Bianca kesal karena rencananya gagal, padahal di minuman Rey sudah dia masukan obat perangsang. Dia juga sudah memesan kamar yang ada di club itu untuknya bersama Rey, kini rencananya gagal gara-gara Shita datang dan menumpahkan minumannya.


"Siaal, rencana gw gagal" ucap Bianca kepada temannya.


"Tenang baby, jika kamu menginginkannya dengan senang hati aku akan menemanimu!! Aku akan memuaskanmu" jawab teman laki-lakinya.


"Diaamlah, gw tidak berselera gw cuma mau dia!!!" jawab Bianca kesal.


Romi sengaja menunggu Rey di dekat pintu keluar untuk mencegah Rey keluar, Shita meminta Romi untuk menahannya sampai Shita menyelesaikan masalah dengan Bianca.


"Rey, tunggu Rey.. Shita ingin bicara sama lo!!" ucap Romi menghentikan Rey.


"Gw gak bisa bicara sekarang" jawab Rey berusaha pergi.


"Reey, tunggu!! gw perlu bicara sama lo tentang Gladis!!" teriak Shita.


Rey menghela napasnya, "Tolong gw gak bisa bicara sekarang, gw harap kalian percaya sama gw, biarin gw menyelesaikan masalah ini dulu dan tolong jaga Gladis. Jangan libatkan kalian dalam masalah ini, gw gak mau kalian terlibat masalah!!" ucap Rey memperingatkan lalu pergi meninggalkan Shita dan Romi.


"Sepertinya Rey sedang merencakan sesuatu sayang. Dia menghindari kita mungkin dia ingin kita tidak terlibat dan terlibat masalah" ucap Romi.


"Aku rasa begitu By, tapi aku harus membantu Gladis" jawab Shita.


"Aku tahu sayang, kita akan tetap membantunya tapi tidak dengan cara seperti ini. Percayalah padaku, aku akan membantumu sayang. Aku tidak mau kamu kenapa-kenapa karena beberapa hari lagi kita akan menikah. Kamu harus menjaga dirimu sayang!" ucap Romi.


"Baiklah By, maafkan aku.. Aku hanya kasian dengan Gladis. Kamu janji akan bantu menyelidiki ini semua??" tanya Shita.


"Aku janji sayang, dan sekarang ayo kita pulang" ajak Romi.

__ADS_1


__ADS_2