
🍀 Dirumah
" Selamat pagi mama, selamat pagi papa" ucap Gladis sambil turun dari tangga menuju ruang makan.
Rumah Gladis tidak terlalu besar tapi sangat nyaman, rumah berlantai dua itu bergaya minimalis. Didapur terlihat mama Nadia sedang menyediakan sarapan di dapur. Sedangkan papa Rendi sedang membaca berita online melalui hpnya di meja makan dengan ditemani secangkir kopi.
" Selamat pagi putri cantik papa " jawab Rendi.
Gladis segera duduk disebelah papa Rendi.
" Sayang, bagaimana sekolah kamu kemarin? Apa menyenangkan? " Tanya Rendi.
Semalam papa Rendi harus kerja sampai larut malam jadi saat sampai kerumah Gladis sudah tidur dan tidak sempat menanyakan kabar hari pertamanya sekolah. Sebenarnya Nadia sudah menceritakan kepada Rendi. Tapi Rendi mau dengar secara langsung dari anak kesayangannya.
" Sekolah Gladis menyenangkan pah, Gladis juga sudah punya temen " jawabnya ceria.
" Syukurlah sayang, belajar yang rajin ya nak buat mama dan papa bangga " ucap Rendi sambil mengusap kepala Gladis.
Mama Nadia sudah selesai membuat sarapan.
" Papa, Gladis sayang ayo sarapan biar kamu enggak telat lagi ke sekolah. "
Lalu mereka bertiga sarapan bersama. Setelah sarapan Gladis pamit kepada mama dan papanya.
" Mah, pah Gladis pamit ya " ucapnya sambil mencium kedua tangan lalu mencium pipi kedua orangtuanya.
" Hati - Hati dijalan sayang. " ucap mama papanya bersamaan.
Sesampainya di depan rumah yang langsung jalan raya Gladis menunggu angkot yang menuju arah sekolahnya.
Setelah menunggu beberapa saat, Gladis melihat angkot yang akan membawanya ke sekolah. Di dalam angkot dia melihat sosok yang dia kenal. Ternyata di dalam angkot ada Rey yang juga melihat ke arahnya.
" Hai Rey " sapa Gladis.
Dibalas Rey dengan menggangguk dan tersenyum.
" Rey rumahmu apa jauh dari rumahku." tanyanya
" Enggak ko hanya 15 menit dari sini."
" Ooooh " Gladis hanya menjawab dengan membulatkan bibirnya.
🍀Di Sekolah
__ADS_1
Akhirnya mereka sampai di depan sekolah. Gladis langsung menyapa satpam yang kemarin menguncinya di gerbang.
" Selamat pagi pak Ibnu, hari ini Gladis enggak telat loh ya jadi jangan di kunci lagi pak." Gladis terkekeh saat melihat ekspresi pak Ibnu bingung.
Pasalnya pak Ibnu berpikir dari mana anak itu bisa tau namanya. Padahal jelas - jelas terpampang jelas nama Ibnu di bajunya.
Rey yang melihat kelakuan Gladis hanya menggeleng dan tersenyum.
Saat sampai disekolah semua murid baru diwajibkan berkumpul di Aula sekolah. Setelah kemarin mengenal seluruh ruangan disekolah dan saling mengenal teman sekelasnya. Hari ini kegiatan MOS di SMA KARYA BANGSA adalah menjelaskan pemahaman visi dan misi sekolah, peraturan sekolah, kegiatan akademik, kegiatan nonakademik, ekstrakurikuler, ajang prestasi, sampai dengan kebiasaan kehidupan di sekolah.
Pak Agus selaku kepala sekolah yang menjelaskan dan memberi motivasi kepada semua siswa siswi baru agar mereka selalu berpretasi baik dalam kegiatan akademik dan juga non akademik.
Sampai pada akhirnya, Pak Agus memanggil salah satu siswa berpretasi yang sekaligus ketua penanggung jawab kegiatan MOS kali ini. Dia adalah Romi si Ketua OSIS dengan segudang prestasi.
Semua siswi bersorak saat nama Romi dipanggil untuk maju ke depan aula.
Semua siswi perempuan melihat Romi didepan panggung langsung merasa kagum mereka mulai membicarakannya. Begitu juga dengan Gladis yang duduk disamping Rey.
" Ya Tuhan Ka Romi itu sempurna banget ya Rey, udah ganteng pinter pula. " ucap Gladis
Rey yang diam saja sontak membuat Gladis kesal.
" Rey ko kamu diem aja sih? " Gladis mulai kesal.
Rey yang melihat Gladis kesal tersenyum.
" hmmmmm" jawab Rey.
" Aku cowok normal Gladis, masa aku harus menggagumi Ka Romi " jawabnya datar.
" Kamu benar Rey " Gladis terkekeh, membenarkan apa yang dikatakan Rey.
Waktu sudah menunjukan jam 12 siang waktunya istirahat. Gladis dan Rey menuju ke kantin. Dikantin sudah banyak siswa siswi yang lainnya memenuhi kantin. Gladis dan Rey menuju ke salah satu bangku kosong lalu mereka duduk disana dan memesan makanan.
Tiba - tiba seseorang menghampiri mereka.
" Hai, kamu Rey kan? " tanya Bianca sambil mengulurkan tangan mengajak Rey berkenalan.
Sejenak Rey kaget lalu membalas uluran tangan Bianca.
" Iya Aku Rey " jawabnya singkat.
" Aku Bianca " jawabnya lagi sambil terus menatap Rey. Rey mulai risih dengan tatapan Bianca.
__ADS_1
Sekilas Bianca melirik ke arah Gladis yang asik memakan bakso nya.
" Apa aku boleh bergabung? " tanya Bianca yang langsung duduk disebelah Rey.
Posisi Rey dan Gladis saat ini berhadapan.
" Rey, nanti pulang sekolah kamu mau kemana? " tanya bianca.
" Langsung pulang " jawabnya singkat.
" Kita pulang bareng ya Rey " ajak Bianca.
" Aku pulang bareng Gladis " jawabnya sambil melihat ke arah Gladis yang masih asik dengan bakso dan es manis di depannya.
Gladis yang mendengar langsung melihat ke arah Rey yang juga masih melihatnya.
" Bianca, aku duluan yaa " Rey langsung menarik tangan Gladis untuk segera pergi dari kantin.
Dikantin Bianca terlihat sangat kesal saat Rey malah meninggalkannya.
" Siapa sebenarnya perempuan yang bersama Rey, dia tidak ada apa-apanya dibandingkan aku. " gumamnya.
Setelah pergi meninggalkan Bianca.
" Rey, kamu kenapa langsung mengajak aku pergi dari kantin padahal aku belum menghabiskan bakso ku Rey? " Gladis menggerutu saat tiba-tiba Rey menariknya tadi.
" Lagian kamu enggak lihat apa tadi dia sangat cantik? " tanya Gladis.
" hmmmmm" jawab Rey.
" Cuma hmmmm Rey? Apa kamu juga gak bisa liat cewe cantik Rey? " Gladis tertawa menggoda Rey.
Rey hanya menggeleng liat kelakuan Gladis.
" Sudahlah ayo kita kembali ke Aula " ajak Rey karena masih ada beberapa kegiatan di Aula setelah jam istirahat.
Jam pulang sekolah pun tiba. Semua siswa siswi mulai meninggalkan sekolah. Begitu juga dengan Rey dan Gladis keluar dari gedung sekolah.
____________________________________
Halo reader 😍
Author minta like dan vote nya ya..
__ADS_1
Jangan lupa koment ya dan juga kasih saran dan kritiknyaa..
Terima kasih 😍