Cerita Cinta Anak Muda

Cerita Cinta Anak Muda
Saling Mencintai


__ADS_3

Setelah mengantar Gladis ke kamarnya, Rey dan Romi menuju kekamarnya masing-masing. Kamar mereka sebenarnya tidak terlalu jauh masih ada di lantai yang sama.


Rey masuk ke dalam kamarnya, lalu dia duduk disofa yang berada disudut ruangan. Rey tersenyum mengingat yang terjadi pada malam hari ini, dia tidak menyangka akhirnya sekarang dia dan Gladis resmi menjadi sepasang kekasih.


" Terima kasih Tuhan, kau ijinkan aku memilikinya " gumam Rey.


🍀 Keesokan Paginya 🍀


Rey, Gladis dan yang lainnya terlihat sedang bersiap untuk kembali ke Jakarta. Pagi tadi mereka sempat sarapan bersama, sekarang mereka sedang mengemasi barang bawaannya. Saat sarapan tadi, mereka berencana akan berbelanja terlebih dahulu, mengingat pesawat yang akan membawa mereka ke Jakarta masih beberapa jam lagi.


Supir dan mobil yang akan membawa mereka pun sudah siap di depan hotel. Kini mereka akan pergi ke pusat perbelanjaan di Kuta Bali. Selama perjalanan menuju Kuta Rey selalu memeluk Gladis dan membiarkan Gladis menyadarkan kepalanya pada dada bidang yang Rey miliki. Mereka menyalurkan rasa rindu yang selama ini dirasakannya. Shita, Romi dan Ardi berada di mobil yang lainnya jadi tidak ada yang bisa menggangu mereka.


" Sayang, nanti sampai Jakarta boleh aku mampir ke rumah? Aku kangen dengan tante Nadia dan Om Rendi " ucapnya sambil mengelus puncak kepala Gladis.


" Boleh Rey, mama dan papa pasti senang bertemu denganmu. " Gladis mengangkat kepalanya melihat ke arah Rey sambil tersenyum.


Rey yang melihat Gladis mengangkat kepalanya dengan leluasa bisa mengelus pipi Gladis dengan lembut lalu mendaratkan satu kecupan di keningnya.


" Aku sangat mencintaimu" ucap Rey.


" Aku juga sangat mencintaimu Rey " ucap Gladis sambil tersenyum bahagia. Beberapa saat mereka bertatapan sangat dalam, sampai akhirnya Gladis kembali menyandarkan kepalanya kembali.


Mereka menghabiskan waktu perjalanan dengan lebih banyak diam menikmati kebersamaan yang selama enam tahun ini tidak mereka rasakan. Sampai akhirnya mereka sampai di tempat tujuan mereka.


Shita, Romi dan Ardi juga sudah sampai.


Sekarang mereka terlihat sedang berbelanja di salah satu pusat perbelanjaan yang ada di Kuta. Rey dan Gladis sibuk membeli oleh - oleh begitu juga dengan yang lainnya. Tak terasa sudah 2 jam lamanya mereka berbelanja, berbagai macam oleh-oleh khas Bali sudah mereka dapatkan.


Saat mereka akan keluar dari pusat perbelanjaan, tiba-tiba ada yang menarik tangan Gladis dengan kasar.


" Dasar wanita murahan " ucap Bianca.


Gladis terlihat kesakitan, " Bianca " lirihnya.

__ADS_1


Rey yang melihat kejadian tersebut langsung menghempaskan tangan Bianca yang masih mencekram tangan Gladis.


" Bianca cukup, apa yang kamu lakukan? Tolong jangan membuat keributan " ucap Rey kesal.


" Kenapa kamu membela wanita murahan ini Rey? Aku ini tunangan kamu " teriak Bianca. Bahkan karena teriakannya, beberapa orang terlihat memperhatikan mereka.


" Jaga bicaramu, Gladis bukan wanita seperti itu. Dan perlu kau ingat, kau hanya mantan tunanganku. Dan perlu kau tau, dari dulu aku tidak pernah mencintaimu. " ucap Rey lagi.


" Kau jahat Rey, tapi aku sangat mencintaimu." Bianca terlihat berusaha akan memeluk Rey. Tapi usahanya gagal. Rey langsung menarik Gladis dan memeluknya.


" Dia satu-satunya wanita yang aku cintai dari dulu dan sampai sekarang, jadi aku harap kamu bisa mengerti " ucap Rey lagi.


" Ahahahhahahhaaah " bahu Bianca turun naik menandakan dia sedang tertawa. " Jika aku tidak bisa memilikimu, jangan harap dia juga bisa memiliki mu Rey " Bianca menunjuk ke arah Gladis yang sedang berada dipelukan Rey.


" Tapi kami saling mencintai Bianca " kali ini Gladis yang mencoba menjawab.


Bianca yang mendengar jawaban Gladis semakin tertawa keras.


" Cinta?? apa itu cinta Gladis?? ahhahhahahahaa " ucap Bianca.


" Ini dia pak, wanita ini membuat keributan " ucap Shita sambil menunjuk kearah Bianca.


" Maaf bu, jangan membuat keributan disini " ucap salah seorang pertugas itu kepada Bianca.


" Diam kau jangan ikut campur " teriak Bianca.


" Jangan sampai saya pakai kekerasan " ucapnya lagi.


" Liat saja aku akan memberi kalian perhitungan."


Salah satu petugas itu menarik Bianca, " Lepaskan, aku bisa jalan sendiri " ucapnya emosi.


Bianca masih menatap mereka dengan kesal lalu pergi dari sana.

__ADS_1


🍀🍀🍀🍀🍀


" Gila ya tuh cewek enggak tahu malu banget " sahut Shita emosi.


" Sabar sayang " jawab Romi sambil mengusap kepala Shita.


" Diss, loe jangan diem aja kenapa sih? " Ucap Shita lagi.


" Gue cuma gak mau ribut Taa.. " jawab Gladis.


" Tapi gue kesel liatnya " Shita masih terlihat kesal.


" Sepertinya memang kita harus lebih waspada, Bianca akan selalu melakukan segala cara untuk mendapatkan keinginannya. Tapi kamu jangan khawatir sayang, aku akan selalu melindungimu " ucap Rey sambil mengelus pipinya.


Gladis menggangguk dan tersenyum " terima kasih Rey."


Ardi yang datang dari arah lain menghampiri mereka " ada apa? kenapa tadi ada kerumunan? apa kalian membuat masalah? " tanya Ardi.


" Tadi Bianca membuat keributan " ucap Rey.


" Bianca?? Kenapa Bianca bisa ada disini? " tanya Ardi.


" Entahlah, mungkin hanya kebetulan " jawab Rey lagi. Rey melihat jam dipergelangan tangannya.


" Sepertinya waktu kita habis, waktunya kita pergi ke bandara."


Mereka semua mengangguk mengiyakan perkataan Rey. Setelah keluar dari pusat perbelanjaan tersebut segera mereka menuju ke bandara.


________________________________________________


Beberapa hari gak update maaf yaaa....


Jangan lupa Like...

__ADS_1


Jangan lupa Vote...


Jangan lupa comment....


__ADS_2