Cerita Cinta Anak Muda

Cerita Cinta Anak Muda
Bercerita


__ADS_3

🍀Rumah Gladis


" Selamat siang mamaku sayang," Gladis setengah berteriak saat masuk kedalam rumah sambil mencari mama Nadia yang ternyata sedang asik menonton TV.


" Eeh anak gadis mama udah pulang nak. Gimana sayang MOS hari pertamanya? Apa seru? "tanya mama Nadia.


Gladis langsung mencium tangan dan pipi mama Nadia dan Gladis langsung duduk disampingnya.


Gladis merebahkan kepalanya kepangkuan mamanya. Lalu mama Nadia mengusap lembut rambut Gladis.


" Coba ceritakan sama mama gimana hari pertama kamu disekolah sayang? " tanya mama Nadia lagi.


" Tau enggak mah tadi kan Gladis telat, terus Gladis dihukum disuruh lari 10 keliling cape tau mah " rengeknya.


Mama Nadia tertawa sambil berkata " itu salah kamu sayang siapa suruh kamu terlambat datang kesekolah. Makanya besok-besok enggak boleh telat tidurnya jangan malem-malem."


" Siaaaap boooos " Jawab Gladis sambil terkekeh.


" Terus kamu udah punya temen gak disana?" tanya mama Nadia.


" Ada mah namanya Rey. Tadi dia juga telat bareng sama Gladis sama-sama dihukum. Tapi dia tadi baik mah dia malah kasih minum punya dia pas abis dihukum soalnya minum punya Gladis ketinggalan. Padahal dia juga pasti haus kan mah " ucap Gladis polos.


" Wah baik betul ya temanmu itu, siapa namanya tadi?" tanya mama Nadia. " Rey mah namanya Rey" jawab Gladis.


" Baiklah namanya Rey" Mama tersenyum.


" Oia mah tadi ada kaka kelas Gladis dia ketua OSIS mah. Ya Ampun orangnya ganteng banget dan katanya juga dia berprestasi mah" ucap Gladis sambil tersenyum.


" Duuuh anak mama kayana suka nih sama kaka kelasnya " goda mama Nadia.


Gladis tersipu malu, " enggak ko mah Gladis cuma mengaguminya saja mah " jawabnya.

__ADS_1


" Sayang, mama papa enggak melarang kamu untuk suka sama seseorang. Tapi kamu harus inget jaga diri kamu. Jatuh cinta itu hal yang tidak bisa kita cegah sekuat apapun kita melawan. Tapi mama minta kamu tidak menyalahgunakan kepercayaan mama dan papa ya sayang " kata mama Nadia sambil masih mengelus kepala Gladis.


Gladis kembali duduk setelah tadi merebahkan kepalanya dipangkuan mama Nadia lalu Gladis memeluk mamanya.


" Terima kasih ya mamaku sayang. Gladis janji tidak akan menyianyiakan kepercayaan mama dan papa " jawabnya sambil masih memeluk mama Nadia dan mencium pipi mama Nadia.


" Mama percaya kamu sayang dan sekarang sana mandi kamu bau asem. " mama Nadia terkekeh.


" Iiiiih apaan sih mah Gladis wangi tau mah meskipun enggak mandi, " sambil cemberut dia melangkahkan kakinya ke lantai atas menuju kamarnya dan bersiap membersihkan diri.


🍀 Dirumah Rey


Rey memasuki gerbang rumahnya. Satpam dengan sigap langsung membukakan pintu gerbang saat tau Rey datang.


" Selamat siang mas Rey " sapa pak Sabar satpam dirumahnya.


" Siang pak sabar. Apa mama ada dirumah? " Tanya Rey.


" Anu mas Rey. Ibu sama bapak tadi siang pergi ke Jakarta tadi buru-buru jadi tidak sempat pamit sama mas Rey " jawab pak Sabar.


Tidak dipungkiri kekayaan yang ada sekarang ialah hasil kerja keras papanya. Tapi semakin sukses semakin sedikit waktu kebersamaan dengan orangtuanya. Kedua orangtuanya selalu sibuk, mama Rey selalu ikut kemanapun papanya pergi jadi Rey sering di tinggal dirumah.


Rumah besar dan mewah ini sering kali sepi. Rey sudah terbiasa hanya ditemani dengan beberapa asisten rumah tangganya.


Dan disinilah bi Inah. Beliau adalah asisten rumah tangga yang sudah mengurus Rey dari kecil, dia bahkan tau semua hal tentang Rey.


Bi Inah sudah mengganggap Rey seperti anaknya sendiri. Karna sudah mengurus Rey bahkan dari masih bayi.


Rey sudah berada di kamarnya. Bi inah mengetok pintu kamar Rey.


"Rey, mau makan malam apa? Biar bibi buatkan." Tanya bi Inah.

__ADS_1


Iya bi inah selalu memanggil nama Rey dengan hanya menyebut nama saja. Rey sudah menganggap bi Inah seperti saudaranya sendiri bahkan bi Inah lebih tau semua tenang Rey karena sejak kecil Rey selalu di urus oleh bi Inah.


" Rey lagi mau makan nasi goreng bi minta tolong buatkan ya bi " ucap Rey pada bi Inah.


" Baik nanti bibi buatkan."


Lalu bi Inah kembali kedapur dan membuatkan Rey nasi goreng. Setelah nasi goreng selesai Bi Inah kembali memanggil Rey.


"Nasi gorengnya udah siap Rey, mau bibi bawa ke kamar apa mau makan di ruang makan?" tanya bi Inah.


" Kita makan diruang makan aja ya bi, bibi temenin Rey. Kita makan sama-sama. "


Seperti biasa jika orangtuanya tidak ada dirumah Rey selalu mengajak bi Inah untuk menemaninya makan untuk mengusir rasa kesepiannya.


"Gimana tadi sekolahnya Rey?" bi Inah bertanya.


" Lancar bi seperti yang diharapkan, Rey punya temen baru bi namanya Gladis dia sangat Cantik " ucap Rey sambil tersenyum membayangkan Gladis.


" Bibi tau senyuman itu, apa kamu suka anak itu? " tanya bi Inah.


" Rey gak tau bi" jawabnya singkat.


Dibalas dengan senyuman oleh bi Inah.


Setelah makan malam Rey kembali ke kamarnya, seolah Rey bisa melupakan kesedihannya sejenak saat Rey tiba-tiba mengingat Gladis teman barunya disekolah. Gladis yang selalu ceria membuat Rey menemukan kenyamanan saat bersamanya.


" Aaah aku tidak sabar besok sekolah " gumamnya dalam hati.


__________________________________________________


Halo temen-temen karna ini karya pertama aku jadi maaf ya kalo ceritanya masih acak-acakan dan bahasanya dan penulisannya kurang bagus.

__ADS_1


Tapi semoga suka dengan ceritanya..


jangan lupaa like dan votee ya ❤


__ADS_2