Cerita Cinta Anak Muda

Cerita Cinta Anak Muda
Apa ini artinya??


__ADS_3

Setelah pertemuannya dengan pemilik PT. Pesona Bintang, Rey kembali ke kantor dengan wajah yang sulit di artikan. Dia kecewa dengan Ardi yang dianggapnya selama ini setia pada perusahaannya.


Saat akan masuk ke dalam ruangannya, Rey melihat Gladis yang sedang duduk di meja kerjanya.


" Sayang " Rey menyapa Gladis.


Gladis tersenyum ke arah Rey, "Kamu sudah pulang? Kemana Ardi, kenapa kamu pulang sendiri?"


"Aaah itu saayang, masuklah keruanganku. Aku ingin bertanya sesuatu kepadamu"


Gladis hanya mengangguk lalu berdiri dan mengikuti Rey masuk kedalam ruangannya, "Ada apa? sepertinya ada masalah" batin Gladis.


"Duduklah" pinta Rey yang kini sudah duduk di kursinya.


Rey terlihat berpikir sebelum akhirnya membuka suara, "Sayang, semenjak kamu kerja disini kamu selalu bekerja dengan Ardi bukan?" tanya Rey.


"Iyaaa.. Dari awal aku masuk di sini aku bekerja dengannya, kenapa Rey?" tanya Gladis.


"Hmmmmmm... Kamu tahu kerja sama kita dengan PT. Pesona Bintang?" tanya Rey.


"Aaah iya aku ingat, proyek itu berjalan sebelum kamu datang Rey, aku ingat Ardi lah yang mengurus kerjasama itu. Apa ada masalah?" Gladis memberanikan diri bertanya karena melihat raut wajah Rey yang terlihat ada masalah.


"Aku tidak menyangka, Ardi menghianati perusahaan. Dia bekerjasama dengan PT. Pesona Bintang memanipulasi pekerjaan kita sehingga seolah-olah kita salah dan mereka membatalkan kerjasamanya" Ardi menjelaskan itu kepada Gladis.


"Apaaa??" Gladis membulatkan matanya dan menutup mulutnya tidak percaya. " Apa kamu yakin Rey? Setahuku Ardi orang yang sangat loyal dengan perusahaan ini"


"Aku juga tidak menyangka awalnya, tapi setelah aku menelusurinya dan menyuruh orang kepercayaanku dan ternyata buktinya mengarah kepadanya, tapi aku akan tetap mengawasinya. Ardi adalah orang kepercayaan papa, papa tidak mungkin menempatkan orang yang sembarangan" Rey terlihat memijit kepalanya sejenak berpikir.


🍀 Sore Hari 🍀


"Sayang, ayo pulang" ajak Rey yang melihat Gladis masih duduk dikursi kerjanya.


"Aah iya, aku sudah selesai Rey tunggu sebentar" Gladis terlihat memasukan barangnya kedalam tas lalu berdiri dan bersiap pulang bersama Rey.


Kini mereka sudah duduk di dalam mobil, Rey melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Jalanan saat ini terlihat padat, begitulah jalanan ibu kota apalagi saat pulang jam kerja akan ada kemacetan dimana-mana.


"Rey, makan malamlah dirumah. Papa dan mama pasti senang kamu bisa makan malam dirumah" ajak Gladis.


"Baiklah sayang, dengan senang hati" ucap Rey.


Setelah sekitar 45 menit mereka berkendara, akhirnya sampailah mereka di rumah Gladis saat langit sudah gelap. Saat itu, Nadia sedang menyiapkan makan malam didapur, dan terlihat Rendi yang sedang berada di ruang keluarga.


"Malam pah" sapa Gladis sambil mencium tangan Rendi.


"Anak papa sudah pulang" ucap papa.

__ADS_1


"Malam om" sapa Rey sambil mencium tangan Rendi.


"Malam Rey, duduk-duduk" ucap Rendi.


"Papa, Rey aku keatas dulu ya" ucap Gladis.


"Tenang sayang, Rey aman bersama papa" ucap Rendi yang disambut gelak tawa mereka.


Setelah Gladis mengganti baju, Gladis menuju kedapur dimana Nadia sedang menyiapkan makan malam. "Serius bangeet mamaku sayang" ucap Gladis yang tiba-tiba menciun pipi Nadia.


"Ya ampun sayaang, bikin kaget mama aja" ucap Nadia.


Gladis terkekeh, "Ada yang bisa Gladis bantu mah, oia ada Rey didepan" ucapnya.


"Oiaaa, bagus doong kita bisa makan malam bersama,yasudah ayo bantu mama masak" ucap Nadia.


Sekitar 30 menit mereka menyelesaikan masak, Gladis kini terlihat sedang menata masakannya di atas meja makan. Lalu dia berjalan menuju keruang keluarga untuk memanggil Rendi dan Rey.


"Papa, Rey ayo makan, makan malam sudah siap" ajaknya. Dimeja makan telah tersedia sop, ayam goreng, tempe tahu dan juga sambal.


" Waaah wangi sekali aromanya, perut papa sampai sudah berteriak minta makan" ucapnya sambil menuju meja makan.


Rey yang melihat Nadia segera menemuinya, "Malam tante" ucap Rey sambil mencium tangan Nadia.


"Terima kasih tante" ucap Rey.


Kini mereka berempat sudah duduk di meja makan, siap menyantap makan malamnya. Makan malam kali ini seperti biasanya mereka sangat menikmati makan malamnya, sesekali mereka mengobrol ringan saat menyantap makan malamnya. Setelah acara makan malam itu selesai, mereka kembali keruang keluarga. Obrolan mereka terdengar sangat menyenangkan, sesekali terdengar mereka tertawa lalu melanjutkan percakapan mereka.


"Kau tau Rey, dulu om dan tante ini sebenarnya di jodohkan, awalnya kita menolak karena takut nanti kita tidak akan cocok. Tapi lama kelamaan setelah saling mengenal ternyata kita banyak kecocokan dan saling jatuh cinta. Iyakan mah?" tanya Rendi.


"Aaah iya pah, kalau mengingat kemasa itu rasanya aku sangat malu. Awalnya, aku menolak keras dijodohkan tapi pada akhirnya kita saling mencintai" ucap Nadia tersipu malu.


Rendi yang ada disebelah Nadia langsung menggenggam tangan Nadia, lalu menciumnya.


"Tentu saja, bagaimana aku tidak jatuh cinta padamu sayang, kau begitu cantik dan juga baik. Dari awal aku melihatmu, aku sebenarnya langsung menyukaimu. Dan beruntungnya aku sekarang, bisa memilikimu dan juga memiliki anak kita, rasanya kalian adalah harta yang paling berharga buat papa"


Gladis yang mendengar kata-kata Rendi langsung memeluknya. "Gladis yang beruntung menjadi anak papa dan mama" ucapnya.


"Rey" ucap Rendi. "Rey, om tahu kamu mencintai Gladis, untuk itu om minta tolong jangan sakiti anak om satu-satunya. Om tahu hatinya Gladis juga dari dulu hanya untukmu. Om percaya denganmu, dan tolong jaga anak om"


Rey yang mendengar ucapan Rendi tersenyum, "apa ini artinya om Rendi menyetujui hubungannya dengan Gladis berlanjut kearah yang lebih serius" batinnya.


"Baik om, Rey janji tidak akan menyakiti Gladis. Rey sangat mencintainya om" ucap Rey.


Rendi dan Nadia tersenyum dan menganggukan kepalanya, "Om percaya kepadamu" Rendi menepuk bahu Rey.

__ADS_1


"Rey, om dan tante masuk ke kamar duluan ya, kalian lanjutkanlah."


"Oia om tante selamat beristirahat" ucap Rey.


Setelah Rendi dan Nadia masuk kedalam kamar, kini tinggal mereka berdua.


"Rey, kenapa papa tiba-tiba bicara seperti itu?" tanya Gladis heran.


"Iya saayang artinya om dan tante setuju dengan hubungan kita berdua" Rey tersenyum penuh arti.


Gladis hanya menganggukan kepalanya sambil tersenyum.


Waktu sudah menunjukan pukul 9 malam.


"Sebaiknya aku pulang, ini sudah malam" ucap Rey.


"Baiklah, ayo aku antar kedepan" ucap Gladis. Gladis mengantarkan Rey sampai depan.


"Aku pulang dulu ya sayang, setelah aku pulang kamu langsung istirahat ya, okee. Selamat malam" Rey mencium kening Gladis.


Gladis yang mendapat kecupan dikeningnya merasa jantungnya berdebar lebih cepat, meskipun ini bukan pertama kalinya entahlah setiap kali Rey menciumnya detak jantungnya selalu berdebar lebih cepat dari biasanya.


"Selamat malam juga Rey, hati-hati ya sayang" ucap Gladis.


Rey yang mendengar Gladis memanggilnya sayang sangat senang, wajahnya berbinar. "Aku senang kamu memanggilku sayang" ucap Rey sambil mencubit hidung Gladis.


"Aku mencintaimu, sangat mencintaimu" ucap Rey.


"Aku juga mencintaimu sayang" jawab Gladis.


"Rasanya aku enggan pulang, aah tapi ini sudah malam" ucap Rey sambil terkekeh.


"Udah sana pulang, hati-hati sayang" ucap Gladis lagi. Akhirnya Rey masuk kedalam mobil dan mengendarai mobilnya menuju apartemennya.


Bersambuuuung.....


__________________________________________


Jangan lupa di Like


Jangan lupa di Comment


Jangan lupa di Vote


Terima kasih ❤❤

__ADS_1


__ADS_2