
"Kerabat kita berdua yang bernama Safira siapa ya ma? Kok Papa kayak asing dengan nama itu dalam silsilah keluarga besar kita? tanya Papa Tyo".
"Ya iya pah, dia adalah calon anggota baru keluarga kita yaitu calon menantu kita pah".
"Hah..,Papa Tyo sedikit bingung dengan pernyataan istrinya barusan".
Lalu sang istri menjelaskan siapa sosok Safira ini yang diidamkannya menjadi calon istri buat Tyo sekaligus calon menantu mereka. Mama Tyo pun menceritakan tentang kisah Safira yang menjadi yatim piatu kini dimana Bunda Safira adalah sahabat dekatnya sejak sekolah SMA bahkan dulu saat di sekolah mama Tyo sering dibully oleh teman-temannya karena cupu dan lugu serta tak ada yang mau berteman tulus dengannya kecuali almarhumah bundanya Safira yang selalu membelanya di sekolah dan menjadi sahabat terbaiknya hingga ajal menjemputnya.
"Papa ingat ketika papa memberikan kepada mama hadiah ulang tahun pernikahan kita yang lalu tiket perjalanan umroh VVIP sekaligus berlanjut liburan ke Eropa selama satu minggu?"
"Iya papa ingat kan saat itu kita gak jadi berangkat karena beberapa hari sebelum hari H, mendadak ada kecelakaan kerja dan problem di kantor cabang induk kita di Bali sehingga mau gak mau kita berdua harus segera bertolak ke Bali dan ternyata kita menghabiskan sekitar dua mingguan berada di Bali karena masalah saat itu cukup rumit".
"Nah, daripada tiket itu mubadzir akhirnya sama mama berikan secara free pah ke sahabat mama yaitu Bundanya Safira dan tentunya karena itu mama kekeh menjodohkan Safira dengan Tyo selain dari dulu mama sudah menyukai Safira karena dia gadis yang baik serta cocok untuk Tyo menjadi lelaki lebih baik lagi dari masa lalu yang kurang baik dan mengubah sifat dingin Tyo juga serta yang pasti mengurangi rasa bersalah mama pada Safira hiks..hiks.."
"Sudah lah ma, semua itu sudah takdir dari Allah SWT bukan mau kita. Mama memberikan tiket perjalanan tersebut untuk orang tua Safira secara cuma-cuma karena dia sahabat terbaikmu dan saat itu dia juga dalam nuansa tengah ulang tahun jadi wajar bila kamu memberikan sebuah kado padanya walau ternyata takdir berkata lain".
Kita tak bisa memprediksi takdir seperti apa baik untuk diri kita sendiri maupun terhadap orang lain dimana namanya ajal kematian sewaktu waktu bisa datang menghampiri setiap manusia. Jadi cukup kita berdoa agar bisa diberikan umur panjang dan kebahagiaan dunia akhirat serta kematian yang baik agar tak meninggalkan sebuah nestapa.
"Papa dukung mama kan untuk menjodohkan mereka berdua, mama sudah meanggap Safira seperti anak sendiri dan ingin kita berdua sebagai pengganti kedua orang tuanya yang telah meninggal karena ketidaksengajaan itu yang memang sudahk takdir".
"Iya ma, dia pasti gadis yang baik buktinya dengan suka rela menolong mama dengan mendonorkan darahnya dan setelah itu pergi tanpa minta imbalan apapun pada kita ".
__ADS_1
Seminggu kemudian, Nyonya Adi Wijaya sudah dalam kondisi cukup baik dan perawatan untuk pemulihan bisa dilakukan dirumahnya. Namun mereka berdua tetap ingin merahasiakan tentang kecelakaan mamanya tersebut dari Tyo agar sang anak tetap fokus di Amerika untuk bisnisnya. Toh beberapa hari lagi Tyo dan Dimas sudah akan kembali ke Indonesia.
Amerika,
Perjalanan bisnis yang dilakukan Tyo pun dengan Dimas berjalan lancar dan Gabriela si wanita dedemit juga tak mengusik lagi urusan Tyo selama di sana. Alhasil mereka sedang bersiap siap untuk kembali ke Indonesia lusa yang dimana seharusnya masih sekitar lima harian lagi mereka harusnya stay di Amerika.
Namun berkat otak cerdas ,tangan dingin, dan keberuntungan dalam berbisnis akhirnya selesai lebih cepat dari prediksi sebelumnya. Tyo ingin memberikan kejutan kepada sang mama karena sang mama tercinta akan berulang tahun.
"Ke club yuk bro? sudah lama disini gak main ke club buat refreshing sejenak nih, ucap Dimas"
"Lu aja sono, gue lagi males nanti yang ada gue malah dijebak sama wanita dedemit kata lu, ucap Tyo dengan nada mengejek".
Setelah berbagai rayuan pada bosnya sekaligus sahabatnya itu dilancarkan oleh Dimas namun Tyo tetep menolak pergi ke club. Alhasil sang playboy cap kelas teri mulai beraksi mencari mangsa demi menyenangkan sang junior kebanggannya karena sudah cukup lama berpuasa. Kesibukan kerja menjadi faktor utama dia lupa memberi jajan manisnya madu pada si entongnya.
Jam terbang yang cukup tinggi sehingga tak susah seorang Dimas mendapatkan mangsanya dan ia suka dengan daun muda yang memang belum banyak dijamah walau sudah tak bersegel. Yang pasti gadis indo tetap jadi pilihan utamanya karena ia kurang suka dengan gadis bule. Entahlah apa yang mendasari dirinya memilih stok dalam negeri saja.
Dua anak manusia yang berbeda jenis itupun sudah beradu kekuatan di atas ranjang mewah yang Dimas booking. Ia tak suka melakukan di privat room club sehingga ia lebih memilih check in di sebuah hotel yang cukup berkelas karena gaji dan tabungannya cukup banyak untuk menyewa teman tidurnya.
Kedua tubuh nan polos sudah mandi keringan namun peperangan juga belum usai karena keduanya masing saling mencumbu dan memuaskan dahaga masing-masing. Dimas menggigit pucuk pink bukit kembar milik partner ranjangnya itu hingga sang gadis meringis merintih mend3sah nikmat.
Tangan Dimas pun tak tinggal diam mer3mas squishy satunya membuat mulut wanita itu menganga, kepalanya menengadah ke atas karena baru kali ini ia merasakan sensasi yang berbeda luar biasa. Perlakuan Dimas yang lembut namun terkadang mendadak cepat walau sedikit kasar justru membuatnya melayang di atas awan.
__ADS_1
Sang maestro sudah dimabuk kepayang berada didepan pucuk pink bawah sebuah goa cinta milik sang partner. Ia memakan secara rakus seakan sudah tak makan selama bertahun tahun saja, menjilat, menghisap, memainkan lidahnya yang membuat partnernya mengalami pelepasan berkali kali.
"ahh..arghh..lebih dalam...lebih dalam boy".
Akhirnya sang tugu pun menerobos masuk ke dalam gua cinta yang sudah basah dan lembab akan ulah Dimas. Berasa menjepit dan nikmat itu yang ia rasa. Sambil memaju mundurkan junior kebanggannya tak lupa mulutnya juga beraksi di atas dengan membuat bibir sang wanita bengkak.
"Arrghh...eughh....nikmatnya tiada tara, ucap Dimas".
"Wow hasil malam ini, es krim vanilaku banyak juga lalu ia pun membuang ke tempat sampah. Menyuruh teman kencannya itu membersihkan mulut di kamar mandi segera dan kembali ke peraduan untuk memijat membersihkan dan menyenangkan adiknya dengan mulutnya yang sudah bersih dalam sesi berikutnya yang lebih memacu adrenalin mereka."
Hari Wisuda Safira pun tiba, ia mengenakan toga cantiknya dan telah lulus dengan predikat cumlaude. Sorak bahagia terpancar dari raut wajahnya serta sahabat-sahabatnya yaitu Melisa dan Indri. Walaupun ia cukup sedih karena kedua orang tuanya tak bisa melihat ia diwisuda karena takdir berkata lain.
Apa yang sudah direncanakan manusia belum tentu sama dengan rencana Tuhan maka sebagai manusia yang beriman serta bertaqwa kita sewajibnya ikhlas dengan takdir dari Tuhan serta bergerak maju melangkah untuk masa depan yang baik.
"Safira..Safira...,teriak seorang lelaki yang datang dengan membawa sebuah buket mawar merah dan sebuah kado kecil terbalut pita cantik berlari datang ke arah Fira dan sahabatnya berada".
Siapakah lelaki itu? Dan bagaimana kisah selanjutnya? So tetap stay tuned ya sobat penaku semua.
Ditunggu taburan sesajennya ya baik Vote, Gift, Rate bintang 5, serta Like dan Komen positif kalian para pembaca setiaku. Biar aku makin semangat lanjutin cerita Safira. Terimakasih semua.
3S ( Salam Sayang Safira )
__ADS_1