CINTA , LUKA Dan NERAKA

CINTA , LUKA Dan NERAKA
Salah Paham


__ADS_3

📚SELAMAT MEMBACA📚


Ditunggu dukungan kalian ya baik VOTE, GIFT, RATE Bintang 5, serta LIKE dan KOMEN positif kalian para pembaca setiaku. Biar aku makin semangat lanjutin cerita Safira. Terimakasih semua.


3S ( Salam Sayang Safira )


*******


Pagi itu Tyo terbangun dari tidurnya yang nyenyak dan mimpi semalam sungguh indah baginya. Setelah ia mengeluarkan es krim vanila dari lolipopnya dan tertidur pulas setelah membersihkan dirinya. Gadis yang sedang menari di hatinya mendadak tersenyum hadir dalam mimpinya.


Membuat hatinya membuncah riang gembira layaknya anak kecil bahagia karena telah dibelikan mainan kesukaannya oleh orang tuanya. Senyum mengembang terus terpampang di wajah tampannya mulai dari bangun yang lebih pagi dari kebiasaannya. Tawa itu berlanjut kala mandi dengan membayangkan wajah cemberut Safira sudah membuatnya tertawa terbahak-bahak seperti orang yang terkena tanda-tanda kebucinan namun masih ia dustai.


Pagi itu ia memakai kaos casual warna favoritnya yaitu navy motif polos lengan pendek berpadu dengan celana pendek selutut warna abu-abu. Lift berdenting tanda telah tiba di lantai yang ia tuju. Masuk ke restoran di hotel tersebut untuk sarapan pagi karena mood pagi itu sangat bagus mendadak membuatnya lapar.


Padahal Tyo tipika jarang sarapan terlalu pagi, biasanya dia akan sarapan jam 9 pagi. Langkah tegapnya dengan senyum menawan membuat para wanita yang dilewatinya tertegun melihat pangeran berkuda putih yang tersohor itu. Setelah duduk di meja yang ia mau dan tak lama pelayan mengantarkan makanan yang ia pesan maka Tyo pun langsung menyantap sarapannya tersebut.


Suasana ceria bagi seorang Tyo mendadak berubah menjadi suasana yang dingin mencekam, tangannya mengepal dan yang pasti nafsu makannya mendadak hilang. Berbeda sudut di depan sana tepatnya di meja lain ada empat orang dewasa yang tengah tertawa riang sambil makan pagi.

__ADS_1


Ya, Tyo tengah melihat Safira satu meja makan dengan Adrian dan dua orang asing seperti pasangan suami istri di mata Tyo. Namun Tyo tak begitu mengenal suami istri tersebut karena Tyo hanya melihat punggungnya saja. Kebetulan meja Tyo ada seberang belakang meja Safira dan Adrian.


Tyo tentu mengenal Adrian yang notabene CEO BTS Group, salah satu pesaing bisnisnya.


Di meja Safira mereka sedang tertawa karena pasangan suami istri dari Singapura klien BTS Group mengira Adrian dan Safira ini pasangan kekasih atau suami istri seperti mereka. Namun mereka ternyata salah mengira dan mendadak Adrian menggoda Safira yang cantik dan pintar membuat lelaki pasti jatuh hati padanya tak terkecuali dirinya.


Seketika Safira langsung tersedak dan membalasnya dengan candaan karena Safira mengira Adrian sedang bercanda karena klien mreka juga tipe orang yang humoris. Padahal dalam hati Adrian ucapan dadakannya tadi terlontar dari hati sesungguhnya bukan bercanda.


Namun karena ia pun tak mau merusak suasana bahagia namun sedikit canggung itu akhirnya Adrian hanya senyum sambil tertawa merespon ucapan balasan Safira. Tak lama Safira ijin ke toilet sebentar. Lalu di seberang sana Tyo yah melihat Safira bangkit dan seperti akan ke toilet mama ia bergegas menyusulnya.


Setelah selesai dari toilet dan Safira baru keluar langsung tangannya ditarik oleh sosok lelaki yang semalam membuatnya kesal. Tyo langsung memegang tangan Safira dan menariknya pergi ke sudut sepi di hotel tersebut.


Lalu Tyo menghempas tangan Safira dan menyudutkan gadis itu ke tembok dan mengukungnya dengan kedua tangannya. Wajah Tyo begitu dekat di depan wajah Safira hanya berjarak 1-2 cm saja bibir keduanya bisa bertabrakan.


Sorot mata yang tajam dan ada tersimpan amarah nampak pada raut wajah Tyo. Sedangkan Safira sedikit takut namun ia juga canggung dengan posisi sekarang yang boleh dibilang cukup intim. Karena Safira sebelumnya tak pernah sedekat ini dengan lelaki manapun, ia akan berusaha menjaga jarak bila berhadapan dengan orang yang bukan muhrimnya.


"Sepagi ini kamu di hotel bersama CEO BTS Group dan di hari Minggu pula, hah? Belum jadi istriku saja kamu sudah berani seperti ini apalagi nanti. Tak salah kan bila dulu aku menyebutmu wanita yang sudah tak perawan sama seperti wanita lainnya yang binal di luar sana" ucap Tyo dengan sarkas tanpa filter dan penuh intimidasi.

__ADS_1


Plak...


Sebuah tamparan melesat di pipi Tyo. Air mata menetes di wajah Safira yang sudah tak bisa ia bendung. Kata yang terlontar dari calon suaminya yang ada di depannya saat ini benar-benar keterlaluan baginya. Hatinya sungguh pedih kala ia mencoba berdamai hati dengan Tyo namun lelaki ini menusuk dengan belati di jantungnya sehingga hatinya sangat sakit mendengarnya.


"Sekuat apapun menjelaskan pada orang yang tak suka pada kita maka akan percuma saja, hanya membuang waktu dan tenaga. Jika memang seperti itu yang ada di pikiranmu tentang diriku tak apa. Permisi karena saya masih ada urusan lain yang lebih penting daripada harus mendengar tuduhan Anda yang tak berdasar tuan Tyo yang terhormat" ucap Safira.


Lalu ia meninggalkan Tyo dan Safira kembali ke toilet wanita untuk membenahi riasan di wajahnya agar tak diketahui oleh Adrian maupun kliennya jika ia habis menangis.


Tak lama ia kembali ke meja restoran hotel tersebut dan mengucap maaf jika ia cukup lama dari toilet kebetulan ada telepon cukup penting tadi. Adrian dan sang klien pun tak mempermasalahkan karena memang sarapan yang mereka nikmati juga sudah selesai dan urusan dokumen tahap awal juga sudah beres.


Sepasang suami istri itu pun pamit kembali ke kamar mereka dan Adrian mengantar Safira pulang. Saat keluar hotel, Tyo melihat Adrian dan Safira dari jauh serta sempat mendengar sedikit ucapan pasangan dari Singapura itu. Tyo pun ketika melihat wajah suami istri dari Singapura itu tentu saja mengenalnya. Namun sayang saat tadi ia menuduh Safira, ia hanya nampak punggung sepasang suami istri yang notabene juga pebisnis yang ia kenal baik.


Mereka semua hidup dalam lingkup bisnis yang saling keterkaitan tentunya saling mengenal hanya saja saat ini kliennya adalah BTS Group bukan Adi Corporation perusahaan Tyo. Dia pun memahami ternyata Safira bersama Adrian di hotel ini makan pagi bersama dengan klien tersebut dan tak lebih.


Tyo menghela nafas panjang saat tiba di kamarnya kembali untuk bersiap check out. Dalam sudut hatinya menyesali perlakuannya kepada Safira beberapa waktu lalu yang menyebabkan ia ditampar oleh gadis itu.


Melihat pertama kali Safira menangis dihadapannya walau hanya beberapa tetes air mata yang tampak di raut wajah cantik itu membuat hati Tyo gundah namun ia sendiri tak tau kenapa dan apa alasannya mendadak diri dan hatinya seperti ini. Ingin menelepon atau sekedar chat ke whatsapp Safira untuk meminta maaf namun ia urungkan.

__ADS_1


Ponsel sudah ditangan, akan mendial nomor sang gadis yang tengah membuat hatinya gundah namun mendadak ia urungkan. Sudah mengetik chat i'm sorry namun ia hapus kembali dan mematikan ponselnya. Rasa gengsi seorang Tyo yang cukup tinggi masih membelenggunya padahal hatinya sudah ada benih cinta yang muncul namun masih ia dustakan.


Apakah Tyo akan meminta maaf dan Safira memaafkannya? Bagaimana kelanjutan rencana pernikahan mereka berdua? Simak kisah mereka terus ya.


__ADS_2